
" Terimakasih Rose makananmu sungguh sangat enak " ucap Gema sambil beranjak dari meja makan.
" Terimakasih Tuan , tapi yang memasak bukan aku tapi koki di rumah ini " jelas Rose menahan senyuman , " kau menyukai makanan mereka ? " tanya Rea menimpali dan Gema mengangguk.
" Baguslah kalau begitu jadi aku tidak perlu repot-repot mencari koki baru " tambah Rea.
" Kenapa anda harus mencari koki baru Nona " timpal Rose yang tidak mengerti.
" Tidak itu tidak perlu , selera makanku begitu buruk jadi aku bisa makan apa saja selama makanan itu masih mempunyai cita rasa " ucap Gema , sementara Rose masih terdiam dengan mengamati situasi apa yang sedang di bicarakan di hadapannya , " baguslah kau membuatnya sangat mudah Gema " kata Rea sedikit tersenyum.
" Tentu , aku sungguh tidak akan menjadi suami yang merepotkanmu nanti " balasnya dengan tertawa , dan mereka tidak menyadari jika kini ada sepasang bola mata yang membesar oleh kata Suami yang baru terlontar dari mulut Gema.
" Baiklah aku harus pergi " pamitnya dan Rea mengangguk sambil ikut berjalan mengiringi langkah Gema menuju pintu utama rumahnya , " telepon aku jika ada yang ingin kau bicarakan tentang pernikahan ini " katanya lagi dan Rea kembali mengangguk.
" Berhati-hatilah " ucap Rea.
" Ya , sampai bertemu lagi " balas Gema sebelum masuk ke dalam mobil miliknya , " tapi tunggu Rea " panggilnya , membuat wanita itu membatalkan langkah kakinya yang baru saja akan beranjak masuk ke dalam rumah , " ada apa ? "
" Kita belum bicara tentang kapan pernikahan ini akan terjadi "
Rea terdiam sejenak , " Apa minggu depan terlalu cepat " katanya kemudian membuat Gema sedikit terkejut , " apa kau ingin secepat itu , sebenarnya aku tidak masalah tapi waktunya begitu singkat , apa kau yakin kita bisa mengurusnya secepat ini ? "
" Itu hanya hal yang mudah Gema "
" Jadi kau yakin kita akan menikah minggu depan "
" Tentu , jika kau sendiri juga tidak keberatan "
" ceh , bahkan esok pun aku sudah siap " balas Gema tertawa.
" Kau terdengar paling tidak sabar " kata Rea dan lelaki itu semakin tertawa lebih keras , " emmm , kalau begitu pulang nanti aku akan langsung mengatakan rencana ini pada ayah dan ibuku "
" Kau sendiri yang mengatakannya ? "
" Tentu Rea , memang siapa lagi yang akan mengatakannya selain aku "
" Maksudku apa kita tidak perlu mengatakan itu bersama "
" Tidak , biar ini menjadi urusanku sementara kau cukup mengurus apa saja yang kau butuhkan untuk hari itu "
" Ya baiklah kalau begitu aku percayakan urusan paman padamu "
" Tentu, lalu kapan kita akan mencoba gaun pernikahan kita nanti "
" Gema kau benar-benar terlihat tidak sabar "
" Hemmm.. sepertinya memang begitu , ntah kenapa tiba-tiba saja aku merasa begitu bersemangat untuk berada di altar pernikahan " katanya tertawa.
__ADS_1
" Ceh , padahal kau tahu hari itu kau sedang melakukan dosa besar "
" Dosa besar ? "
" Hemm.. apa kau lupa bahwa hari itu kita akan membuat janji di hadapan pendeta di dalam sebuah pernikahan kontrak " jelas Rea ikut tertawa sementara Gema terlihat sedikit terkejut , " apa itu tidak masalah ? " tanyanya begitu polos.
" Ntahlah , berdoa saja dan meminta ampun supaya Tuhan tidak menghukum kita nanti " kata Rea dengan terus tertawa , " itu tidak lucu Rea " tukas Gema , membuat Rea semakin tertawa begitu keras.
" Masuklah "
" Ya "
" Setelah ini apa yang akan kau lakukan ? " tanya Gema sebelum kembali ingin pergi.
Rea mengangkat kedua bahunya , " ntahlah , mungkin aku akan melanjutkan pekerjaanku , emm atau mungkin aku akan pergi kerumah Devita untuk menjelaskan semuanya "
" Ada apa ? "
" Tidak , tidak apa-apa " balas Gema sambil menggelengkan kepalanya , " apa kau ingin kita pergi bersama ke rumah Devita "
" Emm.. tidak tidak Devita biar menjadi urusanku sementara kau selesaikan urusannya bersama paman , ini terlihat adil bukan "
" Baiklah .. " kata Gema sedikit ragu dan Rea menyadari itu.
