KITA Hanya MENIKAH

KITA Hanya MENIKAH
Laem ( Cerita Rea Kecil )


__ADS_3

" Kris " Panggil Emma saat melihat perempuan itu berlalu melewati meja kerjanya.


" Tunggu sebentar " serunya sembari meletakan hidangan pada meja pengunjung di meja lain.


" Ada apa ? " tanyanya menghampiri Emma.


" Buka apronmu dan temani laki laki di meja ujung ruangan " ucap Emma menatap serius. Dahi Kris mengerenyit, " aku bukan wanita penghibur Emma " ucapnya kesal.


Emma menarik nafasnya, " aku bukan sedang menyuruhmu yang tidak tidak Kris. Dia meminta kau hanya duduk tenang sambil menemani dia menyantap makananya dan aku setuju karena kau juga bisa istirahat disana ".


" Mana mungkin bisa seperti itu Emma. Manager akan memarahiku ".


" Biar itu menjadi urusanku. Jika pesanannya sudah selesai antarkan kemejanya dan kau tetap disana sampai dia selesai " ucap Emma.


Kris terdiam sejenak, " kau yang akan bertanggung jawab, jika ada karyawan lain yang complain karena itu " protesnya dan Emma mengangguk setuju.


Kris kembali kemeja ujung ruangan dengan membawa hidangan favoritnya yang di minta oleh laki laki yang duduk di meja itu, " ini pesanan anda tuan " ucapnya sambil meletakan beberapa hidangan dan minuman ke atas meja.


Jantung Kris berdetak tak menentu saat menunggu tanggapan laki laki itu tentang makanan yang ada di hadapannya, " karena cuaca sedang dingin aku sengaja memesan Lancashire Hotpot untuk anda " katanya menyebutkan makanan berkuah di atas meja, " Dan aku menambahkan Roast Meat, lalu Keju Cheddar sebagai hidangan penutup , dan Lemon tea hangat.... ".


" Apa ini semua makanan favoritmu ? " potong lelaki itu dan itu membuatnya cemas.


Kris mengangguk perlahan, " ya Tuan. yang aku hadirkan disini adalah makanan favoritku di kafe ini. Maaf jika anda kecewa dengan seleraku " ucapnya lemah.


Mendengar itu, laki laki itu hanya tersenyum lalu melihat kearahnya, " duduklah Kris. Temani aku makan " pintanya.


Selama duduk di hadapan laki-laki itu Kris tak berhenti gusar dan sesekali melihat ke arah Emma yang terus tersenyum penuh arti padanya, " Ceh " decihnya kesal dengan tingkah temannya itu.


" Kris apa kau tidak ingin tahu namaku ? " tanya tiba tiba dari laki laki di hadapannya.


Kris tertegun sesaat dan memberanikan diri memandang ke arahnya, " Laem " ucap lelaki itu menyebutkan namanya.


" Namanya bagus " balas Kris seadanya. Karena ia sendiri bingung apa yang harus ia katakan.


Laem tertawa kecil," kau perempuan yang unik " ucapnya sambil terus menyantap makanan berkuah di hadapannya dan tidak ia biarkan setetes pun dari kuah itu tersisa.


Pupil Kris membesar melihat keadaan di hadapannya.


" Selera kita sama Kris "ucap Laem tersenyum seraya menyapu mulutnya dengan serbet yang sudah di sediakan, " tapi aku lebih suka karena dari makanan yang kau hidangkan, terselip sedikit perhatian untukku " sambungnya.


Kris tidak bisa berkata apapun selain terdiam, ia tidak ingin juga menjelaskan bahwa yang ia hadirkan bukan sebuah perhatian. Namun, hanya sebuah kebetulan dan ia mencocokkan hidangannya dengan keadaan di luar yang memang sedang dingin.


" Tuan.. " panggilnya pelan.


" Laem. Panggil saja aku seperti itu " bantah lelaki di hadapannya.

__ADS_1


" Ada apa ? " sambungnya lagi. Dengan Kris yang masih tersentak oleh bantahannya.


" Emm.., Terimakasih La..em " ucap Kris kaku.


" Untuk ? "


" Emm.., uang yang kau berikan untukku kemarin. Aku sudah membelinya ".


" Aku tahu. Dengan warna bibirmu itu, kau terlihat jelas jauh berbeda darimu kemarin. Dan untung saja aku masih mengenalimu " potong Laem.


" Emm.., kau memberi terlalu banyak hanya untuk sebuah lipstik " pungkas Kris.


" Benarkah ? "


" Rencananya hari ini aku ingin mengembalikan sisa uangnya padamu. Tapi tadi malam semua uang itu hilang. Maafkan aku " ucap Kris sendu, " tapi aku berjanji akan segera melunasinya " sambungnya bersungguh-sungguh.


Laem yang sedang menikmati hidangan penutupnya, menghentikan geraknya sesaat. Lalu menatap pada Kris dengan dahi yang sedikit berkerut, " aku tidak pernah menerima kembali apa yang sudah aku berikan Kris " ucapnya tegas.


" Itu sudah menjadi uangmu dan terserah mau kau apakan " sambungnya dan Kris terdiam, lalu suasana menghening sesaat.


" Memang apa yang sudah terjadi sampai kau kehilangan uangmu " tanya Laem tiba tiba yang berhasil membuat jantung Kris kembali berdetak tak menentu, " emm.., saat aku keluar dari dalam tokoh seseorang merampas tasku " katanya berbohong.


Laem tiba tiba beranjak dari duduknya, lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Kris dan mengamati bagian tubuh Kris dengan begitu teliti, membuat sang pemilik tubuh menjadi tidak nyaman.


