Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 37


__ADS_3

Kiara saat ini tengah bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Ia mengenakan kaos berwarna hitam dan celana jeans. Kemudian ia keluar kamarnya berjalan menuruni tangga.


“Mau kemana Kiara?” Suara bariton Daniel mengagetkan


“Kiara mau pergi cari angin Pa, hanya sebentar” ucapnya


“Jangan pergi kemana mana dulu Kiara, situasi belum aman. Papa hanya takut kejadian itu terulang kembali” uja Daniel khawatir.


“Kiara hanya sebentar Pa, oke. Kiara akan membawa bodyguard Papa jika Papa belum percaya. Tidak mungkin Papa meragukan kemampuan bodyguard Papa sendiri kan?” Tanya Kiara


Daniel menghela nafasnya berat. Sungguh keras kepala sekali anak ini.


“Ok Fine, jika dalam waktu dua jam kau belum kembali Papa akan membatasi akses mu keluar Kiara. Kali ini Papa tidak main-main, sudah cukup Papa membiarkan mu memilih jalan hidup mu sendiri selama ini dan sekarang turuti ucapan Papa” tegas Daniel.


“Iya iya. Kiara pergi dulu” pamitnya pada Daniel lalu berjalan keluar mansion.


“Lihatlah Diana, putrimu sangat mewarisi sifat keras kepalamu” gumam nya mengingat mendiang istrinya.


Sesampainya di garasi mobil, Kiara menghampiri para bodyguard yang berjaga di area mansion itu.


“Ada yang bisa kami bantu Nona?” Tanya bodyguard itu.


“Tolong antarkan aku ke markas kalian, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan” ucap Kiara.


“Baik Nona” ke empat body guard itu menuruti permintaan Kiara dan sisa empat orang lagi berjaga di mansion.


Kiara memilih bawa mobil sendiri, lalu mobil yang dikendarai bodyguard itu melaju keluar dari mansion diikuti mobil Kiara dari belakang.


Tiga puluh menit mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di markas anak buah Daniel.


“Mari silahkan masuk Nona” ajak bodyguard itu.


Kiara mengangguk seraya berjalan mengikuti langkah bodyguard itu. Pertama kalinya ia menginjakkan kaki nya ditempat itu setelah bertahun tahun rasanya begitu asing baginya.


“Ada hal penting apa sampai Nona berkunjung kesini?” Tanya Ketua bodyguard itu.


Mereka duduk saling berhadapan di ruangan yang cukup luas itu.


“Begini, aku ada misi untuk kalian” ucap Kiara


“Apa itu Nona?” Tanya Ketua bodyguard itu.


Kiara mengeluarkan ponsel barunya yang dibelikan oleh Delon itu dari dalam saku celananya.


“Cari wanita ini, dan tangkap dia dalam keadaan hidup-hidup!” Titah Kiara sambil menunjukkan foto Flo yang tengah liburan di Swiss. Entah darimana Kiara mendapatkan foto itu.


Bodyguard itu mengernyit seraya memperhatikan wajah Flo dalam-dalam. Ia tampak mangut-mangut.


“Kalau boleh tau dimana keberadaan wanita ini sekarang Nona? Dan apa hubungannya dengan Nona? Apa dia membuat masalah?” Tanya Ketua itu beruntun.


Kiara menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskan perlahan.


“Dia adalah dalang dari kematian ibuku. Saat ini kabarnya wanita itu sedang di Indonesia” jawab Kiara.


Ketua bodyguard itu memelototkan matanya tidak percaya. Ternyata yang membunuh istri atasannya dulu ada seorang wanita yang terlibat di dalamnya. Wajar saja bodyguard itu tidak tahu, mereka mengabdi pada Daniel sesaat setelah kematian istrinya. Dan mereka beserta anak buahnya disuruh menggantikannya mengurus perusahaan sementara oleh Daniel, sebab saat itu Delon masih menempuh pendidikan nya dan kemampuannya belum cukup mumpuni untuk menghandle perusahaan. Dan pada saat itu Daniel memboyong Kiara ke indonesia demi keselamatan putrinya.


Namun yang terjadi justru Kiara malah masuk kedalam perangkap musuhnya sendiri.


“Apakah Tuan Daniel mengetahui niat kedatangan Nona kesini?” Tanya bodyguard itu memastikan sebelum menerima misi yang diberikan oleh Kiara.

__ADS_1


Kiara menggeleng.


“Jangan beritahu Papa, aku tau dia pasti akan melarangku. Papa hanya mengandalkan Kakak dan temanku yang membantu menyelesaikan masalah ini. Aku rasa mereka terlalu lamban Paman, aku tidak bisa membiarkan wanita itu berkeliaran terlalu lama menikmati hidupnya!” Ucap Kiara


Kiara tidak bisa hanya menuruti rencana dua pria itu, dia yang terlanjur sangat dendam memilih bertindak dengan caranya sendiri.


“Tidak bisa semudah itu Nona, Tuan besar akan mengetahui pergerakan anak buah kami. Setiap harinya anak buah kami bertugas melaporkan apa saja kegiatan kami” jawab ketua bodyguard itu.


