
Tiga puluh menit telah berlalu setelah pesan singkat yang ia kirimkan pada Gema.
dan ia memilih menikmati Kopi hangat saat perasaannya begitu gundah menanti balasan pada pesannya ,
berulang kali ia menghela nafas sambil menatap pada bangunan-bangunan tinggi yang terlihat dari jendela besar dalam ruang kerjanya bersama secangkir kopi di tangannya.
" Ah ini benar-benar mengacaukan pikiranku " gerutunya sedikit kesal dan kembali melirik pada benda pipih yang masih belum berbunyi oleh pesan masuk yang begitu ia tunggu.
Ting
Perasaannya semakin gugup tak kalah pesan yang ia tunggu akhirnya masuk pada handphonenya , dan
tanpa menunggu ia segera meletakkan cangkir di tangannya dan membuka pesan yang memang sudah tidak sabar untuk ia baca.
" Bagaimana kalau kita bertemu malam nanti , sore ini aku sudah berjanji untuk bertemu Bella " tulis pesan Gema yang membuat dahi Rea sedikit berkerut saat membacanya.
" Ya baiklah " tulisnya di dalam balasan dan mengirimkannya kembali pada lelaki itu.
" Ceh " decihnya dengan perasaan kesal yang tidak ia sadari dengan meletakan kembali benda pipih miliknya dengan sedikit kasar , lalu kembali berjalan menuju kaca besar yang memperlihatkan sedikit keindahan pada sudut kota London.
Sesaat pikirannya kembali berkecamuk oleh keputusan besar yang baru saja ia ambil , " semoga ini bukan menjadi keputusan yang bodoh " gumamnya pelan bersama helaan nafas kecil.
~
Gema baru saja tiba di sebuah kafe yang menjadi tempat favoritnya bersama sang kekasih, dan menyadari perempuan itu telah lebih dulu berada disana saat melihat mini cooper berwarna merah telah terparkir tidak jauh dari tempat letak mobilnya saat ini.
" untuk pertama kalinya dia tiba lebih awal " gumamnya sambil membuka pintu mobil lalu berjalan menuju pintu kafe.
Sesaat ia menghela nafas sebelum benar-benar bertemu dan berbicara dengan Bella , lalu kembali melanjutkan langkah menuju sebuah meja dengan seorang perempuan yang sudah menunggunya disana .
" Hai " sapanya tersenyum dan mengambil tempat duduk di hadapan perempuan itu.
Tidak ada balas sapaan dari Bella , bahkan tidak dengan sedikit pun senyuman darinya.
" Jelaskan " ucapnya sambil melempar lembaran berita acara di hadapan Gema.
Deg
Jantung Gema semakin berdetak tak menentu ,belum sempat ia meredahkan ke khawatirannya tentang apa yang akan ia bicarakan nanti , justru perempuan itu menambahkannya dengan memperlihatkan gambar dirinya bersama Rea , " kenapa kau diam ? " tanya Bella semakin meninggi.
" Ya aku memang bingung dari mana aku akan menjelaskan tentang ini " kata Gema dengan kembali menghela nafas.
" Maksudmu ? "
" Apa kau sungguh sudah menjalin hubungan bersama Rea huh ? "
" Tidak , emmm maksudku untuk saat ini kami tidak memiliki hubungan apapun " jelas Gema yang memilih untuk jujur karena bingung dengan apa yang memang akan ia katakan pada wanita yang menjadi kekasihnya , " Aku masih belum mengerti , tolong jelaskan dengan benar Gema "
__ADS_1
" Atau , atau kau sudah menghakhiri hubungan ini huh "
" Tidak "
" Lalu "
" Aku memang tidak pernah berniat untuk mengakhiri hubungan kita "
" Lalu ada apa dengan berita ini Gema ? "
" Bagaimana ada berita seperti ini jika kau tidak benar mencurangiku " sambung Bella yang tidak lagi bisa mengontrol emosi dalam dirinya , " Bella tolong tenang dan jaga bicaramu , aku tidak pernah mencurangimu dan membawa Rea dalam hubungan yang begitu keji "
" Kau terlihat begitu membelanya "
" Dia perempuan terhormat yang memang tidak bisa di tuduh dalam bertingkah demikian Bella "
" Berhenti membelanya Gema " teriak Bella.
" Aku meminta kau menjelaskan tentang ini bukan untuk mendengar kau membelanya " sambungnya yang kali ini dengan isakkan air mata yang tidak bisa tertahan untuk mengalir , " kau berubah Gema , kau tidak lagi mencintaiku seperti dulu " rintih Bella di dalam tangisannya , membuat Gema yang terdiam kini berangsur mendekat dan memeluk erat tubuhnya.
" Please jangan menangis , sungguh tidak ada yang berubah dariku , aku masih sangat mencintaimu " ucap Gema sembari mengelus pundak kekasihnya.
" Berhenti menangis oke , aku akan menjelaskan semuanya padamu " lanjutnya dengan begitu lembut dan berhasil membuat isak tangis Bella meredah.
