Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 28


__ADS_3

Di mansion Keluarga Wijaya


Pagi pagi sekali Sylvi mendapat telpon dari orang suruhannya yang ia utus untuk menculik Kiara semalam.


Ia pun bangun menurunkan kakinya perlahan menjauhi ranjang menuju kamar mandi.


“Halo, bagaimana? Kalian berhasil menyiksa Kiara? Atau kalian juga menggilirnya? Ah aku jadi tidak sabar melihat keadan nya yang mengenaskan” ujar Sylvi lanjang lebar.


“Sudah, kau datang saja kesini dan lihat sendiri hasil kerja kerasku. Nanti aku kirimkan alamatnya” ucap pria di seberang telpon itu.


“Baiklah, aku akan bersiap dulu. Baru setelah itu aku kesana” ucap Sylvi


“Baik, aku tunggu kedatanganmu secepatnya!” Ucap pria itu lalu memutuskan panggilan nya.


‘Hahaha.. tidak sia sia aku merogoh kocek ku cukup banyak. Ternyata hasilnya begitu memuaskan! Kiara Kiara. Kau tak akan bisa menang melawanku, baru permulaan saja aku sudah bisa menghancurkan masa depanmu hingga ke akarnya!” Ujar Sylvi dalam hati kesenangan.


Ia bergegas membersihkan tubuhnya, setelah lima belas menit kemudian ia selesai melakukan aktifitas nya.


Ia melangkah mendekati ranjang ternyata Ryan sudah bangun setelah semalaman tidur panjang dari sore hingga pagi. Ia benar-benar lelah sekali dengan problem kali ini yang datang bertubi-tubi. Perusahaannya belum teratasi sama sekali. Ia terus mencari bantuan kepada kolega-kolega nya melalui email. Namun hasilnya tetap nihil. Sebab ini semua tak lain campur tangan dari Will Assisten Keno, pria itu melakukan tugasnya dengan cukup baik dan rapi sampai tidak ada jejak satupun yang ter-endus.


Tak lama Ryan pun masuk ke dalam kamar dengan ekspresi marah.


“Sylvi!” Teriak Ryan berjalan ke arahnya.


“Apaan sih kamu, pagi pagi begini teriak-teriak. Nggak usah teriak aku juga denger kali” seru Sylvi jengkel.


“Kau tau kemana perginya Kiara?!” Tanya Ryan dengan nafas naik turun.


“Kau ini bicara apa? Mana aku tahu kemana istrimu pergi. Terakhir aku ketemu dia di ruang tamu, kemarin sore dia bilang mau mencari udara segar” ucap Sylvi bohong.


“Apa?! Kau serius? Naik apa dia?” Tanya Ryan kaget


“Tentu saja menggunakan mobilnya, mana mungkin dia jalan kaki!” Ketus Sylvi yang mendengar nada khawatir Ryan


“Berarti sejak kemarin dia belum kembali?!” Tanya Ryan lagi


“Ya mungkin saja. Bisa jadi dia sedang mencari kepuasan diluar sana!” Ucap Sylvi gamblang tanpa dosa.


“Tutup mulutmu Sylvi!! Aku tahu Kiara tipe perempuan seperti apa! Tidak seperti mu!” Sentak Ryan yang emosi mendengar kalimat Sylvi


“Aku? Kenapa dengan ku?! Aku seperti ini juga karena membantu mu menyelesaikan masalahmu!” Ucap Sylvi tak kalah emosi nya.


“Membantuku kau bilang?! Dengarkan aku baik-baik! Semenjak kedatangan mu hidupku menjadi semakin rumit!” Tegas Ryan

__ADS_1


“Apa katamu?! Tega kau berkata seperti itu padaku Ryan?! Setelah semua pengorbanan ku,setelah aku melemparkan tubuhku padamu kau dengan seenaknya berkata seperti itu!! Aku seperti tidak ada harganya di matamu!” Sentak Sylvi mengeluarkan airmata nya yang sejak tadi ia tahan.


