Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 97


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Morgan kini sampai di halaman mansion Keluarga Bimantara.


Kedatangan mereka di sambut ramah oleh para bodyguard yang berjaga di mansion itu.


“Selamat malam Tuan Morgan” sapa salah satu bodyguard.


“Ya, selamat malam juga. Apa Tuan Muda kalian ada di rumah?” Tanya Morgan membuka kan pintu untuk istri dan anaknya.


“Maaf Tuan, Tuan Muda beserta Nona Kiara dan Tuan Kecil keluar sejak tadi pagi belum kembali” terang bodyguard


“Hah? Kemana mereka bertiga?” Tanya Morgan heran, baru kali ini sahabatnya itu pergi selama itu sejak mereka memiliki putra, biasanya mereka pergi hanya beberapa jam.


Sylvi pun sempat terkejut sembari membenarkan gendongan nya.


“Kami kurang tau Tuan, beliau pergi tanpa pengawalan dari kami. Tuan bilang bahwa mereka bertiga ingin menikmati suasana weekend tanpa ada yang mengikuti” jelas bodyguard tersebut.


“Aneh.. ya sudah biar aku telfon saja” ucap Morgan lalu mengeluarkan ponsel dalam sakunya dan mendial nomor Keno.


Tak lama panggilan pun tersambung.


“Halo..” ucap Keno di seberang.


“Hei bro! Kalian dimana? Aku sekarang ada di depan mansion mu. Kami ingin berkunjung sebab Theo di rumah tidak bisa diam” ucap Morgan.


“Benarkah? Kenapa kau tak menghubungi ku lebih dulu? Kami bertiga sedang berlibur dan menginap di resort baru ku” terang Keno.


“What? Jadi resort itu sudah siap huni? Hanya dalam waktu singkat saja?” Cecar Keno tak percaya


“Semua berkat ide dan saran mu, kau menempatkan seseorang yang tepat di kerja sama perusahaan ku” ucap Keno puas.


“Baguslah.. aku turut senang dengan kerja sama kalian” ungkap Morgan.


Rekan bisnis yang di maksud adalah sepupu jauh nya yang ia rekomendasikan untuk mengajukan tender di perusahaan Keno enam bulan sebelum resort itu jadi, namun siapa sangka.. Keno malah semakin tertarik sebab rekan yang pertama melakukan kecurangan dan setelah Keno mengetahui hal itu ia langsung memutuskan secara sepihak dan menggantinya dengan perusahaan milik sepupu Morgan.


“Kau kesini saja, ajak anak dan istrimu juga menginap disini. Ken juga butuh teman bermain sepertinya” ucap Keno pada sahabatnya itu.


“Bagus juga ide mu, baiklah aku kesana sekarang” ucap Morgan memutuskan panggilannya.


“Baby, mereka sedang berada di resort baru, sebaiknya kita kesana sekarang.. Lumayan hitung-hitung staycation gratis” ucal Morgan tersenyum sumringah.


“Ishh.. dasar pelit! Maunya yang gratisan” gerutu Sylvi masuk ke dalam mobil setelah Morgan membukakan pintu.


“Bukan begitu honey, tawaran cum-cuma siapa yang ingin menolaknya?” Ucap Morgan cengengesan.


Sylvi menghembuskan nafasnya pelan.


Mobil mereka pun melaju meninggalkan mansion menuju resort baru milik Kiara.


“Sial! Ternyata mereka sedang asyik-asyikan berlibur! Sementara aku? Aku harus menjadi kacung di istana yang seharusnya menjadi hak ku di masa depan” umpat Ayumi yang mendengar percakapan Morgan dan Keno sejak tadi.


Gadis itu menyalakan ponselnya lalu mendial nonor seseorang.


“Halo! Lakukan tugasmu sekarang juga, ingat jangan sampai gagal!” Ucap Ayumi lalu mematikan panggilannya.


“Kita lihat saja Kiara, apa kau masih bisa menikmati liburan mu dengan tenang” ucapnya menyeringai devil.


Gadis itupun masuk ke dalam mansion dengan raut wajah yang sumringah.


