KITA Hanya MENIKAH

KITA Hanya MENIKAH
Melanjutkan Akting


__ADS_3

" Terimakasih " ucap Rea setelah merasa aman dari pandangan Sean dan Ariel , dan ia segera melepas tangan yang sedang merangkul pundaknya , " your welcome " sahut Gema dengan begitu santai.


Wajah Rea sedikit memerah karena apa yang baru saja terjadi adalah hal yang cukup memalukan dan ia sedikit bingung harus mengucapkan apalagi pada laki-laki yang sudah membantunya , " baiklah , sampai bertemu nanti " ucap Gema yang hendak beranjak dari hadapannya.


" Emmm..sedang apa kau disini ? " tanyanya dengan begitu canggung.


Gema menunda langkahnya dan kembali memutar tubuhnya , " aku sedang mencari kado ulang tahun untuk Rania , tapi sepertinya aku tidak mungkin untuk kembali ke dalam " ujarnya dengan tersenyum.


Rea semakin merasa begitu malu , kalau saja tidak harus berterimakasih mungkin dirinya sudah pergi meninggalkan Gema , " apa kau ingin pergi ke rumah Devita ? "


" Ya , tapi terlebih dulu aku harus mampir ke tokoh mainan anak-anak "


" emmm.. aku juga sedang menuju kerumah Devita... "


" Kalau begitu kita bisa pergi bersama " potong Gema cepat dan tidak sempat membiarkan Rea melanjutkan bicaranya , " ya itu ide yang bagus "


" Mobilku atau mobilmu ? " tanya laki-laki itu tanpa basa-basi.


" Sepertinya mobilmu ,aku sedang tidak menggunakan mobil pribadi " jelas Rea dan Gema langsung menganggukkan kepalanya setuju ,


" Maria " panggil Rea pada asistennya yang baru saja tiba.


" Ya , nona "


" Aku akan pergi ke rumah Devita bersama temanku , jadi sekarang kau bisa pulang "


" Baiklah aku akan meminta Jone dan Dami mengiringi mobil teman anda "


" Tidak tidak mereka juga harus istirahat ,aku akan meneleponmu jika nanti aku akan pulang "


" Baik nona " jawab Maria tanpa kembali berani untuk membantah.


" Kalian tenang saja , aku laki-laki yang bisa di andalkan untuk menjada boss kalian " ucap Gema begitu percaya diri kepada asisten dan dua orang bodyguard Rea.


" Ayo , pria sombong " ajak Rea sambil tertawa dan tanpa ia sadari tangannya sudah menarik lengan Gema dan menyelipkan tangannya di sela lengan kekar itu tanpa permisi pada pemiliknya.


" Sampai disini akting kita makin terlihat sempurna " ucap Gema membuat Rea menarik tangannya dengan cepat , " maaf " ucapnya dengan begitu malu.


" Masuklah " ucap Gema sambil menahan bibirnya untuk tertawa.


~


" Sejak kapan kau berada disana ? " tanya Rea di sela mobil yang membawa dirinya dan Gema sedang melaju.


Gema terdiam sejenak , berusaha untuk mencerna maksud pertanyaan perempuan yang duduk di sampingnya , " oh " ucapnya ketika sudah mengerti.

__ADS_1


" Dari pertama kali kau berpapasan dengan mantan kekasihmu " jelasnya sambil terus melihat kearah jalan , " benarkah ? "


" Ya kebetulan aku baru saja datang dan ingin menyapamu , tapi saat aku perhatikan kondisi disana sedang tidak santai " lanjutnya sedikit tersenyum , namun berbeda dengan Rea yang terlihat tertekan.


" Maaf aku begitu lancang " ucap Gema tiba-tiba dan ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya kali ini , " sedikit " sahut Rea dengan ujung bibir yang sedikit terangkat.


" Tapi aku tetap harus berterimakasih padamu " tambahnya.


" Ya , aku sadari aku memang begitu lancang tapi setidaknya aku sudah menyelamatkanmu dari wanita tidak tahu malu itu "


" Apa kau sedang mengumpat Gem ? " tanya Rea tertawa , karena begitu lucu saat mendengar ucapan itu keluar dari mulut laki-laki ," ya , aku begitu membenci perempuan seperti itu " jelasnya semakin kesal dan itu benar-benar membuat Rea tertawa.


