Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 53


__ADS_3

“Kau sudah menandatangani semua isi perjanjian ini, jika suatu saat kau melanggar salah satu poin di dalam perjanjian ini, maka siap siap saja perusahaan mu akan hancur dalam sekejap” ancam Keno dengan raut wajah menakutkan.


“Ti-tidak Tuan.. saya tidak akan berani melanggar perintah Tuan” ucap Ryan terbata mendengar ancaman Keno. ‘Kurangajar! Jika saja bukan demi perusahaan aku tidak akan sudi melakukan hal rendah seperti ini” umpatnya dalam hati.


“Baguslah!” Sahut Keno datar.


“Will, panggilkan calon istriku, aku sudah sangat merindukan nya” titah Keno yang membuat Ryan sedikit heran, pasalnya dia tidak pernah melihat pria di hadapannya ini menggandeng seorang wanita di depan publik.


“Baik Tuan” Will berlalu keluar dari ruangan itu.


“Nona, silahkan masuk. Tuan menunggu anda di dalam” ucap Will pada Kiara yang duduk di sofa itu.


“Ishh apa katamu Will?! Justru aku yang menunggunya disini sampai bosan” gerutu Kiara kesal.


“Maaf Nona” ucap Will tidak enak.


“Ck! Bukan salahmu” ucap Kiara berlalu masuk ke dalam privat room itu di ikuti Will dan beberapa bodyguard yang berjaga di luar.


Ceklek


“Hai sayang,” sapa Keno menoleh ke arah pintu terbuka.


“Ihh kamu lama banget sih aku bosan diluar” keluh Kiara manja. Keno terkekeh mendengarnya.


Sontak pandangan Ryan pun beralih setelah mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


“Kiara!” Ucap Ryan kaget. Sementara Kiara hanya acuh tak mempedulikan, berbeda dengan Keno yang menyunggingkan senyum liciknya.


“Sedang apa kamu di sini?!” Tanya Ryan heran. Ia menelisik penampilan Kiara yang anggun, tanpa sadar matanya menangkap pakaian keduanya yang serasi, pikirannya terganggu kali ini.


“Apa yang kau katakan? Dia calon istriku, jadi wajar saja dia ikut kemanapun aku pergi” ucap Keno tersenyum miring.


“Tunggu! Apa maksud mu?! Dia istriku!” Tukas Ryan menahan emosi istrinya di klaim oranglain.


“Istrimu?? Bukankah istrimu sudah kau tinggalkan bersama wanita lain? Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa dia istrimu?” Ucap Keno sengaja memancing emosi Ryan. Ia sangat paham pria dihadapannya ini sangatlah tempramen.


“Jaga ucapanmu! Sampai kapanpun dia tetap istriku!” Ucapnya marah.


“Benarkah? Apa benar yang dikatakan olehnya honey?” Tanya Keno menoleh ke arah Kiara yang duduk di sampingnya.


“Tidak. Itu tidak benar. Aku sudah berstatus janda sepuluh menit yang lalu” ucap Kiara santai. Baru kali ini seseorang bangga dengan predikat baru nya yang menjanda🤦🏻‍♀️


Hal itu menyulut emosi Ryan seketika.


“Apa yang kau katakan Kiara! Aku tidak akan pernah menceraikan mu! Tidak akan pernah!!” Ucap Ryan bersungut-sungut.

__ADS_1


“Nyatanya kau sudah menceraikan ku sepuluh menit yang lalu. Kau sudah menyetujui surat gugatan itu. Apalagi yang membuatmu yakin bahwa aku istrimu? Jangan bodoh Ryan” timpal Kiara mengejek.


“Tutup mulutmu! Aku tidak pernah menandatangani surat itu! Aku sudah merobeknya sampai tak berbentuk!” Bentaknya.


“Turunkan nada bicaramu pada wanitaku!” Tekan Keno


“Biar aku tunjukkan, agar kau bangun dari mimpimu yang menganggap Kiara masih istrimu” ucap Keno membuka dokumen itu kembali dan menunjukkan lembar ke tiga.


“Kau lihat! Disini jelas bukan jika kau sudah menyetujui nya” terang Keno


Mata Ryan membola seketika.


“Tidak!! Itu tidak mungkin terjadi! Apa maksud dari semua ini?!! Kalian menjebakku, hah?!!!” Teriak Ryan tak terima merasa di bodohi dengan perjanjian itu. Tidak dibodohi pun kau sudah terlihat bodoh Ryan, ckckck.


“Apanya yang tidak mungkin? Disini sudah jelas, tanda tanganmu tertera dalam surat ini. Dan siapa yang menjebak mu? Kau saja yang bodoh, tidak membaca isi dokumen itu dengan teliti, cihh padahal aku sudah mengingatkan untuk membaca isi perjanjian itu terlebih dahulu!” Ucap Keno berdecih melihat kelakuan Ryan yang plin plan itu.


“Sialan!! Ini tidak boleh terjadi! Aku tidak akan menceraikan mu Kiara! Ikut aku sekarang!” Bentak Ryan emosi ingin meraih tangan Kiara.


Kiara yang melihat itu beringsut mendekati Keno dan memeluk pria itu.


“Sayang aku takut” lirih Kiara.


“Ssttt.. tenanglah kau aman bersamaku” ucap Keno mendekap erat wanitanya. Hatinya berbunga-bunga mendengar Kiara memanggil nya dengan sebutan ‘sayang’. Ihiirrrr!


