KITA Hanya MENIKAH

KITA Hanya MENIKAH
Makan Siang Teristimewah untuk Rea


__ADS_3

" Oh Tuhan anda benar-benar membuatku takut " cercah Maria dengan penuh kecemasan saat pintu kamar Rea akhirnya terbuka bersama pemiliknya , " ada apa ? " tanya perempuan itu dengan satu tangan yang menutupi mulutnya yang sedang menguap , " aku sudah mengetuk pintu dan menelepon ke kamar anda sejak jam sembilan pagi tadi , hampir saja aku meminta pihak hotel untuk membuka kamar anda "jelas Maria sambil bergerak masuk ke dalam kamar tidur Nona besarnya itu lalu membuka gorden-gorden besar yang menjadi penghalang sinar matahari masuk.


" Memang jam berapa sekarang ? " tanyanya begitu santai sambil kembali bergerak menuju tempat tidurnya , " ini sudah jam dua belas siang nona ".


" Kau serius ? " ujar Rea begitu terkejut dan membatalkan tubuhnya untuk kembali terbaring , " ya itu sebabnya aku mengira kalau anda telah pingsan ".


Rea bergerak cepat menggapai benda pipih miliknya yang masih tergeletak di atas nakas , " oh astaga , bagaimana bisa aku tertidur begitu lama " ujarnya tak percaya saat melihat angka jam yang berada di layar benda itu.


" Apa anda tidur begitu larut ? "


" emm ya , aku baru kembali ke kamarku hampir jam tiga pagi "


" Kembali ke kamar ? , oh astaga jangan bilang anda pergi ke taman tanpa aku ".


" Ya begitulah " jawabnya enteng.


" Nona ! "


" Maria kau lihat aku baik-baik saja bukan " jelasnya pada Maria yang sedang protes dengan perbuatannya tadi malam dan ia juga mengerti perempuan itu begitu khawatir padanya , " aku tidak tahu harus melalukan apa saat aku terbangun tengah malam tadi dan aku yakin kau sudah tertidur ".


" Bukankah aku sudah mengatakan bangunkan saja aku jika anda ingin pergi kesana ".


" Kau pasti lelah Maria , sudahlah aku baik-baik saja dan lagi pula aku tidak sendiri tadi malam "


" Tidak sendiri ? " ulang Maria dan Rea mengangguk sambil berjalan ke arah kamar mandi dengan semburat senyum di wajahnya, " apa anda bersama pelayan ? "


" Bukan "


" Lalu ? " tanya Maria begitu penasaran di tambah dengan wajah Rea yang terlihat begitu semuringah siang ini , " lalu sekarang siapkan makan siang untukku " balas Rea tertawa lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi , " atau kita keluar untuk makan siang sebentar sebelum aku bersiap untuk pesta nanti sore ". tambahnya dengan berbicara dari dalam kamar mandi


" Baiklah nona , tapi tunggu anda belum mengatakan siapa bersama anda tadi malam "


" Rahasia " balas Rea dengan tawa yang bergema oleh pantulan dinding kamar mandi.


" Nona jangan membuatku penasaran "

__ADS_1


" Itu urusanmu Maria " balasnya tidak peduli dan Maria memilih mengakhiri keinginan tahuannya sekarang sebab cepat atau lambat ia akan tahu bersama siapa nona besarnya itu tadi malam.


Tok tok tok


Maria tersentak oleh ketukan pintu lalu berjalan kearah suara untuk melihat siapa yang sedang berada di luar sana , " ya " balasnya sambil membuka pintu.


" Oh maaf , apa Rea masih tidur ? " tanya seseorang yang berada dari balik pintu , bibir Maria langsung melengkung tanpa bisa tertahan , " ternyata tebakanku benar " gumamnya tanpa sadar membuat laki-laki yang masih berdiri di hadapannya sedikit mengerutkan dahi , " oh maaf tuan , nona Rea sedang mandi " jelasnya kemudian.


Gema mengangguk pelan , " apa dia sudah makan siang ? " tanyanya begitu hati-hati " belum " jawab cepat Maria dan menahan senyum saat melihat di tangan laki-laki itu kini sedang memegang satu kantong yang mungkin isinya adalah makanan untuk Nona Besarnya , " berikan ini padanya , aku tahu dia pasti belum makan siang " kata Gema sambil memberikan kantong yang berada di tangannya.


" Terimakasih tuan , kami memang sedang berencana untuk keluar makan siang tapi sepertinya itu akan di batalkan "


" Benarkah ? tapi maaf aku tidak membeli begitu banyak , aku tidak terpikir kalau kau juga bersama Rea ".


" Oh tidak-tidak jangan khawatirkan itu tuan , yang terpenting nona Rea karena dia memang sudah begitu lapar , aku hanya perlu tinggal memesan makanan pada pihak hotel ".


" Dia pasti begitu senang dengan makanan anda " tambahnya lagi.


