Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 10


__ADS_3

Kiara mengemasi kotak bekal makan siang suaminya tadi setelah 15 menit mereka berdua meyelesaikan ritual makan siang nya.


Bukkk !


Tiba-tiba terdengar suara dari ruang baca yang menyatu dengan ruangan tersebut, hanya ada sekat lemari besar di ruangan itu.


Sylvi yang tadinya hendak meluruskan kaki nya di sela-sela barisan buku tanpa sengaja tangannya menyenggol buku akibatnya buku itu jatuh mengenai keningnya.


‘Awwwssshh’ ia sedikit meringis mengusap-usap keningnya. ‘Sial’ batinnya


Kiara yang mendengar itu menoleh ke sumber suara


“Suara apa itu mas? Kayaknya dari ruang baca mu deh” ucap Kiara yang hendak berdiri memastikan suara tersebut


“Mau kemana sayang? Udah jangan dipikirin paling juga buku jatuh,udah biasa kok” ucapnya pada Kiara


“Kok bisa ya,padahal kan nggak ada angin sama sekali mas” Kiara masih penasaran


“Udah biarin aja sih,biasa lah office boy paling yang naruh buku miring makanya jatuh” sanggah Ryan dengan kesal, pasalnya Kiara susah sekali ia yakinkan.


Ya iyalah mana ada buku berjejer rapi tiba-tiba bisa jatuh sendiri, dasar Ryan si penipu ulung.


“Ada apa sih? Kenapa gugup gitu mukanya, aku kan cuma memastikan mas” ujar Kiara santai.


“Enggak kok aku nggak gugup biasa aja. Udahlah yang nggak usah di perpanjang, perkara buku jatuh doang itu” ucap Ryan mengalihkan pembicaraan.


“Iya ya udah terserah kamu” ujar Kiara pasrah.


Kiara mau tak mau mengalah mendengar nada bicara suaminya yang kesal. Ia langsung pamit pulang pada Ryan setelah mengemasi barang bawaan nya. Biasanya ia akan menunggu sang suami sampai waktu pulang dan mereka pulang bareng, tapi Ryan sengaja menyuruhnya pulang dengan alasan kemungkinan ia pulang terlambat.


Halah,bilang aja kalo kamu lagi nyimpen bangkai Yan Ryan. Ckckck


Sepeninggal Kiara, Ryan memastikan di depan ruangannya tidak ada siapapun. Setelah dirasa aman, ia memanggil Sylvi yang masih setia bersembunyi di balik lemari buku itu.


“Baby” panggil nya mendekat ke arah Sylvi

__ADS_1


Sylvi yang mendengar panggilan dari Ryan pun akhirnya menyembulkan kepala dibalik lemari tersebut


“Kenapa beib? Udah aman?” Tanya nya memastikan


“Udah,buruan gih keluar keburu yang lain ngeliat” desak Ryan


Sylvi merengut sebal


“Iihhh bantuin dulu kek, pegel nih kaki aku daritadi lama banget,udah keningku benjol mana perutku juga laper lagi!” Gerutu nya


“Iya-iya maaf” Ryan pun mengulurkan tangannya membantu Sylvi berdiri


“Yaudah aku keluar dulu,bye” pamitnya pada Ryan


Ryan pun melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi, ia bergegas membersihkan diri dari sisa-sisa peluh percintaan tadi mengingat satu jam lagi ia akan mengadakan pertemuan dengan klien nya di hotel Santika bersama kedua bawahannya.


Begitu pun dengan Sylvia yang saat ini tengah mandi di dalam kamar mandi ruang kerja nya.


“Ck! Ini semua gara-gara perempuan sialan itu aku jadi mengorbankan tubuhku yang sudah lelah ini jadi tambah lelah” gerutu nya.


Setelah semuanya siap mereka bertiga berangkat menuju hotel Santika dengan Dio yang menjadi supir sementara Ryan dan Sylvia yang duduk dikursi penumpang.


“Beibb pijitin dong kaki aku, pegel banget nih gara-gara tadi” ucap Sylvi manja.


“Kamu nggak lihat aku lagi mengecek email, pijit sendiri kan bisa” ujar Ryan tanpa mengalihkan pandangannya.


