Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 17


__ADS_3

Sesuai janjinya, Keno mengantarkan Kiara menuju cafe kembali.


“Terimakasih sudah mengajakku jalan-jalan hari ini. Aku suka hadiahnya” ucap Kiara tersenyum pada Keno


“Ya, jangan lupa dipakai” ucap Keno


“Pasti” ucapnya hendak meraih handle pintu, namun Keno menahan tangan Kiara.


“Kiara boleh aku bertanya?” Ujar Keno


Kiara menganggukkan kepalanya bingung,


“Ya,silahkan” ucap Kiara


“Jika seseorang telah menghianati mu, apa yang akan kau lakukan pada orang itu?” Perntanyaan yang Keno lontarkan cukup mengagetkan Kiara, terdengar ambigu ditelinganya.


“Yang pasti aku tidak akan mempercayai nya kembali, aku akan pergi jauh meninggalkannya sampai ia tak bisa menemukanku lagi” tegas Kiara mantap.


Keno menganggukkan kepalanya paham, terbesit rasa lega dihatinya. Itu artinya Kiara akan mudah melepaskan Ryan.


“Memangnya kenapa Keno, apakah seseorang menghianatimu?” Tanya Kiara penasaran


“Ah tidak Kiara, aku hanya bertanya saja” ucap Keno seraya menggeleng


“Oh.. yasudah aku turun ya” ucap Kiara


“Ya..” jawab Keno seraya memberikan senyuman manisnya


Kiara pun turun dari mobil Keno, ia melambaikan tangannya


“Hati-hati. Sampai jumpa” ucap Kiara yang dibalas senyuman oleh Keno.


Kiara segera masuk kedalam mobilnya setelah kepergian Keno. Namun baru saja hendak meraih handle pintu mobil tiba-tiba ia merasa ingin bua g air kecil, akhirnya ia pun masuk kedalam cafe mencari toilet.


“Permisi mbak boleh numpang ke toilet?” Tanya Kiara pada pegawai cafe itu.


“Ah,boleh Nona silahkan” ujarnya


Ia bergegas masuk kedalam toilet wanita dan melakukan kegiatannya.


Tak lama ia keluar dari toilet itu berjalan melewati koridor toilet,cukup sepi bisa dibilang hanya dirinya yang berada disitu. Namun langkahnya terhenti melihat seseorang yang tak asing berada di ujung toilet pria. Mereka berdua tengah bercumbu mesra tanpa mengenal tempat. Benar- benar memalukan pikirnya.


Kiara berlalu pergi dari cafe itu. Ia tidak sanggup berlama-lama menyaksikan penghianatan yang dilakukan suaminya dengan sekretarisnya sendiri.


Ya, dua insan menjijikkan itu tak lain adalah Ryan dan Sylvi.


‘Selama ini dugaanku tidak pernah meleset, lihat saja mas. Aku berjanji akan membalas rasa sakit hatiku. Teganya ketulusanku kau balas dengan airmata’ tekad Kiara dalam hati.


Kiara bergegas menginjak pedal gas melajukan mobilnya meninggalkan area cafe. Pikiran nya berkecamuk antara emosi,sakit,dan kecewa memenuhi ruang kepala Kiara. Ia tak menyangka nasib pernikahan nya akan seperti ini. Bagaikan mimpi bagi Kiara.


Mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi,ia sama sekali tak mempedulikan klakson dari pengendara lain.


30 menit ia berkelana disepanjang jalan tak tentu arah,akhirnya Kiara menghentikan mobilnya di jalanan sepi yang berada ditengah kota.


“Aaaaaaaaaaa!!!!! Kamu tega mas! Kamu jahat! Brengs**!!!!” Teriak Kiara begitu pilu dengan airmata bercucuran.


Tanpa Kiara sadari sejak tadi ada yang mengikutinya, seseorang itupun bergegas menghubungi bos nya.


