Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 74


__ADS_3

Kepulangan Keno dan Kiara dari honey moon nya membawa kabar gembira bagi seluruh penghuni mansion Bimantara. Namun sepasang pengantin baru itu sengaja tak memberitahu kabar gembira itu pada dua keluarganya, dengan alasan akan memberi kejutan di hari pesta ulang tahun perusahaan nanti.


“Selamat pagi Tuan” sapa Will pada atasannya itu.


“Pagi Will” jawab Keno.


“Tuan, anak buah kita mengabarkan bahwa saat ini wanita itu sedang ada di sekitar markas kita Tuan” terang Will.


“Oh ya? Gerak cepat sekali rupanya” sahut Keno.


“Lalu bagaimana Tuan, apa kita kesana sekarang?” Tanya Will


“Nanti dulu Will, tunggu istriku bangun. Tahan wanita itu di markas. Jangan biarkan dia lari sebelum aku tiba disana” ujar Keno.


“Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi ke markas sekarang” pamit Will membungkukkan badannya.


“Ya, pergilah” ucap Keno.


Keno pun menyusun kembali berkas kerjanya lalu berdiri melangkahkan kakinya menyusul sang istri yang sedang beristirahat di ruangan pribadi Keno.


Wanita hamil itu memang tidak mengalami morning sicknes seperti kehamilan pada umumnya, dia hanya mengidam sesuatu dengan kata lain mengalami hamil kebo, dan itu sangat menguntungkan bagi Kiara sendiri pasalnya dia sering ikut kemanapun Keno pergi.


“Honey..” ucap Keno mengusap lembut pipi Kiara.


“Bangun honey..” ucapnya lagi menoel-noel pipi chubby Kiara.


“Hoammm… mana rujaknya hubby?” Tiba-tiba beo nya.


“Rujak?” Tanya Keno mengernyitkan dahi.


Kiara menganggukkan kepalanya.


“Memangnya kapan kau meminta rujak honey?” Tanya Keno heran.


“Tadii.. kau sudah berjanji akan membawakan ku rujak” ucap Kiara semakin melantur.


Keno semakin tak mengerti dengan maksud perkataan istrinya itu.


“Perasaan dari tadi kau tidak meminta apapun honey, kenapa tiba-tiba menagih?” Sanggah Keno.


“Benarkah?” Tanya Kiara cengo.


Keno memijat pelipisnya terasa pusing.


Semenjak kehamilan istrinya itu tingkahnya semakin absurd saja.


“Ah.. sudahlah lupakan, mungkin aku sedang bermimpi tadi” ucap Kiara acuh berlalu pergi ke toilet.


“Mau kemana honey?” Tanya Keno khawatir.


“Cuci muka” singkat Kiara.


“Hati-hati lantai nya licin” ujar Keno mengingatkan.


Tak ada sahutan dari Kiara, pria itupun berlalu menyusul istrinya ke dalam toilet.


Dan ternyata Kiara sudah keluar dengan handuk kecil di muka nya.


“Honey, kita ke markas sekarang” ajak Keno.


“Ngapain?” Tanya Kiara

__ADS_1


“Mantan madu mu ada disana” ucap Keno yang membuat kesal Kiara.


“Ck! Masalalu” decak Kiara sebal.


Keno terkekeh kecil mendengar ucapan istrinya.


“Tunggu apalagi? Ayo” ucap Kiara mendahului suaminya.


“Astaga.. untung cantik” gumam Keno lalu menyusul langkah kaki istrinya.


Sementara di markas. Will yang sudah sampai sejak tadi pun kini berhasil mengecoh Sylvi dan anak buah Morgan. Hingga mereka semua terpisah dan Sylvi berhasil memasuki markas dengan cara Will mengarahkan para anak buahnya agar mengosongkan markas sementara.


Kini Sylvi terkepung dengan semua anak buah Keno yang keluar dari persembunyian.


“Kenapa tiba-tiba jadi ramai begini?!” Panik Sylvi yang tengah mencari keberadaan Ryan dan tante nya.


