Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 87


__ADS_3

Kini mereka sudah mendarat di salah satu rumah sakit terbesar di kota itu.


Semua petugas medis dengan sigap menyambut kedatangan Keluarga Besar Bimantara.


“Siapkan brankar cepat!” Titah Kepala Dokter di rumah sakit itu.


Para petugas medis turun membawa tubuh Kiara yang tak sadarkan diri beserta Sylvi di belakangnya yang berada di dalam gendongan Morgan. Pria itu sama sekali tak mau lepas dari istrinya.


Berbeda dengan Keno yang tetap tenang menguasai segala pikiran yang berkecamuk di dalam isi kepalanya.


“Daddy pulanglah, pasti Mommy sudah mengkhawatirkan Daddy” ucap Keno.


“Tidak, Mommy mengerti dengan situasi ini. Daddy sudah mengabari Mommy mu” ucap Adrian yang kekeh ingin melihat kondisi menantunya.


Hati Adrian seperti tercabik-cabik melihat putri dari sahabatnya berulang kali mengalami kejadian tragis. Ia sampai kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak mampu mencegah insiden itu. Lagi-lagi dirinya terlambat menyelamatkan Kiara.


“Aku tahu apa yang ada dipikiran Daddy, tapi usaha Daddy sudah cukup mampu menyelamatkan Kiara dari niat jahat bedebah itu. Dan Keno minta maaf telah lalai membiarkan istri Keno sendiri menjadi sasaran kemarahan mereka Dad, Keno minta maaf” ucap Keno juga menyesali.


“Minta maaflah pada Papa mertua mu, kau mengucapkan janjimu kepadanya. Bukan pada Daddy” ucap Adrian pelan.


Keno mengangguk mengerti.


Langkah kedua pria penguasa itu tegas menyusuri koridor rumah sakit mengikuti brankar Kiara.


“Tuan, mohon tunggu diluar. Kami akan mengecek kondisi Nyonya Muda terlebih dahulu” ucap perawat itu di angguki keduanya.


“Daddy tunggulah disini, aku ingin memastikan keadaan Morgan dan juga istrinya” pamit Keno.


“Ya pergilah..” jawab Adrian pelan.


Keno melangkahkan kakinya menuju ruangan VIP yang ada di sebelah kamar Kiara.


Terlihat Morgan yang tengah tertunduk lemas dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


“Bagaimana keadaan istrimu?” Tanya Keno menepuk bahu Morgan lalu duduk di sampingnya.


“Istriku mengalami shock dan pendarahan, sehingga dokter terpaksa melakukan operasi cesar untuk mengeluarkan bayi ku” ucap Morgan tertunduk sedih.


“Jangan meratapi kesedihanmu. Istri dan anakmu pasti kuat” ucap Keno mengusap bahu Morgan memberikan kekuatan pada pria itu.


”Lalu bagaimana dengan istrimu? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Morgan menatap Keno.

__ADS_1


“Secara fisik dia baik-baik saja, tapi aku tidak tahu apa yang terjadi pada mental dan ingatannya. Dia sudah mengalami kejadian ini kedua kalinya setelah Ryan, aku hanya takut dia tidak bisa keluar dari rasa trauma nya lagi” ucap Keno menatap kosong.


Jika dia bisa menangis maka dia akan menangis saat ini juga, entah karena dirinya terlalu kalut memikirkan istri dan calon anaknya sampai ia berpikir harus kuat menghadapi situasi seperti ini.


“Semoga istrimu baik-baik saja. Aku sudah tidak sabar ingin memberikan pelajaran pada dua manusia sampah itu!” Geram Morgan mengetatkan rahangnya.


“Akan ada waktunya, setidaknya saat ini anak buah ku sudah memberi nya shock terapi yang lebih dari ini” ucap Keno melirik sekilas ke arah Morgan.


“Ya.. jika saja tak mengingat istriku sedang bertaruh nyawa di dalam sana sudah dipastikan nyawa mereka lenyap saat ini juga” ucap Morgan dengan tatapan penuh dendam.


“Dampingi istrimu dulu sampai keadaannya membaik, baru setelah itu ku berikan waktu untukmu menyiksa mereka” ucap Keno menepuk bahu Morgan.


“Aku kembali ke ruangan istriku dulu” pamit Keno.


“Ya, titipkan salam dan rasa terimakasih ku pada Om Adrian” ucap Morgan di acungi jempol oleh Keno.


“Bagaimana keadaannya?” Tanya Adrian setelah melihat kedatangan Keno.


“Morgan bilang Sylvi mengalami pendarahan sehingga dia harus menjalani tindakan operasi pada calon bayinya” terang Keno.


“Semoga dia baik-baik saja. Daddy juga khawatir dengan kondisi mental istrimu” ucap Adrian lirih.


