KITA Hanya MENIKAH

KITA Hanya MENIKAH
Bahagia ( Frans )


__ADS_3

Sesekali mata Gema melirik pada perempuan yang kini sedang duduk di sampingnya di dalam mobil ,


suasana menghening tidak ada yang berani memulai berbicara begitu pun dengan Rea yang terus melihat keluar jendela mobil.


" emmm Gema.. "


" Rea "


Seru mereka bersamaan lalu tertawa setelah itu , " kau duluan " ucap Rea.


" Tidak , kau saja lebih dulu "


" Emm.. tidak aku bukan ingin mengatakan sesuatu hal yang penting "


" Lalu ? "


" Tidak ada , sungguh " sahutnya tersenyum malu dan segera ia menyembunyikan wajahnya itu dengan kembali melihat keluar jendela.


" Rea... " panggil Gema kembali.


" Emm... "


" Ibuku ingin bertemu denganmu " jelasnya , dan mata Rea membesar seketika dengan raut wajah yang sedikit terkejut , ia masih terdiam tanpa bisa kembali berkata-kata.


" Rea.. " ulang Gema pelan.


" emmm ya "


" Kenapa kau diam ? , aku bilang kalau ibuku ingin bertemu denganmu "


" emmm.. ya "


" Emm ya apa ? ,dari tadi kau terus menjawab seperti itu " pungkas Gema yang sedikit meninggikan nada bicaranya namun dengan bibir yang tersenyum.


Rea menghela pelan nafasnya lalu kemudian sedikit memberanikan diri untuk melihat pada wajah lelaki di sampingnya , " emmm.. ada apa ibumu ingin bertemu denganku ? " tanya pelan dan begitu hati-hati.


" Ntahlah , dia hanya mengatakan ingin berbicara dengan calon menantunya " jelas Gema begitu santai , mendengar kalimat itu perasaan Rea menjadi sedikit panik , " calon menantu ? " ulangnya dengan tenggorokan yang sedikit tercekat.


" Hemmm... aku sudah mengatakan semua rencana kita padanya "


" Kau jangan bercanda Gema "


" Kalau begitu aku akan menelpon ibuku sekarang " kata Gema sambil mengambil benda pipih miliknya yang masih berada di dalam hoody yang ia gunakan.


Mata Rea terus mengikuti gerak lelaki di hadapannya dan matanya semakin membesar tak kalah layar hape Gema telah memperlihatkan panggilan pada kontak nama yang bertulis IBU , " apa yang ingin kau lakukan ? " tanyanya cepat.


" Menelpon ibuku , bukankah kau tidak percaya kalau ibuku ingin bertemu denganmu "


" Bukan, bukan tidak percaya... emm.."


" Hentikan panggilannya " pintanya panik


" Kenapa di hentikan ? "


" Karena aku sudah percaya , jadi tidak perlu lagi menelpon ibumu " katanya mencari alasan dari kepanikannya saat ini.

__ADS_1


" Hallo Nak " jawab dari telepon yang berada di tangan Gema , " maaf Rea " ucapnya sedikit tersenyum , sedangkan perempuan di sisinya sudah terdiam dengan memejamkan sesaat matanya.


" Hallo Mam "


" Ya nak , ada apa ? " tanya Elba yang terdengar sedikit khawatir , " kau dimana ? " tanyanya lagi.


" Aku masih di perjalanan Mam "


" Lalu kenapa kau menelpon , lajukan mobilmu dengan hati-hati " seru Gema memarahi putranya.


" Aku menelpon karena calon menantumu tidak percaya kalau kau ingin bertemu dengannya Mam " kata Gema sambil melirik dengan tersenyum pada Rea yang kini kembali membesarkan bola matanya , " apa kau sedang bersama Rea ? "


" Hemm.. "


" kalau begitu berikan handphonemu padanya " pinta Elba dan dengan santai Gema mengarahkan benda pipih miliknya ke hadapan Rea.


" Ini.. " ujarnya meminta perempuan itu mengambil handphonenya dari tangannya.


