
Waktu terus bergulir, tak terasa sepasang pengantin baru itu kini sudah melewati bulan madu nya selama satu minggu di salah satu resort mewah yang terletak di Pulau Dewata.
Kiara begitu menikmati kebersamaan nya bersama suaminya, bahkan tak jarang pria itu mengurung nya di dalam kamar dan menggempur nya habis-habisan.
“Hubby, kita keluar yuk.. cari destinasi lain. Masa iya sih kita di dalam kamar terus, aku bosan” rengek Kiara menggoyangkan lengan kekar Keno yang terus merengkuh pinggangnya.
“Memang kamu nggak capek honey? Setelah melayani ku lalu kau minta jalan-jalan?” Tanya Keno yang melihat muka kusut istrinya itu.
“Ck! Lalu aku harus terus berada di bawah kungkungan mu begitu?!” Decak Kiara mengerucutkan bibirnya.
“Cup” Tak mau kehilangan kesempatan secepat kilat Keno meraup bibir manis milik istrinya yang membuatnya candu.
“Hubby…” rengek Kiara setelah tautan bibir mereka terlepas.
“Oke-oke.. segera bersiap setelah ini kita keluar” ucap Keno menuruti perintah sang ratu.
Kiara pun mengembangkan senyumnya.
“Thank you hubby” ucap Kiara memeluk Keno posesif.
“Jangan memancing ku honey, atau kita tidak jadi keluar dan berakhir di ranjang saja?” Tawar Keno menaikkan alisnya.
”No! Oke aku bersiap sekarang” ucap Kiara bangun dari tempat tidur berlari menuju kamar mandi.
Keno menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu istri cantiknya itu.
“Kalau bukan karena rengekan nya pasti sekarang sudah lima ronde” gumam Keno terkikik geli.
Tiga puluh menit kemudian mereka selesai dengan aktifitasnya. Kiara dan Keno mengenakan pakaian santai couple ala pemuda jaman now.
“Kita kemana ya hubby?” Tanya Kiara mengedarkan pandangan nya ke sekeliling pulau itu.
“Makan? Bersepeda? Snorkeling? Atau shopping?” Tawar Keno beruntun.
Kiara memandang suaminya dengan tatapan berbinar.
“Aku ingin makan saja hubby, seperti nya menarik kalau kita berjelajah kuliner” ucap Kiara tersenyum girang.
“Baiklah.. apapun untukmu tuan putri” ucap Keno yang membuat Kiara tersenyum malu.
Keno dan Kiara pun melajukan mobil sport nya ke salah satu resto terkenal di Bali.
“Permisi Tuan Nona.. silahkan mau pesan apa” sambut pelayan itu ketika Keno dan Kiara sampai di tempat itu.
“Mau makan apa honey? Pesan apapun yang kau sukai” ucap Keno menyodorkan buku menu.
“Ok wait.” Ucap Kiara membuka buku menu dan menelisik semua daftar menu itu.
“Saya mau ayam betutu,sate lilit,nasi jinggo,rujak bulung sama sambel matah juga. Minuman nya es kuwut sama lemon tea deh. Kamu mau makan apa hubby?” Tanya Kiara kemudian setelah menyebutkan menu bak mendongeng.
Keno dibuat melongo dengan pesanan Kiara.
“Kau yakin mau menghabiskan makanan sebanyak itu honey?” Tanya Keno yang mendapat anggukan dari Kiara.
“Saya ayam betutu sama minumnya lemon tea saja mbak” ucap Keno.
“Baik, ada lagi Tuan?” Tanya Pelayan itu setelah mencatat semua pesanan mereka.
“Cukup, itu saja” jawab Keno.
Pelayan itu pun berlalu meninggalkan mereka berdua.
“Kamu nggak lagi ngidam kan honey?” Tanya Keno penasaran.
“Ngidam?” Tanya Kiara mengernyitkan dahi.
Keno mengangguk pelan.
“Entahlah hubby, tapi mungkin ini efek karena kau selalu menerkam ku tanpa henti” ucap Kiara cemberut.
Keno pun terkekeh.
“Tak apa honey, tapi kau pun menikmati nya kan?” Goda Keno pada istrinya itu.
__ADS_1
“Isshh.. tidak tahu tempat” gerutu Kiara mendelik.
Tak lama pesanan mereka berdua pun datang.
Pelayan dengan gesit meletakkan semua menu yang dipesan oleh Kiara sampai memenuhi meja.
