
Kris baru saja keluar dari dalam bus yang ia tumpangi. Dan pada saat itu juga tiba-tiba hujan turun.
Ia berlari mencari tempat untuk berteduh dan berhenti di sebuah tokoh yang memiliki atap depan yang luas untuk ia melindungi dirinya dari hujan.
Kris mengibas pakaian yang sedikit basah karena air hujan.
Ia menatap ke arah langit yang gelap dan benar tidak ada satu pun bintang terlihat disana dan itu berarti langit benar-benar sedang mendung dan hujan belum akan berakhir.
Kris mulai gelisah memikirkan gadis kecil yang ia tinggalkan di rumah bersama ayahnya, " semoga dia sudah tertidur " gumamnya lemah. Namun, tidak berhenti cemas.
Hujan semakin deras. Bahkan kini di ikuti angin kencang yang memuat tubuh lelah Kris sedikit menggigil, " Nona masuklah ke dalam " ucap seseorang tiba-tiba padanya.
Kris mendongak, dan menemukan wanita dengan usia lebih matang darinya kini berada di pintu tokoh, " masuklah nona. Kau akan kedinginan jika terus berada disini " ucap wanita itu.
" Apa tidak apa-apa ? "tanya Kris ragu.
" Tentu. Aku yang memintamu untuk masuk "
" Tapi bajuku sedikit basah "
" Tidak apa-apa nona masuklah " ucap wanita itu lagi.
Perlahan Kris mulai bergerak masuk ke dalam tokoh. Ia tentu tidak akan menolak penawaran itu karena memang tubuhnya mulai terasa menggigil.
" Duduklah Nona. Tapi maaf aku tidak mempunyai baju ganti untukmu " kata wanita penjaga tokoh sambil menunjuk pada kursi bundar yang berada tidak jauh dari Kris, " tidak. kau sudah mempersilahkan aku untuk masuk saja. Aku sudah sangat bersyukur " balasnya tersenyum.
" Nevada " kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya pada Kris.
" Kristeen. atau kau cukup memanggilku Kris saja " balasnya dengan kembali tersenyum.
" Ya. Kau juga cukup memanggilku, Neva saja " balas Nevada terkekeh.
" Aku punya hairdryer jika kau ingin mengeringkan rambutmu Kris ".
" Benarkah ?, tapi emm percuma saja aku mengeringkan rambutku kalau sampai di rumah nanti aku harus kembali mencuci rambutku ".
" Aku punya handuk jika kau ingin mandi disini Kris " seru Nevada.
" Kau sangat baik sekali. Tapi maaf aku harus menolaknya. sepertinya jika sebentar lagi hujan belum juga reda. Terpaksa aku harus menerobos pulang ".
" Kau yakin. Hujan sangat deras Kris "
" Aku meninggalkan bayiku dan Sekarang dia pasti sedang mencariku " balas Kris yang kini terlihat sendu sambil menatap keluar tokoh.
Mata Nevada membesar sesaat, " Kau punya bayi Kris ? " tanyanya dan terlihat ia tidak percaya dengan hal itu.
Kris mengangguk, " bayiku sudah berumur tiga tahun " jelasnya dengan tersenyum.
" Kau tidak sedang bercanda bukan ? "
Mendengar itu Kris langsung saja terkekeh, " untuk apa aku bercanda hal seperti itu Nevada " serunya.
" Tapi aku tidak percaya. Mana mungkin dengan tubuh seperti ini kau sudah melahirkan seorang bayi " cercah Nevada.
Kris melihat kembali ke arah tubuhnya, menatap pada perutnya yang rata dan buah dada yang memang masih berbentuk sangat indah di tempatnya. Tidak sedikit orang yang memuji tubuh indahnya. Di tambah dengan bokong yang terlihat begitu sengkal.
__ADS_1
Tidak terlihat sedikit pun kalau tubuh indah itu sudah melahirkan seorang bayi perempuan.
" Kau terlalu memuji Nevada "
" Tidak Kris. Bahkan aku kira kau masih mahasiswi " ujar Nevada dan Kris hanya terkekeh tidak percaya, " Bahkan aku tidak tahu seperti apa rasanya menjadi mahasiswi " gumamnya membatin. Dengan helaan nafas kecil.
