
Kiara,Adrian dan Merry pun sampai di rumah sakit tempat Keno di rawat. Saat ini mereka bertiga berada di dalam ruangan Keno sambil menunggu pria itu siuman. Sementara Delon dan Will kembali ke hotel untuk beristirahat atas perintah Adrian.
“Keno.. kamu nggak pengen buka mata kamu? Aku ada disini, nungguin kamu dari tadi sama Daddy dan Mommy” ucap Kiara lirih.
“Kamu istirahat saja sayang, nanti Keno juga sadar” ucap Merry. Adrian yang berada di dalam ruangan itu tengah fokus dengan ponselnya.
“Daddy mau ngopi ke kantin Mom, mau ikut atau disini saja?” Tanya Adrian ada maksud tertentu.
“Mommy ikut aja deh, kebetulan lagi pengen ngopi juga Dad” ucap Merry yang mengerti kode dari sang suami.
“Baiklah. Kiara, Daddy ke kantin dulu. Kamu mau nitip apa?” Tanya Adrian pada Kiara.
“No Dad, Kiara lagi nggak pengen apa-apa” ucap Kiara
“Yasudah, Daddy tinggal dulu bersama Mommy” pamit Adrian di angguki oleh Kiara.
Sepeninggal mereka berdua, Kiara berpindah duduk di ranjang Keno yang masih terbaring pucat. Rasanya Kiara ingin menangis kencang saat ini. Melihat pria nya yang selalu ceria dan energik setiap hari menghibur nya, sekarang terbaring lemah di ranjang pesakitan.
“Bangun dong, aku kesepian nggak ada yang bikin kesel” ucapnya sembari mengusap kepala Keno penuh kasih sayang.
“Keno, asal kamu tahu.. aku sudah jatuh kedalam pesona mu sejak pertama kali kita kencan, dan tanpa aku sadari aku sudah terikat denganmu. Entah magnet apa yang kau gunakan saat ini Keno. Aku berjanji akan menuruti semua permitaan mu jika kau bangun, ku mohon” ucap Kiara panjang lebar sambil memeluk tubuh Keno.
“I love u sayang” lirih tepat di telinga Keno, Kiara pun meneteskan airmatanya.
Kiara terkejut,
Tiba-tiba ada tangan kekar yang membalas pelukan nya seraya mengusap lembut punggung nya.
“Keno? Kamu sudah sadar?” Tanya Kiara kaget
Keno tersenyum mengangguk,
“Ya, i love u too sayang” balas Keno tak nyambung.
“Isshh ditanya apa jawabnya apa” desis Kiara
“Kan kamu tadi ngucapin kata cinta ke aku honey? Ya aku jawab dong” balas Keno
“Oh ya, jadi kau mendengar nya? Sejak kapan kamu sadar?” Tanya Kiara penuh selidik.
“Sejak lima belas menit yang lalu” jawab Keno enteng.
“Hah! Serius??” Tanya Kiara tak percaya. Berarti sejak tadi Keno mendengar ocehan Kiara yang memalukan itu menurutnya.
“Iihhh dasar jahil!!” Kesal Kiara memukul-mukul tubuh Keno.
“Aawww!! Sakit sayang” rintih Keno.
“Hah? Benarkah? Mana yang sakit! Maaf maaf!” Ucap Kiara panik.
“Sini” tunjuk Keno di dada nya.
__ADS_1
“Yang benar saja! Yang luka perutmu kenapa yang sakit dada mu?” Protes nya.
“Dada ku sakit karena kau lebih dulu di miliki orang lain” ucap Keno mendramatis.
“Hiihh mulai deh lebay nya” gerutu Kiara.
Keno pun terkekeh
“Aku haus sayang,tolong ambilkan minum” titah Keno
Kiara menuruti permintaan Keno.
“Mau makan? Biar aku suapi” tawar Kiara
“Boleh sayang” ucap Keno menganggukkan kepala.
“Oke” singkat Kiara. Kemudian ia mengambil nampan di sisi nakas yang berisi beberapa menu makan siang lalu menyuapi Keno dengan telaten.
Sementara di kantin rumah sakit, pasangan paruh baya itu tengah terlibat pembicaraan serius.
“Daddy yakin secepat itu?” Tanya Merry
Adrian menganggukkan kepalanya.
“Sangat yakin. Daripada mereka terus bersama tanpa ikatan yang jelas, sama saja mereka saat ini pasangan haram Mom. Daddy hanya ingin yang terbaik buat mereka” ucap Adrian
“Lalu bagaimana proses perceraian Kiara, sudah sampai tahap mana?” Tanya Merry
Merry mengangguk tersenyum. Ternyata suaminya ini begitu peduli dengan kebahagiaan putranya juga putri sahabatnya itu.