“Ayolah Paman, tolong Kiara.. kalian bisa bekerja sama untuk saling membungkam. Apa susahnya?” Bujuk Kiara


“Masalahnya bukan itu Nona, jika anak buah kami bertugas untuk menyelesaikan misi Nona dalam kurun waktu lama Tuan besar akan curiga bila sewaktu-waktu membutuhkan bantuan kami” ujar ketua itu.


“Jangan semua, aku hanya minta enam atau delapan orang saja yang cukup lihai Paman. Dengan begitu Papa tidak akan curiga. Kiara percaya kemampuan anak buah paman cukup mampu di andalkan” ucap Kiara meyakikan.


“Anda yakin hanya delapan orang saja Nona?” Tanya ketua itu memastikan.


Kiara mengangguk mantap.


“Tapi dengan jumlah anak buah yang sedikit otomatis akan memperlambat pencarian nya Nona” ucap Ketua bodyguard itu.


“Tidak masalah Paman, lagi pula aku juga harus mencari alasan pada Papa dulu untuk pergi ke Indonesia”


“Dan sekap wanita itu di sebuah tempat,Paman. Tunggu sampai kedatangan ku di Indonesia. Aku ingin memberinya pelajaran sendiri. Aku harus mencari momen yang tepat untuk mencari alasan kembali ke Indonesia dulu, Papa tidak akan semudah itu membiarkan aku pergi ke negara itu mengingat insiden yang terjadi tempo lalu” ucap Kiara.


Ketua bodyguard itu tampak mengangguk paham.


“Baiklah, saya setuju dengan rencana Nona, tapi jangan terlalu lama Nona, atau Tuan besar akan curiga” ujar nya.


“Ya, aku akan segera mencari cara agar Papa mengijinkan aku pergi ke Indonesia,Paman” ucap Kiara.


“Baiklah Nona. Semoga misi ini berjalan lancar sesuai keinginan Nona. Kami akan bekerja keras membantu Nona mencari wanita pembunuh itu” ucap Ketua bodyguard itu pada Kiara.


“Terimakasih Paman, Kiara pergi dulu” pamitnya.


Sementara di belahan bumi lain. Flo tengah berada di mansion Ryan menunggu kedatangan pria itu.


“Lama sekali, badanku sampai pegal semua menunggu anak itu!” Gerutunya sambil tiduran di sofa.


Tak lama suara deru mesin mobil terdengar memasuki halaman mansion.


“Sepertinya dia sudah tiba” gumam nya lalu bangun dan duduk menegakkan badan nya.


“Kau sudah pulang Ryan, Tante menunggu mu dari tadi” ucap Flo yang melihat Ryan masuk dengan menenteng tas kerja nya.


Ryan yang melihat keberadaan Flo pun kaget.


“Tante kapan tiba di Indonesia?? Kok nggak ngabarin Ryan dulu” tegur nya pada Flo.


“Sudah dua hari ini, kenapa sih harus ngabarin kamu dulu Ryan. Tante punya hak bebas mengunjungi keponakan Tante dong” ucapnya.


“Ya setidaknya kabarin Ryan dulu, kan Ryan bisa jemput Tante.” Alibi nya, padahal ia sangat muakk dengan wanita ini. Pasti niatnya tak jauh dari membahas masalah itu dan itu.


“No, tidak perlu Ryan. Tante bisa kesini sendiri kok” ujar Flo.


“Ngomong-ngomong gimana perkembangan perusahaan mu Ryan?” Tanya nya kemudian.


“Perusahaan sedang tidak baik-baik saja Tante, entah kenapa tiba-tiba harga saham anjlok. Perusahaan Ryan terancam bangkrut karena para investor mengancam akan mencabut fasilitas dan investasi yang diberikan ke perusahaan Ryan” jelas Ryan panjang lebar.


“Kenapa bisa seperti ini sih? Apa yang kamu perbuat Ryan? Kau melakukan kesalahan fatal apa sampai perusahaanmu terancam gulung tikar?” Cecar Flo pada Ryan, sebenarnya ia ingin marah memaki pria itu atas keteledorannya, tapi ia berusaha se tenang mungkin agar Ryan tidak curiga dengan tingkahnya.

__ADS_1


“Ryan nggak merasa melakukan kesalahan apapun Tante, bahkan kerja sama antar kolega Ryan pun semuanya berjalan dengan mulus. Ryan juga sedang menyuruh seseorang untuk menyelidiki kasus ini, tapi belum membuahkan hasil sama sekali. Pelakunya begitu profesional. Sangat rapi sekali tindakannya” ucap Ryan menjelaskan.


“Haishhh.. secepatnya kamu harus mengembalikan perusahaanmu seperti semula Ryan, kamu mau mendiang Ayahmu kecewa melihat hasil jerih payahnya hancur untuk kedua kalinya?” Bujuknya memiliki niat terselubung.


“Itu tidak mungkin terjadi Tante, Ryan tidak akan membiarkan perusahaan hancur begitu saja. Ryan berencana akan meminta bantuan perusahaan Bimantara Group untuk memberi suntikan dana ke perusahaan Ryan” ujar nya.