“Kenapa mas?!! Kenapaa!!! Apa salahku! Apa kurangnya aku dimatamu mas!!!” Kiara memukul-mukul stirr


“Selama ini aku berusaha jadi istri yang baik buat kamu!! Tapi kamu sama sekali tak menoleh ku! Sebenarnya wanita seperti apa yang kamu inginkan?!!! Apa aku harus menjadi j***** dulu baru kamu puas?!” Emosi nya meluap-luap seakan tak pernah surut


“Tidakkah cukup perjuanganku selama ini mas!!! Kenapa kamu tega! Mana janjimu dulu yang katanya akan menjaga dan membahagiakan ku,sekarang seperti inikah wujud janjimu?! Kamu laki-laki brengs** yang pernah aku temui di muka bumi ini!!!” Teriak Kiara frustasi, airmatanya tak berhenti mengalir


“Hiksss.. hikss.. hiksss..” isak tangis Kiara terdengar memenuhi jalanan sepi itu.


Sebuah mobil Buggatti melintas dan berhenti didepan mobil Kiara, namun Kiara tak menggubris mobil tersebut

__ADS_1


Tok tok tok


Ketukan dari luar pintu menjeda tangis Kiara sejenak, ia menoleh ke arah samping dan..


“Keno?” Ucapnya tak menyangka ternyata itu Keno.


Ya, barusan adalah anak buahnya yang memberitahukan kondisi dan posisi dimana Kiara berada. Sejak tadi anak buahnya itu mengikuti dari cafe sampai jalanan sepi itu, ia juga memberitahukan mengenai Kiara yang membawa mobilnya ugal-ugalan.


Keno yang khawatir dengan kondisi Kiara pun segera menyusul keberadaan Kiara, padahal dirinya baru saja sampai di mansion. Daddy nya yang tahu hal itu membiarkan putranya menyelamatkan Kiara, Adrian juga khawatir akan terjadi sesuatu pada putri sahabatnya itu.


“Kiaraa, bukak pintunya please” mohon Keno


Kiara kembali menundukkan kepala nya, pikirannya kacau hari ini adalah hari yang begitu menyedihkan bagi Kiara, ia senang dengan kehadiran Keno disaat ia rapuh namun sedetik kemudian ia sedih mengingat sebentar lagi pria itu akan pergi jauh. Bagaimana hari-hari Kiara setelah ini,sanggupkah ia menjalani tanpa sosok yang selalu mensupport dan menguatkan hatinya. Entahlah Kiara tidak sanggup memikirkannya.


“Kiara tolong buka pintunya” ucap Keno yang masih setia menunggu Kiara membukakan pintu mobilnya.


Akhirnya Kiara pun menurunkan kaca mobilnya


“Kau sedang apa Keno? Mengapa kau berada disini?” Tanya Kiara tanpa menoleh ke arah Keno, ia tak sanggup menatap netra teduh itu.


“Tentu saja melihat keadaanmu Kiara” Ucap keno membalas pertanyaan Kiara


“Darimana kau tahu keberadaanku?” Tanya Kiara pada Keno, pasalnya yang ia tau Keno langsung kembali pulang setelah mengantarkan nya di depan cafe.


“Itu tidak penting Kiara, boleh aku masuk?” Tanya Keno meminta persetujuan Kiara


Kiara menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui.


Keno pun masuk membuka pintu dan duduk disamping Kiara.


“Are you okay?” Tanya Keno memastikan, meskipun ia tau Kiara sedang tidak baik-baik saja.


Kiara menggeleng,


“No, i’m not okay” lirihnya sambil menunduk kembali terdengar isak tangisnya.


Diam-diam mata Keno berkaca-kaca, ia segera menengadahkan kepalanya keatas agar tidak meneteskan airmata. Ia tidak mau Kiara melihatnya.