“Mommy hanya bisa merestui dan berharap yang terbaik untuk mereka berdua Dad” ucap Merry tulus.
Adrian menanggapi dengan senyum.
“Lalu kapan kita memberitahukan hal ini pada Daniel?” Tanya Merry kemudian.
“Setelah acara perebutan tender perusahaan besok kita akan terbang ke New York Mom, sekalian berkunjung ke mansion Mami” jelas Adrian.
Merry mengangguk senang.
“Ya, tempo lalu Keno juga bilang kalau Mami merindukan kita. Aku jadi kasian sama Mami yang di tinggal seorang diri di mansion seluas itu Dad” Ucap Merry sendu mengingat mertuanya yang usianya memasuki kepala tujuh itu.
“Tenanglah, setelah mereka berdua menikah kita akan pindah ke New York tinggal bersama Mami disana” ucap Adrian.
“Ya, Mommy setuju” ucap Merry.
Setelah itu mereka bergegas kembali ke ruangan rawat Keno. Mereka tidak bisa berlama lama meninggalkan Kiara sendirian.
Ceklek.
Pintu ruangan pun terbuka.
__ADS_1
“Loh, kamu sudah sadar nak?” Tanya Merry kaget melihat Keno tengah makan di suapi oleh Kiara.
“Sudah dari tadi Mom” jawab Keno setelah menelan makanan di dalam mulutnya.
“Syukurlah, sejak tadi Kiara menangis merengek memintamu bangun. Bisa banjir kamar ini jika tidak berhenti” ujar Adrian meledek Kiara.
“Daddy!!” Protes Kiara menahan malu, sontak tawa ketiga orang itu pecah melihat wajah kesal Kiara.
Sedangkan Di Perusahaan Wijaya Group.
Ryan yang tengah berada di ruangan nya dikejutkan dengan kedatangan Dio yang membawa sepucuk surat.
“Dari siapa Dio?” Tanya Ryan penasaran. Sebab tidak ada nama dan alamat pengirimnya di perangko.
“Saya kurang tahu Tuan, tadi ada tukang pos yang mengantarkan ke meja resepsionis. Dia juga tidak tahu siapa pengirimnya. Hanya alamat tujuan saja yang tertera di surat itu” ujar Dio
Ryan menganggukan kepalanya,
“Yasudah, kamu boleh pergi” ucap Ryan.
“Baik. Permisi Tuan” pamit Dio yang di angguki oleh Ryan.
Ryan pun membuka amplop putih itu karena rasa penasaran nya.
‘Pengadilan Agama Negeri J******??!’
Degg!
‘Apa ini maksudnya?’ Ucap Ryan shock setelah membaca surat itu yang berisi gugatan cerai dari Kiara.
Jantungnya seakan berdetak brutal tak menentu membaca surat itu.
‘Tidak!! Ini tidak boleh terjadi!’ Ucapnya frustasi seraya menjambak rambutnya.
Ia sama sekali tidak menyangka ucapan Kiara kemarin benar-benar nyata bukan hanya gertakan.
‘Aku tidak akan melepaskan mu Kiara tidak akan pernah!!’ Teriaknya emosi.
Srekk! Srekk! Srekk!!!
Ia merobek-robek surat itu menjadi tak berbentuk lalu meremas kertas tersebut dan membuangnya ke tempat sampah yang berada di sudut ruangan nya.
‘Jangan harap kau akan menang di persidangan Kiara! Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku! Berani berani nya kau menginjak harga diri seorang lelaki yang masih berstatus sebagai suami mu!!’ Teriak nya. Tanpa sadar ucapannya akan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri di kemudian hari.
‘Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kepalaku sangat pusing,bagaimana caraku mengatasi semua ini?’ Tanya nya bermonolog.
‘Mau tidak mau, aku harus memohon kepada Presdir Bimantara untuk menyelamatkan perusahaan ku dulu, baru setelah itu aku urus Kiara! Wanita itu harus diberi pelajaran. Awas saja Kiara, jika kita bertemu aku akan mengurungmu agar kau tidak bisa kabur lagi dariku!’ Ucapnya penuh tekad.
Silahkan saja Ryan. Paling kau juga akan berakhir babak belur seperti yang sudah sudah. Mwehehehe.
Mohon maaf jika terdapat typo, jangan lupa kasih dukungan like&vote nya readers🫰🏻
__ADS_1
Terimakasih 🫶🏻