" Kau benar-benar temanku Gem "


" Tentu kalau bukan temanmu , aku tidak akan membelamu tadi "


" Ceh " desis Rea yang tidak lagi tertawa ,namun bibirnya masih terus melengkung.


" Sepertinya setelah ini , setiap ada acara kau kau harus membawaku " ujar Gema , membuat mata Rea berdelik kearahnya , " kenapa begitu ? "


" Karena mantan kekasihmu tahunya kau sudah mempunyai kekasih , bahkan calon suami "


" Kau telah membantuku tapi juga membuatku pusing "


" Ini akan benar- benar menjadi rumit " ujar Rea menghela nafas.


" Tapi setidaknya perempuan itu tidak lagi merendahkanmu dan aku pikir aku tidak buruk untuk bersaing dengan mantan kekasihmu "


" Ya kau benar , tapi bukan itu yang sedang aku permasalahkan "


" Lalu ? "


" Bagaimana kalau nanti kekasihmu salah paham tentang ini "


" Maksudmu Bella ? "


" Memang ada berapa kekasihmu ? " ujar Rea sedikit kesal.


" Dia bukan perempuan yang kuno dan aku akan menjelaskan padanya "


" Aku juga harus ikut "


" Tidak perlu, aku bisa menjelaskannya sendiri "


" Tidak , aku harus ikut "

__ADS_1


" Kenapa kau begitu memaksa huh "


" Karena dia pasti akan lebih percaya jika aku ikut menjelaskannya "


" Kau terlalu khawatir Rea "


" Bahkan mungkin Bella tidak akan peduli tentang ini " tambah Gema , namun mengucapkannya dengan begitu pelan.


" Maksudmu ? "


" Lupakan " ucap Gema sambil menghentikan laju mobilnya ,karena mereka sudah tiba di sebuah tokoh permainan.


" Tunggulah disini , aku tidak akan lama " ucap Gema , namun Rea terlihat tidak peduli dengan ikut membuka pintu mobil yang berada di sisinya , " kau sungguh ingin ikut ? " tanya Gema dan perempuan itu mengangguk , " untuk apa aku turun dari mobilmu jika aku tidak ikut " sahutnya dengan nada yang sedikit kesal.


" Kau benar-benar gadis pemarah " ujar Gema , lalu melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam tokoh di ikuti oleh Rea.


" Selamat Sore Tuan dan Nyonya dan selamat datang di tokoh kami " sapa pelayan tokoh yang berdiri di sisi pintu , " ya sore " sahut Rea dan Gema melaluinya dengan begitu saja.


" Apa ada yang bisa kami bantu nyonya ? " tambah pelayan dan Rea terdiam sejenak.


" Tunggu sebentar " ucapnya , lalu berjalan menghampiri Gema yang sedang melihat-lihat pada barang yang berada di tokoh , " Gem " panggil Rea.


" Ya sayang " sahut spontan Gema , mendengar itu Rea sedikit tersentak dan tersenyum canggung pada pelayan tokoh yang berada tidak jauh dari mereka , " hentikan aktingmu Gem , mantan kekasihku tidak mungkin ada disini " ucap Rea dengan begitu pelan.


" Itu terjadi begitu saja " balasnya sambil tersenyum.


" Ya sayang , ada apa ? " lanjutnya dan kembali dengan nada bicara yang normal ,


Rea menghela nafasnya karena harus menahan kesal pada laki-laki di hadapannya ini , " maaf Nyonya , mungkin kami bisa membantu barang apa yang sedang ingin anda beli " kata pelayan menawarkan.


" Bisa kau beri saran untuk kado ulang tahun bayi berumur satu tahun"


" Tentu dan selamat ulang tahun untuk bayi kalian " ucap pelayan itu , membuat Rea dan Gema saling bertatapan tanpa sadar.


" bayinya perempuan atau laki-laki ? "


" Emmm..perempuan " sahut Gema , karena Rea terlihat tidak lagi bisa berbicara.


" Dia pasti sangat cantik seperti ibunya " ujar pelayan.


" Tentu , persis seperti ibunya " sahut Gema sambil tertawa ke arah Rea yang sudah menatapnya dengan mata yang membulat sempurna.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚

__ADS_1


__ADS_2