“Dia jahat padaku! Dia begitu tega menghianatiku Keno! Padahal aku selalu melayaninya dengan baik,aku selalu berusaha jadi istri yang sempurna untuknya, aku tulus mencintainya selama tiga tahun ini tapi apa balasannya?! Dia malah menduakanku! Apa salahku?! Apa kurangnya aku Keno!! Katakan apa aku kurang cantik, apa aku kurang menarik sehingga ia lebih memilih j***** itu Keno?! Benar begitu?!!!” Teriak histeris Kiara terdengar begitu pilu. Keno mengusap-usap punggung Kiara menenangkan, ia ikut sakit mendengarnya,hatinya serasa tercabik-cabik.


Keno melepaskan pelukannya sejenak lalu memegang kedua bahu Kiara.


“Sssttt.. hei dengarkan aku Kiara.. kau cantik, bagiku kau sosok wanita sempurna, tak ada kurangnya secuil pun. Hanya laki-laki bodoh yang mampu menyakitimu” ucap Keno membujuk Kiara agar tenang


“Nyatanya tidak Keno! Dia tidak cukup dengan itu! Di bre****k Keno.. dia .. diaa..”


“Sssttt.. cukup Kiara, kau tak pantas menangisi laki-laki sepertinya, terlalu berharga airmata mu untuk laki-laki sampah seperti dia” potong Keno menghentikan ucapan Kiara.


Ia bersumpah akan membalas setiap tetes airmata Kiara yang keluar.


“Simpan airmatamu Kiara, jangan pernah menunjukkan kelemahanmu dihadapannya. Itu hanya akan membuatnya semakin menindasmu. Buktikan bahwa kau kuat, kau bisa hidup tanpa bergantung padanya” ucap Keno memberi kekuatan pada Kiara. Ia tidak rela Kiara terus menerus menangisi pria bre***** itu.


Akhirnya tangis Kiara pun reda, benar yang dikatakan Keno. Tidak ada gunanya ia meratapi nasibnya, hanya akan membuang waktu dan energinya saja.


Kiara pun mengusap sisa airmata nya.


“Kau benar Keno, aku harus terlihat kuat. Akan terlihat lucu bukan jika aku lemah? Aku bukan wanita seperti itu” ucap Kiara


“Ya, yang ku lihat kau adalah wanita yang kuat. Tinggalkan dia Kiara, tidak ada gunanya kau bertahan disampingnya. Itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri” saran Keno pada Kiara


“Ya kau benar Keno, aku pasti akan meninggalkannya tapi tidak sekarang. Setidaknya sampai aku membalas rasa sakitku terlebih dulu, aku ingin ia merasakan hancur lebih dari ini” tekad Kiara mantap.


“Kalau begitu biar aku yang akan membantumu membalaskan rasa sakitmu Kiara, jangan terlalu lama mengambil keputusan. Kau hanya akan terjebak,semakin lama kau berada didekatnya maka semakin dalam luka dihatimu” ucap Keno


Kiara menggeleng,


“Tidak perlu Keno, ini urusan pribadiku. Aku tak ingin melibatkan mu dalam permasalahan ini biarkan aku menyelesaikannya sendiri” tolak Kiara tak ingin Keno masuk kedalam kerumitan rumahtangga nya

__ADS_1


“Kau meragukan ku Kiara? Kau lupa kita adalah teman? Aku hanya ingin membantu temanku apa itu salah?” Tanya Keno


“Tapi Keno,..”


“Dengan atau tanpa persetujuan darimu aku akan tetap melakukannya Kiara. Aku ingin kau segera terbebas dari jeratan pria b*****an itu” putus Keno mantap.


Kiara mendesah pasrah. Keputusan Keno sama sekali tak bisa dibantah


“Terserah mu saja” ucap Kiara pasrah.


Keno menyunggingkan senyumannya.