“Ah sebaiknya aku segera bersiap-siap” ucapnya girang.


Sementara di resort, Keno dan Kiara kini sedang berada di ruang tamu menunggu kedatangan Morgan dan Sylvi sembari menemani putranya yang tengah asyik bermain menyusun puzzle.

__ADS_1


“Apa kita akan berlama-lama disini hubby?” Tanya Kiara mendongak menatap suaminya.


“Menurutmu? Jika kau betah berada di tempat ini maka kita bisa menginap disini sesuka hati” ucap Keno mengusap surai panjang istrinya.


“Aku rasa alangkah baiknya jika kita tidak meninggalkan mansion lama-lama. Kita bisa mengunjungi tempat ini jika sedang berlibur saja” ucap Kiara.


“Hmm.. not bad, lagi pula jarak dengan kantor lebih dekat dari mansion” ucap Keno menganggukkan kepalanya.


“Haii semuaa!” Teriak Morgan dan Sylvi bersamaan mengejutkan Keno dan Kiara.


“Astaga!! Kaliaan!” Ucap Keno dan Kiara bersamaan.


“Eeoo!! Eeoo!!” Teriak antusias baby Ken melihat kedatangan baby Theo yang notabene teman bermain nya setiap weekend.


Baby Theo pun langsung meberontak minta di turunkan.


“Lichh.. lichh addyy!!” Ucap baby Theo memanggil baby Ken dengan sebutan Rich. Bayi itu kesusahan menyebutnya dengan sebutan Ken maupun Kenrich, hanya nama belakang nya saja yang ia ingat.


“Oke oke Daddy turunkan” ucap Morgan melepaskan putranya merangkak mendekati baby Ken yang begitu antusias.


“Kenapa cepat sekali?” Tanya Keno pada Morgan.


“Memangnya butuh waktu berapa lama untuk sampai kesini? Jalanan lumayan sepi jadi hanya butuh waktu lima belas menit saja” ucap Morgan.


Keno menganggukkan kepalanya paham. Para pria pun duduk di sofa sedangkan Kiara dan Sylvi duduk di karpet bawah menemani putranya bermain. Dua bayi lucu itu saling berbaur berceloteh riang.


“Bagaimana perkembangan Theo Vi?” Tanya Kiara pada Sylvi


“Hufhhh.. aku selalu kewalahan menghadapi tingkahnya Ra, kepalaku sering kali pusing melihat keaktifan bocah itu” keluh Sylvi menghembuskan nafasnya kasar.


“Hahaha.. mereka tak jauh beda sepertinya, aku juga sama tapi bedanya Ken akan lebih aktif jika bersama Daddy nya, mereka bagai pinang belah dua” ucap Keno tertawa mengingat kelucuan putranya.


“Yah.. aku rasa mereka sekongkol sejak dini untuk membuat para orangtua kelabakan menghadapi tingkahnya” ucap Sylvi.


Sylvi berselonjor meregangkan ototnya. Ada saat santainya ketika ia bertemu dengan sahabatnya sebab bayi nya itu selalu lengket dengan Ken jika sudah bertemu.


“Kalian sudah makan malam?” Tanya Keno


“Tidak usah repot-repot. Kami tamu yang cukup tahu diri jika ingin berkunjung maka perut kami isi terlebih dahulu” sahut Morgan


“Ohh.. baguslah.. aku tidak perlu memesankan makanan untukmu” jawab Keno menimpali ucapan Morgan.


“Ck! Hubby..” tegur Kiara


“Bercanda honey” ucap Keno mengangkat jarinya peace.


Tiba-tiba ponsel Keno berdering tanda panggilan masuk.


“Will..?” Ucapnya melihat nama tertera di layar ponsel.


“Ada apa dia weekend menghubungi ku,” ucapnya mengernyitkan dahi.


“Angkat saja siapa tahu penting” ucap Morgan.


Keno pun menjawab panggilan dari Assisten nya.


