
" Rania " panggil Rea begitu bahagia saat memasuki rumah sahabatnya yang terlihat begitu hening .
Seorang pelayan mengangguk saat bertemu dengan wanita berparas cantik itu , " emm..permisi " ucap Rea.
" Ya nona "
" Dimana keberadaan tuan dirumah ini ? "
" oh , nyonya dan semua orang sedang berada di taman belakang " jelas pelayan dan Rea langsung mengangguk dan dengan cepat melanjutkan langkahnya menuju tempat dimana semua orang sedang berkumpul , " Rania , mommy datang " teriaknya membuat semua orang ikut melihat.
Deg " jantung Rea seperti ingin lepas dari tempatnya setelah menemukan wajah seseorang yang benar-benar tidak ingin ia temui hari ini , " harus bagaimana aku " gumamnya salah tingkah bersama wajah yang sudah memerah.
" Rea kemari,kenapa kau masih berdiri disitu ? " teriak Devita dan dengan langkah gontainya perempuan itu melanjutkan langkahnya , namun berulang kali menarik nafas untuk meredahkan perasaan yang begitu canggung , " hai " sapanya , namun tanpa berani melihat kearah laki-laki yang terlihat sedang asik bicara bersama suami sahabatnya.
" Mommy " panggil Rania dengan bicara lucunya , dan perempuan itu segera memeluk tubuh kecil yang memang begitu ia rindukan , " coba tebak , apa yang mommy bawa untukmu ? " ujarnya seolah gadis kecil itu sudah begitu bisa bicara.
" Lihatlah , mommy membawakan banyak kue " tambahnya setelah membuka beberapa kotak kue yang ia bawa , dan gadis kecil itu langsung tertawa begitu bahagia , " Rania suka ? " tanyanya lagi dan gadis kecil itu mengangguk bersama wajah senangnya.
" Kau terlihat sudah sangat cocok menjadi seorang ibu Rea " timpal Gema , membuat perempuan itu terdiam sesaat dengan jantung yang kembali berpacu lebih cepat , " tentu aku cocok , karena aku seorang perempuan " ucapnya.
" Maksudku kau sudah pantas menikah " ucap Gema , dan Devita segera membesarkan matanya kearah laki-laki itu.
" Aku tidak punya calonnya , apa kau mau menikahiku ? " katanya menantang membuat semua orang tertawa , " sayangnya aku memiliki kekasih , kalau tidak aku pasti akan menikahimu "
" Ceh , padahal kekasihmu juga mempunyai kekasih " sahut Rea tanpa sadar , namun segera menutup bibirnya ketika sudah menyadari apa yang sudah ia ucapkan , " emm..maksudku , ya sayangnya kau sudah memiliki kekasih " jelasnya.
" Oh ya Gem , apa hubunganmu bersama Bella baik-baik saja , kenapa kau tidak sering datang kemari bersamanya " tanya Devita , membuat Rea ikut menyimak , karena ia sendiri cukup penasaran seperti apa hubungan dua manusia itu , " baik-baik saja , tapi dia begitu sibuk , jadi kami memiliki jadwal kerja yang bertabrakan "
" Dan hari ini dia sedang berada di luar kota " tambah Gema menjelaskan , mendengar itu Rea langsung membesarkan matanya , " Bella keluar kota ? " tanyanya tanpa sadar dan laki-laki itu mengangguk , " tapi tadi aku baru saja bertemu dengannya " sambungnnya.
" Kau serius Rea ? " timpal Devita yang ikut menjadi penasaran.
" Tidak, mungkin aku hanya salah melihat " jelasnya.
" Kapan memang dia berangkat Gem ? "
" Kemarin sore " jelas laki laki itu.
"emm ya , berarti aku memang benar salah melihat " ucapnya lagi , berusaha untuk reues menutupinya , karena itu sudah janjinya bersama Bella.
" Berhenti membahas orang yang tidak ada " sambung Real dan semua orang mengangguk , " bagaimana keadaanmu ? " tanya Gema , membuat Rea tersentak , namun tiba-tiba saja Devita tertawa begitu keras ," ada apa ? , kenapa kau tertawa sayang ? " tanya Real bingung dengan tingkah istrinya.
" Tidak , aku hanya merasa begitu lucu , bagaimana bisa Gema bertanya keadaan Rea , sedangkan dia bisa melihat sendiri seperti apa keadaannya " jelasnya sambil tertawa.
" Maksudku , apa mabuk dia sudah hilang "
" Kalian berdua minum ? " tanya Devita cepat , dan Rea hanya tersenyum kecut dengan pipi yang kembali merona.
" Kapan ? "
" Tadi malam " jawab Gema lagi.
" Kenapa waktu di video call kau tidak bercerita ? " tanya perempuan itu pada wanita yang nampak tidak lagi bisa bersuara , " emm..aku lupa " jelasnya singkat.
" Dimana kalian minum ? "
__ADS_1
" Kenapa kau begitu penasaran huh " teriak Rea.
