
Sementara di belahan bumi Amerika, tepatnya di California.
Kabar kasus penculikan yang dilakukan oleh Sylvi terdengar sampai ke telinga Tante Flo.
Ia yang sedang melakukan aktifitas indehoyy nya mendadak tidak mood.
“This is your tips! Go away!” Kata Flo sembari menyerahkan beberapa lembar dollar kepada gigolo tersebut.
“Arghhh!! Siall!! Bodohh kamu Sylvi!! Bukan nya memuluskan rencana kau malah menghancurkan misi sebelum perang di mulai! Mimpi apa aku punya keponakan bodohh sepertimu!” Umpat nya pada Sylvi yang notabene sudah berada di dalam jeruji besi.
“Biarkan saja dia membusuk di penjara! Aku tidak akan sudi menolong nya keluar dari tempat itu,biar membusuk sekalian!” Ucapnya
“Sekarang sudah tidak ada lagi yang membantuku untuk menjalankan rencana, mau tak mau aku terpaksa harus turun tangan sendiri.” Lanjutnya bermonolog.
Ia segera memesan tiket pesawat menuju Indonesia. Malam ini ia akan terbang ke Indonesia untuk membereskan kekacauan yang telah keponakan nya itu perbuat.
Di mansion keluarga Wijaya, Ryan yang baru saja sampai rumah melangkahkan kakinya tertatih naik menuju lantai atas.
Sesampainya di kamar ia emosi melemparkan barang barang yang ada di sana.
Prangg!! Prangg!!
Pyaaaarrr !!
Hampir sebagian vas dan barang lainnya habis jika Ryan tak menghentikan nya.
“Ini semua gara-gara wanita ular itu!! Kalau saja dia tidak menculik Kiara tidak mungkin rumahtangga ku ter-ancam begini!!” Ucap nya penuh emosi.
Dia tidak sadar semua berawal dari dirinya sendiri yang membawa Sylvi ke mansion nya bahkan tidur sekamar dengannya sampai berdampak pada kelangsungan rumahtangga nya. Sekarang dia baru sadar setelah kepergian Kiara. Memang dasar.. Poor Ryan.
“Sekarang yang terpenting aku harus menyelamatkan perusahaan ku dulu! Baru setelah itu aku menjemput Kiara. Yah, begitu. Kiara tunggu aku sayang, aku akan menjemput mu setelah urusan perusahaan kembali normal” tekad nya.
Cihh, bermimpi lah Ryan. Usaha mu hanya akan membawamu semakin jatuh ke dalam jurang.
Ia segera membersihkan dan mengobati luka nya, lalu bersiap pergi ke perusahaan untuk menyelesaikan kekacauan ini.
Sedangkan di bandara, ketiga orang itu hendak bersiap kembali ke New York siang ini.
“Tunggu dulu! Bagaimana dengan mobil dan ponselku yang tertinggal di danau?” Tanya Kiara pada dua orang itu.
“Sudahlah kau bisa membeli lagi nanti, biar aku yang belikan! Lagi pula mobil dan ponselmu sudah ikut rusak akibat tabrakan yang di sengaja para bedebah sial itu! Anak buah Keno sudah membuang bangkai mobilmu” jawab Delon
“Haisshh.. sebenarnya ini bukan masalah barangnya,tapi kenangan nya” sahut Kiara.
“Tak perlu kau fikirkan, sekarang ayo kita berangkat!” Ajak Delon kemudian
Kiara dan Keno pun berjalan mengekori Delon.
‘Goodbye Indonesia,goodbye kenangan pahit dan sedikit kenangan manis’ ucap nya dalam hati.
Kiara pergi meninggalkan semua beban yang ada di kepalanya. Hatinya merasa lega tidak lagi risau memikirkan rumahtangga nya dengan Ryan. Ia sudah melepaskan semua jeratan yang dibuat oleh Ryan. Yang artinya sekarang Kiara sudah loss ndak rewel.
Tinggal menunggu talak dari Ryan saja ia akan segera bebas melakukan apapun tanpa adanya larangan dari pria itu. Sebab selama ini ia merasa hidupnya sangat terkekang.
Bravo Kiara!! You will to be jendesss wkwkwk
*Author bantu percepat janda mu Kiara, asal bagi duid 1 M aja buat modal author ngehehe**😫*
Oke kembali ke laptop.