“See.. bagaimana cara kita makan honey kalau mejanya penuh begini?” Tanya Keno tak habis pikir.
“It's oke, kan bisa begini..” ucap Kiara meletakkan sepiring menu sate lilit ke kursi yang kosong di sebelahnya.
“Astaga..” ucap Keno memijit pelipisnya terasa pusing. Wanita itu memiliki seribu akal cerdik diluar dugaan.
“Tunggu apa lagi? Let's go!” Ucap Kiara antusias.
Keno menghembuskan nafasnya pelan melihat nafsu makan istrinya yang menggebu-gebu.
Ia menelan ludahnya kasar, perutnya terasa kenyang melihat istrinya itu terus mengunyah tanpa jeda.
“Pelan-pelan honey, nanti kau bisa tersedak” tegur Keno.
Kiara menelan makanan nya yang tertahan di dalam mulutnya lalu meraih gelas berisi lemon tea di sampingnya dan meneguknya.
“Ini sangat nikmat hubby.. mau coba?” Tawar Kiara pada Keno.
Keno pun menggeleng, “Punya ku masih utuh honey, lanjutkan makanmu dan habiskan semuanya” titah Keno pada Kiara.
Wanita cantik itu tanpa ragu melahap makanan nya.
Tiga puluh menit mereka pun menghabiskan makanan nya.
“Ahh.. aku kenyang sekali hubby” ucap Kiara mengusap perutnya yang agak membuncit.
“Ya, dan lihat. Semua makanan mu tertampung di perut buncitmu” tunjuk Keno pada perutnya.
Kiara cengengesan mendengar perkataan Keno.
“Tak apa, sebentar lagi juga akan ku keluarkan” celetuk Kiara yang membuat Keno tergeleng heran.
“Sudah sore, ayo kita kembali honey” ajak Keno.
“Mau ku gendong?” Tawar Keno kemudian.
Kiara menggeleng cepat.
“Tidap perlu, apa kata semua pengunjung yang ada di sini” ucap Kiara menolak.
“Ya sudah, ayo” ucap Keno menggandeng tangan istrinya.
Kiara mau tak mau pun berdiri dari duduknya meskipun perutnya terasa begah akibat murka makanan.
Di tengah perjalanan hendak sampai di parkiran mobilnya, tubuh Kiara tiba-tiba limbung akibat kepalanya terasa pusing.
“Honey!” Ucap Keno kaget lalu menopang tubuh Kiara dan menggendongnya ala bridal style berjalan ke arah mobilnya.
“Honey bangun, jangan buat aku khawatir” ucap Keno menepuk pipi Kiara.
“Astaga.. kenapa bisa begini” keluh nya lalu melajukan mobilnya meninggalkan area resto itu.
Keno berniat membawa istrinya ke klinik untuk memastikan keadaan Kiara.
“Bersabarlah honey, sebentar lagi kita sampai” ucap Keno meraih tangan Kiara lalu mengecupnya.
Di benaknya di penuhi kekhawatiran karena Kiara tak kunjung sadar.
“Tolong istri saya!” Teriak Keno setelah sampai di klinik itu.
“Baik Tuan, mohon tunggu diluar” ucap perawat itu mencegah dirinya masuk ke dalam ruang pemeriksaan Kiara.
“Honey.. sebenarnya ada apa? Kalaupun kau memiliki riwayat penyakit kenapa tidak memberitahuku?” Ucap Keno dengan nada cemas nya.
Pria itu sedari tadi tak berhenti merapalkan doa untuk istrinya. Berharap tidak terjadi sesuatu pada Kiara.
Tak lama pintu ruang pemeriksaan Kiara pun tebuka menampakkan sosok dokter wanita.
__ADS_1
“Anda suaminya Nona Kiara?” Tanya Dokter itu.
“Iya benar dok, bagaimana keadaan istri saya?” Tanya Keno dengan raut wajah cemas.
Dokter itu mengulas senyum.
“Nona Kiara tidak apa-apa. Dia hanya kelelahan Tuan, hal ini wajar di alami ketika kandungan masih berusia empat minggu” ucap Dokter itu tersenyum lembut.
“Ohh..” ucap Keno mangut-mangut masih belum sadar dengan ucapan dokter wanita itu.
“A-apa?! Kandungan?? Maksud dokter??” Tanya Keno terbata.
