
Sementara di gudang tua yang berada di tengah hutan kota itu, Kiara terbaring pingsan di ranjang usang.
Ia di sekap para penculik itu di sebuah kamar kosong dalam gudang itu.
Tak berapa lama akhirnya Kiara tersadar dari obat bius itu, karena pengaruh dosis nya cukup rendah jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk nya tertidur.
“Awwsshhhh!” Ringisnya memegang tengkuk nya yang terasa memar akibat pukulan para bedebah tadi.
“Dimana ini? Kenapa gelap sekali? Dan kenapa kumuh sekali tempat ini?” Ucap Kiara yang bermonolog sendiri. Ia begitu asing dengan tempat ini. Tidak ada ventilasi dan penerangan sama sekali, hingga menjadikan tempat itu gelap
“Dimana ponselku?” Ia mencari-cari di saku celana jeans yang dipakainya, namun tidak ada.
“Ahh sial! Ponsel itu pasti masih berada di dalam mobil” umpat Kiara
“Bagaimana caranya aku keluar dari tempat ini? Lagi pula siapa mereka semua? Apa untungnya membawaku kesini? Bedebah sekali hidupku selalu sial berada di sisi Ryan! Secepatnya aku harus bisa lepas dari nya!” Tekad nya penuh emosi.
“Ya! Aku harus meninggalkan nya segera, aku berjanji jika terbebas dari sini aku akan pergi sejauh mungkin!” Ujar Kiara mantap.
Ia terus mencari cara agar bisa kabur dari tempat kumuh ini. Dirinya merasa risih sekali sebab tempat itu terlihat lembab tak terawat sama sekali.
Ia berjalan mendekat ke arah pintu yang terbuat dari kayu tebal itu dengan meraba-raba tembok. Ia mencoba menarik kaitan pintu itu dari dalam namun sayang, pintu itu tergembok dari luar.
Ia kembali duduk di ranjang usang itu sembari memikirkan cara agar bisa kabur.
Namun ia mendengar suara pintu itu seperti ada yang membuka nya dari luar. Terlihat cahaya penerangan dari luar.
Setelah pintu terbuka menampakkan sosok pria berbadan tinggi tegap, lalu pria itu menghidupkan saklar lampu yang berada di luar pintu ruangan itu kemudian berjalan masuk dan mengunci pintu itu kembali dari dalam.
“Ohh kau sudah sadar dari tidurmu Nona?” Tanya bos dari komplotan penculik itu.
“Cihh! Kau lagi! Tidur katamu?! Kau yang membuatku tak sadarkan diri sampai membawaku ke tempat menjijikkan ini! Sebenarnya apa maumu?! Siapa yang menyuruhmu untuk menculik ku?!” Geram Kiara
“Eiittssss.. santai Nona cantikk.. jangan marah-marah terus, kau semakin cantik saja jika marah begini” ujar pria itu terdengar menjijikkan di telinga Kiara, pria itu hendak menyentuh wajah Kiara namun buru-buru Kiara menepis tangan nya.
“Jangan pernah berani menyentuhku!! Aku sungguh jijik dengan tangan kotormu itu!” Sentak Kiara
“Woww.. benarkah? Bagaimana kalau begini..” pria itu mencekal kedua tangan Kiara dengan kuat dan merebahkan tubuh Kiara diranjang keras itu dengan kasar.
“Bedebah sialan lepaskan akuu!!” Umpat Kiara memberontak, tenaga nya masih belum cukup pulih untuk melawan pria itu.
“Diam!!! Kita akan melalui malam panas ini bersama sampai pagi!” Bentak Pria itu seraya berusaha membuka kaitan celana jeans yang Kiara kenakan.
Namun sedetik kemudian pintu terdobrak cukup keras dari luar.
__ADS_1
“Lepaskan Nona kami bre*****kk!!!” Teriak anak buah Keno yang baru saja sampai di gudang tua itu.
“Sialan! Siapa kau! Beraninya mengganggu ku!!” Umpat pria itu.
“Tidak penting siapa kami! Lepaskan Nona itu atau peluru ini akan menembus kepalamu!” Ancam salah satu anak buah Keno sambil menodong kan pistol ke arah pria itu.
“Sialan!! Bagaimana kalian semua bisa masuk sementara anak buah ku berjaga diluar?!!! Dasar anak buah tidak becus!!” Teriaknya emosi.
Cukup banyak anak buah Keno yang Keno utus untuk menjemput Kiara, lima mobil pajero sport itu terdiri delapan orang setiap mobil nya. Tinggal kalikan saja 8 x 5 sama dengan berapa, author malas menghitung bikin pusing aja, ngehehe.
“Hahaha.. kau menanyakan kemana perginya semua anak buah mu itu? Tenang saja, kami sudah mengirim nya ke neraka. Jadi kau tidak perlu khawatir. Atau kau juga ingin menyusul anak buahmu?” Terang salah satu anak buah Keno itu.
Sontak Pria itu memelototkan kedua bola matanya, bagaimana mungkin semua anak buahnya mati ditangan para pria berjas hitam itu? Siapa mereka semua pikirnya bertanya-tanya.
