
Tiga puluh menit menempuh perjalanan menuju mansion Keluarga Davency akhirnya mereka berdua sampai. Kiara bergegas turun dari mobil disusul Keno mengikuti langkah kaki Kiara masuk kedalam mansion.
“Papa..” panggil Kiara setelah berada di depan pintu mansion melihat Papa nya tengah duduk bersantai membaca majalah.
Daniel yang mengenal suara itupun menoleh.
“Kiara? putriku..” ucapnya. Matanya berkaca-kaca melihat putrinya ada di depan matanya.
“Ya, Pa. Ini Kiara” lirih Kiara.
Kiara berjalan mendekati Daniel.
“Putriku..” lirih Daniel lalu berdiri memeluk Kiara.
Keno yang menyaksikan interaksi keduanya ikut terharu.
Lalu Daniel yang melihat kedatangan Keno pun melepaskan pelukan Kiara, ia menoleh ke arah Keno.
“Keno? Bagaimana bisa kalian datang bersamaan?” Tanya Daniel
“Selamat pagi Om, kebetulan Keno dan Kiara satu penerbangan. Kami sama-sama bertujuan ke negara ini. Jadi saya antar Kiara pulang kesini Om,karena jalan nya searah dengan mansion Grandma” jawab Keno panjang lebar.
Daniel mangut-mangut. “Silahkan duduk Keno,terimakasih telah mengantar putriku dengan selamat” ucap Daniel tulus.
“Sama-sama Om” ujar Keno tersenyum.
Kemudian Kiara kembali memeluk sang Papa.
“Papa.. hiks.. hiks.. Kiara kangen sama Papa“ ucap Kiara menangis di pelukan sang Papa.
“Papa juga merindukanmu Kiara, bahkan setiap harinya Papa selalu risau memikirkanmu” ucap Daniel
“Maafin Kiara Pa, Maafin kesalahan Kiara selama ini, Kiara jahat sama Papa! Kiara udah jadi anak yang durhaka Pa!” ucapnya pada Daniel.
Daniel pun mengurai pelukannya lalu menatap putrinya seraya menggeleng.
“Tidak nak, Papa yang salah telah memaksakan kehendakmu. Papa minta maaf” ucap Daniel dengan mata memerah menahan tangis.
“Tidak Pa, Kiara yang salah. Seandainya waktu itu Kiara menerima perjodohan yang Papa buat mungkin sekarang nasib rumahtangga Kiara tidak akan seperti ini” tangisnya
“Memang kenapa dengan rumahtangga mu Kiara? Apa yang terjadi?! Katakan pada Papa semuanya, jangan ada yang kamu tutup-tutupi” cecar Daniel kemudian menuntun Kiara untuk duduk di sebelahnya.
Kiara berusaha menghentikan tangisnya, sejenak ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya perlahan guna menetralkan perasaan nya.
“Rumah tangga Kiara hancur Pa..” lirihnya menjeda kalimatnya sejenak.
Daniel pun merubah ekspresi wajahnya menjadi serius, ia mencoba bersikap tenang mendengar kan penjasan Kiara sampai selesai.
“Mas Ryan ternyata selama ini mempunyai wanita lain, wanita itu tak lain adalah sekretarisnya di kantor” airmata nya mulai luruh kembali.
Daniel yang mendengar hal itu seketika tangan nya terkepal kuat.
“Kurangajar sekali pria itu! Dari awal Papa sudah menduga nya Kiara! Dia tidak benar-benar mencintaimu! Itu sebab nya Papa kecewa dengan pilihanmu dan memilih kembali ke negara ini” jelas Daniel.
“Ya. Kiara tahu Pa. Maafin Kiara” sahutnya kemudian menunduk tidak berani menatap sang Papa.
“Sudahlah,sudah terjadi. Sekarang apa keputusan mu Kiara?” Tanya Daniel.
Kiara menarik nafasnya sejenak.
“Kiara ingin cerai dari mas Ryan Pa. Kiara udah nggak sanggup lagi” ucapnya mantap.
“Ya! Kau mengambil keputusan yang tepat. Papa dukung seratus persen niat mu berpisah dengan nya” ucap Daniel menyetujui.
Kemudian pandangan Daniel beralih ke Keno.
“Jadi kalian sudah saling mengenal?” Tanya Delon seraya bergantian menatap Putrinya.
Kiara mengangguk membenarkan.
“Keno sudah banyak menolong Kiara Pa, dia yang selalu ada buat Kiara saat Kiara rapuh, Kiara gak bisa ngebayangin gimana jadinya Kiara tanpa support yang selalu Keno berikan ke Kiara” jelas Kiara sambil menatap kedua netra Keno. Dan Keno pun tersenyum lembut menanggapi ucapan Kiara.