Selama berada di jet pribadi Keno, Kiara terus memejamkan matanya. Rasa kantuk menyerangnya bertubi-tubi. Mungkin karena dua pangeran penjaganya yang membuatnya nyaman sehingga tiba tiba saja tertidur.
“Pulas sekali dia tidur” ujar Delon setelah mengecek Kiara di dalam kamar pribadi yang ada di jet pribadi Keno.
__ADS_1
“Biarkan saja. Mungkin dia benar benar kelelahan” sahut Keno seolah paham dengan kondisi Kiara.
“Ya, kau benar. Tapi aku bingung jawaban apa yang harus aku berikan ketika kita sampai ke mansion nanti. Pasti Papa ku akan memberikan banyak sekali pertanyaan atas kepulanganku membawa Kiara” bingung Delon.
“Kau jangan seperti orang kehabisan akal, biar saja Kiara bersamaku. Aku akan mengantarkan nya ke mansion setelah satu jam kepulanganmu lebih dulu dan bilang bahwa aku dan adikmu satu pesawat. Sementara kau bilang saja kalau ada urusan bisnis keluar kota. Lagi pula kita menggunakan jet pribadiku, Om Daniel tidak akan tahu” usul Keno. Toh kedatangan nya ke Amerika juga belum diketahui oleh Daniel kan? Jadi aman-aman saja pikirnya.
“Ck! Itu sebagian dari modusmu kan? Bilang saja kau ingin berduaan dengan Kiara. Tapi boleh juga ide mu” decak Delon pada akhirnya menyetujui saran Keno.
“Sudah ku bilang aku ini manusia seribu akal” sombongnya.
“Heleh!” Ucap Delon memutar bola matanya malas.
“Aku ke toilet dulu” pamit Keno
“Ya pergilah sebelum kau mengotori tempat ini” celetuk Delon
“Sialan kau!” Kesalnya. Padahal ia hanya ingin buang air kecil. Ia segera berlalu menuju toilet yang berada di kamar Kiara.
Ia masuk ke dalam kamar itu dengan langkah kaki yang sangat pelan. Takut membangunkan Kiara.
Tak lama ia selesai menuntaskan hajatnya. Ia berjalan mendekati Kiara yang masih tertidur pulas dengan posisi telentang.
“Kamu semakin cantik kalau tidur begini” puji Keno seraya merapikan anak rambut Kiara.
‘Cupp’
Sebuah kecupan Keno layangkan di bibir Kiara.
“Manis” ucapnya seraya tersenyum
Kemudian ia berlalu keluar meninggalkan kamar pribadi nya.
Kiara terusik setelah mendengar suara pintu tertutup.
Ia kemudian bangkit berjalan menuju kamar mandi guna membersihkan tubuhnya. Pasalnya sejak kemarin malam ia belum mandi sama sekali. Memang jorok pikirnya.
Sepuluh menit kemudian ia keluar dari kamar mandi itu menggunakan bathrobe,entah milik siapa ia pakai saja. Kiara baru ingat bahwa ia tak membawa pakaian satupun.
Akhirnya ia terpaksa keluar dari kamar tersebut berniat menemui kakaknya.
“Kak!” Seru nya mengagetkan Delon.
“Astaga Kiara jantung kakak hampir copot! Ada apa? Kau sudah bangun ternyata” ucap Delon
“Kakak, kau punya satu set pakaian wanita tidak?” Tanya Kiara pada Delon yang tengah duduk bersandar di kursi itu.
“Kau ini bertanya apa Kiara? Memangnya kakak mu ini banci?!” Seru Delon yang heran dengan pertanyaan adiknya itu, mana dia punya? Dia kan laki-laki pikirnya.
Keno yang mendengar hal itu berusaha menahan tawa nya, ya tuhan lelucon macam apa lagi ini? Tanya nya dalam hati.
“Ck! Aku hanya bertanya kakak punya atau tidak?! Tinggal jawab saja apa susahnya sih?!” Decak Kiara sebal dengan jawaban Kakaknya itu.
“Tentu saja tidak punya Kiara, kakak laki-laki tentu saja memakai pakaian laki-laki. Bukan pakaian wanita” ketus nya
“Ya ya aku tahu, siapa tahu kan kakak belok?!” Sahutnya mengejek.
“Dasar adik durhaka! Seenaknya saja mengatai kakakmu. Memangnya untuk apa kau menanyakan pakaian perempuan?” Tanya Delon yang masih belum paham.
