Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 64


__ADS_3

Hari ini Kiara bersiap mengunjungi kediaman Grandma Thea, ia sudah mengenakan pakaian santai celana jeans dan atasan t-shirt navy.


Kiara turun menapaki tangga dan melihat Papa serta kakaknya tengah sarapan.


Keduanya pun menoleh melihat kedatangan Kiara.


“Tumben rapi banget pagi-pagi gini. Mau kemana sih?” Tanya Delon


“Kakak lupa semalam Daddy ngajakin aku ke rumah Grandma Thea? Masih muda juga udah pikun” cibir Kiara lalu bergabung di meja makan. Beginilah, sehari saja mereka akur mana mungkin?


“Ck! Kakak hanya bertanya, lagi pula ngapain juga nginget hal-hal kayak gitu. Urusan kakak di kantor lebih penting kali” decak Delon membalas ucapan adiknya.


“Kalian ini sudah dewasa masih aja bertengkar, nggak malu sama bocah” tegur Daniel.


“Dia dulu yang mulai” ujar Delon tak terima.


“Apaan sih, kakak yang mancing-mancing Pa” adu Kiara.


Daniel menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.


“Diam dan lanjutkan sarapan kalian!” Titah Daniel tegas. Ia memijit pelipisnya pusing. Dua anaknya ini memang agak lain dari yang lain jika sudah bertatap muka. ‘Ck! Ini keturunan mu semua Diana, aku hanya kebagian di muka saja’ gerutu nya dalam hati mengingat mendiang istrinya.


Delon dan Kiara pun langsung terdiam, namun mereka saling menatap sengit. Jarang bertemu sekalinya bertemu malah adu jubir🤦🏻‍♀️


Mereka kembali melanjutkan sarapan nya tanpa ada pembicaraan satupun.


“Permisi Tuan, di luar ada supir dari Tuan Adrian yang datang untuk menjemput Nona Kiara” ucap pelayan itu.


“Ya, baiklah. Katakan padanya akku akan segera ke depan” sahut Kiara meraih gelas berisi air mineral.


“Baik Nona” ucap pelayan itu menunduk lalu pergi.


“Kau tidak ingin aku antar?” Tawar Delon.


“Tidak perlu, lagi pula supir sudah datang. Kakak pergi saja ke kantor nanti terlambat kena ultimatum Grandma Thea tahu rasa” ucap Kiara menakut-nakuti Delon.


“Ishh. Benar juga katamu. Ya sudah sana pergi” usir Delon.


“Iihh pake ngusir lagi, nggak usah di suruh aku juga akan pergi. Bye!”


“Pa, Kiara pergi dulu” pamit Kiara pada Daniel.


“Ya hati-hati. Kau akan menginap?” Tanya Daniel


“Eumm.. entahlah Pa. Kalo jadi nginep nanti Kiara kabarin” jawab Kiara lalu pergi meninggalkan ruang makan.


“Delon juga mau berangkat sekarang Pa, ada meeting penting pagi ini” pamit Delon seraya berdiri lalu mengecup punggung tangan Daniel.


“Ya.. bekerjalah dengan baik, agar gaji mu tidak ku potong” canda Daniel namun dengan kalimat datarnya.


“Ck! Aku bos nya” decak Delon membalas ucapan Papa nya lalu pergi.


Daniel pun dibuat terkekeh dengan ucapan putranya itu.

__ADS_1


“Semoga kau segera menemukan tambatan hatimu nak” doa Daniel dalam hati.


Di dalam mobil, Kiara membuka tas nya mencari ponselnya. “Ah! Aku kira tertinggal tadi” ucap Kiara lega.


“Kenapa Nona?” Tanya supir pribadi itu.


“Oh bukan apa-apa.. aku hanya mencari ponselku saja tadi, ku kira tertinggal di rumah” ucap Kiara menjelaskan.


“Saya kira kenapa Nona” ucap supir itu.


