
" Minum ini nona " ucap Rose sambil memberikan secangkir teh pada Rea ,
" terimakasih " ucapnya , sambil membenarkan posisi duduknya sebelum menikmati sarapan paginya.
Dahi Rea berkerut saat mencium aroma teh yang sedikit asing dari penciumannya , " teh apa ini Rose , kenapa aromanya berbeda ? "
" itu teh jahe nona , tuan Gema meminta kami memberikan itu pada anda , katanya teh itu bagus untuk meredakan rasa pengar "
" Gema ? "
" Ya nona , setelah mengantar nona ke dalam kamar Tuan langsung menghampiri saya untuk meminta memberikan ini saat anda sarapan "
" Ceh , kenapa dia menjadi begitu perhatian " gumamnya tersenyum , namun segera melipat bibirnya ketika menyadari sikapnya yang begitu menggelikan.
" Dan ini soup anda , nona " jelas Rose saat salah satu pelayan meletakkan semangkuk soup ayam di hadapan perempuan itu , " kenapa soup ? " tanyanya dengan dahi yang berkerut , karena ia tidak menyukai makanan seperti itu ketika di pagi hari.
" Tuan Gema yang memintanya.. "
" Kenapa kau begitu menurutinya Rose ,disini majikanmu adalah aku "
" Maaf nona ,tapi soup memang baik untuk meredahkan pengar anda " jelas Rose dan Rea hanya bisa menghela nafasnya dengan begitu kesal , lalu dengan terpaksa menyantap makanan yang sudah di hidangkan untuknya.
****
" Dimana Rania Dev ? " tanya Rea di panggilan video yang sedang berlangsung bersama sahabatnya , " dia sedang bermain , dan dia berulang kali menanyakanmu padaku "
" oh ya , kalau begitu sepulang kerja aku akan mampir kerumahmu "
" Ya kemarilah dan kebetulan nanti sore Gema juga akan kemari , dan aku yakin Rania pasti akan senang ... "
" Gema juga akan ke rumahmu ? " tanyanya memotong perkataan Devita , sambil meletakkan berkas yang sejak tadi sedang ia periksa.
" ya , sepertinya dia dan Sean sedang merencanakan sesuatu " jelas Devita dan Rea terdiam sejenak dan mulai ragu untuk pergi ke rumah sahabatnya itu, " ada apa ? " tanya Devita yang sangat tahu arti dari raut wajah sahabatnya.
" Tidak , aku hanya sedang memikirkan apa nanti sore aku sudah memiliki rencana bersama klien "
" Berarti kalau belum bisa memastikan untuk datang kemari ? "
" Ya sepertinya begitu "
" Baiklah , tapi Rania pasti akan kecewa " ujar Devita , membuat hati Rea melemah , " aku akan berusaha untuk tetap datang nanti "
" Jangan memaksakan diri Re , kau pasti sangat lelah dengan semua pekerjaanmu hari ini "
" Aku tidak memaksakan diri , tapi kau yang sedang memaksaku dengan mengatas namakan Rania " ucap Rea , membuat Devita tertawa begitu keras dari balik video , " karena aku juga merindukanmu "
" Ceh ,menggelikan "
__ADS_1
" Baiklah sampai bertemu nanti " ucapnya lagi , lalu menutup panggilannya bersama Devita.
" Kenapa sepanjang hari ini , segalanya harus bersangkutan dengan Gema , menyebalkan "
" Mau diletakan dimana wajahku nanti "
" aaahhh , kenapa menjadi begini " ucapnya dengan begitu kesal , apalagi saat kembali teringat tentang kejadian memalukannya bersama Gema tadi malam.
Tok tok tok "
Rea yang sedang prustasi karena kebodohannya tadi malam , menjadi terkejut saat pintu ruangannya tiba-tiba di ketuk , " masuklah " teriak Rea , dan perlahan pintu pun terbuka.
" Selamat siang nona "
" Ya Maria , masuklah "
" Ada apa ? " tanyanya pada asistennya itu.
" ini titipan untuk anda , dan katanya anda harus menghabiskan minuman ini " jelas Rea sambil memberikan beberapa botol minuman yang di buat untuk meredakan rasa mabuk , " siapa yang... "
" Tuan Gema " potong Maria , dan mata Rea kembali membulat dengan sempurna , " dia datang kemari ? "
" Sepertinya nona , tapi beliau hanya datang untuk menitipkan ini di meja resepsionis dan mengatakan untuk menyampaikan pesannya pada anda " jelas Maria dan Rea hanya bisa menghela nafas dengan sikap Gema yang membuatnya terkejut dan semakin merasa malu , " beliau laki-laki yang romantis dan penuh perhatian , dan terlihat sangat serasi dengan anda nona ..." .
" Maria hentikan " potong Rea yang merasa semakin malu bercampur geli ,ketika orang lain berpikir kalau Gema dan dirinya memiliki hubungan , " dan ini undangan pernikahan anak klien kita untuk anda " tambah Maria sambil meletakan secarik kertas berbahan tebal ke atas meja kerja perempuan itu.
