
Hari pernikahan mereka pun tiba, Keno sudah sampai di kediaman Grandma Thea sejak semalam setelah menyelesaikan semua urusan nya di kantor.
Pagi ini mereka semua sudah berada di hotel milik Adrian yang ada di pusat kota New York.
“Apakah sudah selesai?” Tanya Merry pada makeup artis yang tengah memoles penampilan Kiara itu.
“Sebentar lagi Nyonya” jawab perempuan itu.
“Ya sudah, Nanti kabari segera kalau sudah siap. Kiara, Mommy tinggal sebentar” ucap Merry di angguki oleh Kiara.
“Sekarang kita tinggal memakai gaun nya Nona” ucap perias itu mengajak Kiara menuju ruang ganti.
Dengan telaten dan penuh hati-hati perias itu membantu Kiara mengenakan gaun tanpa lengan berwarna putih dengan ekor panjang nya. Menambah kesan sempurna pada tubuh Kiara.
“Oke sudah selesai Nona, pasti calon pangeran anda sangat terpesona dengan penampilan anda bak putri raja ini Nona” puji perempuan itu memandang takjub hasil karya nya.
“Ah kau terlalu berlebihan sekali” ucap Kiara malu.
“Tidak sama sekali Nona, baiklah.. saya akan memanggil Nyonya Besar dulu” pamit perempuan itu meninggalkan Kiara di kamar hotel itu.
“Ahh.. kenapa aku gugup sekali? Padahal ini bukan yang pertama kali nya untukku meskipun dulu tidak semegah ini” monolog nya.
“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk ku, aku berharap ini juga yang terakhir” gumam Kiara tidak ingin gagal untuk yang kesekian kalinya.
“Sudah siap sayang? Ayo kita keluar, acara sebentar lagi di mulai” ujar Merry memasuki kamar Kiara disusul Grandma Thea di belakang nya.
“Astagaa dia siapa Ery? Apakah dia sahabat masa kecil ku?” Tanya Grandma Thea hampir tak mengenali Kiara. Jangan lupakan jika Kiara adalah teman masa kecil nenek tua itu🤣 Memang tidak sadar diri sama sekali😭
“Dia cucu menantu mu Mom, masa Mommy lupa” jawab Merry.
“Tidak tidak.. dia temanku, bukan cucuku. Lihat saja kita seperti teman sebaya, benar kan Kiara?” Tanya Grandma Thea pada Kiara.
“Ahh iya Grandma, anggap saja begitu” pasrah Kiara daripada urusan semakin panjang.
“Kau dengar Ery, sampai kapanpun kita adalah teman” ucap Grandma Thea penuh percaya diri.
“Ahh sudahlah. Sebaiknya kita segera keluar. Para tamu sudah menunggu” ucap Merry menuntun Kiara berjalan menuju ballroom hotel itu.
Sedangkan di tempatnya, Keno tengah harap-harap cemas menunggu kedatangan calon istrinya, dalam hatinya sangat gugup, tidak bisa di pungkiri ini adalah yang pertama baginya.
“Kau kenapa Keno? Gelisah sekali” tegur Adrian melihat raut wajah putranya itu.
“Daddy seharusnya paham dengan apa yang keno rasain, kayak nggak pernah muda aja” balas Keno.
“Daddy tau kau pasti gugup, tapi jangan terlalu mencolok seperti itu. Setidaknya tunjukkan ketegasan mu” ucap Adrian.
__ADS_1
“Haishh. Oke-oke” pasrah Keno pada akhirnya. Ia kembali menetralkan rasa gugup nya agar tidak jadi pusat perhatian.
“Itu dia calon mempelai nya, persiapkan dirimu” ucap Adrian melihat Kiara berjalan dari koridor hotel itu menuju ballroom tempat dimana mereka akan mengikat janji suci.
Kiara datang di tuntun oleh Merry menuju meja yang telah disiapkan untuk mengucap janji suci, disambit oleh Daniel lalu duduk di hadapan Keno dan Kiara.
Mereka pun mulai megucapkan janji suci yang di bimbing oleh Daniel selaku wali dari mempelai wanita.
Semua orang mengucapkan syukur, akhirnya kedua insan itu kini sah menjadi pasangan suami istri.
Kiara memasangkan cincin di jari manis Keno begitupun Keno memasangkan cincin di jari manis Kiara lalu mengecup kening wanita yang kini sudah berstatus sebagai istrinya itu.
“Terimakasih kau sudah mau berjuang bersamaku sampai di titik ini honey” ucap Keno setelah melepaskan kecupannya.
“Aku yang seharusnya berterimakasih, terimakasih kau telah bersedia menunggu dan memperjuangkan ku sejauh ini. Aku benar-benar merasa bahwa akulah satu-satunya wanita yang paling beruntung di dunia ini” ucap Kiara tersenyum bahagia.
Mereka berdua pun berciuman saling ******* hingga terdengar suata riuh tepuk tangan para tamu yang menyaksikan adegan romantis bak romeo dan juliete itu.
