
Tiga hari Kiara dan juga baby Ken berada di rumah sakit, hari ini mereka sudah di perbolehkan pulang oleh dokter.
Hal itu membuat Kiara girang bukan kepalang, pasalnya dia sangat suntuk berada di ruang rawatnya karena tidak bisa bebas melakukan hal apapun sesuai kemauannya.
Di perjalanan Kiara tampak duduk memangku sang putra yang setia mengedot asi nya. Bayi mungil berumur tiga hari itu nampaknya sudah mulai menguasai sang Mommy, membuat Keno sering mendengus kesal di buatnya.
“Honey, apa kau tidak pegal dengan posisi seperti itu?” Tanya Keno
“Tidak, justru baby Ken malah nyaman. Lihatlah putramu ini tidak mau lepas dari dot nya” celetuk Kiara tersenyum lucu.
“Ck! Dia memang menyebalkan, hei boy! Itu jatah Daddy! Sudahi aksi mu” seloroh Keno menegur putranya yang sama sekali belum mengerti dengan ucapannya.
“Ishh! Jangan mengganggu nya hubby! Biarkan dia kenyang, kau mau dia menangis kencang seperti tadi?!” Tegur Kiara tak habis pikir dengan tingkah konyol suaminya.
Sementara Keno hanya cengengesan seraya mengangkat jarinya tanda peace V.
“Ngomong-ngomong dimana semua orang? Kenapa mendadak sibuk sekali di hari kepulangan kita hubby? Apa mereka tidak ingin melihat bayi kita yang lucu dan tampan ini?” Cecar Kiara heran, pasalnya tidak ada satupun supir ataupun bawahan Keno yang menjemput mereka.
Anak buahnya hanya mengantarkan mobil untuk Keno ke rumah sakit, alhasil Keno lah yang menyetir sendiri.
“Ada, mereka selalu mengawasi kita dengan jarak aman honey” ucap Keno
“Tapi kenapa harus kau yang membawa mobil sendirian?” Tanya Kiara kepo.
“Aku hanya ingin menikmati suasana hangat keluarga kecil kita tanpa adanya orang lain” jawab Keno santai. Sudut bibirnya tersungging.
“Aneh, tidak biasanya semua orang sibuk begini. Mommy Daddy juga tidak muncul sedari pagi” ucap Kiara merasa sedikit janggal.
“Mereka sibuk, kau ini seperti tidak tahu saja honey. Kalau Daddy sibuk otomatis Mommy juga ikut sibuk” ucap Keno beralibi.
“Begitu ya?” Sahut Kiara.
Keno menganggukkan kepalanya.
“Pasti dalam hatinya sedang menerka-nerka, mana mungkin istri seorang Keno mudah di kelabuhi? Cih mustahil! Mommy Daddy ada-ada saja!” Gumam Keno dalam hati.
Selama perjalanan keduanya hening hingga tak lama mereka telah sampai dan mobil pun berhasil memasuki area mansion.
Keno keluar terlebih dahulu lalu membuka kan pintu untuk anak dan istrinya.
“Serahkan baby Ken padaku honey” titah Keno pada istrinya.
Kiara pun menuruti ucapan suaminya menyerahkan baby Ken di gendongan Daddy nya.
Tangan Keno yang satunya terulur meraih tangan Kiara membantu istrinya itu keluar dari mobil.
“Pelan-pelan honey”
“Thank you hubby” ucap Kiara tersenyum manis.
Rupanya kedatangan mereka sudah di sambut oleh beberapa bodyguard yang berjaga di mansion dan juga semua pelayan mansion.
__ADS_1
Mereka berbaris rapi menyambut Tuan dan Nyonya Muda nya beserta Tuan kecil nya.
“Selamat datang kembali di mansion Tuan Nyonya.. selamat atas kelahiran Tuan Kecil Ken” ucap mereka semua membungkukkan badannya tanda hormat.
“Terimakasih atas antusias kalian semua, semoga kebahagian saling menyertai” ucap Kiara tersenyum lembut.
“Terimakasih, karena seluruh penghuni mansion sedang berbahagia.. bulan ini bonus kalian akan naik dua kali lipat” ucap Keno dengan suara bariton nya penuh kharisma.
“Wahh.. terimakasih banyak Tuan, kami turut berbahagia dengan kabar menggembirakan ini. Semoga keluarga kecil Tuan dan Nyonya Muda selalu dilimpahi keberkahan dan keharmonisan tanpa suatu penghalang apapun” doa mereka semua terdengar tulus di telinga Keno dan Kiara.
“Ya, semoga kalian juga dilimpahi kebahagiaan” jawab Keno merangkul bahu Istrinya.
“Ayo kita ke atas honey, kau dan baby perlu istirahat” ajak Keno di angguki oleh Kiara.
Sepeninggal mereka berdua para bodyguard dan pelayan membubarkan diri kembali ke pekerjaan masing-masing. Hari ini mereka semua cukup sibuk karena sang tuan rumah mengadakan acara kejutan untuk Kiara, Nyonya Muda mereka.
Bibi Mun sedang berkeliling memastikan sesuatu, namun netranya menangkap sosok yang sangat ia kenal sedang melakukan hal aneh.
“Ayumi!” Panggil Bibi Mun pada sosok gadis cantik belia.
“Ah! Ya!” Kagetnya menoleh pada sumber suara.
“Sedang apa kamu disini? Bukannya bantu-bantu yang lain kau malah enak-enakan melamun disini” tegur Bibi Mun pada gadis itu.