Kris menelan ludahnya. Sorot mata biru gelap itu seperti membuat saraf di tubuhnyaa seketika tak berfungsi.


Ia menggelengkan kepala dengan wajah yang mungkin saat ini sudah merona.


" Baguslah " ucap Laem, lalu kembali ke tempat duduknya dan kembali menikmati hidang penutup.


Kris menghela pelan nafasnya dan menariknya begitu dalam untuk meredahkan kegugupannya.


Laem tiba tiba kembali menghentikan geraknya dan kembali menatap pada Kris, " apa semua uangmu hilang ? " tanyanya serius dan perlahan Kris mengangguk.


" Lalu bagaimana kau datang kemari. Apa tempat tinggalmu tidak jauh dari sini ? ".


" Butuh waktu dua jam berjalan kaki untuk sampai kemari " jelas Kris tertawa.


" Itu berarti tempat tinggalmu lumayan jauh dari sini " ujar Laem dan Kris hanya mengangkat kedua alisnya untuk membenarkan.


" Lalu jika semua uangmu hilang, bagaimana bisa kau sampai kemari ? "


" Ya itu. Dengan dua jam berjalan kaki " sahut Kris kembali tertawa. Berbeda dengan Laem yang kini menatapnya dengan mata yang sedikit membesar. Namun, ia tak kembali bicara.


Ia terdiam saat melihat arloji di tangannya yang kini menunjukkan waktu yang membuatnya harus mengakhiri perbincangannya bersama Kris. Dan itu cukup membuatnya kecewa, " kenapa waktu berjalan begitu cepat " gumamnya kesal. Namun, ia tidak punya pilihan selain itu.

__ADS_1


" Kris maaf aku harus pergi " katanya sambil beranjak dari duduknya. Kris mengangguk, " terimakasih telah datang kemari tuan " ucap Kris tersenyum hangat, dan ikut bangun dari duduknya.


Tiba tiba Laem mengulurkan tangan kehadapannya " senang bertemu denganmu Kris " ucapnya.


Meski sedikit ragu, Kris membalas uluran tangan itu, " aku juga Laem ".


" Sampai bertemu lagi " ucap Laem dengan tangan yang menggengam sedikit erat pada jari jemari Kris.


" hemm " balas Kris mengangguk dan perlahan Laem melepas genggamannya.


" Pilihan makananmu terbaik. Aku sungguh menyukainya " ucap Laem tersenyum, sebelum ia benar benar meninggalkan meja.


Kris terdiam sesaat, menatap laki laki yang kini beranjak menuju meja kasir, " beruntung sekali wanita yang memilikinya " gumamnya. Lalu kemudian menyadari jika hamparan hidangan di hadapannya tengah menunggunya untuk di bereskan.


Kris mengangkat nampan yang di isi oleh bekas hidangan makanan Laem. Dari kejauhan ia sudah melihat Emma tersenyum lebar padanya. Meski penasaran ia mencoba untuk tidak menghiraukan itu dan terus berjalan melewati perempuan itu menuju dapur.


" Datang kemari jika kau sudah selesai " seru Emma pelan. Namun, Kris tidak menjawab apapun dan tetap melanjutkan pekerjaannya.


Kris kini kembali dan mendekat pada Emma yang memang sudah menunggunya, " ada apa ? " tanyanya penasaran.


Emma tidak menjawab. Dia hanya mengeluarkan seikat lembaran uang dan meleparnya ke atas meja, " apa ini ? " tanya Kris dengan dahi yang berkerut.


" Itu milikmu. Sebagai upah karena telah menemaninya makan ".


" Jangan bercanda Emma " pungkas Kris tidak percaya.


" Untuk apa aku bercanda Kris. Itu milikmu, bahkan dia memberiku juga karena telah berhasil membuat kau mau menemaninya ".


Kris masih terdiam, menatap pada uang seratus dolar yang tersusun dengan begitu rapi di hadapannya, " Emma aku tidak bisa menerima ini. Ini terlalu banyak ".


" Ceh. Kau memang wanita polos " sahut Emma tertawa.


" Itu milikmu Kris. dan lelaki itu mengatakan, dia tidak ingin ada penolakan darimu. Ambilah dan gunakan sebaik mungkin Kris " ucapnya.


" Tapi ini terlalu banyak Emma ".


" Berarti memang sebanyak itu rezekimu hari ini "sahut Emma tersenyum, " cepat ambil dan simpan di dalam tasmu " sambungnya lagi.


Mendengar itu Kris justru semakin kebingungan. Ia tidak mungkin membawa pulang uang sebanyak itu atau Rob akan kembali mengambilnya. Bahkan yang paling menyakitkan lelaki itu akan kembali mencercahnya. dengan kata-kata yang menyakitkan.


" Emma.. " panggilnya, " aku tidak mungkin pulang dengan membawa uang sebanyak ini. Rob pasti akan menuduhku yang tidak tidak " ucapnya lemah.


" Kalau begitu simpan padaku. Lalu kau ambil seberapa yang kau butuhkan " sahut Emma. Kris tidak mengatakan setuju atau pun mengangguk. Ia hanya menarik dua lembar dari tumpukan uang itu lalu memberikannya kembali pada Emma.


" Apa segitu cukup ? " tanya Emma dan Kris mengangguk, " dua ratus dolar lebih dari cukup Emma " ucapnya tersenyum hambar. Lalu kemudia senyum itu berubah menjadi lebih manis, " akhirnya aku bisa menepati janjiku untuk membelikan Rea makanan yang enak hari ini " ucapnya begitu senang. dan hatinya menghangat saat membayangkan putrinya akan begitu senang saat ia datang dengan membawakan makanan kesukaan, " tunggu ibu pulang ya nak " ucapnya lemah.

__ADS_1


__ADS_2