
Weekend pun tiba, Keno beserta Kiara ingin menikmati quality time bersama putranya di sebuah resto ter-elit di kota itu.
Saat ini Kiara tengah bersiap-siap sedangkan Keno bersama baby Ken menunggunya di bawah seraya mengajak putranya bermain.
“Wahhh kau semakin lincah saja boy” puji Keno melihat ke-aktif an putranya yang terus menendang-nendangkan kakinya ke udara.
“Turun dulu okay, Daddy akan mengambil mainan mu” ucap Keno meletakkan baby Ken di sofa.
“Okay! Sekarang kita main bola sambil menunggu Mommy selesai” ucap Keno melemparkan bola plastik ke arah baby Ken. Dan betapa terkejutnya bayi gembul berpipi merah itu mampu menangkap lemparan sang Daddy meskipun tubuh mungilnya sedikit limbung.
“Wahhh.. hahaha! Kerja bagus boy!!” Pekik Keno mengacungkan kedua jempol tangannya.
Baby Ken pun ikut tertawa lebar menampakkan gusi ompong nya yang baru di tumbuhi satu gigi di tengahnya.
“Permisi Tuan, ini kopi nya” ucap Ayumi tiba-tiba datang menawarkan secangkir kopi.
“Siapa yang memintanya?” Tanya Keno mengernyitkan dahinya.
“Ah, tidak ada Tuan. Saya hanya inisiatif saja, siapa tahu anda butuh penyegaran karena kelelahan menjaga Tuan Kecil. Yahh meskipun itu bukan tugas utama Tuan” ucap Ayumi tersenyum manis.
“Apa maksud ucapanmu? Justru aku senang bisa bermain dengan putraku! Menjauhlah dan bawa minuman itu! Aku tidak akan sudi meminum minuman yang bukan buatan istriku” ketus Keno dengan sorot mata tajam.
“Anda yakin tidak ingin mencicipinya Tuan? Saya rasa anda terlalu lelah karena istri anda jarang memperhatikan Tuan kan?” Ucap Ayumi semakin menggoda, gadis itu bukannya takut malah semakin berani menjawab ucapan Keno.
Rahang Keno mengeras dan mengepalkan tangannya mendengar ucapan Ayumi yang seolah menyalahkan istrinya.
“Siapa kau berani menilai istriku?! Dia tidak pernah sedetik pun mengabaikan ku asal kau tahu!” Ucap Keno geram.
“Oh ya? Buktinya kemarin malam saja Tuan tidak ada yang menyambut ketika pulang bekerja, kalau Tuan mau saya bisa kok menggantikan tugas Nyonya dalam melayani keperluan pribadi Tuan Muda” ucap Ayumi semakin mendekat ke arah Keno. Bahkan tangannya berani menyentuh paha Keno.
“Tutup mulutmu wanita murahan, singkirkan tangan kotormu dari tubuh suamiku!” Ucap Kiara menuruni tangga dengan langkah anggun nan mempesona.
Keno terkejut sekaligus terpesona melihat kedatangan istrinya.
Sementara Ayumi tersenyum miring dengan tatapan remeh.
“Oh! Maaf Nyonya, saya sungguh tidak sengaja. Saya hanya merasa iba dengan keadaan Tuan Muda yang jarang sekali diperhatikan” ucap Ayumi menunduk dengan ekspresi wajah dibuat-buat.
“Apakah tidak ada pekerjaan selain menggoda suami orang? Aku rasa toilet di ruang tamu sangat kotor dan berdebu, kau bisa membersihkan nya sekarang” ucal Kiara santai.
“Dan satu lagi, urusan suamiku biar menjadi urusanku. Kau cukup menjadi babu yang baik agar posisi mu di rumah ini tetap aman, jika tidak.. maka kau akan menerima konsekuensi nya sendiri” ucap Kiara tenang dengan senyum devil menatap jijik gadis itu.
Ayumi yang merasa harga dirinya di injak-injak oleh Kiara pun seketika muka nya berubah merah menahan emosi.
“Tunggu apa lagi? Apa kau ingin menyaksikan siaran langsung keluarga harmonis disini?” Ucap Kiara melirik sinis ke arah gadis itu.
“Saya permisi” ucap gadis itu berlalu tanpa menatap keduanya.
“Cih! Trik yang murahan!” Decih Kiara menatap kepergian gadis itu.
“Honey, kau sangat keren sekali” puji Keno menatap takjub istri cantiknya.
Penampilan Kiara kali ini cukup membuat mata Keno kembali segar bugar, dres merah maroon model sabrina dengan press body menambah kesan sexy di matanya.