" Tapi itu tidak lebih enak dari makanan hotel "


" Sama denganku " ucap Gema tanpa sadar.


" Apa tuan ? "


" Tidak tidak , baiklah katakan padanya sampai bertemu nanti sore ".


" Baik tuan " balas Maria dan Gema kemudian beranjak dari hadapan pintu itu , " Nona Rea pasti menyukai makanan dari anda " tambahnya sedikit berteriak membuat Gema menoleh dan tersenyum singkat lalu kembali berlalu menuju pintu kamarnya, " ternyata dia berada di sebelah " kata Maria tersenyum saat telah mengetahui bahwa penghuni sebelah kiri kamar Rea adalah Gema.


" Ada apa ? " tanya tiba-tiba dari dalam kamar yang kedua kalinya berhasil membuat Maria tersentak , " hanya makanan untuk anda " jawabnya santai sambil menutup kembali pintu dan berjalan masuk ke dalam kamar.


" Makanan ? " ulang Rea dengan dahi sedikit berkerut , " bukankah aku sudah bilang kalau kita akan makan di luar " tambahnya sambil membuka handuk yang tadi terlilit di kepalanya , " ya tapi sepertinya rencana itu harus di batalkan mengingat sudah ada makanan untuk anda disini" .


" Aku tidak mau , aku ingin makan siang di luar dan berikan saja makanan itu pada pelayan hotel "


" Sungguh ? " tanya Maria meyakinkan dengan bibir yang ia lipat sejadi-jadinya supaya tidak tersenyum , " ya aku sudah mengatakan ingin makan siang di luar dan kenapa kau masih memesankan makanan untukku " cercah Rea sedikit kesal.

__ADS_1


" Aku tidak memesan makanan untuk anda nona " balasnya dan Rea terlihat tidak lagi peduli dengan terus bergerak untuk mengeringkan rambutnya.


" Jadi makanan ini sungguh akan di berikan pada pelayan ? "


" Ya "


" Ah sayang sekali padahal tuan Gema begitu bersemangat saat memberikannya tadi " ujarnya begitu sedih , namun dengan bibir yang masih terlipat untuk tidak tertawa , " kau mengatakan apa tadi Maria ? " tanya Rea yang kini telah menghentikan gerakannya lalu berjalan mendekat ke arah Maria yang masih berdiri dengan kantong makanan di tangannya , " tidak nona , hanya saja aku begitu kasihan pada tuan Gema jika tahu makanan yang ia berikan di berikan lagi pada pelayan " .


" Gema ? " ulang Rea terkejut dan mata yang sedikit membesar ,


Maria mengangguk karena jika ia membuka mulutnya ia pasti akan tertawa melihat wajah terkejut Rea saat ini , " maksudmu dia yang memberikan makanan ini ? " .


" Ya nona "


" Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi " cercahnya yang kini langsung mengambil alih kantong makanan itu dari tangan Maria , " anda sudah menolak sebelum aku mengatakannya ".


" Kau terlalu bertele-tele " balasnya sambil meletakan makan itu di atas meja lalu mengeluarkannya untuk segera ia santap meski itu hanya salad dan pasta dengan saos BBQ.


" Jadi makanan itu tidak jadi di berikan pada pelayan ? "


" Tentu tidak , mana mungkin aku setega itu dengan pemberian orang lain "


" Benarkah begitu ? , apa bukan karena itu pemberian tuan Gema ? " ujar Maria yang sengaja kini meninggikan suaranya , " ya karena itu juga ".


" Jadi karena makanan itu dari tuan Gema makanya anda tidak ingin lagi makan di luar ? " tanyanya lagi dengan volume suara yang lebih besar , " ya ya Maria apa sekarang kau puas ! " geram Rea yang belum menyadari maksud dari lontaran Maria padanya , " enak Nona ? "


" Tentu dan berhenti mengangguku Maria " balasnya sedikit kesal.


" Tuan Gema kata Nona Rea makanan dari anda enak " ujar Maria dan Rea akhirnya menyadari kenapa sejak tadi asistennya itu terus berbicara dengan volume yang besar , " Kau memang kurang ajar Maria , jadi sejak tadi kau sengaja berteriak biar Gema mendengarnya " .


" Tepat sekali " balas Maria tertawa dengan wajah Rea yang sudah bersemu merah karena malu ,


" Kau " teriak Rea begitu geram sementara Maria sudah berlari menuju pintu , " nikmati makan siang anda yang begitu berharga nona , satu jam lagi aku akan kembali " teriaknya lalu keluar dari dalam ruangan tidur itu dengan tertawa setelah berhasil mengerjai nona besarnya.


Sementara Rea masih terdiam di hadapan makanannya dengan wajah yang masih bersemu merah , " kau benar-benar asisten kurang ajar Maria " umpatnya lalu kembali menikmati makan siang yang terasa begitu istemewah untuknya hari ini.

__ADS_1


__ADS_2