“Ya! Kau memang tidak ada harganya sama sekali di mataku! Bagiku kau tidak lebih dari seorang j***** yang dengan mudahnya menaiki tubuh para pria!” Teriak Ryan begitu menusuk hati Sylvi.


Ia menggelengkan kepalanya disertai airmata yang terus keluar seakan tak ada hentinya. Sylvi tidak menyangka ternyata itu pandangan Ryan terhadap nya selama ini. Padahal ia hanya berhubungan dengan Ryan saja. Mahkota yang ia jaga selama ini hanya ia serahkan sepenuhnya kepada Ryan. Namun sekarang, inikah balasan Ryan padanya? Benar-benar keterlaluan pikirnya.


“Terserah apa kata mu! Satu hal yang perlu kau ketahui, kau tidak akan pernah menemukan Kiara meskipun kau mencarinya sampai ujung dunia sekalipun! Aku pastikan itu!” Ucap Sylvi menambah emosi Ryan.


Plakk!


“Kau benar-benar wanita menjijikkan yang pernah aku temui! Aku sangat menyesal telah menjadikanmu alat balas dendam untuk menyakiti Kiara! Karena faktanya Kiara jauh lebih baik darimu!” Ujar Ryan setelah melayangkan tamparan nya pada Sylvi.


Perih, itu yang ia rasakan. Ditambah lagi perih di hatinya. Ia begitu kecewa pada Ryan.


Tanpa sepatah kata pun Sylvi segera mengambil kunci mobilnya di atas nakas dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Ryan yang masih frustasi memikirkan kemana perginya Kiara.


Apa mungkin Kiara pergi menemui Papa nya? Jika iya,maka ini semua adalah salahnya kenapa ia sampai ketiduran semalaman penuh sehingga tak ada kesempatan menemui Kiara.


Ia keluar dari kamar menuju kamar yang Kiara tempati. Tangan nya meraih handle pintu itu lalu membuka nya.


Di edarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar itu. Lengkap, semua barang-barang Kiara masih tertata rapi di tempatnya. Namun satu yang membuatnya memfokuskan penglihatan nya.


Sebuah koper kecil yang berada di pinggir sofa. Kemudian ia membuka koper tersebut yang ternyata di dalam nya berisi beberapa pakaian Kiara serta barang-barang berharga nya.


Tampak tertata rapi di dalam koper itu. Itu artinya Kiara baru akan berniat pergi kan? Tandanya Kiara masih ada di negara ini, lantas kemanakah perginya Kiara?


Tiba tiba Ryan mengingat ucapan Sylvi beberapa menit lalu. Firasat nya mengatakan ini ada hubungan nya dengan Sylvi atas menghilang nya Kiara.


Kemudian ia meraih ponsel yang ada di saku celana nya lalu menelpon Sylvi.


Tut.. Tut.. Tut..


Suara sambungan terus berdering, sampai ke lima kalinya ia menelpon Sylvi tak kunjung ada jawaban juga.


Akhirnya ia memutuskan untuk melacak keberadaan Sylvi dengan nomor telpon nya melalui aplikasi pelacak.


Ternyata GPS yang ada di ponsel Sylvi menunjukkan lokasinya berada di tengah hutan pinggir kota.


Seketika kecurigaan Ryan pun bertambah, untuk apa Sylvi kesana? Ia semakin penasaran dan akhirnya ia memutuskan untuk membuntuti Sylvi.


Ia mengabaikan masalah yang ada di kantor nya dan melimpahkan urusan nha pada assiten nya Dio. Sungguh keparat pria itu sebagai pemimpin tidak ada tanggung jawabnya sama sekali.


Ia bergegas mengambil kunci mobilnya yang ada di dalam kamarnya berlari turun kebawah menapaki tangga. Tak lama mobil yang dikendarai nya pun berlalu meninggalkan mansion.

