
Hari berganti pagi, Kiara bangun dan melihat jam diatas nakas ternyata jam menunjukkan pukul 05:30, masih ada waktu 2 jam untuk menyiapkan sarapan dan segala keperluan suaminya.
“Hoaamm..” wanita itu menguap dan menggeliat kecil.
Ia bergegas menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjang
Dilihatnya sang suami masih tertidur pulas,entah pukul berapa tadi malam suaminya itu masuk kamar dikarenakan ia yang tidur duluan tanpa menunggu suaminya kembali ke kamar. Ia tak terlalu mempermasalahkan.
‘Biarlah Mas Ryan tidur dulu,mungkin dia semalam capek begadang’ monolog nya dalam hati.
Ia pun segera turun kebawah berkutat di dapur.
Ketika berada dibawah Kiara melihat pelayan panggilan itu sudah selesai membersihkan ruang makan.
“Mbak re, minta tolong potongin sayurnya ya nanti biar aku aja yang masak” titah Kiara pada pelayan yang bernama Rere itu. Usia dia masih muda terpaut 4 tahun lebih tua dari Kiara itulah mengapa Kiara lebih suka memanggilnya mbak.
“Baik non” sahut Rere
“Bisa nggak sih mbak manggilnya nama aja tanpa embel-embel non” pinta Kiara, ia memang tidak terlalu suka dengan panggilan tersebut, ia ingin membaur dengan orang-orang tanpa membandingkan kasta.
“Maaf non, nggak bisa.. saya tidak berani melanggar peraturan dari Tuan” tolak Rere, ia tidak cukup berani untuk melanggar peraturan yang Ryan buat.
“Haisshhh itu lagi” keluh Kiara
“Sayuran nya udah saya potong non, ada lagi yang bisa saya bantu?” Tanya Rere
“Udah mbak makasih, tolong tata menu yang udah jadi deh mbak, bawa aja ke meja” titah Kiara yang sudah hampir selesai hanya tinggal tumis kangkung saja yang belum masak
“Baik non” Rere pun meletakkan satu persatu hidangan ke atas meja
Setelah beberapa menit tumisnya pun matang dan ia segera meletakkan ke meja makan lalu naik ke atas mengecek sang suami apakah sudah bangun atau belum.
Sesampai nya di lantai atas Kiara membuka handle pintu, dan ternyata suaminya tengah berada di kamar mandi terdengar gemercik air.
“Ternyata Mas Ryan sudah bangun, ku pikir masih tidur” gumamnya.
__ADS_1
Dering ponsel pun berbunyi, menandakan panggilan masuk. Ternyata itu ponsel Kiara, ia bergegas mengangkat panggilan tersebut, rupanya dari sang Kakak.
“Halo kak”
“Halo Kia, gimana kabarmu?” Tanya Delon dari seberang telpon
“Kiara baik-baik aja kak, kakak sendiri?” Tanya Kiara
“Kakak juga baik, lagi ngapain kamu?” Tanya balik Delon
“Nggak lagi ngapa-ngapain kok,baru aja mau bangunin Mas Ryan taunya udah mandi orangnya” jelas Kiara
“Oh ya kak Papa gimana kabarnya? Kiara kangen banget sama Papa” imbuhnya
“Papa baik-baik aja, temuin dong kalo kangen.. jangan nurutin suamimu yang ngajarin istrinya gak berbakti sama orangtua itu” sarkas Delon. Ia sebenarnya tidak menyetujui pernikahan adiknya itu, namun sang Papa terlanjur merestui apa boleh buat. Ia tak bisa berbuat apa-apa.
“Huss,gak boleh gitu dong kak. Mas Ryan itu baik kok cuman sibuk aja belum ada waktu buat kesana” jelas Kiara
“Yayaya.. terus aja bela suamimu Kiara, cinta memang buta” tukas Delon dengan nada mengejek
“Kakak tuh ya,iseng mulu sama Kiara. Cari jodoh sana jangan betah-betah jadi jomblo abadi! Jadi bujang lapuk baru tau rasa tuh!” Celetuk Kiara
Mereka berdua pun terkekeh, rasanya sudah lama tidak bersendau gurau bareng, terlampau jauh jarak kakak beradik itu.
