Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 22


__ADS_3

Kiara yang tertidur di meja rias akhirnya terbangun mendengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok tok tok..


“Non Kiara, boleh saya masuk?” Tanya Rere


Kiara merapikan penampilan nya yang terlihat kacau. Kemudian ia berjalan menuju pintu kamar dan membuka nya.


“Ada apa mbak?” Tanya Kiara


“Ini Non, saya mengantarkan sarapan untuk Nona Kiara. Nona tadi belum sempat sarapan kan?” Ucap Rere


Selama Kiara tidak memasak Rere lah yangenggantikan tugasnya.


“Ya mbak makasih banyak” ucap Kiara menerima nampan berisi makanan berserta beberapa potong buah dan segelas air mineral.


Rere hendak berbalik kembali bekerja,namun Kiara menahan nya.


“Tunggu dulu mbak, boleh Kiara minta tolong?” Tanya Kiara


“Minta tolong apa Nona?” Tanya Rere


“Temani aku makan mbak, aku tidak bisa makan sendiri” terang Kiara


“Baiklah Nona” angguk Rere


Kiara pun mengajak masuk Rere. Ia duduk di sofa sedangkan Rere berdiri sambil menemani Kiara menyantap sarapan pagi.


“Duduk mbak, disini aja jangan berdiri disitu” Titah Kiara yang menyuruh Rere duduk di sofa.


“Tapi saya tidak enak Non” ucap Rere keberatan.


“Nggakpapa, santai saja. Udah buruan sini mbak” titah Kiara menarik tangan Rere.


Mau tak mau Rere terpaksa menuruti permintaan Kiara.


“Mbak Rere udah sarapan?” Tanya Kiara disela-sela makan nya.


“Sudah Non, sebelum berangkat kesini saya sudah sarapan di rumah” ujar Rere.


Kiara menganggukkan kepalanya paham. Ia kembali melanjutkan sarapan nya.


Lima belas menit kemudian Kiara tuntas menyelesaikan sarapan nya, Rere pun segera mengemasi piring serta mangkuk buah yang ada di nampan tersebut.


“Sebelumnya Kiara ucapin makasih banyak ya Mbak Rere udah peduli sama Kiara” ucap Kiara tulus


“Iya Non, sama-sama. Kapanpun Nona butuh bantuan saya, saya siap bersedia membantu Nona” balas Rere tak kalah tulusnya.


Kiara menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


“Saya permisi melanjutkan pekerjaan saya dulu Non, kalau ada apa-apa panggil saja saya di bawah” pamit Rere kemudian.

__ADS_1


“Iya mbak” jawab Kiara.


Setelah kepergian Rere, Kiara masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Hari ini ia akan berkemas mengingat besok ia akan terbang ke Amerika menemui Sang Papa dan Kakak nya. Rasanya ia sudah tidak sabar segera menumpahkan segala isi hati Kiara selama ini kepada sang kakak.


Tiga puluh menit kemudian Kiara keluar dari kamar mandi mengenakan bathrobe, ia lupa bahwa semua bajunya masih ada di kamar itu. Ia belum sempat memindahkan barang-barangnya ke kamar yang ia tempati saat ini.


Dengan sangat terpaksa Kiara mengambil barangnya sekarang juga, ia bergegas keluar kamar dengan tubuhnya yang masih mengenakan bathrobe menuju kamar tersebut.


Sesampainya didepan kamar tersebut ia langsung meraih handle pintu, ternyata kamar itu tidak di kunci. Ia bergegas masuk tak mempedulikan apakah ada penghuninya atau tidak, yang ia pikirkan saat ini hanya mengambil semua barang-barangnya.


Hening, ia mengedarkan pandangannya ke segala sudut kamar namun tidak ada dua manusia laknat itu. Entah kemana perginya mereka Kiara sama sekali tak menghiraukan.


Satu jam lalu Ryan berangkat ke kantor dan Sylvi yang notabene malas ingin menikmati peran nya sebagai nyonya di mansion itu pun akhirnya memilih untuk libur, serta niatnya yang ingin memberikan pelajaran pada Kiara.


Ia segera mengambil barang-barangnya, yang pertama ia kemasi adalah perhiasan dan sejumlah aset pentingnya yang ada di etalase.


Ia memasukkan semua perhiasan itu ke dalam koper besar tanpa terkecuali,toh ia membeli perhiasan itu pakai uangnya sendiri. Ryan mana pernah membelikan barang-barang keperluan Kiara. Hanya cincin pernikahan barang pemberian Ryan yang melekat ditubuh Kiara.


Kemudian ia menuju walk-in closet mengambil sebagian pakaian nya yang menurutnya cocok ia kenakan. Ia tak akan membawa semua,karena takut kopernya tak cukup.


Tak lupa beberapa heels dan flatshoes serta sneakers nya. Juga beberapa skincare dan makeup nya. Setelah dirasa cukup, Kiara menutup koper tersebut. Ia sengaja meninggalkan semua perlengkapan cosmetic nya yang bernilai fantastis itu, biarlah wanita j****** itu memakai bekasnya. Suami nya saja ia mau lantas kenapa barang-barang mahalnya tidak mau? Pikir Kiara.


Ia segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu, namun baru saja berjalan dua langkah tiba-tiba pintu terbuka menampakkan sosok Sylvi yang masuk dengan ekspresi kesalnya, apa yang ia lakukan di dalam kamar itu pikirnya. Ia tidak sadar diri bahwa penghuni kamar sesungguhnya adalah Kiara, dia hanya menumpang saja.