Kiara hanya cengengesan. Ia menghidupkan layar ponselnya ternyata ada pesan balasan dari Keno semalam. Wanita itu hanya tersenyum tanpa berniat membalasnya. Biarlah pria itu fokus dengan pekerjaan nya dulu,pikirnya.


“Pak, boleh saya tanya sesuatu?” Tanya Kiara


“Boleh Non, jika saya tahu pasti saya jawab” ucap supir itu.


“Berapa lama bapak bekerja di mansion Grandma Thea?”


“Emm.. sekitar lima belas tahun Nona” jawab supir itu.


“Wahh.. lama juga ya?” Ucap Kiara.


“Lumayan Nona, saya bekerja disana awalnya menjadi supir pribadi cucu nya yang waktu itu menempuh study nya di sini. Tapi sekarang sudah tidak lagi, karena sekarang saya merangkap jadi supir Nyonya Thea sekaligus pengawalnya atas perintah Tuan Adrian” jelas supir itu.


“Ohh.. cucu nya Grandma maksudnya Keno?” Tanya Kiara yang mulai kepo.


“Benar sekali Nona. Saya menjadi supir Tuan Muda semenjak awal study disini sampai selesai menempuh gelar S3 nya. Selama itu juga saya yang bertugas menyingkirkan semua para fans fanatik Tuan Muda yang brutal itu” ucap supir itu terkekeh mengingat ke konyolan beberapa tahun lalu.


“What? Maksudnya Keno banyak penggemar?” Tanya Kiara tak percaya. Ia sedikit kesal mendengarnya.


“Semuanya perempuan?” Beo Kiara


“Sudah pasti Nona, mana ada cowok yang doyan sesama kecuali jika Tuan Muda tidak normal” jawab supir itu merasa lucu dengan pertanyaan Kiara. Jika Keno mendengar ucapannya bisa dipastikan supir itu kena bogem mentah dari pria itu. Beraninya mengatai dia tidak normal hahahaha..


Kiara semakin kesal saja mendengarnya. ‘Ck! Katanya nggak bisa move on! Kenyataan nya bak penampungan kos putri!” Cibir Kiara kesal


“Tapi Tuan tidak pernah merespon satu wanita pun Nona, dia bahkan merasa risih karena ulah para fans nya dia jadi tidak fokus kuliah dan sering stress karena di kejar-kejar paparazzi” ucap supir itu kembali terkekeh.


“Benarkah?” Tanya Kiara penuh selidik.


“Benar Nona, Tuan Muda hanya setia pada satu wanita di masalalu nya yang sudah di jodohkan sejak kecil. Mungkinkah wanita itu adalah Nona? Maaf jika saya lancang bertanya Nona” ucap supir itu merasa terlalu jauh.


“Ah tidak masalah. Ya, aku wanita yang dia maksud” ucap Kiara tersenyum lembut. “Ternyata kamu memang pria sejati yang tidak pernah mengingkari kata hatimu Keno” gumam Kiara dalam hati.


“Wah.. ternyata saya tidak salah tebak Nona. Selamat anda beruntung menjadi wanita dari seorang Tuan Keno yang sama sekali tak tersentuh dengan wanita manapun” ucap supir itu menbuat Kiara semakin bahagia dan ada sedikit penyesalan karena sempat menolak perjodohan itu.


“Ya, ucapanmu benar.. aku adalah wanita yang beruntung bisa bertemu dengan nya” ucap Kiara tersenyum.


Supir itu pun menanggapi dengan senyum bahagia, dialah yang menjadi saksi bagaimana sifat Keno selama bertahun-tahun berjuang melupakan wanita pujaan nya namun selalu berakhir gagal.


Tak terasa tiga puluh menit perjalanan mereka pun sampai di mansion Grandma Thea.


“Silahkan Nona” ucap supir itu membukakan pintu mobil Kiara.