“Kakak tidak lihat apa aku habis mandi? Dan aku tidak membawa satu pakaian pun” keluh nya
Keno sontak menoleh ke belakang. Di lihat nya Kiara tengah memakai bathrobe miliknya yang di sediakan di dalam kamar mandi jet pribadi nya. Menampakkan leher mulus dan kaki jenjang Kiara yang putih bersih seperti tak ada noda setitik pun.
Glekk
__ADS_1
Keno menelan ludahnya, ‘ya tuhan sungguh indah sekali ciptaan mu. Godaan apalagi ini?’ Ucapnya frustasi melihat penampilan Kiara yang seketika membangkitkan hasratnya.
“Lagian kenapa juga kau mandi sekarang? Kan bisa menunggu nanti ketika sudah mendarat kita bisa mampir ke toko pakaian? Di atas awan mana ada penjual pakaian Kiara? Kau ini ada ada saja!” Ucap Delon kemudian
“Isshhh menyebalkan sekali! Aku sudah gerah dari kemarin belum sempat membersihkan tubuhku, rasanya lengket sekali aku mana tahan!” Ketus Kiara berlalu masuk kembali ke dalam kamar meninggalkan mereka yang masih melongo.
“Kau ini jadi kakak tidak pengertian sekali sih Delon? Lihat Kiara jadi kesal padamu kan?!” Seru Keno yang geram dengan Delon.
“Lalu aku harus apa? Aku memang tak memiliki baju ganti yang cocok untuknya?!” Heran Delon yang bingung harus apa.
“Ck! Jika tidak punya setidak nya respon mu memberi pengertian padanya untuk bersabar sampai kita mendarat nanti beg*! Begitu saja tidak tau” Ketus Keno yang sebal dengan minimnya tingkat kepekaan Delon.
‘Pantas saja jomblo’ pikirnya.
Nampaknya Keno lebih tahu Kiara dibanding dirinya. Kemudian Keno berlalu pergi mengusul Kiara di dalam kamarnya.
Delon mengernyit heran “mereka berdua kenapa sih? Sensi amat” gerutu nya acuh.
“Kiara..” panggil Keno setelah berada di dalam kamar. Tampak ia tengah berbaring telungkup dengan kedua kakinya diangkat ke atas.
“Ya?” Sahut Kiara menoleh ke sumber suara.
“Ada apa?” Tanya nya kemudian.
“Kau membutuhkan sesuatu?” Tanya Keno seraya duduk di sisi ranjang.
“Ya, aku lupa tak membawa pakaian ganti” ujar Kiara.
“Aku ada satu kemeja kantorku yang biasa aku gunakan untuk jaga-jaga saat perjalanan bisnis mendadak. Kau mau memakai nya? Mungkin agak sedikit kebesaran di tubuhmu” ucap Keno menawarkan.
Kiara tampak menimbang-nimbang tawaran Keno. Akhirnya ia menganggukkan kepalanya, mungkin itu lebih baik daripada mengenakan bathrobe kan?
“Ya, boleh. Daripada tidak sama sekali” ucap Kiara setuju.
“Oke, sebentar aku ambilkan.
Keno berjalan ke arah lemari minimalis tempatnya menyimpan pakaian.
“Ini, pakai saja tak usah sungkan” ucap Keno seraya memberikan kemeja itu pada Kiara.
“Terimakasih, aku akan mengembalikan nya nanti setelah ku cuci” ucap Kiara
“Tak perlu, untukmu saja punyaku sudah banyak” ucap Keno menolak.
“Begitu ya?” Tanya Kiara.
Keno yang gemas pun mengacak-acak tambut Kiara.
“Yasudah aku keluar dulu,bye” ucap Keno berlalu meninggalkan Kiara yang masih shock dengan perlakuan Keno barusan.
“Astagaa.. jantungku tidak baik-baik saja!” Ucap Kiara memegang dadanya yang dag dig dug.
Kiara bergegas memakai kemeja tersebut dan meletakkan bathrobe itu ke kamar mandi.
Hayoo siapa yang baper sama Keno..?
Author aja meleleh🫠
Dukung terus karya author, mohon maaf bila terdapat typo dalam bacaan..
Jangan lupa tinggalkan like&vote nya biar author tambah semangat update 😄
Love u all🫶🏻
__ADS_1