
Kini Kiara telah sampai di mansion kediaman nya. Ia di antar oleh Adrian Merry dan mereka bertiga pun berjalan memasuki pintu utama.
“Papa..!” Teriak Kiara memasuki mansion mengagetkan semua yang sedang melakukan aktifitas nya setelah makan malam.
“Astaga Kiara! Kenapa harus berteriak?” Heran Daniel dengan tingkah putrinya itu.
Adrian dan Merry hanya tersenyum menggeleng melihatnya.
“Ohh kalian sudah sampai.. apa kalian juga sudah makan malam biar para pelayan menyiapkan makan malam sekarang juga?” Tanya Daniel pada kedua pasangan paruh baya itu.
“Tidak perlu Niel, kami sudah mampir di resto cepat saji tadi, benarkan Kiara?” Tanya Adrian
“Iya kok Pa, kami sudah makan malam. Oh iya kedatangan Daddy Adrian kesini ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting” jawab Kiara memberitahu Papa nya.
“Ya.. Papa sudah tau” jawab Daniel.
“Benarkah? Ah! Tidak jadi kejutan dong” keluh Kiara yang membuat ketiganya terkekeh.
“Ayo kita bicarakan di ruang keluarga saja” ucap Daniel mengajak mereka semua berpindah menuju ruangan itu.
“Bagaimana keadaanmu sekarang Kiara? Sudah membaik?” Tanya Daniel agak khawatir pasalnya ia mendengar penculikan putrinya kembali dari sahabatnya. Hatinya sedikit khawatir bahwa hal itu akan berdampak pada psikis Kiara.
“Yahh.. better lah Pa.. Kiara sudah memutuskan untuk melupakan semua kejadian pahit itu. Sekarang Kiara fokus dengan kebahagiaan Kiara saja” jawab Kiara.
“Syukurlah jika kamu berpikiran seperti itu” ujar Daniel lega.
“Terimakasih banyak Adrian, Merry.. kalian sudah merawat dan menjaga putriku dengan baik. Aku sunguh sangat berhutang budi besar pada kalian” ucap Daniel merasa tidak enak.
“Kau ini bicara apa, sudah sewajarnya aku melindungi calon menantuku, jangan pernah sungkan Niel, sebentar lagi kita akan menjadi keluarga sesungguhnya. Jadi apapun yang berkaitan denganmu aku akan tetap campur tangan sesuai batas dan kemampuanku” ujar Adrian di angguki oleh Merry.
“Lagi pula Kiara sudah kami anggap sebagai putri kami sendiri, karena aku juga tidak memiliki seorang anak perempuan.. maka kasih sayangku teralihkan pada putrimu Niel. Dia sosok gadis yang periang mampu menghibur orangtua yang kesepian seperti kami” ujar Merry tak kalah tulus. Wanita paruh baya itu terlihat begitu menyayangi Kiara, sampai membuat Daniel terharu akhirnya putrinya tidak akan kekurangan kasih sayang seorang ibu lagi. Karena Merry istri sahabatnya itu yang menggantikan peran istrinya mecurahkan perhatiannya pada putrinya.
“Ya. Kalian berdua memang malaikat bagi kami” ujar Daniel tersenyum lembut.
Kiara merasakan kehangatan di tengah-tengah mereka semua, hidupnya tak sepenuhnya menderita setelah ia berhasil lepas dari belenggu yang selama ini ia ciptakan sendiri dengan memilih orang yang salah.
“Langsung saja Daniel, kedatangan kami kesini melamarkan Kiara untuk Keno. Putraku itu berhalangan datang karena dia tengah sibuk dengan perusahaan nya kali ini sebelum ditinggalkan ke negara ini dalam waktu lama” ujar Adrian
“Ya Adrian, aku sangat paham calon mantuku itu pasti sedang di sibukkan dengan setumpuk dokumen” ujar Daniel dengan tawa.
Membuat mereka yang ada di ruangan itu menyemburkan tawa nya membayangkan wajah Keno yang kusut akibat tumpukan dokumen-dokumen.
“Semua keputusan aku serahkan pada putriku, dan aku yakin kalian juga sudah tahu jawabannya. Kita hanya memenuhi syarat saja agar mereka berdua segera resmi menjadi pasangan yang halal” ujar Daniel
__ADS_1
“Bagaimana Kiara, apakah kamu bersedia menerima lamaran Daddy?” Tanya Daniel pada Kiara yang sejak tadi diam memperhatikan.
Kiara mengangguk tersenyum.
“Ya Pa, tentu saja Kiara mau. Sudah bukan rahasia lagi kan” ujar wanita itu mengembangkan senyumnya.
“Syukurlah akhirnya putraku segera melepas jomblo karatan nya” ujar Merry bahagia mengejek putranya itu.
Sontak mereka semua ikut tertawa dengan ucapan Merry. Andai saja pria itu ada disitu pasti wajahnya sudah menekuk kesal menjadi bully an Mommy nya sendiri.
“Dan selerti rencana awal Niel, pernikahan mereka akan dilaksanakan lusa. Aku harap kau tetap pada keputusan mu tempo lalu” ujar Adrian.
“Ya, tidak ada alasan aku menolak nya. Mereka berdua juga sudah sama-sama siap. Kalau bisa segera kenapa harus nanti? Lagi pula si joni Keno juga kelihatannya sudah tidak sabaran” ucap Daniel yah membuat mereka semua tertawa sedangkan Kiara memerah menahan malu.
“Wahh ada pesta apa ini?? Kenapa Delon tidak di ajak?” Tanya nya tiba-tiba datang dari arah pintu utama.