Rea kembali menarik nafasnya dengan sedikit menelan ludah saat handphone Gema telah berada di tangannya , " nak Rea apa kau disana ? "


" Emm.. ya , maksudku ya bibi aku sedang bersama Gema saat ini " sahutnya begitu gugup bahkan tak terasa tubuhnya sudah sedikit bergetar , "yang di katakan Gema itu benar , bibi sungguh ingin bertemu denganmu " kata Elba.


" Ini begitu cepat jadi banyak yang harus kita persiapkan bukan ? " sambungnya dengan sedikit tertawa.


" emmm ya ... "


" Hari ini kau pasti sudah begitu lelah untuk kembali bertemu dengan orang lain, jadi besok pagi bibi menunggu teleponmu jam berapa kita bisa bertemu " kata Elba sementara Rea masih terdiam dan nampak linglung dengan percakapannya saat ini.


" Apa kau sungguh lelah hari ini ? " ucap Gema menimpali dan tanpa sadar Rea menggelengkan kepalanya " aku yakin besok kau akan sangat sibuk dengan pekerjaanmu , apa sebaiknya kau bertemu dengan ibuku sekarang ? " tanyanya lagi.


" Mam , apa kau sudah ingin istirahat ? "


" Mami masih menunggu ayahmu pulang , ada apa ? "


" Rea pasti sangat sibuk besok , apa bisa jika bertemu dengannya sekarang saja " ujarnya mengambil keputusan , " tentu tidak masalah , aku akan menunggu disini "


" Emm.. baiklah , kami menuju kesana sekarang "


" Ya , berhati-hatilah dan lajukan mobilmu dengan benar "


" Tentu Mam aku sedang membawa calon istriku , mana mungkin aku tidak berhati-hati " katanya tertawa sambil melirik pada perempuan di sampingnnya.


" Ceh " decih Elba dari seberang telepon.


" Baiklah sampai bertemu disini "ucap Elba lalu menutup panggilannya.


" Kita ke rumahku sekarang " kata Gema setelah meletakan kembali handphonenya ke dalam saku hoodynya , " ya aku tahu dan kau sudah memutuskan itu sendiri " sahut Rea yang terdengar seperti sedang kesal.


" Astaga maafkan aku tapi tidak apa-apa jika kau tidak mau , aku bisa kembali menelpon ibuku dan dia akan mengerti " kata Gema yang sedikit menyesal dengan keputusannya tanpa membicarakan terlebih dahulu pada Rea , " kenapa kau menjadi begitu panik Gema " serunya tertawa.


" Lanjutkan saja lajunya menuju rumahmu " sambungnya.


" Apa kau yakin ? "


" Tentu , ini moment pertama aku bertemu seseorang yang akan menjadi calon mertuaku jadi aku tidak boleh membuatnya kecewa "

__ADS_1


" Jangan memaksa kalau memang sebenarnya tidak bisa Rea "


" Kau benar-benar seseorang yang begitu sok tahu Gema , jalankan saja mobilnya menuju rumahmu... " katanya sedikit marah , namun bibirnya segera melengkung saat melihat lelaki di sampingnya telah terdiam tanpa kembali bertanya.


~


Elba tersenyum saat mendengar suara mesin mobil yang berhenti di depan pintu utama rumahnya , " siapkan teh hangat " pintanya pada salah satu pelayan lalu kemudian bergerak menuju asal suara.


" Sayang... " ujarnya sedikit kecewa saat mengetahui yang datang bukanlah seseorang yang ia harapkan.


" Ya sayang.. " balas Frans dengan dahi yang sedikit berkerut saat melihat raut wajah istrinya saat ini , " kau terlihat kecewa " sambungnya mendekat.


" hemm.. aku kira yang datang Rea " jelas Elba , mendengar itu sontak saja mata Frans membesar ," Rea.. " katanya mengulang dan Elba mengangguk.


" Aku sedang menunggunya " lanjutnya.