__ADS_1


“Terimakasih Pak” ucap Kiara tersenyum.


“Sama-sama Nona”


Kedatangan Kiara di sambut oleh Merry dan Grandma Thea.


“Mommy!!” Teriak Kiara berlari mendekati mereka. Merry tersenyum menanggapi tingkah lucu wanita itu. ‘Benar-benar duplikat Diana’ batin nya tersenyum geli.


“Hai Grandma..” sapa Kiara tersenyum lebar ketika sampai di hadapan dua wanita berbeda usia itu.


“Oh hai sayang.. kamu semakin cantik saja astaga Grandma jadi terpesona” ujar Grandma


“Hahaha.. Grandma bisa aja, cowok kali Grandma” celetuk Kiara yang membuat mereka bertiga terkekeh.


“Ya sudah masuk yuk, Mommy dan Grandma sudah buatin cookies spesial buat kamu tadi” ucap Merry mengajak Kiara masuk.


Kiara berjalan menggandeng tangan Grandma Thea, rasanya ia rindu sekali dengan kenangan masa kecilnya.


“Oh ya Mom? Wahh Kiara gak sabar pengen nyobain deh” ucap Kiara senang.


“Ya! Grandma saja sampai habis setengah toples tadi, untung kamu cepat datang.. kalau enggak sudah ludes di lahap Grandma” ucap Merry terkekeh menggoda nenek tua itu.


“Ck! Jangan terlalu frontal Ery!” Ucap Grandma Thea mendelik.


Merry hanya terkikik geli membalas ucapan mertuanya.


“Kenapa Ery Grandma?” Tanya Kiara yang merasa asing dengan panggilan itu.


“Grandma lebih suka memanggilnya Ery, lebih singkat dan praktis” celetuk Granma Thea.


Kiara menepuk jidatnya, sangat absurd sekali tingkah calon oma mertuanya itu.


“Ah! Sebentar. Aku teringat dengan sesuatu yang pernah di janjikan cucu tengil ku itu!” Ujar Grandma Thea tiba-tiba. Nenek tua itu meraih ponsel gaul nya di atas meja makan. Lalu mendial nomor seseorang.


Cukup lama akhirnya panggilan pun tersambung.


“Halo cucu tengil!” Teriak Grandma Thea menggelegar sampai semua yang berada di ruang makan itu terlonjak kaget.


Sedangkan di seberang telpon sang empu hampir saja jantungan mendengar teriakan Grandma nya.


“Astagaaa Grandma!! Bisa tidak jangan mengagetkan Keno!” Kesal pria itu.


“Hehehe, maaf Grandma terlalu semangat hari ini. Terimakasih atas kejutannya! Grandma sudah tidak akan kesepian lagi karena teman Grandma sudah datang hahahaha!!!” Ucap nenek tua itu tertawa lebar.


“Ya ampun!! Keno pikir apa Grandma.. teman yang mana maksud Grandma? Keno belum mengajaknya kesana?” Tanya Keno penasaran.


“Ck! Kau ini sekolah tinggi-tinggi tapi masih saja bodoh” cibir Grandma Thea.


“Serius Grandma, Keno benar-benar tidak mengerti!” Ucapnya heran.


“Aishh! Kiara, teman masa kecil Grandma sudah kembali” ucap nenek itu.


“What?? Jadi Kiara ada disana? Dan apa Grandma bilang? Teman masa kecil?? Heiii Grandma usia Grandma dengan Kiara selisih seratus abad asal Grandma tahu!” Balas Keno mencibir nenek tua itu.

__ADS_1


“Apa kau bilang dasar cucu tengil!!!” Teriak Grandma lalu memutuskan panggilan nya sepihak.


“Hah?? Mati? Ck! Dasar nenek-nenek tempramen” decak Keno lalu melanjutkan tidurnya sebab di Indonesia saat ini malam hari.


__ADS_2