“Oh ya?! Perusahaan terbesar no 1 itu?? Kau serius Ryan?” Tanya Flo tidak menyangka.


“Ya, bahkan saat ini Ryan sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan itu. Dan hebatnya lagi perusahaan itu sendiri yang menawarkan kerja sama ini dengan Ryan” ucap Ryan.


“Ini benar-benar diluar dugaan Ryan, Tante sangat bangga padamu. Bagus! Kalau begitu lanjutkan rencana mu. Kalau bisa buat pemilik perusahaan itu terkesan padamu agar dia tak tanggung-tanggung membantu perusahaanmu” hasut Flo.


“Ya, akan Ryan usahakan” ucap Ryan.


Flo mengangguk tersenyum misterius.


“Kau sudah menjenguk Sylvi di kantor polisi Ryan?” Tanya Flo tiba-tiba.


Ryan tidak heran lagi darimana Tante nya itu mengetahui semua yang terjadi, sudsh pasti Tante nya itu mengawasi pergerakan nya.


“Belum Tante, Ryan tidak sudi menemui wanita ular itu!” Entah kenapa mood nya menjadi rusak membahas Sylvi.


“Kenapa? Bukankah kau mencintainya?” Tanya Flo.


“Ryan justru membenci wanita itu, gara-gara dia Ryan kehilangan Kiara. Dan rumahtangga Ryan jadi berantakan. Tapi Ryan tidak akan pernah mau menceraikan Kiara, Ryan tidak sanggup berpisah dengan wanita yang selama ini menemani Ryan” ujarnya.


“Jangan mulai Ryan, tujuan mu hanya..”


“Hanya apa Tante? Membalaskan dendam? Begitu?” Tanya Ryan menyela perkataan Flo.


“Tentu saja, kau tahu bukan” ujar Flo.


“Dengarkan Ryan Tante, Ryan ingin mengubur dalam-dalam niat itu. Ryan sadar bahwa Ryan mencintai Kiara, Ryan nggak bisa jauh dari dia. Aku mohon Tante mengerti dengan posisi Ryan. Tiga tahun bukan waktu yang singkat Tante, sejauh ini tanpa sadar Ryan sangat bergantung dengan Kiara. Jadi lupakan saja balas dendam itu!” Ucapnya panjang lebar.


Flo yang mendengar hal itu tersulut emosi.


“Apa yang kau katakan Ryan?!! Kau ingin melanggar janjimu pada mendiang Ayahmu?!! Jangan bodoh kamu!” Sentak Flo.


“Untuk apa Tante?!! Apa untungnya dengan kita membalas dendam pada Keluarga Kiara?!! Yang ada kita akan semakin jatuh kedalam lubang yang lebih dalam! Tante pikir baik-baik” ucap Ryan dengan nada meninggi.


“Semudah itu kau mengatakan hal ini Ryan?!! Ingat, jangan lupakan kematian kedua orangtua mu disebabkan oleh keluarga nya!! Kau mau berdamai begitu saja dan mengingkari wasiat Ayahmu!” Teriak Flo emosi


“Yang menyebabkan kematian kedua orangtuaku adalah keluarganya! Bukan Kiara! Bahkan istriku itu tidak tau apa-apa Tante! Dengan kejamnya Tante menggunakan Kiara sebagai alat balas dendam! Apa salah Kiara!” Sentak Ryan tak kalah emosi.


“Kau jangan bodoh! Kiara adalah putri mahkota kesayangan mereka! Dengan kau menyiksa nya otomatis mereka akan hancur dan lengah. Dengan begitu kau akan semakin mudah menghancurkan perusahaan nya Ryan pikirkan itu!” Ucap Flo


Ryan terdiam. Otaknya berpikir keras, ia bingung mengambil keputusan di situasi sulit ini. Antara Kiara dan dendam nya sama sama berat.


“Apa tidak ada cara lain selain menyakiti Kiara?? Dia istriku Tante, mana mungkin aku menyiksa istriku sendiri? Tante jangan gila!” Emosi Ryan.


“Siapa suruh kau jatuh cinta padanya! Dari awal Tante sudah memperingatimu berkali-kali agar tidak jatuh kedalam pesona gadis itu! Tapi kau membatu tetap pada pendirianmu! Padahal sudah ada Sylvi yang menemani susah senangmu bahkan membantumu dalam misi ini,kau malah mencampakkan nya! Sekarang kau terima sendiri resiko nya! Tidak ada cara lain selain itu! Pikirkan saja baik-baik ucapan Tante! Jangan jadi laki-laki plin plan! Atau Tante sendiri yang akan bertindak menggantikan tugasmu!” Ucapnya berlalu pergi meninggalkan Ryan.


“Aarrghhhhh!!!” Teriak Ryan frustasi menjambak rambutnya.


“Maafkan aku Kiara” lirihnya meneteskan airmata.


Hai semua… makasih sudah bertahan sampai bab ini.. mohon maaf jika terdapat beberapa typo dalam bacaan🙏🏻


author mohon dukungan nya, jangan lupa tinggalkan like&vote..

__ADS_1


Terimakasih, Salam sayang dari author🫰🏻


__ADS_2