
Pukul tiga dini hari Ryan terbangun karena ingin buang air kecil. Ia melihat tidak ada Kiara disampingnya, kemanakah perginya Kiara? Mungkinkah ia tertidur di lantai bawah,pikirnya.
Ia segera berjalan menuju toilet. Tak lama setelah menuntaskam hajatnya Ryan pun berjalan keluar dari kamar mencari keberadaan Kiara.
Tempat pertama yang ia singgahi adalah dapur, disana tampak hening,gelap. Ryan pun menghidupkan lampu dapur,ternyata tidak ada Kiara disana. Ia berjalan menuju ruang tamu , namun nihil Kiara tak ada disana juga.
Ia mencari ke segala penjuru mansion, namun tak kunjung menemukan Kiara juga. Akhirnya ia berinisiatif naik ke lantai atas.
Ryan masuk kembali kedalam kamar siapa tau saat ia mencari Kiara ia sudah balik kedalam kamar lagi,namun nihil disana ia tak menemukan sosok Kiara.
Ia keluar dari kamar mengecek satu persatu kamar tamu. Kamar pertama tak kosong, ia beralih menuju kamar kedua tepat disamping kamar pribadinya.
Ternyata pintu nya terkunci dari dalam. Ia mencoba membuka handle pintu itu sambil mengetuknya berkali-kali namun tak kunjung ada jawaban.
Ryan yang emosi pun berteriak memanggil-manggil Kiara.
“Kiaraa! Buka pintunya! Jangan menguji kesabaranku Kiara atau kau akan tahu akibatnya!” Teriak Ryan dari luar sambil menggedor-gedor pintu tersebut.
“Kiara! Keluarr!!” Teriaknya lagi.
Namun nihil, tidak ada respon satupun dari Kiara.
“Baiklah jika ini mau mu Kiara, aku akan mengikuti keinginanmu! Lihat apa yang terjadi besok” ancam Ryan menyerah dan pergi kembali ke kamarnya.
Kiara yang sempat tertidur pulas,ia kembali terjaga mendengar teriakan Ryan dari luar. Namun ia memilih acuh tak menggubrisnya sama sekali. Biarlah Ryan kalit dengan emosinya sendiri. Ia tak akan peduli dengan laki-laki itu. Hatinya terlanjur beku.
‘Berbuatlah sesuka hatimu, karena aku pun juga akan begitu’ acuhnya bermonolog sendiri
Ia kembali memejamkan mata melanjutkan tidurnya yang sempat tergangu oleh bedebah sialan itu.
Di New York,
Keno tengah bersiap menunggu Delon yang berjanji akan menjemputnya malam ini. Ia mengenakan t-**** warna navy serta celana jeans menambah kesan simpel namun terlihat keren.
Suara ponsel pun berdering, Keno bergegas mengangkat panggilan tersebut.
“Turunlah, aku sudah sampai di lobi apartemen mu” ucap Delon di sambungan telpon
“Oke” singkat Keno kemudian mematikan ponselnya.
Ia bergegas turun kebawah menggunakan lift.
Sesampainya dibawah Keno melihat Delon yang menunggunya di dalam mobil, ia langsung berjalan mendekati mobil Delon lalu masuk kedalam.
“Ck! Lamban sekali, kau sudah seperti kakek-kakek aku sampai jamuran menunggumu” Decak Delon
Keno sontak menoleh ke arah Delon
“Apanya yang lama?! Belum juga 5 menit!” Kesalnya pada Delon.
“Ya ya ya.. yang muda mengalah” tukas Delon
“Kau pikir aku dan kamu tuaan siapa?!” Tanya nya kesal. Ia tak habis fikir sifat sahabatnya ini menurun dari siapa, hobi sekali membuatnya kesal.
“Jelas tua Grandma Thea lah” sahut Delon enteng
“Kenapa kau jadi membawa-bawa Grandma ku?!” Ketusnya
“Kau tadi yang bertanya lebih tua siapa? Apa aku salah?” Tanya Delon
__ADS_1
“Terserah! Cepat jalankan mobilnya, kelamaan berdebat denganmu keburu tutup cafe nya!” Titah Keno dengan nada sebal.
