KITA Hanya MENIKAH

KITA Hanya MENIKAH
Pernikahan Kontrak


__ADS_3

Rose langsung saja berjalan menuju pintu utama saat melihat ada mobil yang datang ke halaman rumah megah tempatnya bekerja , " Nona Rea " ucapnya sedikit terkejut dan dengan cepat membukan pintu untuknya.


" Ada apa nona ? , apa anda sakit ? " tanyanya khawatir , karena saat ini belum waktunya perempuan itu pulang.


" Aku baik-baik saja Rose " jawab Rea tersenyum hambar sambil bergerak masuk ke dalam rumahnya.


" Tuan Gema " sapa Rose yang sedikit terkejut pada laki-laki yang baru saja turun dari dalam mobil , " selamat siang Rose " balas Gema tersenyum.


" Ya Tuan "


" Rose " panggil Rea , dan wanita paruh baya itu dengan cepat mendekat.


" Buatkan makan siang untuk kami , sebagai ganti dari menu makan malam tadi malam "pintanya dengan sedikit melirik dingin pada Gema.


" Aku sudah meminta maaf Rea " ucap Gema tersenyum saat menyadari jika ada sedikit sindiran dari ucapan perempuan di hadapannya , namun Rea tak menjawab dan memilih melanjutkan langkahnya menuju kamar tidur tapi kemudian langkahnya terhenti dan kembali melihat ke arah Gema, " tunggu aku di teras belakang , kita akan membicarakan itu disana " ucapnya dan Gema mengangguk.


" Maaf karena sudah lama menunggu " ucap Rea sambil mengambil tempat untuk duduk di kursi di hadapan Gema.


Sementara Gema, matanya masih terkesiap menatap pada wajah cantik Rea dengan beberapa rambut yang terselip di belakang telinganya ,


dress mini dengan motif bunga yang ia gunakan benar-benar membuat dirinya terlihat begitu Fresh dan santai bersamaan di tambah lagi dengan aroma mawar bercampur Vanilla yang semerbak dari tubuh Rea membuat pikiran Gema terkunci sesaat.


" Hei ada apa ? " tanya Rea tiba-tiba.


" Apa ada yang aneh dariku " tambahnya lagi dan gema menggelengkan kepala " tidak justru kau begitu cantik " ucapnya begitu saja dan matanya sedikit membesar tak kala menyadari ucapannya sendiri.


" Hemm aku memang selalu cantik " ucap Rea percaya diri , tanpa peduli kalau laki-laki itu kini benar-benar sedang memujinya , " ya ku akui kau memang selalu cantik " kata Gema begitu pelan.


" Apa , kau mengatakan apa Gema ? "


" Tidak aku tidak mengatakan apapun , sekarang dimana surat perjanjiannya ? " katanya mengalihkan dan Rea langsung mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam map yang ia bawa.


" Kau bisa menambahkan hal-hal yang kau inginkan selama dalam kontrak pernikahan " ucapnya dengan Gema yang kini tengah membaca dengan cermat isi dalam surat perjanjian di hadapannya , " dua tahun ? " ucap Gema tiba-tiba dengan mata yang langsung menatap pada wanita di hadapannya , " ya aku rasa itu cukup dan tidak mungkin kekasihmu akan menunggu lebih lama dari itu " jelas Rea , sementara Gema telah terdiam dengan dahi yang sedikit berkerut lalu kembali menatap pada lembaran kertas di hadapannya.


" Tolong baca dengan cermat pada bagian atas halaman kedua " kata Rea memberitahu lalu Gema segera mencari kalimat mana yang di maksud wanita itu , " aku harap kau mengerti , ini demi nama orang tuamu dan juga aku " lanjut Rea menjelaskan oleh tulisan yang menyebut jika selama berada di dalam kontrak itu Gema dan Bella tidak boleh berada di tempat umum atau terlihat oleh orang-orang asing.


