Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 08


__ADS_3

Sampai di gedung Wijaya Group Ryan langsung turun dari mobil yang dikendarai nya, ia bergegas masuk menuju ruangan nya yang berada di lantai 12 menggunakan lift khusus petinggi.


Ting! Pintu lift terbuka menandakan ia telah sampai di lantai 12 tepat di depan ruangannya yang bertuliskan Presiden Direktur.


Sebelah kanan merupakan Ruangan Dio sang assisten alias Wakil Presdir, sedangkan tepat di depan ruangan Presdir adalah ruangan sekretaris yang artinya di dalam sana tempat Sylvia bekerja, hanya terhalang dinding kaca saja dengan ruangan sang presdir.


Ketika Ryan hendak masuk ke dalam ruangannya ia berpapasan dengan Dio yang akan membawa berkas penting ke ruangannya.


“Selamat Pagi Tuan, kebetulan anda sudah datang.. saya hanya ingin meminta tanda tangan untuk meeting setelah ini” Dio pun menyerahkan berkas itu setelah sampai di dalam ruangan sang presdir.


“Hmm pagi-pagi aku harus sarapan berkas, letakkan disitu saja Dio” titah Ryan menunjuk meja kerjanya


“Baik Tuan”


5menit kemudian ia selesai membubuhkan tanda tangan pada berkas-berkas tersebut lalu menyerahkan pada Dio yang tengah menunggu berkas nya.


“Ini.. ada lagi?” Tanya Ryan pada Assisten nya itu.


“Tidak Tuan, hanya itu saja. Kalau begitu saya pamit undur diri Tuan” pamitnya pada Ryan


“Ya silahkan” singkatnya


Ryan menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya, rasanya begitu banyak beban yang memenuhi isi kepala, ia pun memejamkan matanya sejenak.


Setelah Dio menutup pintu ruangan, tak lama pintu itu kembali terbuka


“Hai beib” sapa sekretarisnya yang tak lain adalah Sylvia , ia berjalan melenggak lenggok kan tubuhnya dengan berpakaian serba ketat.


Ryan pun membuka kedua matanya melihat ke sumber suara siapa yang datang tanpa berniat membalas sapaan sekretarisnya


Sylvi pun langsung duduk dipangkuan Ryan dengan dada yang terbuka sengaja ia tempelkan pada dada bidang Ryan


“Kangen..” ia mengeluarkan suara manja nya


“Hmm..” hanya deheman yang keluar dari mulut Ryan


“Ih kamu kok gitu sih beib, nggak kangen sama aku?” Kesalnya


“Orang tiap hari kita ketemu” balas Ryan memejamkan matanya merasakan dua buah benda kenyal itu menabrak dadanya.


“Bukan itu beib.. kangen yang ini..” Sylvi pun ******* ***** Ryan

__ADS_1


Ryan pun membalas ****** Sylvi


Hingga ketukan pintu terdengar, keduanya langsung mengakhiri kegiatan mereka


“Kita lanjutkan nanti” Kata Ryan


“Ck! Siapa sih mengganggu saja!” Decak wanita itu sebal. Sylvi pun merapikan pakaian nya yang terlihat berantakan


“Tuan meeting sebentar lagi akan dimulai” Terang Dio yang masuk dalam ruangan atasannya. Sejenak ia pun terkejut dengan penampilan Sylvi, terlintas pikiran yang tidak-tidak.


*“**Dasar manusia tidak tahu diri, sudah tahu pria beristri masih nekat saja berbuat hal tak senonoh di ruang kerja! Semoga saja Nona Kiara segera mengetahui kelakuan suami dan sekretaris nya” batin Dio dalam hati.*


Sebenarnya ia lebih tahu apa yang mereka perbuat selama ini, jauh lebih dari sekedar hubungan atasan dan bawahan. Namun Dio memilih bungkam dan tidak ingin mencampuri urusan atasannya ia takut akan berdampak pada pekerjaan nya.


“Ya saya akan segera kesana” pungkas Ryan


Mereka bertiga pun berlalu keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruang meeting, disana sudah dihadiri para petinggi perusahaan yang akan melaksanakan rapat tahunan.


Satu jam berlalu meeting pun selesai,waktu menunjukkan pukul 10 pagi, yang artinya waktu istirahat masih 2 jam lagi.


