KITA Hanya MENIKAH

KITA Hanya MENIKAH
Semua ini tentang Rea


__ADS_3

" Maaf aku tidak bisa mampir Rea , aku harus kembali ke kantor " ucap Gema tak kalah mobil yang ia kendarai telah masuk ke dalam pekarangan rumah Rea , " tidak apa-apa Gem , justru aku berterimakasih karena kau telah mengantarku pulang " balas perempuan cantik itu , lalu bersiap untuk turun saat mobil yang ia tumpangi hampir tiba di depan pintu utama rumahnya.


" Sekali lagi terimakasih Gema " ucapnya tersenyum lalu menatap sekilas pada mata yang kini sedang melihat kearahnya , ia segera keluar dari dalam mobil dengan jantung yang terus berdegub begitu keras , " hati-hati " ucapnya kini setelah berada di luar mobil.


Gema masih belum menjalankan mobilnya dengan mata yang terus melihat kearah Rea membuat perempuan itu semakin gugup, " maafkan aku Rea , aku berjanji akan cepat menyelesaikan masalah ini " ucap tiba-tiba dari mulut Gema.


Rea mengangguk pelan , walau ia tahu laki-laki itu bersungguh-sungguh dengan ucapannya tapi itu tidak lagi membuatnya peduli dan khawatir tentang masalah yang sedang mereka hadapi , justru kini hanya dirinyalah yang mampu menyelesaikan semuanya.


Tanpa sadar matanya menatap tidak bekedip pada Gema , pikirannya menewarang bagaimana nasib laki-laki itu jika ia menolak untuk menikah dengannya , " Rea " panggil Gema yang bingung kenapa perempuan itu menatapnya begitu lama.


" Emmm ya , berhati-hatilah Gem "


" Ada apa Rea ? " tanya Gema dengan penuh khawatir , " apa ayahku begitu mendesakmu ? " tanyanya lagi dan itu berhasil membuatnya terkejut namun berusaha untuk tetap tidak terlihat , " tidak tidak , ayahmu tidak setega itu padaku " jawabnya dengan tersenyum.


" Baiklah , berjanjilah untuk memberitahuku jika dia kembali menghubungimu dan terus meminta kita menikah "


" Ya Gema "


" Baiklah aku pergi , jaga dirimu Rea " ucap Gema yang terdengar begitu dalam , " tunggu Gema " ujar Rea tiba-tiba sebelum laki-laki itu kembali melajukan mobilnya.


" Ya Rea "


" Bagaimana jika akhirnya kita benar-benar menikah "


Sesaat suasana menjadi hening dengan dua pasang mata yang saling bertatapan dengan penuh arti , " ceh " Gema berdecih lalu kemudian tertawa karena merasa lucu dengan kalimat yang baru saja keluar dari mulut perempuan di hadapannya.


" Apa yang ada di pikiranmu Rea , tentu itu tidak mungkin bukan ? " ucapnya dengan masih terus tertawa.


ntah mengapa kali ini tawa laki-laki itu tidak terlihat indah di matanya justru membuat hatinya tiba-tiba terasa perih lalu kemudian dengan terpaksa ia ikut tersenyum , " ya kau benar itu benar-benar sangat tidak mungkin " ucapnya dengan hati yang sedikit merasa tergores.


" Baiklah aku pergi dulu Rea " ucap Gema sebelum akhirnya benar-benar melanjutkan laju mobilnya.

__ADS_1


Rea masih tidak beranjak dari tempatnya berdiri saat ini meski mobil Gema telah menghilang dari penglihatannya " apa yang ada dalam pikiranmu Rea , kau benar-benar telah mempermalukan dirimu sendiri " gumamnya yang kini membenci dirinya sendiri yang tanpa ia sadari sebenarnya ia tidak menyukai jawaban yang keluar dari mulut Gema.


~


Dengan tubuh yang masih menggunakan piyama mandi dan rambut yang terlilit handuk ia menyandarkan tubuhnya di sisi kursi panjang di dalam kamar tidurnya yang menghadap ke arah taman , matahari menuju senja dan sinar-sinar lampu taman yang masih terlihat redup tidak terlihat indah untuknya saat ini.


Pikirannya terus menerawang pada setiap ucapan yang keluar dari mulut Frans beberapa jam yang lalu , " apa itu benar menguntungkan untukku " gumamnya saat kalimat tentang memiliki keturunan teringat jelas di otaknya.


" Paman ada benarnya , setidaknya keuntunganku disini adalah mendapatkan keturunan dengan garis keturunan Frans antonio dan itu sangat menarik " ujarnya yang langsung menegakkan posisi duduknya karena begitu bersemangat , " tapi bagaimana Bella ? " tambahnya lagi dan sesaat kembali berpikir , ia tidak boleh merasa begitu egois untuk menyakiti hati sesama perempuan dan ia sangat paham seperti apa rasa sakit dalam hal itu.


" Tapi justru bukankah pernikahan ini malah menguntungkan mereka juga , ya benar jika aku menikah dengan Gema setidaknya dia akan tetap menjadi ahli waris dari kekayaan keluarganya dan aku mendapatkan keturunan "


" Semua ini hanya butuh sebuah perjanjian di atas sebuah kertas " ujarnya dengan semua ide yang sekarang bersarang di kepalanya.


