
Rea keluar dari dalam kamar mandi berbalutkan kimono di tubuhnya.
" Kau sudah selesai ? " sebuah tanya yang membuatnya terkejut, " Gem, kau mengejutkan aku " cercahnya seraya memegang dada kirinya.
" Maaf, maaf " ucap Gema sedikit tertawa, karena ada rasa lucu, saat melihat wajah panik wanita di hadapannya.
" Jangan seperti itu Gem. Aku masih belum terbiasa satu ruangan bersama orang lain " ucap Rea menatap serius.
" Hemm ya ya.. Maafkan aku " ucap Gema bersungguh sungguh, Namun dengan bibir yang melengkung sempurna ke hadapan Rea, " tapi mulai saat ini kau harus terbiasa " sambungnya.
Sementara Rea hanya berdelik, lalu berjalan menuju tempat tidur, dimana Gema menyimpan koper berisikan pakaian mereka.
Mata Rea berbinar saat melihat satu kotak make up di hadapannya, " good Maria " ucapnya begitu senang, tapi senyum itu segera memudar saat menyadari bahwa yang di perbuat Maria jauh lebih merugikan dari pada yang menguntungkannya, " ternyata kau benar benar merencanakannya " gumamnya kembali kesal.
Ia menatap cermat pada pakaiannya yang tersusun di hadapannya.
" Gem.. " panggilnya tanpa melihat, " Memang rencananya kemana kita hari ini ? " sambungnya.
Gema mendekat ke sisinya, dan mengangkat ke dua bahu, di saat Rea melihat ke arahnya, " terserah kau mau kemana. Aku akan ikut " katanya tanpa rasa bersalah.
Rea menarik nafas, " mau ikut kemana. Sementara aku saja tidak tahu seperti apa pulau ini " pekiknya kesal.
" Kalau begitu kita jelajahi. Sepertinya menyenangkan berlibur di suatu tempat yang tidak kita ketahui " ungkapnya, Rea terdiam sejenak, " apa kau mau ? " tanyanya lagi, melihat Rea yang kini hanya diam, membuat semangatnya ikut memudar, " tidak apa apa kalau kau tidak mau, kita tinggal meminta pihak hotel mengantar kita ke tempat wisata disini ".
" Siapa yang tidak mau. Aku hanya sedang memikirkan baju apa yang pantas aku gunakan untuk liburan seperti itu " ucap Rea menatap fokus pada tumpukan pakaian di hadapannya.
" Ceh " decih Gema tertawa.
" Kalau begitu, siapkan juga pakaianku " pintanya.
Rea tersentak dari pandangannya mendengar hal itu.Lalu menatap ke arah wajah yang kini menatapnya, " kau serius ? " tanya Rea dan Gema mengangguk, " tentu, bukankah tidak ada salahnya suami meminta hal seperti itu pada istrinya " sahutnya begitu santai.
Sementara mata Rea semakin membesar, " tapi aku tidak bisa Gema. Aku tidak pernah memilihkan pakaian untuk orang lain, terlebih itu laki-laki " jelasnya lemah.
" Seperti apa yang aku katakan. Mulai hari ini kau harus terbiasa Rea " ucapnya lagi, sambil bergerak menuju kamar mandi.
" Tapi Gem. Aku sungguh tidak bisa " pekik Rea.
" Harus bisa " balas Gema, dari dalam kamar mandi.
" Bagaimana kalau kau tidak suka dengan pilihanku ? " ungkap Rea sambil melihat pada pintu kamar mandi yang sudah tertutup, sesaat suasana menghening. Tidak ada balasan dari dalam ruang mandi itu.
" Ceh, awas saja kalau nanti dia protes " ucap Rea kesal.
Klek
__ADS_1
Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka, dan dengan cepat Rea kembali melihat ke arah benda itu, " aku akan menggunakan apa saja yang kau pilihkan untukku " ucap pelan dan penuh penekan dari balik pintu yang sedikit terbuka, lalu tertutup kembali.
Sementara Rea masih terdiam di tempatnya, sembari mencerna kata-kata yang baru saja dia dengar, " kenapa harus begitu " protes mulutnya. Namun, jauh di hatinya, kini perasaannya menghangat.
" Memilihkan pakaian untukku saja aku masih bingung. Di tambah lagi harus memilih pakaian untuknya. Astaga kenapa dia menjadi merepotkan " cercahnya bersama bibir yang sedikit mengerucut tapi tangannya tetap bergerak untuk mencari pakaian yang akan di gunakan oleh suaminya. Bahkan hal itu, membuatnya lupa dengan kepentingannya sendiri.
Rea telah berada di hadapan cermin saat Gema keluar dari dalam kamar mandi.
" Bajumu disana " tunjuknya ke arah sepasang baju yang di letakan di atas tempat tidur. Gema mengangguk sambil berjalan menuju tempat yang ia tunjukannya.
Sementara di hadapan cermin, Rea kini tengah menunggu respon laki laki itu atas pilihannya. Dengan tanpa ia sadari jantungnya berdebar, saat menatap dari cermin dahi Gema yang sedikit berkerut, " sepertinya dia tidak menyukai pilihanku " gumamnya, dengan sedikit menarik nafas.
" Apa tidak ada pakaianku yang berwarna putih ? " tanya Gema tiba-tiba. sambil terus menatap pada kemeja berwana biru laut di hadapannya.