“Bre****kk kalian semua telah membunuh anak buahku?!!!!” Umpat pria itu penuh emosi.
“Jangan mengumpati kami! Sekarang turuti perintah kami atau nasibmu akan sama dengan semua bangkai tubuh anak buah mu itu!” Tunjuk anak buah Keno ke arah mayat-mayat anak buahnya yang tergeletak tak beraturan di luar disana.
Akhirnya pria itu pun menuruti perintah anak buah Keno. Ia tidak mungkin melawan semua anak buah Keno seorang diri, yang ada dirinya akan berakhir sama dengan anak buahnya.
“Serahkan ponselmu!” Titah anak buah Keno
“Uu-untuk apa?” Tanya nya dengan gagap.
Pria itu pun menyerahkan ponselnya kepada anak buah Keno.
“Cari nomor wanita ular itu dan telpon dia sekarang juga! Katakan bahwa kau berhasil menculik Nona Kiara dan membawa nya kesini!” Titah anak buah Keno.
“Apa? Siapa maksudmu?” Tanya pria itu pura-pura tak mengerti.
“Jangan belagak tak tahu cepat lakukan!” Bentak anak buah Keno yang malas melihat nya bertele-tele.
“B-baik!” Ucapnya ketakutan.
Kiara yang sedari tadi hanya diam menyimak perdebatan mereka itu pun mencari celah untuk kabur dari para pria ber-jas hitam tersebut.
“Aku permisi dulu, aku ingin buang air kecil” ucap Kiara sembari berjalan keluar.
“Biar kami antar Nona” seru salah satu anak buah Keno pada Kiara.
“Ah tidak usah, kalian berniat mengintipku ya?!” Tanya Kiara mendelik
Sontak para bodyguard itu melongo tak percaya dengan ucapan Kiara. Mereka menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
__ADS_1
“Emm.. bagini Nona, tugas kami disini untuk memastikan keselamatan Nona. Maka biarkan salah satu dari kami mengantar Nona agar Nona aman, kami berjanji tidak melakukan apapun” ujar salah satu anak buah itu.
“Benarkah begitu? Kalian semua akan membantu ku untuk keluar dari sini? Lalu apa kalian juga bersedia mengantarkan aku kembali ke tepi danau pinggir kota untuk mengambil mobilku disana? Saat ini aku sedang tidak memiliki uang sepeserpun untuk memesan ojek,bahkan ponselku saja tertinggal di mobilku” Tanya Kiara panjang lebar.
“Hah?” Para bodyguard yang mendengar celotehan Kiara itupun seketika membeo. Sungguh menggemaskan sekali wanita Tuan nya ini pikir mereka.
“Ya Nona kami akan membantu Nona untuk keluar dari sini” ujar para bodyguard itu.
Kiara mengangguk senang, ia tidak akan susah payah untuk kabur dari sini sebab yang menyelamatkan nya adalah orang-orang baik.
“Terimakasih” ucap Kiara senang.
“Sama-sama Nona, mari saya antar ke toilet yang ada di tempat ini” ujar Anak buah Keno.
“Ah itu, tidak jadi. Sebenarnya aku hanya mencari alasan saja untuk kabur dari kalian. Berhubung kalian baik hati dan tidak sombong maka aku terima saja tawaran kalian. Tunggu apa lagi, ayo kita pergi dari sini. Hari sudah pagi sedangkan aku dari semalam belum makan apapun, perutku rasanya lapar sekali” cicit Kiara menyerocos panjang kali lebar.
Para bodyguard itu pun terdiam dibuatnya, sungguh wanita ajaib sekali dalam keadaan bahaya pun ia serasa berada di taman bermain yang tidak merasa panik sama sekali.
“Kenapa kalian semua malah bengong? Jangan-jangan kalian semua tidak punya uang untuk mentraktirku makan ya? Haisshh badan saja besar dan kekar,penampilan seperti orang berduit tapi kantong nya kosong!” Gerutu Kiara yang tak kunjung di iyakan oleh para bodyguard itu.
Para bodyguard itu menggaruk tengkuk nya, rasanya pusing sekali mendengar semua celotehan Kiara. Akhirnya mereka semua menyetujui permintaan Kiara.
“Baiklah Nona, mari kita pergi dari sini. Kami berjanji akan mentraktir Nona sepuasnya. Karena uang kami tidak akan habis hanya untuk membayar makanan Nona” seru bodyguard itu.
“Cihh, sombong sekali” decihnya menanggapi ucapan bodyguard Keno itu.
‘Salah lagi’ batin mereka semua.
“Ayo tunggu apa lagi? Perutku sudah berontak minta di isi!” seru Kiara berjalan mendahului para bodyguard itu.
“Baik Nona” Ucap bodyguard Keno.
Akhirnya beberapa dari mereka pun pergi mengantarkan Kiara, dan sebagian lagi tinggal di gudang tua itu untuk mengurus dalang dan pelaku penculikan Kiara.
Hai semua.. terimakasih sudah bertahan sampai episode ini..
author mohon dukungannya ya..
Mohon maaf bila ada beberapa typo,
Jangan lupa like dan vote nya,
Thank you🙏🏻🫰🏻
__ADS_1