__ADS_1
“Kenapa menunggu disini?” Tanya Kiara menaikkan alisnya.
“Di luar panas honey, kasian baby boy” ucap Keno menjelaskan.
“Seharusnya kalian menunggu di dalam mobil, kau hanya akan terus di di kejar lintah darat jika berada diruangan terbuka seorang diri tanpa aku” ucap Kiara dengan sindiran menohok. Ia tahu betul Ayumi tidak sepenuhnya pergi dari tempat itu. Gadis itu masih berada di balik ruang tamu.
“Astaga, kau ini selalu melupakan keberadaan putra mu” keluh Keno menepuk jidatnya.
“Sudahlah, ayo kita pergi” tukas Kiara mengambil alih baby Ken dari gendongan Daddy nya.
“Let’s Go boy!!” Ucap Keno menyusul langkah istrinya dan mencubit gemas pipi baby Ken.
“Kau pikir aku akan menyerah begitu saja? Heh! Jangan bermimpi kau bisa memiliki pria ku seutuhnya!” Gumam Ayumi mengepalkan tangannya.
“Hei! Cepat kerjakan tugasmu! Kau tidak dengar perintah Nyonya tadi?!” Tegur Bibi Mun pada gadis itu.
“Apa hak mu memerintahku?! Jangan mentang-mentang kau kepala pelayan disini kau bisa menyuruhku seenak jidatmu! Kau hanya orang baru disini, ingat itu!” Kecam Ayumi dengan angkuhnya.
“Tentu saja aku berhak menertibkan bawahan ku! Status mu masih jauh di bawahku Ayumi! Aku tidak peduli kau anak dari seorang mantan kepala pelayan di mansion ini, yang aku tahu adalah saat ini kau hanya bisa tunduk atas perintah ku sebab saat ini akulah kepala mansion disini! Kau mengerti!” Ucap Bibi Mun mencengkeram kedua pipi Ayumi dengan kuat hingga mmebuat gadis itu meringis menahan sakit.
“Lepas!” Teriakan Ayumi membuat seluruh pelayan ikut geram. Namun tidak ada satupun yang berani ikut campur sebab peraturan di mansion milik Keluarga Bimantara sangat ketat. Jika ada yang berani membuat masalah maka hukuman berat tidak segan-segan Keno berikan, siapapun tanpa terkecuali.
Seperti kejadian beberapa bulan lalu ketika Ayumi ketahuan lancang memasuki ruangan kerja Keno, gadis itu di beri hukuman dengan sebulan penuh mengerjakan tugas tukang kebun tanpa bantuan siapapun.
“Rupanya kau sama sekali tidak ada jera nya ya membuat onar?! Tak cukupkah kau sudah membuat masalah di mansion ini?!! Aku heran kenapa orang seperti mu tidak di depak saja dari mansion ini, kinerja mu buruk! Kau selalu melanggar peraturan bahkan kau sering membuat keributan! Apa yang kau banggakan dari dirimu Ayumi? Ckckck!” Ucap Bibi Mun sarkas.
“Hahaha! Kau pikir bisa mengeluarkan ku dari mansion ini? Tidak semudah yang kau kira! Kau tahu? Aku adalah putri dari seorang kepala mansion yang sejak kecil sudah menjadi bagian dari keluarga ini! Mustahil saja mereka membuang ku, Tuan Besar tidak akan mungkin mengusir ku karena beliau sudah memiliki janji dengan ayahku! Camkan itu!” Ucap Ayumi sombong.
“Cih! Kau bisa berada disini atas dasar belas kasih saja Ayumi, tak lebih. Justru aku kasihan padamu, seharusnya kau memperbaiki tingkah lakumu bukan malah bertingkah seperti orang tak tahu diri seperti ini! Menjijikkan!” Ucap Bibi Mun membalas perkataan Ayumi.
“Bermimpi lah setinggi langit, aku tidak peduli! Cepat lakukan tugas mu atau kau akan di hukum lagi” Ucap Bibi Mun meninggalkan gadis congkak yang terbakar emosi itu.
Sedangkan di restoran, Keno tengah menyuapi Kiara yang sedang memangku baby Ken. Pemandangan romantis itu tak luput dari penglihatan para pengunjung VIPdi tempat itu.
Siapa yang tak mengenal sosok pebisnis besar seperti Keno, bahkan pemilik saham terbesar restoran elit ini adalah Keno. Tak heran jika semua pegawai tunduk hormat dengan pria penuh kharisma itu.
“Kau ingin mencoba punyaku honey?” Tawar Keno pada Kiara.