“Mau apa kau Nona?” Tanya Will yang datang dari samping pintu markas bersama beberapa bodyguard.


“K-kau? Bagaimana kau bisa ada disini?” Tanya Sylvi tergagap.


“Jelas saja aku disini, ini adalah markas bos ku jika kau lupa!” Tegur Will dengan sorot mata tajam.


“Kau yang seharusnya tidak berada di tempat ini, lancang sekali masuk tanpa ijin kami!” Gertak Will


“Cih! Kalian pasti menjebakku kan?!” Tanya Sylvi tersulut emosi. Pikirannya buntu saat ini. Mau mundur sudah terlanjur masuk ke dalam, mau maju ia sendiri tidak ada kekuatan untuk melakukan perlawanan mengingat ia kini sudah terpisah dengan pengawalan dari Morgan. Mereka semua sudah kembali mengira Sylvi sudah pulang ke apartemen karena pencarian nya di markas Keno tidak membuahkan hasil sehingga terpisah dari rombongan.


Will menyunggingkan senyum devil nya.


“Anda salah masuk tempat Nona, kau telah lancang! Apa yang kau cari? Katakan saja, siapa tahu aku bisa mengabulkan nya” ucap Will tersenyum devil.


Sylvi menggeram tak percaya.


“Ohh.. hanya itu ternyata” ucap Will mangut-mangut lalu menjentikkan jarinya.


Tiba-tiba sebuah pintu rahasia yang ada di ruangan itu terbuka.


Dan terpampanglah dua manusia yang sudah cacat psikis nya sampai tubuh dua orang itu hampir tak dapat dikenali oleh Sylvi.


“S-siapa mereka?” Tanya Sylvi dengan bibir bergetar.


“Kau mencari mereka kan? Sekarang aku sudah menunjukkan nya” ucap Will santai.


Sylvi menggeleng kuat, matanya berkaca-kaca melihat kondisi dua orang yang begitu menyedihkan itu.


“Tidak! Ini pasti tipuan kalian! Dimana Ryan?! Dimana tante ku?! Tunjukkan padaku cepat!” Teriak Sylvi emosi.


“Kau tidak buta kan? Atau kau amnesia Nona? Perhatikan baik-baik!” Ucap Will.


Sylvi terdiam mencoba menajamkan penglihatannya. Pandangannya tertuju pada sosok laki-laki yang terbaring lemah di atas ranjang usang itu dengan luka perban di kepala. Dan tatapannya beralih pada sosok wanita yang ia yakini sebagai tante nya, wanita itu tak kalah menyedihkan dengan kondisi sekujur tubuh memar penuh luka akibat perkelahian nya dengan Ryan waktu lalu.


Sylvi membekap mulutnya tak percaya. Airmatanya luruh seketika.


“Tidakk!!!! Kau apakan mereka?!!” Teriak nya histeris melihat orang yang dicintainya begitu tragis kondisinya.


Sylvi berlari mendekati mereka berdua yang terbaring tak berdaya.


Will hanya menatap datar manusia sampah yang tengah berkumpul itu.


“Ryan.. bangun, kenapa kau bisa seperti ini?!” Ucap Sylvi meronta


Sang empu yang di panggil pun hanya membuka kedua matanya sipit. Ia hanya bisa merespon dengan lirihan kecil karena tubuhnya sangat lemah dengan luka tanpa perawatan.

__ADS_1


Bukan tanpa perawatan, sebenarnya setiap seminggu sekali Keno rutin memerintahkan petugas medis mengecek kondisi keduanya, namun memang mereka berdua mengalami koma, sehingga Keno sengaja membiarkan mereka bertahan di dalam markas nya.


“Hiks.. hiks.. Bangun! Jawab aku Ryan!” Sentak Sylvi


Pandangannya beralih ke tante nya yang terbaring lemah, dengan airmata di sudut kelopaknya.


“Tante, bangun tante kumohon! Jelaskan sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian? Kenapa sampai begini?!” Cecar Sylvi di depan Flo yang tergeletak. Wanita itu mengalami koma, sehingga hanya bisa merespon dengan alam bawah sadarnya.