Delon pun cekikikan lalu menuruti titah Keno. Mobil pun berlalu meninggalkan gedung apartemen.
Lima belas menit mereka sampai karena letak cafe itu memang tak jauh dari apartemen Keno.
Mereka pun bergegas turun lalu masuk kedalam cafe tersebut.
“Permisi Tuan mau pesan apa?” Tanya pegawai cafe itu. Anggap saja mereka tengah berbicara bahasa inggris
“Cappucino satu” ucap Delon datar, ia memang sama dinginnya ketika berada diluar. Delon hanya menunjukkan sifat aslinya pada orang yang akrab dengannya.
“Kau mau pesan apa Keno?” Tanya Delon
“Samakan saja” singkat Keno
“Baiklah, cappucino dua” ucap nya pada pegawai cafe
“Baik Tuan , mohon ditunggu sebentar” ucap pelayan itu kemudian berlalu pergi.
“Kau mau membicarakan soal apa?” Tanya Delon penasaran
“Soal kematian ibumu dengan suami Kiara” jawab Keno
Delon pun mengernyit,
“Hanya itu saja?” Tanya Delon
“Apa kau juga sudah mengetahuinya?” Heran Keno, pasalnya sahabatnya itu tidak terkejut sama sekali
“Ya, aku sudah tau” pungkas Delon
“Sesaat setelah Papa ku memutuskan untuk menetap kembali di kota ini” sahut Delon
“Kau sudah tahu selama itu? Lalu kenapa kau membiarkan Kiara terjebak terlalu lama didalam kubangan lumpur itu hingga sekarang? Kau tega pada adikmu sendiri?!” Ucap Keno sedikit emosi
“Kau tidak tahu saja bagaimana keras kepala nya Kiara, akan sangat sulit meyakinkan manusia yang sedang jatuh cinta. Dan aku sudah mewanti-wanti setahun terakhir ini agar dia berjaga diri jika terjadi sesuatu sewaktu-waktu” ujar Delon menjelaskan
“Kenapa kau tak memaksanya saja Delon? Kenapa kau mudah sekali membiarkan Kiara berada ditangan pria yang sewaktu-waktu bisa membahayakan nyawa Kiara?!” Ucap Keno tak habis fikir.
“Sangat kecil kemungkinan Kiara dicelakai Keno, pasalnya Ryan juga masih ragu,ia masih mencintai Kiara tanpa ia sadari. Lagipula Papaku pernah bilang kalau dia menitipkan Kiara pada Daddy mu sebelum ia kembali kesini,sudah pasti Daddy mu akan melindungi adikku bukan? dan lagi.. aku mengutus seorang pelayan panggilan untuk bekerja di Mansion itu agar ia melaporkan semua yang terjadi didalam rumah itu,ya walaupun pelayan itu hanya bekerja dari pagi sampai sore saja,setidaknya ia masih bisa memberikan laporan padaku. Itu sebabnya aku membiarkan Kiara sementara disana sampai aku menyusun rencana untuk membawanya pergi” jelas Delon panjang lebar
“Satu lagi Keno, aku berpesan padamu jangan kau katakan yang sebenarnya pada Kiara, aku tidak mau Kiara bertindak gegabah diluar dugaan, itu akan memancing emosi Ryan yang berdampak buruk pada keselamatan Kiara. Sebisa mungkin Kiara jangan sampai tau dulu,sebelum ia menjauh dari pria b****** itu” tegas Delon.
