
Malam telah larut namun Ryan tak kunjung menampakkan batang hidungnya sampai Kiara yang sempat tertidur menunggu suaminya pulang itupun akhirnya terbangun.
“Hoammm” ia melihat jam dinding menunjuk kan pukul 12 malam lalu meraih ponselnya di atas nakas, tidak ada satu pesan pun masuk dari sang suami
‘Ternyata dia belum pulang’ batin Kiara
Ia mencari nomor telpon Dio Assisten suaminya lalu mendial nomor tersebut
Tut tut tut…
Tak lama Dio mengangkat telpon nya
“Halo Nona, ” sahut Dio di sambungan telpon
“Halo Dio, apa suamiku masih mengadakan pertemuan?” Tanya Kiara
“Tidak Nona, meeting dengan klien sudah selesai sekitar 4 jam yang lalu” ujarnya
‘Apa? 4 jam yang lalu? Benar-benar kamu ya mas’ kesalnya dalam hati
“Kalian bertiga?” Tanya Kiara pada Dio
“Iya Nona kami bertiga dengan Sekretaris Sylvia” ujar Dio
‘Ternyata ada wanita itu lagi’ batin nya
“Memangnya kalian meeting dimana Dio?” Tanya Kiara lagi
“Di hotel Santika Nona” jawab Dio jujur. Namun ia enggan mengatakan jika Ryan sedang bersama Sylvy, tadi memang Ryan menyuruhnya pulang terlebih dahulu karena Ryan akan mengajak Sylvi check-in di hotel tersebut merayakan keberhasilannya bisa bekerja sama dengan perusahaan no 1 di negaranya itu. Ia menghabiskan malam panasnya bersama Sylvi di kamar President Suite hotel tersebut.
*
Kiara yang paham pun tak berniat bertanya lagi,ia segera memutuskan panggilannya.
Ia tak ingin memikirkan hal ini, ia cuek berjalan keluar kamar sambil membawa ponselnya menuju dapur karena dirinya merasa haus.
Sesampainya dibawah ia membuka lemari es meraih botol berisi air mineral lalu meneguk nya sambil duduk memainkan ponselnya di meja makan.
Sedangkan di Hotel Santika tepatnya di president suite room. Dua insan itu baru saja selesai bergumul
“Beib..” panggil Sylvi yang baru saja keluar dari kamar mandi
“Ada apa” tanya Ryan sambil mengenakan pakaiannya
“Aku besok izin dua hari ya? Badanku remuk semua gara-gara kamu. Aku mau ke salon relaksasi biar vit seperti semula” keluhnya dengan cemberut
“Ya ya terserah kamu, tapi cukup dua hari saja karena jadwal kantor akan semakin padat mengingat kerjasama kita dengan Bimantara Group akan segera dilaksanakan” jelas Ryan
“Iya-iya aku tahu” jawab Sylvi
Mereka segera keluar dari hotel tersebut mengingat ia harus segera pulang dan memikirkan alasan apa yang akan ia berikan ketika Kiara menanyakan kepergian nya tadi.
__ADS_1
Mobil Ryan pun melaju keluar dari area hotel. Sebelum itu Ryan akan mengantarkan Sylvi pulang menuju apartment nya.
“Kamu nggak mau nginep aja beib?” Tawar Sylvi ketika sampai di depan lobi apartment nya
“Jangan gila Sylvi, kamu mau hubungan ku dengan Kiara hancur sebelum aku memulai misi ku!” Tukasnya
“Ya aku paham, aku masuk dulu,bye” pamit Sylvi sambil keluar dari mobil Ryan lalu melambaikan tangannya pada Ryan
Mobil Ryan pun berlalu meninggalkan apartment Sylvi menuju kediaman nya.
30 menit menempuh perjalanan akhirnya ia pun sampai di mansion nya ia membunyikan klakson dan terlihat security membuka kan pintu gerbang lalu ia masuk memarkirkan mobilnya di garasi
Ryan berjalan masuk menuju pintu utama,lalu membuka handle pintu dengan pelan dan menutup pintu dengan perlahan. Ia masuk dalam keadaan mansion gelap,artinya Kiara sudah terlelap di kamarnya pikirnya.
Tepat ia berjalan melewati ruang tamu yang bersebelahan dengan ruang makan ia mendengar suara yang tak asing ditelinganya
“Baru pulang mas” Tanya Kiara
Sontak Ryan pun terkejut dan kembali menetralkan detak jantungnya. Ia menoleh ke sumber suara ternyata istrinya sedang duduk di meja makan dengan cahaya temaram menatapnya dengan tatapan tidak terbaca.
“Ah iya sayang, kamu ngapain disitu?” Kaget Ryan
“Aku haus” singkatnya sambil melanjutkan minumnya
“Ohh..” Ryan hanya ber oh ria saja
“Kamu darimana aja sampai pulang larut begini” selidik Kiara pada suaminya, namun tetap dengan mimik wajah setenang mungkin
“Itu habis meeting dengan klien tadi” jawabnya
“Tadi aku ada urusan sayang, temen mas waktu kuliah ngajak reuni di cafe,maaf aku lupa ngabarin kamu” bohongnya
“Gitu ya mas” sahut Kiara yang tak mempercayai ucapan Ryan, namun ia pura-pura bodoh saja
“Iya sayang, naik yuk udah malem kamu nggak ngantuk?” Ajak Ryan
“Iya” singkat Kiara sambil berjalan mendahului suaminya
Ryan pun bernafas lega,tidak ada drama perdebatan seperti biasa,sempat heran namun ia hanya acuh mengedikkan bahunya lalu ia pun mengekori Kiara dari belakang.