~


Hari ini terasa begitu rumit bagi putra satu-satunya Frans Antonio , tidak ada lagi yang mengisi otaknya selain memikirkan bagaimana solusi dari permasalahan yang sedang ia hadapi.


Pikirannya terfokus untuk menyelesaikan masalah ini supaya perempuan itu kembali menjalani hidupnya dengan baik tanpa desakan dari ayahnya untuk sebuah pernikahan yang konyol , dan ia tidak menyadari bahwa sebenarnya semua ini tentang Rea.


" Kau baru kembali ? " tanya wanita paruh baya yang berjalan menghampirinya.


" Ya mam " jawabnya singkat dan nampak begitu lemah , mata Elba menyipit dan menatap penuh selidik pada putranya yang terlihat begitu kacau ," apa yang terjadi Gema ? "


" Tidak ada mam aku hanya lelah " sahut Gema dengan kedua sisi bibir yang sedikit melengkung , " maaf aku harus istirahat " tambahnya pamit lalu mengecup singkat puncak kepala ibunya dan kembali berjalan menuju kamar tidurnya.


Tidak lama suara mobil kembali terdengar , membuat Elba kembali memutar langkahnya menuju pintu utama meski tatapannya belum berpaling dari putra satu-satunya , " Hai sayang " sapa Frans begitu semuringah pada istrinya.


" Apa semua baik-baik saja ? " tanya Elba menghampiri ,


" tentu "

__ADS_1


" Ya itu terlihat jelas dari wajahmu "


" Mandilah , aku menunggu di meja makan " ujar Elba pada suaminya dan laki-laki itu mengangguk dengan wajah yang terus tersenyum , " emmm tunggu sayang , apa Gema sudah pulang ? ".


" Sudah , dia baru saja tiba sebelum kamu datang "


Frans mengangguk kecil , " pastikan dia ikut makan malam bersama kita " ucapnya sebelum akhirnya kembali berjalan menuju ruang dimana tempat dirinya beristirahat bersama istrinya.


Elba masih terdiam sesaat dan menatap secara bergantian pada punggung suaminya dan pintu kamar putranya yang memang kini terlihat dari tempatnya , " apa yang sebenarnya terjadi ? " gumamnya curiga , lalu perlahan berjalan menuju pintu kamar yang terus ia lihat sejak tadi.


Tok tok tok " berulang kali Elba mengetuk pintu kamar tidur putranya namun tak kunjung ada jawaban , " Gema Mami akan masuk " ucapnya sambil menekan perlahan pada knop pintu.


" Mam " teriak Gema terkejut dengan handuk yang melilit setengah bagian bawah tubuhnya.


" Mami telah mengetuk pintu berulang kali tapi karena tidak ada jawaban mami langsung masuk " jelas Elba pada putranya , " ada apa mam ? " tanya Gema sambil berjalan menuju walking closet di dalam kamarnya dan Elba memilih duduk di sofa berukuran sedang yang berada di dalam kamar itu.


" Apa yang terjadi antara kau dan ayahmu ? " tanyanya pelan namun penuh teliti.


Sesaat suasana hening dan tidak ada jawaban dari putranya , " apa ayah tidak menceritakan apapun padamu mam ? " tanya balik Gema.


" Tidak , terakhir kali yang aku tahu dia begitu khawatir karena kau tidak pulang pada malam itu dan setelah mencarimu dia kembali dengan wajah yang begitu senang , sebenarnya apa yang terjadi Gema ? "


" Mami pasti akan tahu sendiri nanti " jawab Gema lemah sambil kembali berjalan menuju ruang tidurnya dengan pakaian rumah yang sudah terpasang di tubuhnya.


" Aku hanya penasaran apa yang sudah membuatnya begitu senang ? , ini kali pertamanya lagi aku melihat dia terus tersenyum " ujar Elba , mendengar itu Gema terdiam sesaat dan menatap pada wajah ibunya.


" Saat kau memilih tetap menjalin hubungan dengan kekasihmu , sejak saat itu tidak pernah ada lagi senyuman bahagia darinya makanya aku begitu terkejut saat melihat dia kembali tersenyum seperti beberapa hari ini " lanjut Elba dengan tatapan searah dan pikiran yang menerawang , namun tak lama ia bangun dari duduknya , " jika sudah selesai turunlah nak , ayahmu ingin kita menikmati makan malam bersama malam ini dan tolong jangan mengecewakannya " pintanya pada Gema lalu kemudian beranjak dari kamar tidur putranya itu.


Gema masih terdiam dengan perasaan dan pikirannya yang bercampur aduk , semua perasaannya saat ini bercampur menjadi satu membentuk rasa dilema yang luar biasa dalam dirinya ,


tak bisa ia pungkiri kalau dirinya ikut merasa bahagia saat mendengar ayahnya bahagia akhir-akhir ini dan ia tahu asal dari kebahagiaan ayahnya justru adalah boomerang untuk dirinya sendiri , " apa kau begitu bahagia hanya dengan aku menikahi Rea ayah ! "

__ADS_1


" Sebenarnya ini mudah ayah ,hanya saja aku tidak tega jika harus memaksakan kebahagian Rea hanya untuk membahagiakanmu " gumamnya penuh resah.


__ADS_2