“Ya, aku tak akan memberi tahukan ini pada Kiara. Karena saat ini aku sedang berperan sebagai sahabatnya dan tempat nya bercerita” ujar Keno
Delon menganggukkan kepalanya. “Bagus” sahutnya kemudian
“Lalu apa rencanamu setelah ini?” Tanya Keno
“Kita hancurkan saja dulu perusahaannya, dengan begitu ia akan lemah tanpa aset-aset itu. Ketika dia lengah baru kita jemput Kiara. Lalu membalaskan semua dengan apa yang telah ia perbuat” ucap Delon pada Keno
“Kau tidak perlu repot-repot menghancurkannya, tanpa kau suruh pun sebenarnya aku ingin menghancurkannya lebih dulu, karena sebelum kedatanganku kesini aku sudah membeli separuh saham perusahaannya dan mengajukan kerjasama dengannya, itu akan mempermudah ku menghancurkannya dari dalam, mengingat 20% saham perusahaan itu adalah milik para investor. Otomatis dia hanya memegang 30 % nya. Secara tidak langsung aku lah pemilik perusahaan itu,tinggal mendepak nya saja dari perusahaannya beres” jelas Keno panjang lebar
“Bagus, rupanya kau gerak cepat kali ini” puji Delon
“Ya, aku sudah geram semenjak Kiara memergokinya berselingkuh,bahkan kedua kalinya aku mengutus assistenku untuk menurunkan nilai saham diperusahaan nya” ungkap Keno
“Wow!! Kau tidak takut rugi?” Tanya Delon
__ADS_1
Keno menggeleng,
“Saham itu tidak sebanding dengan Kiara” ucapnya tulus.
Delon menepuk-nepuk bahu Keno
“Terimakasih telah berjuang sejauh ini untuk Kiara, aku mewakili sebagai Kakaknya akan mendukung penuh perjuanganmu mendapatkannya” Ucap Delon tulus
“Ya sama-sama. Terimakasih juga kau sudah merestuiku dengan Kiara. Meskipun sampai sekarang Kiara belum juga mencintaiku” ujar Keno
“Tenang saja, aku akan membantumu” timpal Delon
Keno menganggukkan kepalanya.
Akhirnya mereka berdua lun pulang setelah membicarakan panjang lebar rencana mereka.
“Antar aku ke mansion Grandma, aku ingin mengambil mobilku, tak mungkin kan aku terus merepotkan mu” pinta Keno
“Tinggal beli mobil baru saja apa susahnya. Kau ini seperti orang susah saja, apa kau bangkrut?” Ejek Delon.
Mulai lagi sengkleknya, baru saja ia serius menjadi seorang Delon yang berwibawa. Tiba-tiba kembali lagi error.
“Ck! Untuk apa aku membeli mobil lagi? Koleksi mobilku sudah banyak. Aku sedang tidak ingin membuka showroom mobil” balas Keno
“Ya ya ya terserahmu saja. Ngomong-ngomong kau tak ingin menemui Papa ku?” Tanya Delon
“Ya, mungkin lusa aku menjenguk Om Daniel, bagaimana keadaan nya?” Tanya Keno ingin tahu
“Sudah lebih baik dari sebelumnya, ia terus mikirkan Kiara. Padahal aku selalu mengatakan bahwa Kiara baik-baik saja. Mungkin ikatan batin nya kuat sehingga Papa ikut merasakan apa yang Kiara rasakan” jelas Delon
“Kenapa tidak telpon saja?” Heran Keno
“Papa enggan menghubungi Kiara, mungkin ia masih kecewa dengan kejadian tiga tahun lalu” ungkap nya
“Ckckck. Sayang sekali ya, ternyata penolakan itu masih membekas dihati Om Daniel. Padahal seharusnya kan aku yang begitu” ujar Keno
“Entahlah, Papa ku begitu menyayangi adikku. Sebab itulah ia sangat kecewa pada keputusan Kiara” terang Delon
Keno pun menganggukkan kepalanya paham.
Tak terasa mobil mereka sampai di depan mansion Grandma Thea. Keno bergegas keluar dari mobil Delon.
“Kau tak mau mampir dulu menemui Grandma?” Tanya Keno
“Tidak, lain kali saja. Ini sudah malam aku ingin istirahat. Besok ada meeting penting” tolak Delon halus
“Baiklah. Hati-hati. Thanks atas tumpangannya” ucap Keno
Delon pun mengacungkan jempol nya berlalu meninggalkan area Mansion Grandma Thea.
Kemudian Keno berjalan masuk menuju pintu utama.
Kedatangannya pun mengejutkan sang nenek, ia disambut hangat oleh Grandma nya.
Hai readers ku, terimakasih sudah setia membaca sampai bab ini, maaf jika banyak typo.. Author benar-benar ngebut up 3 episode dalam satu hari ini. Mohon dukungannya semua..
Jangan lupa kasih like ya..
semoga kalian sehat selalu🫶🏻
__ADS_1