“Wahh sungguh pasangan yang serasi”
“Aku tidak menyangka kalau putra dari penguasa bisnis itu ternyata sudah memiliki wanita, ku akui dia sangat memukau”
“Lihatlah, dua penguasa bisnis bersatu.. aku yakin semua orang tidak akan pernah berani mencari masalah dengan dua keluarga besar itu”
Berbagai pujian terlontar dari bibir para tamu undangan yang di hadiri sebagian besar oleh kolega-kolega dua raja bisnis itu.
Kiara meneteskan airmata nya, Papa nya begitu menyayangi nya, ia semakin merasa bersalah karena pernah memilih laki-laki yang menyakiti batin nya dibanding Papa nya sendiri. “Maafkan Kiara Pa” ucap Kiara menangis di pelukan Daniel. Pria paruh baya itu mengusap bahu putrinya penuh kelembutan.
“Selamat untuk kalian, aku harap pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan. Aku titipkan Kiara padamu Keno, aku percaya kau laki-laki baik” ucap Delon lalu di balas pelukan oleh Keno.
“Terimakasih, ini juga berkat campur tanganmu aku bisa mendapatkan Kiara” ucap Keno
“Sudah semestinya aku membantu mu, jadi santai saja” ucap Delon tulus.
“Selamat ya nak, Mommy dan Daddy hanya bisa mendoakan yang terbaik buat pernikahan kalian” ucap Merry memberi selamat.
“Jaga pernikahan kalian, jangan kecewakan kami semua” ujar Adrian memberi ultimatum.
“Terimakasih Mom,Dad” ucap Kiara dan Keno bersamaan.
Kedua mempelai itu pun berjalan bergandengan menuju altar di dampingi para orang tua yang berjalan di belakang nya.
Acara berlangsung dengan pesta dan para tamu bergantian mengucapkan selamat pada kedua mempelai itu.
“Selamat ya cucu tengil ku, akhirnya burung mu berguna juga” celetuk Grandma Thea menghampiri kedua pasangan itu.
__ADS_1
“Astagaa Grandma pikir burung ku ini tidak berfungsi begitu?” Gerutu Keno sebal dengan ucaoan nenek tua itu.
“Ya mana Grandma tahu, burung sebesar biji durian biasanya gampang loyo” tukas nenek tua itu.
“What?!! Grandma jangan sembarangan, milik Keno besar. Jelas saja Kiara di buat kewalahan olehnya” ucap Keno begitu frontal.
Kiara melotot mendengarnya.
“Jangan dengarkan cucu mu yang tengil ini Grandma!” Sahut Kiara mendelik.
“Kau benar teman ku, dia memang tengil sama seperti ayahnya” ucap Grandma Thea menyamakan nya dengan Adrian.
“Mom, sudahlah jangan bercanda, nanti saja. Lihat di belakang Mommy banyak sekali tamu yang mengantri ingin memberi ucapan selamat pada mereka” tegur Adrian
Kiara tersenyum geli mendengar perdebatan mereka.
“Ohh ya tuhan, kau tidak sedang membagikan sembako gratis kan?” Tukas Nenek tua itu.
“Mana ada, sudahlah Mommy cepat menyingkir” usir Adrian.
“Aishh baiklah.. baiklah..” ucap nenek tua itu pasrah lalu berjalan menuju meja VIP nya.
Keno menggelengkan kepalanya, pening rasanya jika sudah berhadapan dengan nenek nya itu.
Satu jam acara berlangsung, para tamu dan kolega Adrian serta Daniel seakan tak ada habisnya, mereka terus berdatangan berbondong-bondong mengucapkan selamat pada kedua pasangan itu.
Kiara sudah lemas rasanya ingin sekali menghempaskan bokongnya pada kursi singgasana nya.
“Honey kau lelah?” Tanya Keno memperhatikan ekspresi Kiara.
“Ya” jawab Kiara menganggukkan kepalanya lesu.
“Kita istirahat ke kamar aja yuk” ajak Keno meraih tangan Kiara.
“Bagaimana dengan para tamu?” Tanya Kiara
“Biar para orang tua yang urus” ujar Keno.
“Baiklah” putus Kiara mengikuti langkah kaki suaminya.
“Mom,Dad.. aku pergi ke kamar ingin beristirahat. Kiara sudah sangat lelah” ucap Keno menghampiri Merry dan Adrian.
“Ya, tidak masalah. Biarkan Daddy dan Papa mu yang mengurus para tamu” ucap Adrian di angguki oleh Merry.
“Oke Keno masuk dulu” pamit Keno menggandeng tangan Kiara meninggalkan ballroom hotel itu menuju kamarnya.
__ADS_1
Mohon maaf jika terdapat beberapa typo, author ucapkan terimakasih bagi yang sudah memberikan dukungan🙏🏻
Jangan lupa tinggalkan like&vote nya ya🫶🏻