" Saya rasa anda harus hadir nona , ini adalah salah satu klien terpenting kita "
Rea terlihat diam dengan wajah yang mulai di tekuk , " saya akan menemani anda nanti " tambah Maria.
" Dua minggu lagi " ucap Rea saat melihat tanggal pernikahan itu akan berlangsung.
" Baiklah , kita akan pergi "
" Saya akan menyiapkan segala kebutuhan anda ".
" Ya , terimakasih "
" emm.. tunggu Maria , apa kita memiliki pertemuan sore nanti ? "
" Tidak nona , tapi besok jadwal kita akan begitu padat "
" Baguslah " ucap Rea sambil menghela nafas legah , " apa ada yang ingin anda lakukan nanti sore ? "
" Ya , aku berencana mengunjungi putriku , emm..apa kau punya saran untuk memberikan apa padanya nanti? "
" Sepertinya kue nona , anak seumur Rania masih sangat menyukai makanan yang manis-manis "
__ADS_1
" Ya itu saran yang tepat Maria " ucap Rea setuju.
" Baiklah kalau begitu saya undur diri dan jangan lupa habiskan minuman anda " pamit Maria tersenyum, membuat Rea kembali melihat pada beberapa botol di hadapannya. dan setelah perempuan itu menganguk ia segera beranjak dari ruang kerja wanita itu.
" Kenapa dia menjadi begitu baik huh " gumam Rea , yang kini sudah memegang botol minuman yang di belikan oleh Gema untuknya, " tapi sebelumnya terimakasih " ucapnya sebelum membuka botol minuman itu dan meminumnya.
~
" Silahkan nona " ucap Maria mempersilahkan Rea untuk turun dari pintu mobil yang sudah di bukakan.
Perempuan itu melangkah dengan elegan saat masuk ke dalam tokoh kue , ia begitu tidak sabar untuk memilih berbagai macam makanan manis itu untuk putri tercintanya nanti ,
" Apa sudah cukup nona ? " tanya Maria dan Rea mengangguk.
Rea masih memperhatikan berbagai macam kue di hadapannya , dan merasa terganggu saat beberapa orang masuk ke dalam tokoh dan bicara dengan begitu keras , membuatnya ikut melihat kearah mereka.
" Bella " gumamnya tanpa sadar saat melihat salah satu wanita dengan pakaian yang begitu minim , " Rea " balas perempuan itu yang ternyata juga menyadari kehadirannya.
" Oh hai , bagaimana kabarmu ? " tanyanya basa-basi , karena ia masih sedikit terkejut melihat wanita itu datang bersama pria lain yang sebelum menghampirinya pria itu terus merangkulnya , walau ada beberapa orang lain yang ikut bersama mereka.
" Seperti yang kau lihat , ah kita sudah begitu lama tidak bertemu " ucap perempuan itu sambil memeluk tubuhnya , Rea kembali tersentak saat mencium aroma alkohol yang begitu menyengat pada tubuh perempuan itu , " ya , tapi beberapa hari yang lalu... " katanya menggantung.
" Beberapa hari yang lalu " ulang Bella dan Rea segera menggelengkan kepalanya.
" Beberapa hari yang lalu aku juga bertemu dengan Gema " katanya berkilah dan sedikit merasa bersalah.
" Oh.. ya , kami juga sangat jarang bertemu karena aku begitu sibuk akhir-akhir ini , bahkan aku tidak bisa datang ke ulang tahun pertama Rania , padahal aku sangat ingin bertemu dengan putri cantik Devita itu "
" Kalau begitu ikutlah bersamaku , aku juga sedang ingin mengunjungi Rania " .
" Yah maafkan aku , tapi setelah ini aku masih ada kelas latihan , sampaikan saja salamku pada Devita ".
" Aku dengar Gema juga akan berada disana nanti " tambah Rea.
" Benarkah , emm..mungkin dia sudah memberitahuku lewat pesan "
" Baiklah lanjutkan rencanamu Rea , dan sampai bertemu lagi " ucap perempuan itu yang kembali memeluk tubuh Rea , sebelum mereka kembali berpisah.
" Ya , sampai bertemu lagi Bella " balasnya tersenyum dan dahi yang sedikit bekerut.
" emm..tunggu " ucap Bella yang kini berbalik lagi padanya , " ada apa Bella ? "
" Bisakah kau merahasiakan pertemuan kita ini pada Gema ? "
Rea terdiam sesaat dan kemudian mengangguk pelan.
" Terimakasih Rea dan jangan lupa sampaikan salamku pada Devita , tapi jangan katakan itu di hadapan Gema " ucapnya dengan tertawa , dan kembali melanjutkan langkahnya menuju beberapa orang yang sedang menunggunya termasuk laki-laki yang merangkulnya tadi.
__ADS_1
" Bye Rea " pamitnya sambil melambaikan tangan dan Rea membalasnya dengan tersenyum , namun dahinya tidak berhenti berkerut karena pikiran yang terus merasa bingung dengan sikap Bella yang terlihat begitu acuh pada kekasihnya , " apa hubungan mereka baik-baik saja ? " gumamnya , namun segera menepis pikiran buruknya itu dan ikut pergi meninggalkan tokoh.