“Cihh! Istri? Masih tidak punya malu saja kau menyebutnya dengan panggilan istri!” Ejek Keno


“Kurangajar kau! Lepaskan Kiara sialan!” Umpat Ryan emosi


“Tutup mulutmu!!! Berani kau mengumpat ku?! Kau lupa perusahaan mu berada ditanganku saat ini! Sekali saja kau berniat melawanku maka ku ratakan gedung itu dengan tanah!!” Bentak Keno dengan mata menyalang.


Membuat Ryan bungkam seketika.


“Kau sudah menukar istrimu dengan tender ini jika kau lupa! Cihh! Suami macam apa yang rela menukar barang berharga nya demi tender yang tidak seberapa itu! Memalukan!” Cibir Keno


“Ini semua karena tipuanmu! Aku tidak akan menandatangani surat itu jika kau tak membubuhkan surat itu dalam perjanjian!” Teriak Ryan tak terima.


“Hei pria bodoh! Kau lupa kau sendiri yang sanggup menuruti semua perintahku? Jangan lupakan perkataanmu tadi, dengan jijiknya kau memohon-mohon padaku! Aku yakin jika Kiara melihatmu pasti dia akan meludahimu saat itu juga!” Ucap Keno yang membuat harga diri Ryan terinjak-injak seketika.


Kiara menatap jijik mantan suaminya itu.


“Sialan! Aku tidak terima dengan semua ini!!” Marah Ryan mendengar perkataan Keno.


“Lalu kau mau apa? Ingat, kau berada di genggaman ku saat ini! Sekali saja kau berulah ataupun berani mengganggu calon istriku, akan ku hancurkan kau sampai akar hingga tak tersisa! Camkan perkataanku! Aku tidak pernah main-main perihal orang yang berani melawanku!” Ucap Keno penuh ancaman.


“Sudahlah sayang, ayo kita pulang. Aku letih sekali ingin cepat tidur” rengek Kiara di pelukan Keno.

__ADS_1


“Baiklah, kita keluar dari sini. Cupp” ucap Keno mengecup mesra kening Kiara. Sengaja ia lakukan agar pria bodoh itu tahu Kiara hanya miliknya.


“Bre****kk kau Keno!” Umpat Ryan melihat dua sejoli itu meninggalkannya sendiri.


Dia berniat akan memberi pelajaran pada Keno, namun di cegat oleh Will yang berdiri siaga di tempat itu.


“Lepaskan aku!! Aku akan menghabisimu Keno!! Sialan!!” Teriaknya membabi buta memberontak.


“Diam!! Sebelum kau menghabisi Tuan ku kau yang terlebih dulu binasa bodoh!! Dia sama sekali bukan tandinganmu!” Umpat Will.


“Pengawal!!” Teriak Will memanggil para bodyguard yang berjaga diluar.


“Seret pria ini keluar dari hotel ini!” Titah Will pada para bodyguard itu.


“Ikut kami!” Bentak Bodyguard yang menyeret Ryan.


“Aku akan membalas lebih dari ini!! Tunggu saja pembalasanku!!” Teriaknya terus meronta.


Kiara dan Keno pun kembali ke kamar hotel tak menggubris teriakan dan umpatan yang keluar dari mulut Ryan.


Sementara di luar hotel, Adrian berpapasan dengan para bodyguard nya yang ia suruh untuk mengawal Kiara tadi.


Melihat Ryan yang diseret itupun ia menghampiri para bodyguard nya.


“Bagus, jangan sampai pria ini mengganggu menantu ku!” Tegur Adrian dihadapan mereka.


“Oh, ternyata kau ayah dari pria sialan yang telah merebut istriku!” Caci Ryan pada Adrian.


“Heh!! Terdengar sangat konyol jika putraku merebut istri orang. Kau sendiri yang menelantarkan nya. Lagi pula Kiara sudah nyaman dengan putraku yang selalu memberinya perhatian dan kemewahan, tidak sepertimu yang malah menyia-nyiakan nya dan menyiksa nya. Terima saja karma dari perbuatan mu anak muda! Kau hanya tinggal menyesalinya sekarang” cibir Adrian pada Ryan.


“Awas saja! Suatu saat aku akan membalas perbuatan kalian!” Ancam Ryan


“Silahkan saja! Berani kau mengganggu keluarga ku, ku injak kepalamu hingga tak berbentuk!” Ancam Adrian dengan wajah mengerikan. Aura nya lebih mengerikan dibanding tatapan Keno tadi.


“Seret dia hingga ke tepi jalan! Menganggu pemandangan saja!” Titah Adrian


“Baik Tuan Besar!” Bodyguard itu pun menyeret Ryan yang terus mengimpati pria paruh baya itu.


‘Sepertinya aku harus menaruh bodyguard untuk mengawasi gerak gerik pria itu, aku tidak mau keberadaan nya membahayakan Keno maupun Kiara’ gumamnya seraya meraih ponsel di dalam saku jas nya.


“Halo” ucapnya.


“Awasi pria yang aku kirimkan fotonya padamu, jangan sampai dia bertindak lebih membahayakan keluargaku!” Titah Adrian pada seseorang di balik sambungan telpon.


Panggilan itupun berakhir. Ia kembali masuk ke dalam hotel tempat keluarganya beristirahat. Mereka berniat bermalam di hotel itu malam ini.

__ADS_1


__ADS_2