“Ehmmm, Kiara” panggil Delon dengan nada serius
“Ya?” Sahut nya
“Berjanjilah sama kakak..” pinta Delon dengan menggantungkan kalimatnya
“Apa itu?” Tanya Kiara sedikit mengernyit
“Berjanjilah bahwa kamu akan tetap baik-baik saja Kiara” pinta Delon sungguh-sungguh
“Ishhhh.. kakak apaan sih, Kiara selalu baik-baik saja, ada suami yang menjaga Kiara kakak tak perlu khawatir” terangnya
__ADS_1
“Ya.. pesan kakak hanya itu,jaga dirimu baik-baik” panggilan pun terputus setelah itu karena Delon yang sangat sibuk dengan kegiatannya di perusahaan, pesan Delon pada Kiara seolah akan ada sesuatu hal yang terjadi. Entah itu apa dan kapan, tidak ada yang tahu. (Kecuali author ngehehe).
Tak lama pintu kamar mandi terbuka menampakkan Ryan yang menggunakan bathrobe berjalan menuju walk-in closet untuk berganti pakaian.
“Siapa yang telpon pagi-pagi begini?” Tanya Ryan penasaran
“Oh tadi Kak Delon yang telpon mas, dia nanyain kabar aku mas” terang Kiara.
Ryan hanya ber-oh ria seraya menganggukkan kepala, jujur pria itu merasa kurang akrab dengan kakak iparnya. Selain tidak pernah bertemu juga ia malas sekali hanya sekedar bertukar kabar.
Kiara pun tidak mempermasalahkan, mungkin mereka butuh waktu untuk saling mengenal.
Setelah selesai berganti pakaian Ryan pun turun kebawah menunggu Kiara yang tengah mandi
10 menit kemudian Kiara menyusul sang suami yang tengah berada diruang makan
“Loh nggak sarapan duluan mas?” Heran Kiara yang melihat suaminya duduk sambil memainkan ponselnya
“Nungguin kamu sayang” jelasnya dengan jari terus berselancar di layar ponsel.
“Ya ampun maaf ya mas ,aku pasti lama tadi mandi nya” sahut Kiara
“Nggak papa masih keburu juga kok” maklum Ryan
Ia memang sangat menyayangi Kiara meskipun Kiara bukan cinta pertamanya, namun Ryan terlanjur berjanji kepada ayahnya bahwa ia akan membalaskan dendam nya, bahkan sampai 3 tahun pernikahannya Ryan belum juga memulai balas dendamnya. Jauh di dalam lubuk hati Ryan ia tak menginginkan hal itu, tapi ia juga berada di posisi yang sulit. Apalagi dibawah pengaruh belenggu dari Sylvia dan juga tantenya yang tak lain adalah Tante Flo. Selain Rendy sang ayah, Flo lah dalang dari semua ini,karena ia sedari dulu mengincar perusahaan milik Rendy yang sekarang berada ditangan Ryan,perlahan hasutan itu terus ia lakukan lamban laun akan menghancurkan Ryan sendiri, dan saat itulah perusahaan akan jatuh ke tangan Flo. Pikirnya. Sylvia hanya dijadikan alat perantara demi memuluskan rencana nya, karena saat ini Flo tidak pernah berkunjung ke indonesia. Ia selalu berkelana keliling berbagai negara, hanya itu yang bisa ia lakukan dengan menghamburkan kesenangan berbekal uang yang ia dapatkan dari Ryan dengan mengaku sebagai tante, saudara jauh dari ayahnya. Bodohnya Ryan percaya itu dan tidak berusaha mencari tahu kebenarannya.
Hubungan Ryan dan Sylvia pun terjalin dari dulu sebelum menikah dengan Kiara hingga sekarang, awalnya ia hanya ingin menjalankan misi nya, namun siapa sangka tanpa Ryan sadari ia sudah lebih dulu jatuh pada pesona seorang Kiara.
“Aku sudah selesai, kemungkinan aku pulang agak terlambat, jadi kamu tidak perlu menungguku makan malam” ucap Ryan
“Oh, yaudah mas gakpapa” jawab Kiara.
Setelah menyelesaikan sarapannya Ryan pun bergegas pamit ke kantor
“Aku berangkat dulu” ucap Ryan.
__ADS_1
Kiara pun mencium punggung tangan suaminya.
Mobil yang Ryan tumpangi pun meninggalkan area mansion menuju gedung perusahaan Wijaya Group.