" Tentu kau tidak keberatan bukan ? "

__ADS_1


" Dan sebagai timbal baliknya selama menikah aku juga tidak akan mempunyai kekasih atau terikat hubungan apapun pada laki-laki lain "


Gema masih terdiam tanpa menyela kalimat apapun , " hanya dua tahun saja " lanjut Rea.


" Ya aku juga tidak keberatan dengan itu " jelas Gema dari diamnya.


" Kau tenang saja Gema bahkan aku berniat mempercepat perpisahan kita jika satu tahun pernikahan aku juga belum kunjung hamil , itu juga tertulis disana " tunjuk Rea pada bagian tulisan di atas kertas.


" Kenapa harus seperti itu , jika memang dari awal kontraknya dua tahun maka selesaikan selama itu , hamil atau kau tidak hamil " ucap Gema dengan nada yang sedikit meninggi " kau terlihat seperti tidak konsisten Rea " tambahnya dengan dahi yang bahkan terus berkerut.


" Ceh , padahal aku sedang memberi solusi terbaik untuk semua ini karena aku juga memikirkan kekasihmu "


" Aku hanya menginginkan anak darimu dan satu tahun cukup untuk mengusahakannya , jika aku tak kunjung hamil selama itu berarti memang dia tidak akan hadir dalam hubungan kontrak ini , itu berarti aku tidak lagi di untungkan Gema ... "


" Kita masih bisa berusaha selama dua tahun itu Rea " potong Gema , " harusnya selama kontrak itu di buat semua masih bisa di usahakan " lanjutnya bahkan kini raut wajahnya berubah begitu serius.


" Tolong pikirkan dengan baik Gema , aku melakukan itu karena setelah memikirkan kemungkinkan apa yang akan terjadi "


" Jika kita tetap mengusahakan aku tetap hamil sampai akhir dari kontrak kita , itu berarti ada kemungkinan aku akan hamil setelah kontrak itu berakhir , lalu masalah akan datang lagi saat itu , apa sekarang kau paham maksudku ? " tandasnya dengan wajah yang ikut menjadi serius.


" Aku membuat surat ini dengan pikiran yang matang dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi juga sudah aku pikirkan , jadi aku pikir yang tertulis dalam surat ini adalah hal yang paling terbaik untuk kita nanti "


" Aku tidak bisa berpikir sekarang " ucap Gema.


" Tidak apa-apa , kau bahkan bisa membuat itu setelah kita menikah nanti "


" Itu berarti sekarang kau sudah menyetujui apa yang sudah aku buat disini " ucap Rea tersenyum dengan tangan yang menunjuk pada lembaran kertas di hadapan mereka , " hemm .. ada beberapa yang sebenarnya aku sedikit keberatan , tapi tidak apa-apa aku mempunyai tiga kesempatan " ucap Gema sedikit tersenyum.


" Gema... " panggil Rea pelan dan laki-laki itu segera melihat ke arahnya , " ya ".


" Aku tidak mengijinkan kau merubah isi kontrak ini meski kau memiliki tiga alasan.. " ucap Rea serius.


" Apa kau berpikir aku akan merubah janji untuk melarangku bertemu Bella di tempat umum " balas Gema sedikit tertawa , " kau salah besar jika berpikir demikian , aku bukan seseorang yang begitu egois untuk memikirkan diriku sendiri "


" Baguslah jika kau begitu paham "


" Kau sungguh kalau aku bisa menambahkan keinginanku dalam kontrak ini kapan saja ? " kata Gema kembali menyela dan Rea mengangguk dengan pasti , " Tentu , selama kontrak itu belum berakhir " ucapnya.

__ADS_1


" dan itu juga tidak memberatkanku " tambahnya lagi.