“Kalian semua biadab!!! Bagaimana bisa kalian membiarkan orang yang sedang sekarat tanpa perawatan sama sekali?!!” Sentak Sylvi pada semua anak buah Keno.


“Biadab kau bilang?? Kau tidak melihat jarum infus tertancap di pergelangan mereka? Aku tidak sekeji itu! Lebih biadab mana dengan mu yang berencana melenyapkan nyawa seseorang?!” Suara bariton muncul dari pintu utama markas itu.


Orang itu tak lain adalah Keno yang baru saja tiba bersama Kiara.


“Kau! Kau apakan Ryan dan tanteku?!!!” Cecar Sylvi penuh amarah melihat kedatangan Kiara.


“Aku? Bahkan aku sama sekali tidak tau keberadaan manusia menjijikkan seperti mereka. Dan sekarang justru aku yang kaget dengan kondisi mereka” ucap Kiara mendramatis.


Sylvi semakin berang dibuatnya.


“Brengsekk! Dasar wanita tidak tau diri!!!” Umpat Sylvi.


“Tutup mulut mu!! Kau tidak pantas menghina istriku dengan mulut kotormu itu!” Geram Keno dengan mata menyalang.


“Cih! Kau membelanya?! Wanita murahan sepertinya tidak akan pernah memberikan kepuasan bagimu, apa untungnya?” Ucap Sylvi berdecih.


“Murahan katamu? Sepertinya kalimat itu lebih pantas di lontarkan untuk dirimu sendiri” cibir Kiara tersenyum miring.


“Apa maksudmu?!! Dasar wanita mandul! Kau salah memilih wanita yang tidak bisa memberikanmu keturunan sampai kapanpun!” Maki Sylvi


Plakk!


Tamparan keras Keno layangkan pada Sylvi.


“Cukup!! Kau lupa sedang berada di wilayah siapa hah?!!” Sentak Keno membuat wanita itu berjingkat kaget.


Kiara semakin menyunggingkan senyumnya, suaminya selalu menjadi garda terdepan untuk dirinya.


“Asal kau tahu! Saat ini wanita yang kau katai mandul ini sedang mengandung benih ku!” Ucap Keno dengan nada penekanan.


Sylvi memelototkan bola matanya.


“Tidak mungkin! Pasti itu hanya rekayasa wanita itu agar bisa bersanding denganmu!” Ucap Sylvi tak percaya.


“Heh! Untuk apa istriku melakukannya? Dia bukan wanita licik yang menggunakan trik kotor sepertimu, dia adalah wanita suci dan bersih!” Ucap Keno meremehkan.


“Terbukti jika pernikahan nya dulu tak bahagia dan tak berjodoh.. karena Kiara hanya pantas bersanding dengan ku, bukan pria busuk sepertinya” gertak Keno menunjuk Ryan yang terbaring tak berdaya.


Sylvi mengepalkan kedua tangannya kuat, tak terima dengan kebahagiaan Kiara sementara dirinya kini berjuang mendapatkan kasih sayang dari Ryan.


“Aku tidak akan membiarkan hidupmu bahagia, kalian sudah melukai ayah dari calon anak ku!” Teriak Sylvi penuh amarah.


Dadanya terasa panas bergemuruh melihat kemesraan pasangan suami istri baru itu.


“Apa hakmu melarang kami bahagia? Kau lupa kejadian yang kau alami ini adalah buah dari kejahatan masa lalu mu yang buruk!” Cecar Keno.


“Kalau saja istriku tidak sedang mengandung sudah ku pastikan aku akan membunuhmu saat ini juga!” Gertak Keno dengan sorot mata tajam.


“Kau salah jika menuduh ku menyiksa mereka, mereka sendiri lah yang saling melukai satu sama lain karena semua rahasia busuk tante mu telah di ketahui oleh pria bodoh itu” jelas Keno.


Sylvi terdiam dengan penuturan Keno.

__ADS_1


__ADS_2