
Matahari sudah menghilang ketika Rea dan Maria baru saja keluar dari dalam lift dan berjalan menuju lobby kantor.
" Mulai besok aku sudah tidak datang lagi ke kantor. Jadi mulai besok semua pertemuan kau yang akan mewakilkannya "ucap Rea di sela langkah mereka.
Maria mengangguk. " setiap selesai pertemuan aku akan langsung mengirimkan laporannya pada anda "
" hemm.., Terimakasih Maria. Maaf karena harus merepotkanmu " ucap Rea bersungguh-sungguh, membuat asistennya itu langsung terkekeh. " Aku sudah sering di repotkan oleh anda ".
" Kau terdengar seperti sedang menyindirku " ujar Rea berdelik. Namun bibirnya ikut tersenyum.
" Emm.. Nona " panggil Maria dan Rea kembali melihat padanya, " ya.. ".
" Aku sudah menghubungi pihak perancang cincin pernikahan anda. Mereka bilang kita akan bertemu di Four Seasons pukul sembilan pagi "
Mendengar itu mata Rea sedikit membesar, " Apa semudah itu membuat janji dengan mereka ? " tanyanya tak percaya.
" Semesta sepertinya juga memang mendukung rencana pernikahan anda dan Tuan Gema " ujar Maria tersenyum.
" Maksudmu ? " tanyanya tak percaya.
" Cincin pernikahan yang anda pesan adalah produk dari perusahaan besar kota New York. Dan kebetulan CEO perusahaan itu sedang berlibur kemari bersama istri dan anaknya " kata Maria menjelaskan.
" Lalu hubungannya dengan semesta mengijinkan apa Maria ?, yang berlibur kemari pemilik perusahaannya bukan perancangnya. yang akan kita temui tentu perancang cincin itu bukan ? ".
" Ah aku lupa mendetail. Maksudku cincin anda adalah istri dari CEO itu sendiri " kata Maria kembali menjelaskan. dan itu cukup menarik perhatian Rea.
" Bahkan aku dengar dia juga perancang gaun pernikahan. Jadi aku rasa anda juga bisa meminta bantuan hal itu padanya " lanjut Maria.
" Aku rasa itu akan membuatnya kerepotan "
" Tentu tidak Nona. Aku sudah mendengar kabar kalau dia adalah perempuan yang dermawan. Bahkan kebaikannya itu sudah terkenal di masyarakat Amerika " kata Maria begitu bersemangat.
" Kenapa aku mendengarnya sangat menarik " ucap Rea dan Maria mengangguk cepat, " Dia wanita Asia yang di nikahi oleh CEO perusahaan RM. Perusahaan besar negara itu dan sekarang ia menjadi investor terbesar dalam perusahan suaminya ".
" Kesuksesannya benar-benar menarik Nona. Dia menjadi salah satu perancang terkenal New York. Dan anda tahu apa yang membuat dia mengagumkan ? "
" Dia sangat bisa membuat brandnya sendiri. Tapi dia tidak mau melakukan itu karena tidak ingin dia lebih unggul dari suaminya. Jadi tetap membiarkan hasil karyanya di bawah naungan perusahaan suaminya, tapi yang dia lakukan lebih menakjubkan lagi ".
" Dia membuat hampir semua Brand terkenal dunia bekerja sama dengannya dan itu membuat produk mereka benar-benar sangat di hormati di dunia ".
" Menakjubkan. dia membuat pola bintang di lingkaran dunia " ucap Rea dan Maria kembali mengangguk.
" Aku benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengannya besok " sambung Maria.
" Kita akan bertemu langsung dengannya besok ? " tanya Rea dan dia mengangguk.
" Tanpa perantara ? " tanya Rea lagi dan kali ini Maria menggelengkan kepalanya.
" Baik sekali dia " kata Rea memuji.
__ADS_1
" Seperti yang aku bilang nona dia terkenal dengan kedermawanannya. Bahkan tadi aku mengetahui kalau dia menunda liburannya demi pertemuan dengan anda besok pagi dan dia sendiri yang menginginkan kita untuk bertemu langsung dengannya ".
" Aaahhh dia benar-benar membuatku iri dengan kebaikannya. Aku pernah berpikir kalau aku sudah menjadi perempuan yang sukses. tapi dia membuatku merasa kalau apa yang aku miliki sekarang bukanlah apa-apa. Aku belum menjadi wanita yang begitu dermawan seperti dia " ujar Rea.
" Jangan mengukur kesuksesan orang lain. Di mata orang lain anda sudah sangat sukses " ucap Maria.
" Ceh " decih Rea tertawa.
" Nona... " panggil Maria pelan, dan dengan wajah yang terkejut. Membuat Rea yang tadi melihat kearahnya langsung mengikuti arah pandangan matanya.
" Nyonya Kris " sambung Maria. Dimana wanita paruh baya itu kini juga tengah melihat ke arah mereka.
Dan selang beberapa detik. Perempuan yang bekerja di bagian meja resepsionis datang menghampiri, lalu menunduk sesaat ketika berhadapan dengan Rea, " permisi Miss. Ada yang ingin bertemu dengan anda " ucapnya sambil menunjuk ke arah sofa dimana Kris telaj duduk disana. Bahkan sekarang sudah bangun dari duduknya ketika melihat Rea telah berada disana.
" Beliau sudah berada disana sejak tadi " tambah karyawan perempuan itu. Rea mengangguk singkat. Lalu Maria memerintahkan karyawan resepsionis itu untuk kembali kemeja kerjanya.
Perlahan kaki Rea bergerak menuju wanita paruh baya yang kini tengah melihat ke arahnya.