__ADS_1
Hal itu tak luput dari penglihatan Daniel.
“Dulu saja kau menolak kami jodohkan, sekarang malah tergila-gila sendiri dengan Keno” ujar Papa nya mengejek.
Kiara memelototkan kedua matanya.
“Apa?! Maksud Papa..?”
“Ya! Laki-laki yang Papa jodohkan denganmu dulu adalah Keno. Putra sahabat Papa yang bernama Om Adrian Bimantara. Dulu waktu kecil kalian sering bermain bersama dengan Delon juga. Tapi waktu umurmu menginjak lima tahun Keluarga Keno memutuskan untuk pindah ke Indonesia mengurus bisnis nya. Hingga seiring kalian beranjak dewasa kami para orang tua sepakat menjodohkan kalian berdua, tapi kau malah menolaknya” jelas Daniel panjang lebar.
“Bukan begitu Keno?” Tanya Daniel.
“Ya, Papa mu benar Kiara. Mungkin saja kau sudah lupa denganku, mengingat saat itu kau masih sangat kecil” ujar Keno mengangguk membenarkan ucapan Daniel.
“Tapi kenapa kau tak bilang dari awal saat pertama kali kita bertemu Keno?” Cecar Kiara. Ia tak habis fikir dengan fakta mengejutkan ini.
“Mana mungkin aku mengatakan padamu kalau aku pria yang kau tolak dulu? Yang ada kau semakin menjauh sebelum aku mendekati mu” ujar Keno.
“Haisshh.. mana mungkin aku menolak pria tampan sepertimu?!” Ucap Kiara keceplosan. Seketika ia pun bungkam.
“Jadi menurutmu aku tampan?” Goda Keno
“T-tentu saja! Kau kan laki-laki, masa’ cantik” sahut Kiara gugup dibuatnya.
Keno dan Daniel pun terkekeh melihat Kiara salah tingkah.
“Woww! Sepertinya aku melewatkan sesuatu nih!” Seru Delon yang berjalan menuruni tangga.
“Ck! Perusuh itu lagi. Mengganggu suasana saja” gerutu Keno pelan.
“Hai adik kesayangan ku! Kapan kau tiba?” Tanya Delon dengan aktingnya pura pura terkejut dengan kedatangan Kiara.
“Baru saja” Kiara pun memeluk kakaknya.
Mereka berempat pun berbincang dan bersendau gurau seraya minum teh bersama.
Saat ini Flo telah tiba di Indonesia, wanita itu kini menyewa apartemen yang berada di pusat kota.
Baru saja tiba di apartemen ia sudah menyewa gigolo saja. Memang dasar wanita maniak.
Ia mengambil ponselnya yang berada di dalam tas jinjing nya lalu melemparkan tas nya ke sembarang arah.
“Ya Halo, datang ke apartemen xxxx lantai 10 kamar no 12 sekarang juga! Aku tunggu!” Ucapnya dengan seorang laki-laki dibalik telepon.
Ia berjalan menuju koper lalu mengambil sebuah gaun malam untuk ia kenakan saat bertempur nanti.
Wanita itu berjalan masuk ke dalam kamar mandi guna mengganti baju nya.
Ting tong!
Suara bel apartemen pun berbunyi, ia keluar dengan pakaian kurang bahan nya bersiap menyambut gigolo panggilan nya.
“Hai dude! Masuk!” Ucap Flo setelah membuka kan pintu pria itu lalu kembali menutupnya.
“Ohh kau sangat sexy malam ini” ucap gigolo itu.
“Tentu, mari kita mulai pergulatan ini!” Ucap Flo lalu berbaring telentang membuka kedua p**a nya lebar-lebar.
Sontak pria itu senang bukan kepalang, air liurnya seakan mau menetes.
“Woww! Kau sungguh li*r sekali baby!” Serunya mendekati ranjang Flo.
“P*askan aku malam ini Dude!” Seru Flo pada pria itu.
“Tentu saja baby, dengan senang hati!” Sahut pria itu kemudian menerkam Flo dengan buas.
Wanita setengah baya itu tidak sadar umur nya yang sudah menginjak kepala empat. H*srat berc*nta nya semakin tinggi saja.
Malam panas itu berlangsung lama hingga pagi menjelang.
Pagi ini
__ADS_1
Di balik jeruji besi Sylvi tengah duduk di sudut ruangan sempit berukuran 3x4 meter persegi itu. Otaknya berpikir keras bagaimana caranya ia kabur dari situ.
Belum juga genap satu hari mendekam di penjara rasanya ia sudah sangat muak.
