Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 36


__ADS_3

Kiara yang berada di kamarnya tengah merenungkan semua kebenaran yang baru saja ia ketahui.


Ia berdiri di balkon kamarnya,


Pikirannya menerawang jauh langkah apa yang akan ia ambil kedepannya. Rasa dendam,marah,kecewa campur aduk bersarang di hatinya.


“Mungkin aku bisa saja mengampuni mu Mas, tapi tidak untuk wanita tua itu!” Monolognya.


“Yang pasti aku harus segera lepas darimu!”


“Aku berjanji tidak akan ada airmata lagi setelah ini, aku pastikan kalian menerima hukuman yang setimpal sesuai apa yang telah kalian lakukan padaku dan keluargaku!” Tangannya terkepal kuat, netra nya memerah menahan amarah.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.


Tok tok tok


Ceklek..


“Kiara, boleh aku masuk?” Tanya nya.


Kiara pun menoleh, ternyata itu Keno.


“Ya” singkat Kiara dengan nada datar.


Keno melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Kiara berdiri.


Hening.. belum ada satupun yang membuka percakapan.


Hingga terdengar suara hembusan nafas berat Keno.


“Maafkan aku” satu kata yang terucap di bibir Keno.


Kiara masih diam.


“Aku tau kau akan kecewa pada akhirnya Kiara, aku sama sekali tidak berniat menyembunyikan nya darimu, kakakmu yang melarangku juga untuk mengatakan hal itu sebab dia tidak mau kau bertindak gegabah sedangkan kau masih tinggal disana. Dan itu akan membahayakan keselamatan mu” ucap Delon panjang lebar.


Kiara masih bungkam.


“Terserah kau mau memaafkan ku atau tidak, tapi yang pasti aku dan Delon mempunyai alasan yang kuat dibalik itu semua” imbuhnya.


“Dengan membohongiku begitu?! Semua masih bisa dibicarakan baik-baik! Aku seperti wanita bodoh di hadapan kalian semua!” Teriak Kiara sambil membalikkan tubuhnya. Emosi nya kembali bangkit lagi.


Ada benarnya juga yang dikatakan Kiara,kenapa tidak memberitahunya saja. Setidaknya bahaya apapun bisa ia hindari jika ia mengetahui semua rahasia itu. Semua karena ke khawatiran Delon pada adik kesayangannya. Ya, nasi sudah menjadi bubur.


“Ya! Aku tahu Kiara, aku paham dengan apa yang kau rasakan saat ini. Semua sudah terjadi! Mau kau apakan lagi?” Nada bicara Keno sedikit meninggi.


Perempuan ini sungguh keras kepala sekali,pikirnya. Namun sedetik kemudian Keno sadar dengan ucapannya.

__ADS_1


“Maaf, aku tidak bermaksud membentak mu,aku hanya terbawa emosi saja” ucap Keno.


“Dan satu hal lagi Kiara, kedatanganku kesini bukan hanya untuk meminta maaf padamu. Aku juga ingin berpamitan padamu, siang ini aku akan kembali ke Indonesia. Sudah terlampau lama aku meninggalkan persahaan, aku sudah tidak bisa berlama-lama disini meskipun berat berjauhan denganmu. Lagipula misi ku disini sudah selesai. Aku pamit Kiara, jaga dirimu baik-baik. Sampai jumpa di lain waktu” ucap Keno panjang lebar.


Tidak ada jawaban satupun yang terucap dari bibir Kiara. Kiara diam-diam meneteskan airmata tanpa sepengetahuan Keno.


Terdengar sangat menyedihkan bagi Kiara berpisah lagi dengan Keno, namun rasa kecewa dan ego nya lebih besar. Berat rasanya melepas kepergian Keno. Tapi dia tidak bisa mencegahnya.


“Aku pergi dulu” ucap Keno seraya berbalik keluar meninggalkan Kiara yang masih terdiam membisu, Keno mengusap airmatanya yang keluar dari sudut kelopak mata nya.


Sepeninggal Keno, tubuh Kiara merosot ke lantai seakan lemas tak bertenaga. Ia cukup lelah dengan permasalahan nya yang datang bertubi-tubi, entah dosa apa di masalalu nya sehingga ia menerima semua ini.


“Hiks.. hiks… Mama” airmatanya kembali mengucur deras.


Sedetik kemudian ia menghapus airmatanya dengan kasar.


“Tenang saja Ma, Kiara akan menuntut keadilan untuk Mama. Kiara tidak akan membiarkan orang yang sudah mengambil nyawa Mama berkeliaran bebas begitu saja!”


“Aku tidak boleh terlihat lemah dihadapan mereka semua, ya! Aku harus kuat!” Tekad Kiara.


Kemudian ia berjalan masuk ke dalam kamar.