“Benar Tuan, saat ini istri anda tengah hamil dan usia kandungan nya memasuki empat minggu” jelas dokter itu tersenyum geli.
“Ya tuhan.. terimakasih engkau telah menjawab semua doa-doa ku dan istriku” ucap Keno tersenyum bahagia.
Dokter itupun tersenyum mendengar ucapan Keno.
“Saya boleh masuk dok?” Tanya Keno
“Silahkan Tuan, namun kondisi Nona Kiara masih belum sadar. Mungkin beberapa saat lagi, karena kondisinya masih lemah akibat kelelahan” ujar Dokter wanita itu.
“Baiklah, kalau begitu saya masuk dulu. Terimakasih dok” ucap Keno
“Sama-sama Tuan” jawab dokter itu lalu pergi meninggalkan ruangan Kiara.
Keno pun langsung membuka pintu ruang perawatan Kiara. Tampak istri cantiknya itu kini terbaring lemah di ranjang pesakitan itu.
“Honey.. akhirnya yang kita nanti-nanti selama ini terwujud, terimakasih sudah memberikan ku hadiah tak ternilai harganya ini” ucap Keno duduk di samping ranjang dan mengusap perut Kiara yang sedikit buncit dari biasanya.
“Pantas saja nafsu makan mu begitu banyak, ternyata anak daddy tumbuh disini” ucap Keno mengecup perut istrinya penuh kelembutan.
“Baik-baik disini ya, jangan membuat mommy mu kesusahan” ucap Keno pada janin di dalam perut Kiara.
Calon ayah itu nampaknya tengah memberi petuah pada anaknya. Ckckck.. belum lahir saja kau sudah di ultimatum nak.. nak..
“Sshhh..” Kiara pun tersadar karena usapan lembut tangan Keno di perutnya.
“Honey.. syukurlah kau sudah sadar” ucap Keno tersenyum lega.
“Dimana kita hubby?” Tanya Kiara mengedarkan pandangan nya merasa asing di tempat itu.
“Kita sedang berada di klinik honey, tadi kamu pingsan dan aku langsung membawamu kesini” terang Keno mengusap lembut kepala Kiara.
“Aku haus” ucap Kiara
Keno dengan cekatan meraih gelas berisi air putih di atas nakas dan menyodorkan nya pada istrinya.
“Lagi?” Tanya Keno
“Cukup hubby” ucap Kiara.
Keno pun meletakkan kembali gelas itu ke atas nakas.
“Honey, sekarang asupan makan mu harus di jaga. Ada malaikat kecil yang harus terpenuhi gizi dan nutrisi nya dengan baik. Jadi tidak boleh makan sembarangan” ujar Keno memperingati Kiara.
Wanita itupun mengernyit heran. Siapa yang suaminya maksud? Pikirnya dalam hati.
“Siapa sih hubby? Aku nggak ngerti deh” ucap Kiara heran.
“Honey.. dengarkan aku.. di dalam sini ada anak kita yang sedang tumbuh” ucap Keno mengusap perut Kiara.
Wanita itupun seketika terdiam mencerna ucapan suaminya.
“Benarkah?? Apa sekarang aku sedang hamil hubby??” Tanya Kiara dengan mata mengembun.
“Ya.. dan kata dokter usianya memasuki empat minggu” jawab Keno mengangguk tersenyum.
Kiara tak dapat membendung airmata kebahagiaan nya. Wanita itu menangis terharu dengan kabar kehamilannya. Sudah lama ia menantikan kabar ini sejak dahulu bahkan sebelum ia menjadi istri Keno. Ia sempat berpikir bahwa dirinya mandul. Namun sepertinya Tuhan menunjukkan kebenarannya, dia memang tidak berjodoh dengan Ryan melainkan Keno, terbukti di usia pernikahan nya selama tiga bulan kini membuahkan hasil.
Ia memeluk tubuh suaminya dengan erat menyalurkan rasa kebahagiaan nya yang teramat dalam.
“Hubby.. aku senang sekali. Akhirnya aku bisa membuktikan pada mereka semua bahwa aku bukan perempuan mandul” ucap Kiara di sela tangis kebahagiaan nya.
__ADS_1
“Sudah ku katakan kau tidak mandul honey, hanya belum berjodoh saja. Tuhan tau mana yang terbaik untuk hidup kita” ucap Keno yang di angguki oleh Kiara.
Kedua insan itupun kembali berpelukan saling memberi kehangatan dan kebahagiaan.