" Dan kenapa kau harus merahasiakannya dariku "
" Aku tidak merahasiakannya "
" Aku sangat tahu dirimu Rea ,kau selalu menceritakan apapun padaku "
" Aku bilang aku lupa "
" itu tidak mungkin , apa sudah terjadi sesuatu di antara kalian ? "
" Ya , tadi malam dia..."jawab Gema menggantung karena tangan Rea langsung mendekap mulutnya , " kenapa , apa yang terjadi tadi malam ? " tanya Devita semakin penasaran dan melemparkan tatapan penuh curiga pada sahabatnya itu.
" Sayang Rea juga punya privasi " sambung Real.
" Tidak , dia tidak boleh merahasiakan apapun dariku "
" Ceh , dasar manusia egois " ujar Rea berdelik kesal.
" Jadi benar ada yang kau rahasiakan dariku "
" Tidak ada "
" Lalu kenapa kau harus menutup mulut Gema ? "
" emmm... "
" Dia hanya malu jika aku menceritakan tingkah mabuknya " ucap Gema yang sudah bisa berbicara karena tangan Rea yang tidak lagi mendekap mulutnya .
" Ya , dia memang begitu cepat mabuk , apa kau sadar seperti apa dia saat minum Gem " ujar Devita menahan untuk tertawa.
" Seperti orang depresi , yang langsung meneguk minumannya dalam satu tarikan " timpal Gema tertawa.
" Ya kau benar , bahkan dia terlihat lebih baik saat minum air biasa " sambung Devita yang tertawa begitu bahagia , mentertawakan tingkah konyol sahabatnya itu , " kau seperti sangat senang Dev " ujarnya kesal.
Dan Gema segera menghentikan tawanya saat melihat perempuan itu juga menatap tajam padanya , " maaf Rea , tapi itu benar-benar sangat lucu " ucapnya.
" Benarkan ? , aku kira hanya aku saja yang berpikir seperti itu , ternyata kau juga " sambung Devita.
" Tertawalah kalian sampai puas " ucap Rea , lalu segera beranjak dari tempatnya, " mau kemana ? " tanya Gema menghentikan dengan memegang pergelangan tangan perempuan itu.
"Aku ingin pergi dan akan kembali jika kalian sudah puas mentertawakan aku " jelasnya begitu kesal.
" Kenapa kau menjadi begitu sensitif Rea ? "
" Kalian yang menyebalkan "
" Baiklah maafkan kami "
" Rania peluk mommymu " ucap Devita sambil berusaha mnehentikan tawanya , dan Rea menatap sedikit lama pada Gema yang juga sudah menghentikan tawanya.
~
Waktu begitu cepat berlalu dan tanpa sadar malam hampir saja larut ,
__ADS_1
dan gadis kecil Rania pun juga sudah tertidur sejak tadi , " pulanglah bersamaku " ajak Gema menawarkan.
" Ya pulanglah bersama Gema Re " sambung Devita.
" emm.. tapi aku sudah meminta sopirku untuk menjemputku "
" Kau bisa membatalkannya , lagi pula arah rumah kalian sama " ujar Devita.
" Baiklah " jawabnya pasrah.
" Kalau begitu kami pulang " pamit Gema pada pemilik rumah.
" Kenapa , aku masih ingin disini "
" Tapi ini sudah larut , dan kau harus bekerja besok " jelas Gema , dan Devita kembali tertawa begitu keras.
" Kenapa , apalagi yang membuat kau begitu senang ? " tanya Rea , dengan raut wajahnya yang begitu kesal ,
" tidak , aku hanya merasa begitu lucu dengan kalian berdua , yang terlihat seperti pasutri " jelas Devita yang tiada hentinya merasa lucu.
" Apa kami terlihat begitu cocok " tambah Gema tertawa dengan tangan yang merangkul pundak Rea.
" Ya bahkan kau terlihat lebih cocok bersama Rea dari pada Bella "
" Kalau begitu aku akan menikahi Rea " sahut Gema.
" itu tidak lucu " ucap Rea kesal , lalu berjalan meninggalkan orang-orang yang masih tertawa begitu senang , " mau kemana kau Rea ? " teriak Devita.
" Pulang " sahutnya , dengan nada kesal.
" Cepat susul dia Gem , sebelum dia memilih untuk pulang dengan jalan kaki " ucap Devita , membuat Gema segera bergegas untuk menyusul langkah perempuan itu.
" Kami pulang " pamitnya dengan berteriak.
" Ya berhati-hatilah membawa mobil " sahut Real.
~
" Ceh , rumah ini selalu terasa begitu sepi saat dua orang itu pulang " keluh Devita pada suaminya.
" Mereka tidak mungkin terus berada disini sayang "
" emm ya aku tahu " ,
" tapi tunggu , apa kau berpikir kalau mereka terlihat begitu cocok ? " tanyanya dan Real mengangguk.
" Tapi sayangnya Gema sudah memiliki Bella " ucap laki-laki itu.
" Tapi mereka hanya sepasang kekasih "
" Maksudmu kau ingin Rea menikah dengan Gema ? , jangan gila sayang "
" Kau mana tahu tentang masa Depan Real , lagi pula aku pasti akan merasa sangat legah jika jodoh Rea ada laki-laki yang aku kenal " ucapnya , membuat Real hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pikiran konyol dari istrinya itu.
" Kalau begitu berdoalah lebih giat , siapa tahu Tuhan mengabulkan doamu yang mustahil itu " tambahnya dengan tertawa.
__ADS_1