" Kau sangat sibuk ? " tanya Kris tersenyum kaku.
" Ada alasan apa anda datang kemari ? " kata Rea berbalik bertanya.
" Apa kau harus bertanya seperti itu padaku ? "
" Tentu. Tidak mungkin anda datang kemari jika tidak memiliki suatu alasan " sahutnya dengan nada yang sedikit meninggi dan itu adalah suasana yang sangat tidak normal untuk ukuran seorang anak dan Ibunya.
Maria mendekat kepada Rea ," Nona tahan emosi anda, semua orang sedang menatap kemari " bisiknya pada perempuan itu.
" Jika ada yang penting. sebaiknya kita bicara di ruanganku " ucapnya dan berjalan lebih dulu untuk kembali masuk ke dalam lift yang memang di khususkan untuknya.
" Ayo Nyonya " ajak Maria kepada Kris.
Lift sudah bergerak menuju lantai ruang kerja Rea. Namun ruang kecil itu seakan begitu hening oleh suasana dingin antara ibu dan anaknya.
Ting " Pintu lift baru saja terbuka tepat di hadapan pintu ruang kerja Rea.
" Aku akan menunggu disini Nona " ucap Maria sopan.
" Tidak. Kau harus ikut masuk ke dalam " balas Rea tanpa ingin di bantah.
" Tidak. Kali ini aku ingin kita bicara berdua " ucap Kris tiba-tiba.
Maria kini terdiam dengan kebingungan dan begitu dilema dengan situasi di hadapannya saat ini.
" Dia orang kepercayaanku. Itu berarti dia harus ikut kemana pun aku pergi " ucap Rea tegas.
" Nona ... " potong Maria pelan. " Tidak apa-apa kali ini aku tidak ikut. Aku akan tetap berada disini "
" Aku bilang kau harus ikut Maria " bentak Rea.
__ADS_1
Maria menarik pelan nafasnya. Lalu kemudian mengangguk, " Baik Nona " balasnya tanpa berani kembali menyela.
Dan mau tidak mau Kris harus tetap menyetujui keinginan Rea yang ingin Maria ikut di dalam ruangan.
" Silahkan duduk Nyonya " ucap Maria sambil mempersilahkan Kris untuk duduk di Sofa di dalam ruang kerja Rea.
" Aku pergi sebentar untuk meminta pelayan untuk membuatkan minum untuk anda dan Nyonya " sambungnya dan kali ini Rea harus membiarkan ia pergi dari ruangan karena alasan yang begitu tepat.
" Aku dengar kau akan menikah ? " ucap Kris ketika Maria sudah meninggakan ruangan.
Rea masih dia tanpa bersuara.
" Apa kau tidak ingin aku berada di hari pernikahanmu ? " lanjut Kris.
" Ceh " Decih Rea dengan ujung bibir yang terangkat, " Apa anda datang kemari untuk menanyakan itu ? ".
" Tentu. Seorang ibu harus tahu tentang pernikahan anaknya " sahur Kris tidak kalah tegas.
" Ibu ! " ulang Rea.
" Sangat lucu " lanjutnya dengan tawa kecil.
" Rea jangan tidak sopan padaku " bentak Kris.
Kini Rea memegang erat jari jemarinya sendiri. untuk menahan rasa Emosi di dadanya setiap kali berhadapan dengan wanita paruh baya yang sudah melahirkannya ini, " Apa sekarang anda sedang lupa ingatan hemm ".
" Maksudmu ? " tanya Kris dengan dahi mengerenyit.
" Sejak kapan anda mulai merasa menjadi seorang Ibu untukku huh ?. Apa anda sudah lupa dengan ucapan anda sendiri... ".
" Kau selalu saja mengungkit hal itu " potong Kris.
" Bahkan seumur hidupku, aku tidak akan melupakannya Nyonya Kris " ucap Rea dengan tegas dan menekan-kan setiap perkataannya.
Kini Kris sudah terdiam tanpa bisa mengatakan apapun lagi.
" Dulu anda sudah membuangku. Apa hal itu juga sudah anda lupakan ? "
" Rea... " teriak Kris yang kini menjadi emosi.
" Kau yang menginginkan aku untuk tak memanggilmu ibu di hadapan semua orang. Kau yang menginginkan kita seperti orang asing dan kau yang tidak ingin semua orang tahu kalau kau sudah memiliki seorang putri sebelum pernikahanmu bersama putra sulung keluarga Brookstein ".
" Aku tanya sekarang apa anda lupa Nyonya Kristeen Brookstein ? " bentak Rea, " jangan mengubah apapun " sambungnya begitu lemah.
" Biarkan seperti itu. Biarkan semua orang tahu bahwa kita tidak pernah memiliki hubungan apapun. Karena sejak dulu memang seperti itu yang anda inginkan. Jadi jangan merubah apapun lagi... " ucapnya penuh emosi dan mata yang terpejam sesaat.
Bahkan jika ia tidak menahan dengan setengah mati. Mungkin saat ini buliran kristal sudah mengalir di pipi halusnya.
Kris benar-benar sudah terdiam dengan lidah yang tercekat, " hatimu begitu keras Rea. Semua orang mempunyai kesempatan untuk di maafkan ".
__ADS_1
" Aku sudah memaafkan anda. Bahkan jauh dari sebelumnya Nyonya Kris, tapi sayangnya aku tidak bisa melupakannya " potong Rea dan sesaat suasana kembali menghening.
Rea memutar tubuhnya menghadap ke kaca besar di dalam ruangan kerjanya, " Aku akan mengirimkan undangan pernikahanku kepada anda. Jadi datanglah bersama keluarga anda Nyonya Kris " ucapnya pelan. Namun penuh emosi disana.