Kris sedikit tersentak saat melihat isi di dalam tokoh. Selama tadi ia benar-benar tidak menyadari apa yang di jual di dalam tokoh itu, " boleh aku melihat-lihat Nev ? " tanyanya dengan bibir tersenyum.
" Tentu. Memang itu tujuanku menyuruhmu masuk " sahut Nevada tertawa.
Kris tersentak oleh ungkapan teman barunya itu.
" Aku hanya bercanda Kris " seru Nevada kembali.
Mata Kris berbinar melihat berbagai macam produk kecantikan di dalam tokoh. Jiwanya sebagai perempuan tentu senang melihat hal demikian. Satu persatu barang ia lihat dan bibirnya tersenyum, membayangkan dirinya sendiri yang menggunakannya membuat hatinya menghangat karena senang. Namun, kemudian senyumnya memudar dan meletakkan kembali sebuah kotak dengan eyeshadow di dalamnya.
" Dasar bodoh. Untuk makan saja kau sulit Kris " gumamnya tertawa hambar. Lalu menarik begitu dalam nafasnya, " yang terpenting putri kecilku tidak kelaparan " gumamnya kembali tersenyum. Namun, jelas itu bukan senyuman hangat melainkan senyum kepasrahan.
Dirinya kembali tersentak. Saat menemukan dirinya dalam bayangan sebuah cermin besar yang berada tidak jauh darinya.
Ia terdiam menatap dirinya sendiri.
Nevada benar tubuhnya memang masih sangat indah. Tidak ada yang salah jika orang lain tidak percaya jika dia sudah melahirkan seorang anak.
Perlahan dirinya mulai mendekat ke arah cermin. Bahkan sangat dekat, sampai ia bisa melihat dari cermin bulu halus di tangannya berdiri karena kedinginan.
Di tatapnya dengan lamat wajah halusnya yang tidak terawat. Rambut hitam yang bergelombang indah yang sudah sedikit basah oleh air hujan. Dan bibir yang kering.
Kemudian ia kembali tersenyum, " pantas saja pria itu memintaku membeli pemerah bibir " gumamnya karena menatap dirinya begitu pucat.
Kris perempuan yang cantik. Bahkan sangat cantik. Memiliki mata bulat coklat yang indah. Hidung mancung dengan poros yang cocok dengan bentuk wajahnya yang oval, Serta bentuk bibir mungil dengan warna merah muda. Dan seperti ini lah wajah putri kecilnya saat dewasa nanti.
Matanya kini berkaca-kaca setelah menatap dirinya sendiri. Menikah dengan lelaki yang ia cintai justru membuat dia menyia-nyia kan dirinya sendiri. Menyia-nyia kan kecantikan yang ia miliki. Padahal ada begitu banyak pria kaya raya yang menginginkannya dan memintanya untuk menjadi istri dan menjanjikan kehidupan yang mewah. Namun semua ia tinggalkan demi memilih lelaki yang ia cintai. Yang membuat hatinya selalu merasa nyaman. Namun, sekarang hal itu adalah sesuatu hal yang paling ia sesali.
Cinta benar-benar membutakan segalanya. ia tidak berpikir jika rasa itu akan menghilang dalam sekejap saat semua khayalannya yang indah justru berbanding terbalik.
Dulu ia berpikir jika saling mencintai semua akan menjadi mudah. Mereka hanya perlu sama-sama berjuang. Tapi kenyataannya saat ini tubuh mungilnya lah yang harus berjuang sendiri untuk hidupnya, serta lelaki yang pernah setengah mati ia cintai. Dan putri kecil mereka.
Bukan tidak sering ia ingin menyerah dengan jalan hidupnya. Tapi saat pikiran itu hadir, bayangan wajah gadis kecil dengan mata coklat yang sama dengan yang ia miliki, akan ikut hadir dalam pikirannya. Dan membuatnya tersadar bahwa ia harus bertahan untuk gadis kecil itu. Hanya demi gadis kecil itu.
" Kris " panggil seseorang dan itu berhasil membuyarkan lamunannya.
" Kenapa kau menatap dirimu sendiri dengan seperti itu " seru Nevada terheran.
Kris cepat mengibas air mata yang tiba-tiba terjatuh di pipinya. menarik nafas lalu kembali tersenyum, " ntah lah. aku sendiri tidak tahu apa yang sedang aku pikirkan " katanya tersenyum hambar pada Nevada.