“Heii! Kemari!” Panggil teman wanita nya sesama napi.
“Aku?!” Tunjuk Sylvi pada dirinya.
“Ya! Siapa lagi?!” Ketus wanita itu
Sylvi pun mendekat ke arah wanita itu.
“Pijit punggung ku!” Titahnya
“Apa?? Kau pikir aku pelayan mu apa?! Se enaknya saja memerintahku!” Marah Sylvi.
“Kau berani menolak perintah ku ya?! Mau ku buat wajahmu yang mulus itu babak belur?!! Iya?!!!” Bentaknya.
Sylvi tergagap dibuatnya, sedetik kemudian ia melakukan apa yang diperintahkan oleh wanita itu.
‘Sial!! Ini semua gara-gara wanita mandul itu!! Lihat saja Kiara, cepat atau lambat aku akan membalasnu berkali-kali lipat lebih dari yang aku rasakan saat ini!’ Umpat nya dalam hati.
“Nona Sylvia” panggil petugas kepolisian yang berjaga disana.
“Ya, saya sendiri” ucap Sylvi.
“Ada yang ingin bertemu anda, silahkan keluar” ucap polisi wanita itu seraya membukakan gembok lalu memborgol kedua tangan Sylvi.
“Tapi siapa?” Tanya Sylvi seraya keluar dari jeruji itu.
“Dia bilang namanya Flo. Mari saya antar” ucap polisi wanita itu menuntun Sylvi.
“Tante??” Sapa Sylvi yang melihat tante nya duduk di meja besuk itu.
“Ya, ini aku” ucapnya datar.
“Kapan tante tiba? Dan ada hal apa tiba-tiba tante datang kesini?” Tanya Sylvi beruntun. Ada harapan tante nya ini mau membantunya bebas dari sini.
“Tentu saja ingin mengumpatimu dengan kelakuan bodoh mu itu!” Ketus Flo setengah emosi.
“Apa maksud tante? Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Bukankah tante senang jika aku membunuh Kiara?!” Ucap Sylvi dengan intonasi pelan.
“Senang kau bilang? Otakmu itu terbuat dari apa Sylvi! Bisa-bisanya kau bertindak sangat gegabah tanpa perhitungan sama sekali! Kau bukannya membantuku malah semakin menghancurkan rencana ku! Sekarang apa dampaknya? Saham diperusahaan Ryan anjlok! Ini semua gara-gara ulah bodohmu itu!” Kalimat Flo penuh tekanan dan emosi.
“Aku tidak peduli hal itu! Karena wanita itu perhatian Ryan padaku jadi teralihkan! Aku tidak terima di injak-injak dirumah itu!” Ucap Sylvi tak kalah emosi.
“Dasar gobl*k!! Hanya karena kau haus perhatian sampai sampai membuat perusahaan itu hampir bangkrut!! Menyesal aku mempunyai keponakan bodoh sepertimu! Pikir pakai otak mu jangan pakai dengkul!” Umpat Flo
“Sudahlah tante! Percuma kau mengumpatiku toh semua sudah terjadi. Yang terpenting sekarang tante bantu aku keluar dari sini. Aku sudah sangat muak dengan tempat ini!” Kesal Sylvi
“Apa?? Membantumu keluar dari sini? Heh, mimpi saja Sylvi! Ini balasan untukmu karena tidak menuruti perkataan tante! Sekarang lihat hasil perbuatan mu. Membusuk saja selamanya disini. Aku tidak peduli, aku juga sudah tidak membutuhkan mu lagi karena aku akan menjalankan rencana ku sendiri! Jadi nikmati saja hari-hari mu yang menyenangkan itu!” Ketus Flo lalu berdiri hendak pergi.
Namun Sylvi mencekal tangan wanita itu.
“Tante jangan gitu dong! Masa tante tega sama aku selama ini aku yang telah membantu tante, ingat itu!” Seru Sylvi tak terima.
“Maaf jam besuk sudah habis!” Suara polwan itu menyadarkan mereka.
“Ya , saya juga sudah selesai” ucap Flo pergi berlalu dari sana sementara Sylvi terus berteriak memanggil namanya. Namun Flo acuh tetap meneruskan langkahnya.
‘Lihat saja tante, suatu saat kau pasti akan datang padaku dan memohon-mohon bantuanku!” Ucapnya yakin.
Hai semua.. author mohon maaf jika terdapat beberapa typo dalam bacaan..
minta dukungannya ya readers, agar Karya author mendapat rekomendasi dari pihak NT.
Jangan lupa tinggalkan like&vote nya..
Terimakasih,semoga kalian sehat selalu&dilancarkan rezeki nya.
Love u all🫶🏻🥰
__ADS_1