“Keno juga sama, tapi kita harus tetap terlihat baik baik saja Dad.. kita harus bisa memberi kekuatan untuk Kiara” ucap Keno di angguki oleh Adrian.


“Mungkin besok pagi” ujar Adrian.


“Baiklah, sebaiknya Daddy pulang dan istirahat. Mommy pasti cemas menunggu Daddy, biarlah Keno yang berjaga. Lagipula sudah ada anak buah Keno yang ikut berjaga disini” ucap Keno.


“Ya.. Daddy menunggu kabar dari dokter baru setelah itu Daddy akan pulang” jawab Adrian.


Keno mengangguk pasrah dengan keputusan Daddy nya.


Tak lama pintu ruangan Kiara tebuka.


Ceklek!


“Bagaimana keadaan menantu ku?” Tanya Adrian tak sabaran.


Keno menghela nafasnya pelan. 'Sebenarnya yang anak kandungnya siapa?’ Ucapnya dalam hati.


“Nyonya Muda baik-baik saja Tuan, saat ini Nyonya belum sadarkan diri karena mungkin beliau shock dan kelelahan. Kondisi janin nya juga baik-baik saja bahkan tidak ada masalah apapun dengan kandungannya. Sepertinya calon cucu anda sangat kuat dan jagoan” ucap Dokter itu tersenyum lembut.

__ADS_1


“Syukurlah.. Ya Tuhan.. terimakasih engkau telah menyelamatkan istri dan anakku” ucap Keno dengan mata berkaca-kaca. Hatinya cukup lega mendengar penjelasan dokter itu.


“Baiklah terimakasih banyak dokter” ucap Adrian tak kalah leganya.


“Sama-sama.. kalau begitu saya permisi dulu Tuan-Tuan” ucap Dokter itu pamit, Keno dan Adrian mengangguk bersamaan.


“Daddy ingin melihat kondisi istrimu dulu sebelum Daddy pulang” ucap Adrian membuka pintu ruangan Kiara.


“Ya ya.. terserah Daddy” ucap Keno pasrah. Seharusnya dirinya yang begitu excited kan? Pikirnya.


Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang perawatan istrinya.


Terpampanglah Kiara dengan selang infus di pergelangan tangannya terbaring tak sadarkan diri.


Adrian mendekati lalu tangannya terulur mengusap surai panjang Kiara.


“Kiara.. ini Daddy sayang, cepatlah sadar demi kesehatan bayi mu.. Maafkan Daddy tidak bisa berlama-lama menjaga mu disini, Daddy harus pulang agar Mommy mu tidak khawatir” ucap Adrian berpamitan.


Pandangan Adrian beralih pada putranya yang duduk memegang jemari Kiara.


“Daddy pulang dulu, kabari jika terjadi sesuatu” ucap Adrian.


Keno menganggukkan kepalanya.


“Hati-hati Dad” ucap Keno mencium punggung tangan Adrian.


Pria paruh baya itupun melangkahkan kakinya meninggalkan Keno dan Kiara di ruangan itu.


“Honey.. dengarkan aku, aku tau kau masih bergelut dengan alam bawah sadarmu. Jangan hiraukan segala kejadian yang menimpa mu seharian ini, lupakan lah, buang jauh-jauh ingatanmu hari ini..”


“Ingat di dalam perut mu ada anak kita honey, hapus semua memori mu hari ini dan bangunlah dalam keadaan pikiran yang jernih dan penuh kebahagiaan” ucap Keno terus memberikan doktrin pada alam bawah sadar istrinya.


Tangan kekarnya mengusap perut buncit wanita itu penuh kelembutan.


“Hai boy! Daddy senang kau bisa membantu Mommy mu hari ini, terimakasih kau sudah memberikan kekuatan untuk Mommy mu. Maafkan Daddy yang tidak bisa menjaga kalian, kau boleh memberikan hukuman pada Daddy jika kau sudah lahir nanti” ucap Keno tersenyum dengan airmata mengalir di pipinya.


Cup! Cup! Cup!


Ia mengecup perut buncit Kiara bertubi-tubi karena gemas dengan tingkah bayi nya di dalam perut, rupanya calon bayi nya memberikan respon tendangan kuat. Namun Kiara masih belum bangun dari pingsannya.


“Oke atak apa, Daddy bisa menunggu Mommy mu bangun.. istirahatlah boy, Daddy akan menjaga mu disini” ucap Keno mengajak bicara calon bayinya.

__ADS_1


Ada kehangatan tersendiri di lubuk hati Keno, ia membayangkan jika keluarga kecilnya nanti di penuhi dengan suara tangis dan tawa malaikat kecilnya.


'Daddy tidak sabar menantikan hari itu tiba…’


__ADS_2