“Eh! Eumm.. aku sedang mengumpulkan sampah Bi, ya.. mengumpulkan sampah” ucap Ayumi mengambil secuil kertas di bawah kakinya lalu membuangnya ke tong sampah yang berada di sampingnya.
Bibi Mun terlihat curiga dengan gelagat gadis itu.
“Tidak Bi! Mana mungkin aku berkhayal di siang bolong seperti ini hehe” ucap gadis itu menggeleng.
“Baiklah, aku percaya padamu. Jangan pernah bertindak melewati batas mu Ayumi, kau disini bekerja! Bukan berkhayal!” Ucap Bibi Mun pergi meninggalkan Ayumi yang kesal.
“Hishhh! Mengganggu saja!” Gerutu gadis itu lalu pergi melanjutkan pekerjaan nya.
Sementara di dalam kamarnya, Kiara tengah menidurkan putranya yang tadi sempat menangis karena terlepas dari sumber mata airnya.
“Hubby, aku titipkan dia padamu. Aku ingin mandi tubuhku gerah sekali” ucap Kiara beranjak dari tempat tidur nya.
“Baiklah, perlu bantuan?” Tawar Keno.
“Tidak perlu, aku bisa sendiri kok” tolak Kiara berlalu masuk ke dalam kamar mandi membawa bathrobe.
Keno berjalan mendekati ranjang dimana putranya tertidur pulas karena mabok asi.
Jemari nya terulur mengusap kening putra tampan nya.
“Daddy minta tolong kerja sama mu boy, jangan menyusahkan Mommy mu, okay? Kasihan dia sudah sakit melahirkan mu, ditambah lelah mengurus mu. Jadilah putra yang baik. Daddy dan Mommy berjanji akan membesarkan mu penuh dengan kasih sayang. Cup!” Nasihat Keno pada Putranya seraya mendarat kan kecupan di kening baby Ken.
Bayi mungil itu tersenyum lebar dalam tidurnya, sepertinya ia paham dengan ultimatum Daddy nya.
“Good boy.. Kau akan menjadi putra tampan Daddy yang jagoan nantinya” ucap Keno tersenyum bangga.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar dering ponsel milik Keno yang berada di atas nakas.
Keno bergegas mengambilnya dan menjauh agar tidak menimbulkan kebisingan yang bisa mengganggu tidur putranya.
“Halo..” ucap Keno berada di balkon kamarnya.
“Kau sudah sampai di mansion?” Tanya seseorang berada di sambungan telepon.
“Sudah Mom” jawab Keno.
“Bagus lah, Mommy khawatir sejak tadi Mommy kirim pesan pada Kiara namun tak kunjung ada balasan, Mommy kira kenapa-kenapa” ucap Merey lega.
“Istriku sedang mandi, sejak tadi dia tak memegang ponselnya. Mommy tenang saja.. Selama mereka bersama ku tidak akan mungkin terjadi sesuatu Mom” ucap Keno yakin.
“Ya, Mommy percayakan keselamatan Cucu dan menantu Mommy padamu. Bagaimana keadaan cucu tampanku, sedang apa dia sekarang? Ah Mommy sudah gak sabar ingin menggendongnya” tanya Merry panjang lebar dengan nada gemas.
“Dia tertidur setelah menyusu, ternyata dia lebih kuat dariku” ucap Keno menimbulkan tawa di sambungan telepon.
“Hahahaha… akhirnya kau merasakan apa yang Daddy rasakan dulu!” Sahut Adrian tertawa puas.
“Ck! Daddy kenapa jadi ikut-ikutan sih! Bikin mood swing saja!” Gerutu Keno.
“Sudah jangan dengarkan Daddy mu. Mommy ingin berpesan, jangan biarkan Kiara keluar dari kamar. Tahan dia untuk sementara waktu, tim vendor akan tiba lima belas menit lagi. Pastikan dia tetap berada di dalam kamar kalian, okay?” Ucap Merry.
“Hmm.. baiklah. Akan ku usahakan” jawab Keno.
“Bagus! Ya sudah, Mommy mau memastikan yang lainnya dulu. Bye!” Putus Merry mengakhiri panggilannya.
Ia pun berbalik masuk ke dalam kamarnya lagi.
Dilihatnya Kiara juga selesai dengan ritualnya.
“Kenapa cepat sekali honey?” Tanya Keno
“Memangnya mandi saja membutuhkan waktu berapa lama hubby?” Tanya Kiara balik.
“Hehehe. Ku kira wanita akan berendam setelah melahirkan” ucap Keno tertawa kecil.
“Tidak, aku tidak tenang meninggalkan bayiku terlalu lama meskipun ada Daddynya yang menjaganya” ucap Kiara duduk di meja rias nya seraya mengeringkan rambut nya dengan kipas angin. Karena tidak mungkin dia menggunakan hair dryer, itu akan membuat putranya bangun dan merengek minta asi.
“Hubby, sebaiknya aku turun saja. Aku akan minta bantuan para maid untuk mengeringkan rambutku” ucap Kiara.
“Jangan honey” cegah Keno
“Kok jangan sih? Kenapa?” Tanya Kiara heran.
“Kau masih dalam proses pemulihan dilarang naik turun, dokter melarang mu melakukan aktifitas terlalu berat. Keringkan di kamar mandi saja, tidak akan menimbulkan kebisingan. Atau mau ku bantu?” Tawar Keno
“Tidak perlu. Biar aku sendiri saja” tolak Kiara setuju dengan ucapan suaminya.
Keno bernafas lega setelah kepergian istrinya, “hufttt.. jantung Daddy hampir saja copot” ucap Keno mengusap dadanya.
__ADS_1