“Sedang apa kau disini? Kau lupa Ryan mendepak mu dari kamar ini? Jangan-jangan kau mau mencuri ya?!” Tuduh Sylvi pada Kiara.


Kiara menyunggingkan senyum miringnya.


“Apa ucapanmu itu tidak keliru? Aku hanya menyelamatkan barang-barang berharga ku sebelum diambil pencuri sepertimu, sungguh aku tidak rela barang ku kau sentuh! Kecuali sampah,karena aku hanya akan merelakan sampah bekasku yang telah dipungut wanita sepertimu!” Balas Kiara begitu pedasnya, ia tanpa tanggung melontarkan kalimat sindiran itu pada Sylvi.


“Awww! Lepass!!” Teriak Sylvi merasakan sakit di tangannya.


“Ingat perempuan j*****! Kau yang seharusnya sadar dengan posisimu dirumah ini! Aku tahu Ryan hanya menjadikanmu pelampiasan saja untuk memanas-manasi ku dirumah ini! Jangan merasa tinggi dulu, mungkin sekarang aku yang dicampakkan oleh Ryan. Tapi kau tak akan pernah tau nasibmu kedepannya! Karena sekali tukang selingkuh selamanya pun akan begitu!” Tegas Kiara memberinya peringatan.


“Cihh! Kau pikir aku percaya dengan omong kosongmu Kiara?! Kau tahu Ryan sangat mencintaiku, hanya aku yang mampu memberikan kepuasan untuknya sedangkan kau?! Kau tak lebih hanya seorang istri yang lemah dan mandul!!” Ucap Sylvi memancing emosi Kiara.


Plakk!


Kedua kalinya Sylvi menerima tamparan Kiara.


Ckckck.. Daebakk Kiara !


Kemudian ia menjambak kuat-kuat rambut gelombang Sylvi. Sylvi pun meringis dibuatnya,belum hilang rasa perih di pipinya sekarang ditambah lagi perih di kepalanya.


“Kau sengaja memancing emosiku kan? Inilah konsekuensi yang kau dapat, jangan coba-coba mencari masalah denganku atau kau akan mengetahui sendiri sisi lain dari diriku!” Ancam Kiara seraya melepaskan cengkraman rambut Sylvi dengan kasar.


Ia segera berlalu meninggalkan wanita j***** itu yang duduk dilantai menahan perih. Rasanya ia sudah muak melihat wajahnya.


‘Kurangajar! Tenaga perempuan itu kuat sekali ternyata, aku tidak bisa membiarkan ini. Awas saja Kiara, aku akan membu**hmu!’ Tekad nya dalam hati seraya memandang punggung Kiara yang perlahan mulai menghilang.


Setelah meletakkan kopernya di kamar, Kiara membuka koper itu dan mengambil satu set pakaian untuk ia kenakan.

__ADS_1


Lalu ia bergegas pergi ke bawah untuk meminta bantuan pada Rere.


“Mbak Rere sibuk nggak? Minta tolong bantuin Kiara berkemas dong Mbak” pinta Kiara


“Nggak sibuk kok Non, sebentar lagi selesai. Memangnya Nona mau kemana?” Tanya Rere seraya membersihkan meja makan.


“Besok aku mau ke Amerika menemui Papa Mbak, sudah lama sekali aku tidak menemuinya” jelas Kiara.


“Benarkah Non? Nona pergi sendiri atau sama Tuan?” Tanya Rere ingin tahu.


“Nggak tahu juga sih, kemaren bilangnya dia mau ikut. Tapi entahlah besok” jawab Kiara acuh. Kalaupun laki-laki itu tak jadi ikut Kiara akan sangat senang, tidak ada yang membuatnya muak nantinya.


“Oh gitu ya Non, yasudah nanti saya susul ke atas Non. Saya akan melanjutkan pekerjaan saya sebentar lagi juga selesai.” Jawab Rere


“Ok, aku duluan ya Mbak” pamit Kiara lalu pergi meninggalkan Rere.


Sepeninggalnya Kiara, Rere mengambil ponsel disaku apron nya. Kemudian ia langsung menghubungi Delon.


Tak lama panggilan pun tersambung.


“Halo Tuan” ucap Rere


“Ya Re, berita apa yang kau dapatkan?” Tanya Delon di sambungan telpon.


“Begini Tuan, saya ingin mengabarkan bahwa besok pagi Nona akan terbang ke Amerika, katanya Nona ingin menemui Tuan Besar” beritahu Rere pada Delon.


“Benarkah? Kau serius?” Tanya nya.


“Benar Tuan” sahut Rere.


“Sama siapa dia pergi?” Tanya Delon memastikan


“Saya kurang tau Tuan, sebab Nona Kiara bilang bahwa Tuan Ryan sempat mengatakan akan ikut. Tapi tidak tau besok jadi ikut atau tidak” ucap Rere menjelaskan.


“Oke, baiklah Rere. Laporkan padaku besok Kiara berangkat sendiri atau bersama suaminya” titah Delon.


“Baik Tuan, kalau begitu saya tutup dulu telpon nya” izin Rere.


“Oke, terimakasih atas infonya” ucap Delon


“Sama-sama Tuan” ucap Rere kemudian mengakhiri panggilannya.


Ia bergegas menyusul Kiara ke lantai atas untuk membantunya berkemas.


Hai semua.. mohon maaf bila terdapat typo dalam bab ini..


Author minta dukungannya supaya novel ini segera di acc kontraknya oleh pihak NT ya..


Jangan lupa like&vote nya..


Thank you bagi yang sudah memberikan like nya,

__ADS_1


Semoga kalian sehat selalu&diberi kelancaran rezeki..


Salam sayang dari author🥰


__ADS_2