" Sayang ini sudah hampir larut , mana mungkin dia akan datang kemari"


" Dia sudah di dalam perjalanan bersama Gema " seru Elba sambil terus melihat ke arah luar rumah , sementara Frans kini tengah terdiam sesaat karena sedikit tak mengerti dengan keadaan , " kenapa Rea datang kemari di jam seperti ini ? " tanyanya bercampur khawatir.


" Waktu sudah sangat singkat jadi secepatnya kami harus bertemu dengannya "


" Waktu ? , waktu apa yang singkat ? " kata Frans kembali bertanya bahkan kali ini ia semakin tak mengerti dengan apa yang tengah di katakan oleh istrinya , " ya waktu pernikahan mereka lah sayang " jawab Elba sedikit kesal.


Mata Frans membesar seketika , " apa maksudmu , siapa yang akan menikah dengan begitu cepat ? " tanyanya panik.


" Apa mereka belum memberitahumu ? " tanya balik Elba dan Frans masih terdiam kebingungan , " tadi Gema mengatakan padaku kalau ia dan Rea ingin mereka menikah minggu depan " lanjutnya menjelaskan.


" Sa.. saaayaang jangan bercanda " kata Frans dengan terbata-bata.


" Buat apa aku bercanda hal seperti ini dan Gema juga sepertinya tidak bercanda " kata Elba serius , " oleh sebab itu dia kemari malam ini karena aku harus bertemu dengannya untuk membicarakan seperti apa pernikahan yang mereka inginkan nanti "


" Jadi ini sungguh serius ? " tanya Frans yang masih belum percaya.


" Itu mereka datang , sebaiknya kau tanyakan sendiru kebenaran itu pada mereka " seru Elba sambil menunjuk pada mobil yang baru saja tiba di hadapan rumahnya.


Frans segera memutar tubuhnya menghadap keluar rumahnya untuk melihat bahwa yang datang benar Rea


" Paman.. " panggil Rea pelan dan terdengar sedikit gugup.


Tanpa menjawab sapaannya dengan setengah berlari Frans bergerak menuju Rea lalu tanpa pamit memeluk tubuh perempuan itu dengan begitu erat , " apa kabar yang baru aku dengar ini sungguhan nak ? , kau benar akan menikah dengan Gema pekan depan ? " tanyanya beruntun.


Rea yang masih terkejut di dalam pelukan Frans hanya bisa mengangguk pelan sambil melihat ke arah Gema ,


" sayang lepaskan pelukanmu, kau membuat Rea sulit bernafas " seru Elba yang ikut mendekat.


Mendengar itu Frans dengan cepat mengeluarkan Rea dari dalam pelukannya , " maafkan paman " ucapnya namun tangannya tetap berpegang pada pundak Rea.


" Katakan dengan benar , apa kalian sungguh ingin menikah pekan depan ? " ulangnya lagi dan dengan begitu serius.


Rea yang semula sudah gugup menjadi semakin gugup dengan pertanyaan Frans saat ini ,


sambil mengangguk pelan ia melirik pada Gema yang kini melihatnya dengan tersenyum , " iiiiyaa paman , aku dan Gema memutuskan untuk menikah pekan depan " katanya dengan sedikit bergetar.


Mendengar itu bibir Frans tersenyum lebar dan kembali memeluk erat tubuh Rea , " aku benar-benar bahagia malam ini bahkan sangat bahagia " ucapnya begitu bersemangat bahkan tanpa sadar air matanya ikut menetes , " tidak ada yang lebih bahagia dari kabar ini " tambahnya lagi lalu melepas pelukannya bersama Rea dan berpindah pada putranya , " Terimakasih kau benar-benar telah membuat ayahmu sangat bahagia " ucapnya pada Gema dengan memeluk begitu erat.

__ADS_1


Sementara Gema kini telah terdiam dengan perasaan yang bercampur aduk di dalam benaknya , " aku juga sangat bahagia jika telah berhasil membuat ayah bahagia " ucapnya terharu dengan mata yang saling berpandangan pada Rea.


__ADS_2