Ryan kembali keruangan nya disusul Sylvi yang berjalan dibelakang nya.


“Apa jadwal ku setelah ini?” Tanya Ryan sambil memeluk pinggang ramping Sylvi


“Tidak ada, setelah jam istirahat baru kita menghadiri pertemuan dengan perusahaan A di hotel Santika” jawab Sylvi dengan nada merayu


“Baiklah, kalau begitu kita lanjutkan yang tadi” balas Ryan


“Kunci dulu pintunya” pintanya dengan nada manja


Ryan pun meraih remote pengunci diatas meja lalu ia memencet tombol dan pintu pun tertutup otomatis.


“Are you ready for fighting Baby?” Bisik Ryan dengan nada sensual.


“Yeah, i’m ready now” ucap Sylvi melucuti pakaian nya.


Ryan semakin menggebu penuh gairah. Ia kembali melanjutkan kegiatan yang tadi sempat tertunda.


Dan terjadilah apa yang tidak seharusnya terjadi, karena mereka berdua bukan pasangan suami istri


Di dalam mansion Wijaya

__ADS_1


Kiara fokus menonton drama korea yang banyak digemari berbagai kalangan dari muda hingga yang tua-tua. Ia sampai tak sadar sekarang waktu sudah hampir pukul sebelas siang, Kiara harus menyiapkan bekal makan siang dan mengantarnya ke kantor suami. Hal itu sudah menjadi rutinitas Kiara semenjak mereka menikah, karena Ryan sendiri yang meminta nya.


Ia mengecek ponsel nya, tidak ada pesan dari suami


“Astaga hampir jam sebelas!!” Paniknya


“Mbakk.. mbak Rere..! “


Rere yang mendengar sang nona memanggilnya bergegas meninggalkan pekerjaan nya


“Ada apa non? Kenapa Nona terlihat begitu panik?” Tanya Rere heran


“Mbak bantuin aku masak buat mas Ryan yuk, udah jam sebelas ternyata, astaga aku keasyikan nonton drakor tadi” tukas Kiara sambil menepuk jidatnya


Rere terkekeh mendengar keluhan Nona nya, ia mengiyakan permintaan Kiara dan kini mereka berdua sibuk berkutat di dapur dengan alat masing-masing.


“Kira-kira masak apa ya mbak? Aku jadi bingung nih” tanya Kiara kini sudah di depan lemari es.


“Sayur kangkung juga boleh Non, ayam juga masih ada kok.. kita buat ayam saus chili saja” usul Rere.


“Boleh juga ide mu mbak, ah aku jadi tidak bisa berpikir dengan baik jika dalam keadaan tergesa seperti ini” keluh Kiara di tanggapi cengiran oleh Rere, majikan nya ini memang cukup unik pikirnya.


Sedangkan di kantor Ryan dan Sylvi masih terus bergulat


“Hahh.. aku lelah beib” keluh Sylvi dengan sisa tenaga yang ia punya


Sementara Ryan terus memacu seperti tak ada lelahnya.


“Aku tidak akan berhenti sebelum aku puas Baby, jadi persiapkan tenaga mu baik-baik” ucap Ryan dengan nafas memburu.


Pria itu cukup brutal menggagahi Sylvi sampai wanita itu dibuat kewalahan oleh gerakan Ryan.


“Aawww sakit, jangan terlalu dalam” keluh Sylvi merasakan pusaka Ryan menusuk nya hingga ia merasakan nyeri di perutnya.


“Kau harus terbiasa dengan ini, kau tahu ini sangatlah nikmat” racau Ryan tidak peduli, tenaga nya semakin kuat menghentakkan pinggulnya hingga membuat Sylvi menjerit antara sakit dan nikmat menjadi satu.


Halo semua.. othor minta maaf untuk sementara eps 8 dan 9 mengalami keterlambatan upload dikarenakan ada beberapa adegan yang di masih author revisi lagi, author sudah merevisi berulang kali namun masih saja gagal, mohon bersabar karena saat ini tengah menunggu acc dari pihak noveltoon.. semoga saja kali ini berhasil.


Mohon dukungan nya , jangan lupa pencet love, like, dan komen nya ya..


Semoga kalian sehat selalu💕

__ADS_1


__ADS_2