“Iih kamu tuh ya, ini juga karena ulah kamu tau badanku jadi remuk redam semua rasanya” protes nya tak dihiraukan oleh Ryan.


“Yaudah nanti habis meeting kamu bisa pergi ke salon buat spa, gampang kan” ujar Ryan enteng.


“Ck! Tau ah!” Ucap wanita itu kesal.


Ia terus menempel pada Ryan,kepala nya ia sandarkan di dada bidang Ryan. Ryan pun hanya diam saja,sementara Dio yang sering melihat pemandangan tersebut rasanya ia sangat muakk.


Kiara yang sudah kembali dari tadi,kini ia tengah membersihkan diri di dalam kamar mandi. Menikmati aroma therapy yang ada di bathroom nya.

__ADS_1


Ia teringat dengan pesan kakaknya di telpon tadi pagi. Terlintas di benaknya,suaminya akhir-akhir ini mulai berubah, berbeda dari biasanya. Entahlah Kiara merasa ada sesuatu yang tak ia ketahui. Ia hanya berharap semoga semuanya baik-baik saja.


Selama kau masih bersikap wajar,aku akan selalu menaruh kepercayaanku padamu mas. Tapi jika kau sudah melewati batas, lihat apa yang akan aku lakukan ke kamu.


Kalau aku hancur,kamu pun harus ikut hancur. Batin Kiara lalu melanjutkan ritualnya


Dia bukanlah wanita polos nan bodoh, ia hanya pandai menyembunyikan perasaan nya. Kiara tidak mau ada pertengkaran yang menimbulkan gosip di luar sana sebab itu akan mencoreng nama baiknya.


Ya, Daniel selalu mengajarkan putra putri nya untuk menjaga sikapnya. Karena jejak perilaku sangat mempengaruhi image keluarganya mengingat mereka berasal dari keluarga konglomerat, setidaknya jaga nama baik orang tua mereka yang telah bersusah payah mendidik dan membesarkan nya.


Sementara di tempatnya, Keno saat ini tengah menyusun rencana agar lawan nya masuk ke dalam perangkapnya dengan mudah.


“Kita pasang saja cctv di kamar yang nantinya mungkin digunakan untuk dia check in Will. Suruh seseorang untuk mengintai gerak gerik nya setelah kita meeting nanti. Aku yakin pria itu pasti akan merayakan kemenangan nya bersama wanita simpanan nya itu” ucap Ryan panjang lebar.


Tapi bagaimana jika tidak Tuan?” Tanya Will.


“Buat dia tetap check in di hotel itu. Kalau perlu beri dia wine atau apapun itu sebagai tanda reward dari kita. Biar keduanya sama-sama mabuk” Ide yang cukup brilian Keno keluarkan dari otak cerdas nya itu.


“Tapi aku yakin tanpa kita paksa pun mereka pasti berniat bermalam di hotel” ucap Keno yakin.


“Baiklah, lalu bagaimana dengan Assisten nya jika mereka datang tiga orang Tuan, tidak mungkin dia hanya membawa wanita itu kan? Jujur saya meragukan kemampuan kerjanya menjadi sekretaris, banyak sekali issu yang mengatakan dia wanita penggoda demi melancarkan kerja sama dengan perusahaan manapun” jelas Will panjang lebar.


“Heh.. mudah saja Will. Kecoh saja keduanya aku yakin pasti pria itu tidak akan membiarkan Assisten nya mengikuti nya” senyum devil tercetak di bibir Keno.


“Baik, saya permisi mengurus sesuatu dulu Tuan” pamit Will.


“Jangan lupa cctv nya Will” titah Keno.


“Pasti Tuan, anda tidak perlu khawatir”


“Bagus” Keno menyunggingkan senyuman nya.


‘Kita lihat secerdas apa suami mu itu Kiara. Apakah dia sepadan dengan ku atau bahkan di bawahku..’ gumamnya dalam hati tersenyum devil.


Hai semua.. maaf jika terdapat beberapa typo.. author ucapkan terimakasih bagi yang sudah memberikan like dan dukungan..

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan vote ya🫰🏻


__ADS_2