__ADS_1


Mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi mengikuti petunjuk GPS keberadaan Sylvi.


Sedangkan di restaurant bintang lima yang berada di pusat kota itu, Kiara sudah menghabiskan dua porsi sekaligus menu steak barbeque.


Saking lapar nya, ia sampai melupakan porsi makan nya yang berbeda dari biasanya. Entahlah ia hanya acuh saja.


“Anda mau nambah lagi Nona?” Tanya bodyguard itu.


“Ah tidak. Ini sudah cukup. Perutku serasa mau meledak rasanya” keluh Kiara sambil menyenderkan tubuhnya ke kursi.


“Baiklah Nona, mari saya antar sekarang” Ajak bodyguard itu.


“Kemana? Bahkan kalian tidak mengantarkan ku ke danau untuk mengambil mobilku. Kalian sengaja putar arah melewati jalan lain ya?” Selidik Kiara.


“Bukan begitu Nona, pasalnya mobil Nona telah di rusak oleh komplotan penculik itu supaya orang-orang mengira mobil Nona murni kecelakaan,bukan penculikan” jelas sang bodyguard tersebut.


“Apa?! Kenapa kau baru bilang sekarang? Tau begitu aku menghajarnya tanpa ampun tadi!” Ucap Kiara menggebu-gebu. Pasal nya mobil itu adalah hadiah pernikahan dari Kakaknya, ia tidak mungkin melupakan begitu saja pemberian berharga dari sang kakak.


“Sudahlah Nona, semua sudah terjadi. Menyesali pun percuma. Nasi sudah menjadi bubur sumsum” celetuk bodyguard itu.


“Haishhh mana ada begitu?! Tapi benar juga katamu, tak ada gunanya menyesali” ujar Kiara membenarkan.


“Kalau begitu mari kita melanjutkan perjalanan Nona, Tuan kami sudah menunggu. Kita harus segera berangkat” Ucap bodyguard itu.


“Tunggu dulu! Kalian mau membawaku kemana?” Tanya Kiara


“Tentu saja bertemu Tuan Muda kami” jawab bodyguard itu serentak.


“Kalian tidak berniat menculik ku lalu menjualku pada Pria tua hidung belang kan?!” Selidik Kiara


Para bodyguard itu melongo mendengar ucapan Kiara, bisa bisa nya Tuan Muda mereka dikatai pria tua hidung belang. Ckckck.. Kiara Kiara, jika bukan pujaan hati Tuan nya pasti dia sudah habis dibantai,pikir mereka.


“Tidak Nona, itu tidak mungkin. Tuan Kami orangnya sangat baik, suka menolong dan tidak sombong” Ucap bodyguard itu mendramatis.


“Benarkah? Sebenarnya siapa Tuan mu itu? Aku jadi penasaran. Baiklah aku akan ikut kalian, sekalian mengucapkan terimakasih pada Tuan kalian karena sudah berbaik hati menolongku dari penculikan itu” ujar Kiara menyetujui.


“Nanti juga Nona akan tahu sendiri. Mari Nona” Ajak bodyguard itu seraya membukakan pintu mobil.


Kiara hanya menurut begitu saja masuk ke dalam mobil. Ia tidak terlalu memusingkan hal ini. Perutnya terlanjur begah karena kebanyakan makan, ia tertidur di perjalanan setelah 5 menit mobil itu melaju meninggalkan restaurant.


Para bodyguard yang berada di dalam mobil itu sontak menggelengkan kepala. Pantas saja Tuan Muda nya tergila-gila, orang gadisnya imut begini. Ya, meskipun Kiara bukan gadis lagi. Namun parasnya sama sekali tak menampakkan bahwa dia sudah menikah, bahkan masih terlihat seperti gadis berusia belia.


Jangan lupa like dan vote,

__ADS_1


Dukung terus karya pertama author, dan terimakasih bagi yang sudah memberikan like dan dukungannya..


Semoga kalian sehat selalu🫰🏻


__ADS_2