Dan Ia kembali terdiam sejenak untuk memulai dengan apa yang akan ia jelaskan , " cepat Gema " kata Bella mendesak dan begitu tidak sabar.
" Berita ini hanya karangan dari media yang kebetulan mendapatkan foto kami bersama dalam sebuah acara pernikahan yang sama-sama kami hadiri kemarin "
" Saat itu aku benar-benar tidak tahu jika dia juga akan hadir disana "
" Sungguh ? "
" dalam hal ini aku benar-benar tidak akan berbohong dan tidak mencoba untuk menutupi apapun Bella " jelas Gema begitu serius , membuat Bella terdiam dan kembali menyimak.
" Kau harus percaya bahwa sampai saat ini tidak terjadi hal apapun antara aku dan Rea " sambungnya lagi.
dan sesaat suasana menghening , dengan suara obrolan pengunjung lain yang masih berada disana.
" Jadi sungguh berita ini tidak benar Gema , seharusnya kau menuntut media yang mencetak berita ini ,mereka benar-benar akan membuat hubungan kita berakhir dengan berita mereka " protes Bella yang kini wajahnya kembali bersinar oleh perasaan cemas yang sedikit memudar dari hatinya.
" Gema apa kau mendengar ? "
" Ya Bella " sahut Gema yang sedikit tersentak oleh pikiran di kepalanya.
" Kau harus menuntut media ini "
" Aku tidak bisa melakukan itu "
__ADS_1
" Maksudmu ? " tanya Bella yang kembali tidak mengerti , namun menyadari bahwa ada sesuatu yang masih belum ia pahami dalam hal ini.
" Kau pasti akan kecewa , tapi sungguh aku tidak akan berbohong padamu dan menutupi hal ini "
" Jangan berkelit dan katakan sebenarnya Gema " bentak Bella ,meski ia sedikit khawatir tentang apa yang sebenarnya akan ia ketahui.
" Kau tentu tahu bahwa ayahku tidak pernah merestui hubungan ini "
" Lalu apa hubungannya dengan berita kalian huh ? "
" Tunggu , apa maksudmu ayahmu telah menjodohkan kau dan Rea ? , Gema jawab ".
" Tidak juga di jodohkan dan aku tidak bisa menjelaskan semua apa yang sebenarnya telah terjadi , tapi keadaan mengharuskan aku untuk menikah dengan Rea " ucap Gema yang berhasil membuat Bella seperti tersambar petir di siang hari.
" Kau bilang berita ini tidak benar , lalu sekarang apa Gema " teriaknya dengan kembali menangis.
" Berita ini sungguh mengada-ada Bella, tidak ada yang mengetahui tentang rencana pernikahan ini selain aku sendiri , Rea dan juga ayahku "
" ucapanmu tidak bisa di percaya Gema " ucap Bella di dalam tangisannya , bahkan ia telah bergerak untuk beranjak dari tempat duduknya saat ini , " jangan pergi " ucap Gema menghentikan.
" Apa lagi yang akan aku dengar huh , apa selanjutnya kau akan menceritakan tentang gaun pernikahan kalian , kau benar-benar tidak memikirkan keberadaanku Gema "
" Justru aku tengah memperjuangkan keberadaanmu Bella , pernikahan ini tidak bisa di hentikan tapi ini bukan sebuah pernikahan "
" Jangan menganggap enteng sebuah pernikahan Gema "
" Tapi seperti itu yang terjadi , pernikahan ini hanya sebuah perjanjian antara aku dan Rea yang tidak bisa menghindarinya "
" Perjanjian ? "
" Ya , aku akan menjelaskan semuanya padamu tapi nanti setelah semuanya telah siap "
" Maksudmu saat pernikahan kalian akan di laksanakan "
" Bukan seperti itu Bella "
" Hentikan Gema , aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi kau tidak bisa mendapatkan dua-duanya "
" Dan jika benar itu sebuah desakan dari ayahmu berarti pilihanmu hanya dua , tetap menikah dengan Rea atau hubungan kita akan berakhir "
" Jangan menyudutkan aku Bella , aku sudah pusing dengan semua ini "
" dan aku bukan sebuah pilihan Gema " ucap Bella tajam lalu meninggalkan meja tanpa pamit.
Gema masih duduk terdiam di tempat duduk yang sama dengan pikiran yang semakin rumit , bahkan ia tidak berniat untuk mencoba menghentikan langkah kekasihnya yang kini telah menghilang di balik pintu kafe yang menjadi tempat favorit mereka.
Di usap wajahnya dengan begitu kasar , bersama tarikan nafas yang begitu dalam dan bersamaan handphone yang berada di dalam saku celananya berdering.
__ADS_1
" Rea " gumamnya saat melihat nama perempuan itu tertera pada layar handphone.
" Maaf Rea , aku belum siap untuk membicarakan hal ini " katanya lagi sambil menolak panggil telepon Rea bahkan menonaktifkan benda pipih itu.