“Halo Will”


“Halo Tuan, maaf mengganggu waktu berlibur anda. Saya hanya ingin mengabarkan bahwa data perusahaan telah di bobol seseorang Tuan, saat ini saya sedang berada di mansion tapi Tuan tidak ada” ucap Will dari sambungan telpon.


“Apa?!! Kenapa bisa Will?? Dimana para penjaga?” Cecar Keno kaget.

__ADS_1


Semua orang yang ada disitu ikut penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


“Mereka semua terkecoh dengan preman yang telah membuat keributan di depan perusahaan sehingga ada yang berhasil masuk menyelinap ke ruangan IT Tuan” jelas Will


“Shit!! Tunggu aku akan segera kesana sekarang!” Ucap Keno lalu memutuskan panggilannya.


“Ada apa?” Tanya Morgan melihat raut wajah kemarahan dari Keno.


“Apa yang terjadi hubby??” Timpal Kiara yang juga penasaran.


“Data di perusahaan di bobol oleh seseorang! Aku harus kesana sekarang” ucap Keno tergesa-gesa menghampiri istri dan anaknya.


“Apaa??!” Ucap mereka bertiga kaget.


“Aku ikut! Biar aku yang menyetir” sahut Morgan menghampiri istri dan anaknya lalu mengecup keduanya.


“Honey, kau disini bersama Sylvi. Jaga anak-anak. Aku akan mengirimkan beberapa bodyguard untuk menjaga kalian” ucap Keno mengecup bibir Kiara sekilas. Lalu beralih pada baby Ken dan Theo.


Cup! Cup!


“Daddy pergi dulu boys, kalian jangan menyusahkan Mommy okay?” Ucap Keno pada kedua bocah tampan itu.


“Keyy addyy!!” Sahut keduanya bersamaan membuat Keno dan Morgan berat meninggalkan kelucuan mereka.


“Hati-hati hubby” ucap Kiara melambaikan tangannya. Keno pun tersenyum membalas ucapan istrinya sebelum akhirnya mereka menghilang di balik pintu.


“Hufhttt baru saja santai sejenak, sudah ada saja masalah” keluh Kiara.


“Ya.. semoga perusahaan suami mu baik-baik saja Ra” ucap Sylvi mendoakan.


“Ya, semoga saja Vi” ucap Kiara mengangguk mengiyakan.


“Sudah malam boys, waktunya kita tidur” ucap Kiara menghentikan permainan kedua bocah itu.


Anehnya kedua bocah itu menurut pada gendongan Mommy nya masing-masing.


“Kau tidur di kamar sebelah saja Vi, tadi sudah aku rapikan sebelum kau kesini” ucap Kiara


“Thank you Ra” balas Sylvi di angguki oleh Kiara.


“Say goodbye dulu sama Ken sayang” ucap Sylvi pada putranya.


“Bayy Lichh..” ucap baby Theo melambai-lambaikan tangannya.


“Bwayy Eoo..!!” Teriak baby Ken dengan suara khas nya yang lucu membuat para Mommy tertawa dengan tingkah keduanya.


Mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing.


Sesampainya di dalam kamar Kiara langsung menidurkan baby Ken.


“Daddd Momma..” celoteh bayi gembul itu menanyakan Daddy nya.


“Ya sayang? Kau merindukan Daddy mu? Astaga baru juga sebentar, Daddy sedang ada urusan pekerjaan.. Ken tidur bersama Mommy ya” ucap Kiara memberi pengertian pada putranya jenius nya itu.


“Humm? Ddadddy..”


“Iya.. Daddy pasti segera kembali dan tidur menemani Ken disini” ucap Kiara memeluk putranya.


“Cup! Good night tampan nya Mommy” ucap Kiara mengecup kening baby Ken.


Kiara pun menepuk-nepuk pantat bocah gembul itu hingga netra nya terlihat sayu tanda mengantuk.

__ADS_1


Kiara tersenyum melihat wajah damai putranya, namun tidak dengan suasana hatinya saat ini.


“Kenapa perasaanku tidak enak begini? Semoga Daddy mu baik-baik saja boy, Ya Tuhan.. lindungilah suamiku dari niat buruk apapun” ucap Kiara dalam hati.


__ADS_2