“No, cukup hubby perutku kenyang” tolak Kiara menggeleng.
“Ayolah sedikit lagi, kau butuh tenaga untuk menyusui putra kita. Jangan sampai asi mu tidak lancar honey” ucap Keno memberi peringatan.
“Hubby please, itu tidak akan terjadi. Aku hanya makan sedikit selebihnya aku akan ngemil makanan ringan saja. Itu akan membantu menjaga berat badanku agar tetap ideal” ucap Kiara menjelaskan.
“For what? Aku tidak peduli dengan bentuk fisik mu honey, whatever. Mau bagaimanapun keadaannya aku akan tetap mencintai mu” ucap Keno mehakinkan.
“I know that, tapi aku benar-benar tidak kngin gemuk hubby, rasanya sangat sulit melakukan aktifitas jika badan terlalu gemuk. Aku tidak mau itu” kekeh Kiara membantah ucapan suaminya.
“Oke-oke. Jika itu mau mu aku tidak bisa melarang nya kecuali yang terbaik” putus Keno pada akhirnya.
Membuat wanita cantik itu tersenyum lembut menatap wajah tampan suaminya.
“Thanks hubby, i love you” ucap Kiara.
__ADS_1
“Love u more honey, cup!” Ucap Keno mendaratkan kecupan di pelipis Kiara.
“Sepertinya kita segera pulang saja hubby, Ken sudah tertidur” ucap Kiara menunduk menatap putranya yang tertidur di pangkuannya. Mungkin bayi gembul itu kekenyangan selepas menyusu.
“Baiklah. Berikan dia padaku” pinta Keno di angguki oleh Kiara.
Keduanya meninggalkan tempat itu menuju basement.
“Letakkan saja di belakang hubby, dia akan lebih nyaman di stroller daripada di pangku” ucap Kiara membuka pintu mobil belakang yang sudah berisi box stroller yang sudah di desain khusus untuk baby Ken ketika perjalanan jauh.
Keno pun menuruti ucapan Istrinya.
“Sudah?” Tanya Keno memastikan
“Ok i'm ready” ucap Kiara membuat Keno gemas.
Mobil itupun melaju meninggalkan basement.
Di sepanjang jalan mereka berdua bercerita dan bercanda mengenai hal apa saja termasuk kelucuan putranya yang semakin hari semakin memukau, bayi mungil itu selalu membuat Mommy dan Daddy nya merasa di beri kejutan setiap harinya dengan kecerdasan dan kelincahannya.
Hingga tiba-tiba Keno melewati jalan menuju mansion yang seharusnya mereka belok ke kanan tapi Keno malah lurus.
“Loh hubby, kenapa kesini?” Tanya Kiara heran.
“Kau akan tahu nanti, nikmati saja perjalanan mu okay?” Ucap Keno tersenyum penuh makna.
Kiara pun menghembuskan nafasnya pasrah. Suaminya itu selalu penuh kejutan, tak heran jika baby Ken juga sama. Mereka berdua bak pinang belah dua.
Tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah hunian mewah terletak di pinggir pantai.
“Resort?” Beo Kiara ketika mobil mereka berhenti di depan parkiran resort.
“Ya..” jawab Keno mengangguk tersenyum.
“Oh my god ini indah sekali hubby! Ya Tuhan, aku hampir tak percaya ada tempat seperti ini di negara ini” ucap Kiara takjub. Pemandangannya cukup menyegarkan mata.
“Special for you, resort ini aku bangun sebelum kita menikah. Dan sekarang ini sudah menjadi milikmu” ucap Keno merengkuh pinggang ramping Kiara.
Kiara melongo melebarkan bola matanya.
“Are you seriously??” Ucap Kiara tak percaya
“Apa aku pernah main-main dengan ucapan ku Nyonya Muda Bimantara?” Ucap Keno merapatkan bibirnya di bibir Kiara.
Keduanya pun saling terhanyut suasana sampai mereka lupa dengan baby Ken yang masih berada di dalam mobil dengan kaca terbuka, untung saja bayi itu tau situasi.
“Hubby stop it, aku takut jika nanti ada yang melihat” ucap Kiara merasa was-was.
“Tidak akan ada yang berani mengganggu pemilik resort ini honey” ucap Keno menenangkan.
“No, please stop do it” potong Kiara.
“Oke baiklah, kalau begitu ayo kita masuk ke kamar kita” ajak Keno.
__ADS_1
“Wait! Ken masih di dalam” ucap Kiara membuat Keno menepuk jidatnya.
“Astaga aku hampir saja melupakan bocah itu!” Keluh Keno plinplan🤣