" Kenapa ? , apa kau tidak suka warna itu ? "
" Bukan, aku hanya ingin menggunakan warna yang sama denganmu " jelasnya dengan santai. Sementara Rea dengan cepat melihat pada pakaian yang ia gunakan saat ini, " astaga " serunya terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di inginkan oleh lelaki itu.
" Apa tidak ada warna putih ? " ulang Gema.
" Emm.., ada. Tunggu aku akan mencarinya " ucap Rea sembari beranjak dari tempatnya.
" Tidak sayang. Biar aku mencarinya sendiri, kau lanjutkan saja pekerjaanmu " potong Gema, sambil bergerak ke arah koper.
" Kau yang menyimpannya disana ? " tanya Gema tak percaya dan Rea mengangguk.
" Kenapa tidak meminta pelayan hotel ? "
" Aku masih bisa mengerjakannya sendiri Gema " balas Rea, sambil kembali bergerak menghadap cermin untuk kembali merias wajahnya yang tadi sempat tertunda.
" Mengagumkan " ucap Gema pelan.
" Apa ? " tanya Rea.
" Tidak, lanjutkan saja pekerjaanmu " pintanya dengan menahan senyum.
Beberapa menit telah berlalu dan Rea telah selesai dengan aktifitasnya, " aku sudah selesai " serunya sambil beranjak dari hadapan cermin.
" Astaga " gumamnya , saat melihat Gema kini tengah terpejam dari atas tempat tidur, " yah dia malah tidur " serunya sedikit kecewa.
" Kau sudah selesai ? " tanya Gema tiba tiba yang membuat Rea tersentak dari tempatnya, " kau mengejutkan aku Gem " pekiknya,sambil mengusap dada kirinya.
Sementara Gema tertawa, sambil beranjak dari tempat tidur. " ayo " ajaknya mendekat ke arah Rea.
Ia tertegun sesaat, menatap wajah cantik di hadapannya. Sorot mata coklat milik Rea membuatnya terpaku.
__ADS_1
" Hei, ada apa ? " tanya Rea bingung, sambil mengibas tangannya ke hadapan Gema.
" Emm tidak, kau begitu cantik " ucapnya tanpa sadar, " emm.. maksudku.. " sambungnya menggantung dan menjadi malu dengan ucapannya sendiri, " ya begitu, kau cantik " ulangnya pasrah. Lalu berjalan lebih dulu keluar dari ruangan.
" Ceh " decih Rea tertawa, lalu menyusul langkah langkah Gema yang mendahuluinya.
~
Menemukan hamparan laut di hadapannya, dengan tidak sabar Rea berlari menuju bibir pantai.
" Hei tunggu " seru Gema tertinggal, dan menjadi sedikit panik. Namun, Rea tidak mengidahkannya dengan terus berlari.
" Gema ini menyenangkan " teriak Rea, yang kini tengah bermain bersama ombak kecil di sekelilingnya yang tak ubah seperti anak kecil.
Dan Gema memilih duduk di bawah payung yang di sediakan di sisi pantai sambil terus mengamati tingkah wanita di hadapannya. tanpa ia sadari kini bibirnya melengkung, melihat wajah bahagia Rea, " apa dia tidak pernah bermain air laut " gumamnya tertawa. dan tawanya memudar saat melihat beberapa orang laki-laki tengah memandang ke arah istrinya.
" Ada apa dengan bajingan bajingan ini. Apa mereka tidak melihat aku disini huh " pekiknya begitu kesal.
Ting
Bersamaan sebuah pesan masuk ke dalam benda pipih yang berada di tangannya.
Deg
Jantung Gema terpacu lebih cepat, saat melihat nama Bella tertulis di layar handphonenya.
Sambil menghela nafas Gema terus menatap pada nama itu, tanpa berani membuka isi dari pesannya, " maaf Bella. tapi aku ingin menikmati beberapa hari ini dengan tenang " gumamnya, dengan berulang kali menarik nafasnya.
" Gem, kemari...la..... " teriak Rea terhenti saat melihat lelaki itu kini tengah sibuk dengan benda pipihnya.
" Itu pasti Bella " katanya menebak. Tawanya kini memudar, berganti dengan wajah kecewa yang tidak ia sadari.
Dan bersamaan angin kencang datang, mengangkat dress mini yang ia gunakan saat ini, " aaaahhh " teriaknya seraya berupaya menutup pakaian yang tersibak oleh angin.
Gema yang semula sibuk menatap benda pipihnya, kini terkejut dan melihat ke arah Rea, " astaga " ucapnya ikut panik, tanpa menunggu ia belari ke arah wanita itu.
" Gema tolong " seru Rea yang semakin kepayahan karena deru angin yang semakin tidak terkendali, walau kenyataannya hampir semua orang yang berada di sisi pantai kini telah melihat pakaian dalam yang ia gunakan, " memalukan " kesalnya.
Gema kini semakin dekat, dan langsung berjongkok di hadapan Rea dengan memegang pakaiannya agar tidak lagi tersibak, " maaf merepotkanmu " ucap Rea pelan dan penuh rasa bersalah karena setengah pakaian Gema kini telah basah oleh air laut.
" it's oke, yang terpenting tubuh istriku tidak di lihat oleh orang lain " ucap Gema tanpa sadar, di tengah suara deru angin. Namun, perkataannya masih terdengar jelas di telinga Rea.
Deg
Jantung Rea kembali berdebar oleh kalimat sederhana yang keluar dari mulut lelaki di hadapannya, " terimakasih " ucapnya pelan, bersama pipi yang kini menghangat tanpa ia sadari.
__ADS_1