“Baiklah, hari sudah gelap. Kau akan pulang ke rumah suami mu atau kemana Kiara?” Tanya Keno


“Ya, aku akan pulang ke rumah” putus Kiara


“Oke, aku akan mengantarmu pulang” ucap Keno


“Aku bisa membawa menyetir sendiri Keno” timpal Kiara


“Tak apa,kalau begitu aku akan mengikuti mu dari belakang” ia kekeh mengantarkan Kiara pulang. Ia tak akan membiarkan Kiara pulang sendiri malam-malam.


Kiara mengangguk pasrah, percuma ia melarang Keno. Laki laki itu sama keras kepalanya dengannya.


Mobil Kiara pun melaju diikuti mobil Keno dibelakangnya. Kiara mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sebab Keno sudah memperingatinya.


Empat puluh lima menit kemudian Kiara sampai di depan gerbang mansion milik Ryan. Mobil Keno mendahului nya dan terdengar bunyi klakson.


Security pun membukakan pintu gerbang, mobil Kiara berlalu menuju garasi. Tampak mobil Ryan sudah terparkir disana,itu artinya Ryan sudah pulanh lebih dulu.


Kiara hanya cuek saja, ia bertekad tak akan mempedulikan keberadaan Ryan.


Ia melangkahkan kakinya berjalan masuk menuju pintu utama. Pintu pun terbuka,hal yang pertama dilihatnya adalah suaminya yang duduk bersedekap di ruang tamu. Tatapannya terlihat menahan amarah.


Kiara berlalu acuh begitu saja tanpa menoleh ke arah suaminya.


“Darimana saja Kiara?! Kau tak melihat waktu,sudah jam berapa ini?!” Tanya Ryan dengan nada penuh intimidasi


“Ini sudah jam 9 mas, memangnya kenapa?” Tanya Kiara tak menggubris ucapan suaminya


“Keterlaluan kamu Kiara, mas tanya kamu darimana saja sampai pulang semalam ini?!” Ucapnya dengan nada meninggi


“Aku habis bertemu teman tadi” sahut Kiara santai


“Teman? Teman yang mana? Jangan berbohong Kiara aku tahu betul kau tak memiliki teman satupun disini” ucap Ryan tak mempercayai apa yang dikatakan istrinya itu.


“Aku baru saja berkenalan dua hari yang lalu, jangan sok tau kamu mas. Kamu tahu apa tentangku? Bahkan aku yang merasa kesepian dirumah pun kau sama sekali tak tahu bukan?” Sarkas Kiara


“Apa maksudmu Kiara? Kau semakin berani padaku? Mana sopan santunmu sebagai istri?!” Bentak Ryan, ia tidak menyangka sifat Kiara berubah drastis dari sebelumnya.


“Turunkan nada bicaramu mas, Papa ku saja tak pernah membentakku sekalipun. Dan lagi, kau menanyakan sopan santun padaku memangnya sejak kapan kau mengajariku sopan santun mas? Aku butuh refreshing,setiap hari aku hanya sibuk melayani mu, istri mana yang tak bosan setiap hari terkurung didalam rumah,bahkan burung saja bisa terbang bebas” ujar Kiara dengan gamblang


“Aku sibuk Kiara, kau seharusnya tau itu!” Ucap Ryan emosi


“Kau selalu menggunakan alasan sibukmu dikantor mas, aku bosan mendengarnya. Sudahlah aku malas berdebat denganmu” ujar Kiara berlalu pergi meninggalkan Ryan seorang diri.


“Sialan, semakin kesini perempuan itu semakin berani saja. Kenapa secepat itu dia berubah?” Monolog nya dalam hati


Hai semua.. masih bertahan di bab ini? Sebelumnya author mengucapkan terimakasih yang telah memberikan like..


Maaf jika terdapat typo di beberapa kata, author masih ngebut update 3 bab dalam sehari..


Mohon dukungannya yaa.. jangan lupa pencet tombol like,komen dan vote nya


Salam sayang dari author🫶🏻


Semoga kalian sehat selalu&lancar rezekinya🥰

__ADS_1


__ADS_2