KITA Hanya MENIKAH

KITA Hanya MENIKAH
Terimakasih Gema


__ADS_3

" Terimakasih Gema " ucap Rea, setelah sesaat angin kencang meredah. Namun laki-laki itu masih diam dan tetap berjongkok di hadapannya, seraya melihat kesana kemari.


" Jangan bermain terlalu jauh " ucapnya sambil bangun dari posisinya, lalu perlahan bergerak untuk pergi.


" Gemaaaaaaa " teriak Rea, saat merasakan berdiri tubuhnya tidak lagi stabil. Di tariknya tanpa sadar lengan yang masih berada tidak jauh darinya. dan Bukannya menjadi lebih kuat justru gerakkan itu, membuat dua tubuh itu ambruk bersamaan, di atas buih air laut disisi pantai.


Deg


Sesaat dua pasang mata saling bertatapan di atas tubuh yang saling menimpa.


" Kau tidak apa-apa ? " tanya Gema dengan suara yang lebih serak dari biasanya.


Mendengar itu, Rea terkesiap oleh sorot mata di hadapannya, " emmm ya, tapi aku sedikit sesak saat ini " sahutnya tersengal, menahan tubuh tegap yang menimpa tubuhnya.


" Astaga, maafkan aku " ucap Gema tersadar dan segera bangun, lalu mengulurkan tangannya ke hadapan Rea, " ayo pulang, baju kita sudah basah " ajaknya, sambil menarik tubuh yang kini menggenggam tangannya.


" Terima kasih " ucap Rea, setelah tubuhnya kembali berdiri.


" Ayo " ajak Gema kembali, sementara Rea masih terdiam, seraya menatap hamparan laut biru di hadapannya, lalu menatap pada tubuh yang perlahan pergi meninggalkannya.


Tiba-tiba saja ia berlari menyusul langkah Gema, " ayo " ajak lelaki itu kembali setelah menyadari Rea menyusul langkahnya.


" Baju kita terlalu kering untuk kembali sekarang " ucap Rea sambil menjangkau tangan Gema.


Gema masih tertegun saat Rea tiba-tiba menarik tangannya dan membawanya kembali ke sisi pantai, " ada apa ? " tanyanya sedikit panik, berbeda dengan wajah Rea yang kini justru berbinar menatap hamparan laut di hadapannya, " Rea ada apa ? " ulangnya, dengan nada yang sedikit lebih tinggi.


" Aku ingin mengajakmu mandi air laut " sahut Rea dengan bibir yang melengkung dengan manis, " di London, kita tidak akan bisa melakukan ini Gema " tambahnya sambil terus berlari bersama tangan Gema di dalam genggamannya.


" Ceh, kau tak ubah seperti anak kecil Rea " ucap Gema ikut tersenyum. Namun perempuan itu hanya melengos sesaat, lalu kembali melihat ke arah laut biru di hadapan mereka.


" Kau lihat. Mana mungkin kita akan menyia-nyiakan ke indahan ini " serunya sambil melepas tangan Gema dan melempar dirinya ke dalam air laut yang tidak begitu dalam.


Sementara Gema masih berdiri di tempatnya, dengan tersenyum menatap ke arah Rea.


" Hei apa yang kau lakukan, cepat kemari " teriak Rea.


" Aku mengawasimu saja disini " sahutnya, dan itu cukup membuat Rea sedikit kesal, lalu beranjak dari kenyamanannya di dalam air.


" Kenapa suamiku ini begitu norak " cercahnya pada Gema, sambil berenang mendekat ke arah laki-laki itu, " kau tidak akan menemukan air laut seperti ini di London " katanya sambil berpegang pada kedua kaki Gema.


" Ya ya baiklah. Kau begitu cerewet " sahut Gema dengan sedikit tertawa, lalu ikut melempar tubuhnya ke dalam air.

__ADS_1


" Menyenangkan bukan ? " seru Rea saat setengah tubuh Gema naik ke permukaan di atas air, dan ia hanya mengangguk dengan menahan bibirnya untuk melengkung dengan sempurna, " Jangan berenang jauh dariku " ucap Gema dan Rea hanya tersenyum.


" Kau tahu Gema, ini pertama kalinya aku mandi air laut " ucap Rea sambil mengangkat kepalanya dari dalam air.


Gema yang sedang berdiri, kini menatap serius kearahnya, " itu sebabnya kenapa hari ini, aku terlihat begitu norak " sambungnya dengan tertawa dan Gema masih tetap diam.


" Butuh waktu tiga puluh tahunan untuk aku baru merasakan bagaimana mandi di pantai, menyedihkan " lanjutnya dengan senyum yang tersungging, dengan tangan yang bergerak kesana kemari pada tubuhnya.


" Apa yang ingin kau lakukan ? " seru Gema, yang tanpa sadar kini berteriak pada Rea.


" Aku ingin membuka bajuku " jawab Rea santai.


" Tidak, tidak jangan lakukan itu Rea. Semua orang akan melihat tubuhmu "


Rea menatap kesana kemari, " kau lihat aku yang paling tertutup disini " ungkapnya, sambil terus bergerak melepas pakaiannya, " gerakku terhambat karena pakaian ini " tambahnya lagi.


" Aku bilang tidak Rea. Jangan buka bajumu " seru Gema dan itu membuat Rea tersentak, " atau kita akan pulang sekarang " tambahnya dengan semakin lantang dan ia seperti tidak main-main dengan ucapannya.