Sesaat matanya menemukan sesuatu yang membuatnya teringat kejadian di dalam kafe. Dan ia mendekat pada tumpukan pemerah bibir yang tersusun dengan rapi di dalam sebuah rak, " Nev.. " panggilnya pelan.
" Ya Kris " balas Nevada, seraya berjalan mendekat ke arahnya.
" Tolong pilihkan aku. Warna apa yang cocok untuk bibirku " pintanya dan tentunya Nevada tidak akan menolak.
Wanita itu mengambil lipstik berwarna merah lembut, " kau cukup sedikit mengoleskannya di bibirmu " katanya sambil memberikan pilihannya pada Kris.
" Aku yakin bibir mungilmu akan semakin terlihat indah dengan warna ini Kris " sambungnya.
__ADS_1
" Baiklah aku beli yang itu "
" Kau setuju dengan pilihanku ? " seru Nevada tak percaya dan Kris mengangguk, " aku yakin kau tidak akan menjebak ku ".
" Tentu " balas Nevada begitu girang, " lalu apa lagi yang kau inginkan Nona ? "
" Ceh. Kau menjadi semakin baik karena aku membeli jualanmu ".
Nevada terkekeh, " Aku memang harus baik pada pelangganku Kris " balasnya.
" Apalagi yang kau inginkan. Aku sungguh tidak akan menolak jika kau meminta aku memilihkannya lagi "
" Cukup itu saja Nev " ucap Kris.
" Baiklah " kata Nevada yang kemudian berjalan menuju meja kasir.
" Tiga puluh dolar. Kris " serunya.
Kris mengeluarkan lembaran uang lima puluh dolar yang tadi di berikan oleh pengunjung kafe dan memberikannya pada Nevada, " ambil saja sisanya untukmu Nev " katanya tersenyum.
Nevada terhenyak, " kau yakin ? "
" Tentu. Ambillah " sahutnya.
" Kau begitu baik Kris ".
" Kau juga sangat baik karena telah mengijinkan aku berteduh di dalam tokohmu " balas Kris tertawa.
" Jadi kau memberi ini untuk itu ? " seru Nevada dengan mata yang sedikit membesar.
" Tidak Nev. aku hanya bercanda ".
Kris memasukan lipstik yang baru ia beli ke dalam tasnya. Lalu melihat keluar dan menemukan hujan belum juga reda.
Ia menarik nafasnya dengan begitu dalam sambil merubah posisi tas yang tadi ia sadang di bahu sebelah kirinya, kini ia peluk benda itu dadanya, " Dev aku pergi dulu. Terimakasih tumpangannya " pamitnya pada Nevada.
Mata wanita itu membesar, " kau yakin Kris. Hujannya masih begitu deras ".
" Aku harus pulang Nev. Putri kecilku pasti sudah menangis karena aku belum juga kembali " balasnya dengan mata yang menatap cemas.
" Tunggu sebentar " ucap Nevada. Lalu kembali dengan membawa jaket di tangannya.
" Pakai ini Kris " katanya sambil memasangkan benda itu di tubuh dingin Kris.
" Jaketmu akan basah "
" Tidak apa-apa. Asal kau tidak terlalu kedinginan "
Hati Kris menghangat oleh perlakuan baik dari teman yang baru ia temui beberapa menit yang lalu, " Terimakasih Nev" ucapnya penuh emosi. Bahkan matanya mulai sedikit berkaca-kaca.
" Kembalikan jaketnya kapan saja " potong Nevada ketika Kris ingin kembali bicara.
" Ceh. Kau seperti peramal " seru Kris tertawa. Lalu membenarkan jaket Nevada yang sudah terpasang di tubuhnya, " Jika jaketmu denganku. Lalu bagaimana denganmu nanti Nev ? "
" Jangan pikirkan aku. Sekarang pulanglah. Putri kecilmu pasti sudah menunggu " sahut Nevada dengan begitu lembut.
__ADS_1
Kris terkesiap dan tersadar, " Terimakasih Nev. " pamitnya, lalu berjalan menuju pintu dengan tergesa-gesa, " Bye Nev. Sampai jumpa " serunya sambil berlari menerjang hujan yang semakin deras.
" Kau benar-benar ibu yang hebat Kris " gumam Nevada tersenyum hangat sambil melambaikan tangannya pada Kris yang kini hampir menghilang di dalam kegelapan malam.