“Ah Delon, Paman hampir melupakan mu. Darimana saja kamu kenapa baru terlihat?” Tanya Adrian
“Hehe, ada urusan mendadak Paman, maaf Delon tidak tau kedatangan kalian. Tahu begini Delon saja yang menjemput kalian di bandara” ujar Delon cengengesan
“Sudahlah tidak perlu repot, lagian Paman juga diantar pengawal kesini” ucap Adrian di angguki oleh Merry.
Delon mangut-mangut mendengar jawaban Adrian.
“Bagaimana keadaanmu Kiara?” Tanya Delon mengalihkan pandangannya pada adiknya itu.
“Baguslah, ku pikir kau akan terus menangisinya sepanjang masa” canda Delon.
“Ishhh apaan sih. Aku sudah move on lama ya jadi jangan pernah ngatain aku” kilah Kiara mendengar candaan kakaknya itu.
Delon terkekeh duduk di sebelahnya.
“Ngomong-ngomong tumben sekali Paman dan Bibi bertamu selarut ini? Apakah kalian akan menginap? Jika iya Delon akan sangat senang sekali” Tanya Delon beruntun. Mengingat saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
“Tidak, kedatangan kami kesini karena melamarkan adikmu untuk Keno, sebab dia tengah sibuk mengurus perusahaan jadi dia baru bisa menyusul lusa” ujar Adrian memberitahu.
“Ohh.. aku kira kalian akan menginap” ucap Delon.
“Kalaupun mau menginap aku sama sekali tidak masalah Adrian, kalian bebas memilih kamar yang mana” ucap Daniel menimpali.
“Iya Mom,Dad.. pasti mansion akan sangat ramai” sahut Kiara.
“Sepertinya lain kali saja kami menginap, kami sudah berjanji mengunjungi Mommy Thea jauh-jauh hari, orang tua itu akan terus menelpon ku jika aku tidak segera sampai ke kediamannya” ucap Adrian menolak halus.
__ADS_1
“Ya.. kami juga merasa sangat bersalah meninggalkan nya seorang diri hanya di temani dengan pelayan mansion, pasti mommy merasa kesepian selama ini” ujar Merry sedikit iba pada mertuanya itu.
“Ya.. tidak apa-apa.. kalian bisa menginap lain waktu. Kiara, kamu masih mengingat Grandma Thea kan? Yang dulu pernah menolong mu waktu kamu hampir tertabrak mobil” ujar Daniel
“Ya, Kiara masih inget kok. Mana mungkin Kiara lupa” ucap nya
Mereka pun tersenyum.
“Besok Daddy minta bodyguard menjemputmu ke mansion Grandma Thea. Bolehkan Daniel?” Tanya Adrian meminta persetujuan pada sahabatnya itu.
“Tentu saja boleh, pasti dia sangat senang bertemu kembali dengan gadis kecilnya dulu” ujar Daniel terkekeh.
“Hahaha.. ya kau benar. Terkadang dia juga menanyakan Kiara jika dia ingat. Namun saat itu Keno masih di sini belum ke Indonesia. Jadi kami belum bisa memberitahukan dimana keberadaan Kiara” ujar Adrian.
“Apakah Grandma merindukanku Dad?” Tanya Kiara.
“Pasti, bahkan setiap aku datang kesana dia selalu menanyakan mu gadis kecil” bukan Adrian yang menjawab, namun Delon.
“Issh aku sudah dewasa ya!” Protes Kiara
Membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa geli.
Malam semakin larut akhirnya Adrian dan Merry pun pulang.
Sepeninggal mereka kini tersisa Daniel dan Kiara saja. Sebab Delon sudah naik ke kamarnya terlebih dahulu karena pria itu ingin beristirahat.
“Papa hanya berpesan padamu, apapun yang terjadi tetaplah menjadi putri Papa yang kuat. Menjalani rumahtangga tidaklah mudah Kiara. Tentu kau sudah mengalaminya, jadikan masalalu sebagai pelajaran hidupmu kedepannya agar tidak terulang kembali. Papa yakin Keno pria yang tepat untukmu” nasehat Daniel panjang lebar pada putrinya.
“Iya Pa, Kiara akan selalu ingat pesan Papa. Dan Kiara juga mohon doa dari Papa supaya rumah tangga Kiara lancar dan berjalan baik kedepannya” ucap Kiara
“Pasti, Papa selalu mendoakan yang terbaik buat putri Papa” ucap Daniel tersenyum lembut mengusap surai panjang putrinya penuh kasih sayang.
Ia merasa lega dan tidak penuh ke khawatiran seperti yang sebelum nya. Karena putrinya ini akan berada di tangan pria yang tepat dan bertanggung jawab seperti Keno.
Daniel dan Kiara pun naik ke atas memasuki kamarnya masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh.
“Ah aku baru teringat dengan ponsel ku! Pasti pria bucin itu ngomel-ngomel nggak jelas” monolog nya meraih ponselnya yang berada di dalam tas lalu menghidupkan benda pipih itu.
Dan benar saja. Tiga puluh panggilan tak terjawab serta dua puluh pesan masuk di ponselnya, tentu saja semua dari Keno.
“Aisshhh.. apa kataku, dugaan ku tidak pernah meleset. Dasar bucin” gumam Kiara
Dia langsung membalas pesan Keno yang bejibun mengabarkan bahwa dia sudah sampai sejak tadi dan baru saja menghidupkan ponselnya.
__ADS_1
Tidak ada balasan dari sang empu, Kiara memilih meletakkan ponselnya lalu membersihkan dirinya bersiap untuk tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
Ia menarik selimutnya dan mematikan lampu nakasnya.