Sampai dikamar Kiara langsung merebahkan tubuhnya dan menarik selimutnya berbaring memunggungi Ryan.
Ryan yang telah selesai membersihkan diri pun bersiap naik ke atas tempat tidur menyusul istrinya.
“Udah tidur yang?” Tanya Ryan, namun tak ada jawaban dari sang istri,nampaknya istrinya sudah terlelap ke alam mimpi.
Ia pun ikut tidur memeluk istrinya dari belakang.
Kiara diam-diam membuka matanya merasakan tangan kekar suaminya merengkuh perut rata nya
‘Lakukan apa yang membuatmu senang mas,aku pastikan kau akan menggali lubangmu sendiri’ Ucap Kiara dalam hati.
Kiara kembali memejamkan kedua matanya dan terlelap dalam mimpi.
Keesokan paginya Kiara bangun, seperti biasa ia bergegas melakukan tugasnya sebagai seorang istri.
__ADS_1
Ia turun dari ranjang meninggalkan suaminya yang masih terlelap ditempat tidur. Sebelum turun ke bawah membuat sarapan, ia terlebih dulu mengambil pakaian kotor suaminya,untuk urusan itu dia tak terlalu mengandalkan pelayan kecuali urusan bersih-bersih rumah.
Kakinya melangkah masuk menuju keranjang kotor yang ada di sebelah walk-in closet dekat dengan kamar mandi.
Ia mengambil celana dan kemeja suaminya mengecek apakah ada barang tertinggal,pasalnya Ryan selalu meninggalkan barang dikantong celana kerjanya entah apa saja yang ditinggalkan.
Kiara merasa aroma parfum suaminya berbeda tidak seperti parfum biasa yang ia pakai,padahal setiap hari suaminya selalu meletakkan parfum cadangan dengan bau yang sama dimanapun,entah di mobil,bahkan dikantor sekalipun. Karena Ryan bukanlah orang yang suka berganti-ganti parfum.
Kiara mencium kemeja suaminya,bau parfum feminim itu menyeruak di indera penciuman Kiara. Padahal semalam suaminya bilang dia bertemu dengan teman kuliahnya,namun faktanya aroma parfum wanita yang melekat di setelan kerjanya.
Ia sudah curiga,terlintas dipikirannya bahwa rumahtangga nya sedang tidak baik-baik saja.
‘Sebulan kau tidak menyentuhku mas, dan apa ini? Kalau pun itu benar terjadi,jangan harap kau bisa menyentuhku selamanya. Aku tidak ingin bekas oranglain,aku sangat jijik! Baiklah untuk saat ini aku ikuti permainan mu,biarlah aku seperti wanita bodoh yang buta dan tuli’ putusnya dalam hati
Ia segera membawa keranjang kotor itu kebawah dan berkutat di dapur menyiapkan sarapan.
Ryan yang mendengar bunyi alarm seketika matanya terbuka meraba jam deker diatas nakas lalu mematikan nya. Dilihatnya istrinya sudah tidak ada di sampingnya,ia pun bergegas turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.
1 jam berlalu akhirnya Kiara selesai dengan kegiatannya
Ia menata hidangan itu ke atas meja lalu naik ke atas membersihkan diri
Sampai di kamar ia melihat suaminya tengah berdiri di depan cermin.
“Sayang tolong pasangkan dasi” pinta Ryan
Kiara berjalan ke arah suaminya tanpa menjawab perkataan sang suami, ia pun melakukan apa yang diminta suaminya.
“Sudah mas” pungkas Kiara
“Makasih sayang, cupp” kata Ryan sembari mengecup kening sang istri
Kiara hanya tersenyum singkat ke arah Ryan dan berlalu masuk kamar mandi. Sesampai nya di bathroom ia menggosok-gosok keningnya dengan keras. ‘Cihh,benar-benar menjijikkan!’ Gerutu nya dalam hati
15 menit kemudian Kiara selesai melakukan ritual mandi nya,ia melihat suaminya masih duduk diatas ranjang sambil memainkan ponselnya.
“Belum turun mas” tanya Kiara
“Bareng yuk” ajak nya pada Kiara
Mereka pun turun bersama bersiap sarapan
Selesai sarapan Kiara membuka obrolan
“Weekend jadi berangkat ke Amerika kan mas?” Tanya nya memastikan,ia takut suaminya mengingkari perkataan nya tempo lalu
“Jadi,tapi maaf ya mas cuma bisa nginep satu hari, mas sibuk banget Kiara apalagi sekarang perusahaan mas bekerja sama dengan perusahaan Bimantara Group, mas nggak mau ngecewain kerjasama dengan perusahaan besar itu” jelas Ryan memberi pengertian berharap Kiara akan mengerti
Kiara menghela nafasnya dengan berat, laki-laki itu sulit sekali menuruti permintaannya akhir-akhir ini.
“Yasudah terserah mas aja” pasrah Kiara malas berdebat dengan Ryan
“Oh ya, hari ini aku mau ijin keluar mas, aku mau habisin waktu ke salon dan shopping, udah lama banget aku nggak ngelakuin itu. Jadi maaf mas nanti siang aku nggak bisa nganterin bekal makan siang buat mas, nggak papa kan?” Imbuhnya
“Iya nggak papa kok” kata Ryan
__ADS_1
Tidak ada lagi pembicaraan penting antara keduanya, Ryan pun pamit berangkat ke kantor.