Rea menarik nafas dan membenarkan kembali pakaiannya, " kenapa dia menjadi begitu pengatur " gumamnya sambil bergerak masuk ke dalam air.


Dan Gema kini terdiam, " apa tadi aku tidak berlebihan " ucapnya pada diri sendiri dan sedikit rasa sesal dengan sikapnya, " Rea jangan jauh-jauh " serunya saat kembali tersadar perempuan itu kini sedikit menjauh.


Matahari kini hampir mencondong saat sepasang manusia beranjak dari sisi pantai. Ntah sudah berapa jam mereka menghabiskan waktu di dalam air, hingga membuat wajah mulus Rea kini begitu memerah. Namun itu tak membuat wajah cerianya berakhir.


Bahkan Gema tanpa sadar ikut tersenyum melihat tingkah wanita di sampingnya.


Dengan cepat ia berjalan menyamai langkah kaki Rea yang berada di hadapannya, lalu merampas sepasang sendal yang berada di tangan perempuan itu, " biar aku yang membawanya " ucapnya lebih dulu, sebelum Rea bertanya dengan apa yang dia lakukan.


" Dan kali ini aku tidak menolaknya " sahut Rea tertawa dan itu lagi lagi membuat bibir Gema ikut melengkung, " ceh " decihnya.


Sesaat Rea menghentikan langkahnya, lalu memutar tubuhnya kembali menghadap ke arah pantai, " besok kita harus kembali lagi ya Gema, please " pintanya, bersama pupil mata yang mengercap ke arah laki-laki itu.


Melihat wajah itu, Gema tidak tahan untuk tidak tertawa, " kau pintar sekali mengatur wajahmu " ucapnya dan itu membuat Rea ikut tertawa, " itu memang taktik ku selama ini " sahutnya, " tapi berjanjilah Gema, besok kau akan membawa istrimu kembali kemari " pintanya lagi, di tambah dengan wajah yang memelas.


" Jangan memperlihatkan wajahmu yang seperti itu padaku " cercah Gema, yang justru membuat Rea semakin tertawa semakin kencang.


" Awww.. " Teriaknya tiba tiba, lalu mengangkat telapak kakinya.


" Ada apa ? " tanya Gema panik, lalu merunduk ke arah kaki Rea, " kau menginjak tulang duri ikan" ucapnya saat menemu benda itu kini tertancap di kaki istrinya.


" Tahan sebentar, aku akan mencabutnya " katanya lagi dan Rea mengangguk.

__ADS_1


" Awww " seru Rea kembali berteriak setelah Gema berhasil melepas duri ikan dari telapak kakinya.


" Ini berdarah Rea " kata Gema menjadi panik.


" Tidak apa-apa, ini tidak lagi begitu sakit " sahut Rea sedikit tersenyum. Namun wajahnya tetap terlihat meringis menahan rasa perih di kakinya.


Dan tiba-tiba Gema memposisikan tubuhnya, berjongkok dengan lebih benar, " naik ke punggungku " pintanya pada Rea, sementara perempuan itu masih tertegun sesaat.


" Rea, ayo cepat naik " serunya begitu lantang, seraya menarik pergelangan tangan perempuan itu.


" Bangunlah Gema. Aku sungguh masih bisa berjalan " ucap Rea tertawa hambar.


" Kenapa kau begitu keras kepala, cepatlah naik ke punggungku " pekik Gema memaksa, dan dengan berat hati Rea mendekat lalu merengkuh punggung tegap lelaki itu, " bobot tubuhku berat, aku yakin kau akan menyesal " ujarnya tertawa dan bersamaan menutupi rasa malu dalam dirinya.


" Ceh, aku rasa kau harus makan yang banyak Rea, tubuhmu terlalu ringan " kata Gema,sembari merangkul dengan benar tubuh yang terpaut di punggungnya, " kalau kau begitu kurus, orang lain akan mengira aku tidak memberimu makan nanti " sambungnya dengan tertawa.


" Lebih tepatnya, orang akan berpikir kau busung lapar " tambahnya, membuat Rea yang berada di punggungnya semakin kesal dan mendaratkan pukulan di pundaknya.


" Aww , apa yang kau lakukan Rea "


" Jaga bicaramu " ucapnya begitu kesal dan itu membuat Gema semakin terpancing untuk mengerjai dirinya.


" Kau lihat, bahkan aku bisa membawa tubuhmu dengan berlari " seru Gema.


Rea yang belum kembali berpegang dengan benar di pundaknya, kini hampir saja terjungkal ke belakang, " Gema... " Teriaknya ketakutkan.


" Sudahku bilang pegang yang benar Rea " sergah Gema.


" Kau mengejutkan aku " sahutnya kesal.


" Cepat berpegang dengan benar " ucap Gema begitu serius.


" Sudah " sahut Rea, setelah mencengkram erat pundaknya.


" Bukan seperti itu " pekiknya lagi, lalu menarik bergantian tangan Rea ke arah depan, " peluk aku erat-erat, agar kau tidak terjungkal " katanya, sementara perempuan yang berada di pungungnya kini masih terkesiap melihat pada kedua tangannya.


" Rea peluk aku dengan benar ".


" Em.. ya " sahutnya Rea begitu pelan, seraya bergerak menuruti perintah Gema.


" Sudah ? " tanya Gema dan Rea mengangguk, " sudah " sahutnya pelan.

__ADS_1


__ADS_2