Keno yang sudah sampai di kediaman Grandma Thea akhirnya masuk kedalam mansion tersebut untuk menemui Grandma nya.


“Grandma!!” Panggil Keno berteriak.


“Dasar cucu tengil! Darimana saja kau! Sudah tiga malam kau tak pulang!” Kesal Grandma Thea yang duduk di kursi goyang nya.


“Dasar nakal! Buat kamhawatir orangtua saja!” Ketus Grandma Thea.


Keno mengangkat dua jarinya memberi peace.


“Keno akan kembali ke Indonesia sekarang Grandma, sudah lama Keno meninggalkan perusahaan. Takut Daddy murka nanti” ucap Keno.


“Ya! Kau akan kembali sekarang juga?” Tanya Grandma Thea kaget.


Keno pun hanya mengangguk.


“Haishh.. Grandma kesepian lagi! Pindah saja perusahaan mu ke sini, biar tak perlu bolak balik kesana kemari!” Keluhnya


“Mana bisa seperti itu?! Tenang saja Grandma, sebentar lagi Keno akan mencarikan teman untuk Grandma, jadi Grandma tidak akan kesepian lagi” ucap Keno


“Benarkah?? Kalau begitu cepat bawa kesini sekarang juga!” Titahnya


“Tidak sekarang juga Grandma, Keno butuh waktu dulu untuk berjuang. Jika Keno berhasil Keno akan membawanya pada Grandma secepatnya” ujar Keno yakin.


“Haishh berjuang seperti pahlawan saja kau ini!” Desah Grandma.

__ADS_1


“Memang Keno pahlawan cinta Grandma!” Selorohnya.


“Dasar anak muda!” Balas Grandma menanggapi ucapan Keno.


“Yasudah, Keno mau ke atas dulu mengemasi barang-barang Keno” pamit Keno kemudian.


“Ya ya pergilah” usir Grandma Thea.


“Grandma megusirku?!” Kesal Keno.


“Bukankah kau berniat akan pergi cucu nakal?! Jadi sekalian saja!” Celetuk Grandma membuat Keno sebal.


Ia pun berlalu menaiki tangga menuju kamarnya untuk berkemas.


Tak lama Keno turun dengan menenteng koler di tangannya.


“Keno pergi dulu Grandma, jaga kesehatan, jangan lupa minum vitamin juga” pesan Keno


“Ya cucu nakalku! Sampaikan salam rindu Grandma pada Daddy mu yang durjana itu, juga pada Mommy mu, Grandma menunggu kedatangan mereka berdua berkunjung kesini” ucap Grandma di selingi candaan, jauh di dalam lubuk hatinya sangat kesepian, berat melepas cucu laki laki satu satunya itu.


“Ya Grandma, pasti Keno sampaikan. Mungkin saja Daddy dan Mommy mengunjungi Grandma setelah acara diperusahaan di gelar” terang Keno


Grandma Thea mengangguk tersenyum.


“Daahh Grandma.. sampai jumpa lagi” ucap Keno melambaikan tangan nya.


“Ya hati-hati cucu nakalku” balas Grandma Thea melambaikan tangannya ke arah Keno yang mulai menghilang.


“Haisshh.. semoga saja Keno segera mencarikan teman untukku, aku bosan setiap hari berteman dengan majalah dan koran-koran ini” keluhnya kembali duduk di kursi goyangnya.


Sesampainya Keno di bandara ia langsung naik ke dalam jet pribadinya. Sesuai yang ia katakan beberapa tempo lalu, ia berangkat menggunakan pesawat komersial dan pulang menaiki jet pribadinya. Akan lebih menyingkat waktu.


“Anda sudah siap Tuan?” Tanya bodyguard nya yang mendampingi perjalanan Keno.


“Ya, kita berangkat sekarang” ucap Keno pada bawahannya.


“Baik Tuan” ucap bodyguard itu memerintahkan pilot untuk menerbangkan jet nya.


Keno menyandarkan tubuhnya di kursi seraya melihat pemandangan kota New York dari atas awan.


‘Sampai jumpa dua pekan lagi Kiara, aku harap disaat itu juga kau sudah memaafkan ku’ ucapnya dalam hati kemudian memejamkan kedua matanya.


Hai semua.. author agak nggak semangat hari ini..


cuaca dingin banget bawaanya pengen rebahan mulu.. tapi author paksain buat ngetik biar tetep bisa update minimal dua bab perhari..


Mohon dukungannya ya, jangan lupa tinggalkan like&vote nya biar author tambah semangat update nya..

__ADS_1


Terimakasih buat yang sudah ngasih dukungan ke author, semoga kalian semua sehat selalu&dilancarkan rezeki nya, aamiin..


Salam sayang dari author🫰🏻


__ADS_2