" Apa lagi ? "
Rea terdiam sesaat , " tidak Gema jangan repot-repot seperti itu "
" Bukan repot-repot tapi aku sedang berusaha menjadi suami yang baik untukmu nanti "
" Kau terlalu berlebihan Gema , kau sungguh tidak perlu sampai melakukan hal seperti itu "
" Terserah padamu tapi aku akan melakukannya jadi kau harus menelponku jika nanti kau sudah ingin pulang dari rumah Devita " ucapnya tanpa ingin kembali ada bantahan , " aku pergi dulu " pamitnya lagi lalu benar-benar membawa mobilnya pergi meninggalkan perkarangan rumah Rea.
" Kenapa dia menjadi berlagak seperti calon suami sungguhan " gumam Rea yang masih terdiam di hadapan pintu lalu kembali ke dalam rumah setelah menyadari tidak ada lagi alasan untuk dia berada disana.
~
Rea menyadari saat mata Rose terus melihat padanya , ia tahu pasti ada sesuatu yang wanita paruh baya itu ingin tanyakan tapi ia menahannya karena takut hal itu begitu lancang , " ada apa Rose ? " tanyanya dengan sedikit tersenyum.
" Tidak Nona.. " jawab Rose gugup dan dengan cepat mengalihkan pandangannya dari perempuan itu.
" Aku akan menikah dengan Gema " ucap Rea tiba-tiba dan itu berhasil membuat bola mata Rose nyaris keluar dari tempatnya , " kau pasti penasaran dengan hal itu kan Rose " tandas Rea dengan kembali tersenyum.
" Apa ini benar Nona ? " tanya Rose tidak percaya.
" Hemm.. aku tidak mungkin berbohong padamu Rose " balasnya begitu lembut , " duduklah " pintanya kemudian , dan Rose langsung menurut dengan duduk di sisi sofa yang sama dengannya , " minggu depan pernikahan itu akan terjadi " lanjutnya lagi.
__ADS_1
" Nona aku masih terkejut dengan adanya kabar rencana pernikahan ini dan ada kembali menambahkannya dengan berita itu lagi " protes Rose membuat Rea kembali tertawa , " maafkan aku tapi sungguh pernikahan itu akan terjadi minggu depan "
" Maaf aku begitu lancang bertanya tentang ini , tapi nona... "
" Kenapa pernikahan ini begitu cepat , itu kan pertanyaanmu " potong Rea dan Rose mengangguk pelan.
" Tidak kenapa-kenapa Rose , kami hanya ingin pernikahan ini cepat terjadi dan tidak ada alasan untuk menundanya lagi " kata Rea menjelaskan.
" Ya anda benar , tapi ini sungguh mengejutkan aku nona "
" Aku sendiri pun masih tidak percaya Rose " balas Rea tersenyum.
" Lalu apa yang harus aku lakukan untuk persiapan pernikahan anda nanti nona "
" Tidak , kau tidak perlu melakukan apapun , kau hanya perlu menyiapkan pakaian yang bagus untuk kau gunakan pada hari itu "
" Ceh , anda bercanda nona tentu hari itu akan tetap menggunakan pakaian ini " kata Rose sambil melihat kembali pada seragam kerja yang ia gunakan sebagai kepala pelayan di rumah itu , " tidak Rose , aku tidak ingin hari itu kau menggunakan pakaian ini ,kau bukan datang sebagai pelayanku tapi kau datang sebagai kerabat dekatku" kata Rea tersenyum teduh.
" Tapi Nona .. "
" Tidak ada tapi-tapian Rose , ini perintah apa kau ingin menentangnya hemm "
" Tidak nona " jawab Rose menunduk.
" Kalau begitu dari mulai besok carilah baju yang bagus untuk hari itu , aku akan mengirimkan uang untuk membelinya ke rekeningmu "
" Itu tidak perlu nona , aku bisa mem... "
" Rose.... Apa kau masih ingin menentang keinginanku .. "
" Tidak Nona " jawab Rose cepat.
" Kalau begitu menurutlah "
" Baik Nona "
" Nona... " panggil Rose pelan.
" Hemm.. "
" Apa aku boleh memeluk anda ? " pinta Rose dengan begitu hati-hati , sementara Rea kembali terdiam sesaat , " sejak kapan aku pernah menolak pelukanmu ,kemarilah " kata Rea kembali tersenyum dan Rose segera mendekap tubuhnya dengan begitu erat , " aku sungguh bahagia mendengar kabar ini nona " kata Rose dengan begitu tulus.
" Selama ini aku begitu menanti hari ini dan aku sangat senang saat mengetahui bahwa lelaki itu adalah Tuan Gema " lanjutnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Semoga pernikahanmu nanti di limpahkan kebahagian Nona , sungguh hanya itu yang selalu aku harapkan " kata Rose yang kini sudah menangis karena begitu terharu.
" Terimakasih Rose , aku tahu kalau kau sangat menyayangiku " ucap Rea tersenyum dengan tangan yang mengusap lembut punggung Rose yang masih memeluk erat tubuhnya , ntah kenapa kini perasaannya tiba-tiba menjadi gundah seiring doa yang di lontarkan oleh kepala pelayan di rumahnya itu dan rasanya doa itu begitu tulus untuk sebuah pernikahan yang nanti akan di akhiri.
__ADS_1