" Seperti hanya hal-hal yang kau inginkan selama masih terikat kontrak dalam pernikahan itu "


" emm.. baiklah "


" Tapi tunggu , aku tidak membaca apa saja yang di larang dalam kontrak ini " kata Gema menambahkan , " larangannya hanya kau tidak boleh bersama Bella di hadapan umum dan aku tidak boleh menjalin hubungan apapun pada laki-laki lain , selebihnya kau tidak terikat apapun untuk melakukan hal apa saja yang kau inginkan "


" dan satu lagi ini mungkin tidak tertulis di dalam kontrak pernikahan kita , tapi aku yakin kau orang yang bertanggung jawab.. " kata Rea yang kembali menatap serius pada Gema , " selama pernikahan ini ,tolong jaga nama baik ku sebagai istrimu karena aku juga akan melakukan demikian padamu ".


" Aku ingin saat pernikahan ini telah berakhir, kita sungguh mengakhirinya dengan keadaan baik-baik saja " pintanya bersungguh-sungguh , " tentu , aku juga menginginkan hal itu ".


" Jika kau sudah setuju untuk semuanya sekarang bubuhi tanda tanganmu disana " ucap Rea sambil menunjuk pada sudut lembaran kertas putih di hadapan mereka.


Sesaat Gema masih terdiam dengan pena yang sudah berada di sela jemarinya , " apa ada sesuatu yang membuat kau keberatan ? ".


" Tidak , hanya saja aku ingin tahu bagaimana jika nanti kita di karunia seorang anak , apa setelah pernikahan itu aku tidak bisa lagi melihatnya ? , ini tidak tertulis disini " kata Gema , dan itu membuat bibir Rea sedikit melengkung , " aku tidak menulisnya karena anak bukan sesuatu yang bisa di masukkan dalam surat perjanjian " jelas Rea.


" dan itu alasan kenapa kau ingin perpisahan kita berakhir dengan baik-baik , karena aku ingin anak kita tidak menanggung akibatnya oleh perbuatan kita , aku ingin walau kita berpisah nanti dia tidak merasakan kurangnya kasih sayang oleh kau dan juga aku "


" Aku tidak akan melarang kapan saja kau ingin bertemu dengan anakmu nanti , tapi aku mengatakan dari saat ini yang tidak boleh di ganggu gugah adalah hak asuhnya Gema , hak asuh anak harus berada di tanganku , karena itu sebab pernikahan ini terjadi "


" Ya ya tanpa kau mengatakan itu pun aku sudah tahu Rea , aku hanya takut orang tua ku tidak bisa melihat cucunya "


" Tidak itu tidak mungkin , aku tidak akan melakukan hal begitu keji untuk menjauhi anakku dari keluarganya " ucap Rea pelan dengan sedikit menghela nafas , " aku tidak akan membuatnya seperti apa yang sudah aku rasakan " lanjutnya begitu lemah dan penuh emosi.


" sekarang semua sudah jelas , jadi letakkan tanda tanganmu disana " pintanya pada Gema dan menepis tatapan sendu dari matanya dengan membuatnya kembali normal , ia paling tidak ingin memperlihatkan kesedihan dalam dirinya pada orang lain.


" Baiklah " kata Gema dengan segera membubuhi sudut kertas dengan pena di tangannya.


Rea mengulurkan tangannya ke hadapan Gema , " apa ini ? " tanya Gema bingung dengan sedikit tertawa.


" Kita harus berjabat tangan untuk memulai kontrak dua tahun ini " kata Rea yang ikut tertawa.


" Kau membuatnya seperti sebuah proyek "


" Ini terdengar mengenaskan tapi pernikahan ini memang bisa dikatakan sebuah proyek , karena di dalamnya ada sebuah keuntungan untukmu dan juga aku " jelas Rea tertawa , " aku harap selama itu kita benar-benar bertanggung jawab menjalankannya sampai akhir " tambah Rea.

__ADS_1


" Baiklah Calon Istri " balas Gema ikut tertawa sambil mengeratkan kedua tangan yang kini tengah berjabat , sementara Rea kini telah terdiam dengan pipi yang sedikit merona oleh kalimat calon istri yang baru saja di ucapkan oleh laki-laki di hadapannya.


__ADS_2