Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 16


__ADS_3

Keesokan paginya Kiara melakukan rutinitas seperti biasa.


Tidak ada obrolan spesial seperti hari-hari sebelumnya.


Sepasang suami istri itu bak dua orang asing yang tinggal se atap.


Ada rasa ingin menyapa istrinya dibenak Ryan, namun ego nya terlalu besar dibandingkan kata hati nya.


Kiara juga masih sama dinginnya ketika berhadapan dengan Ryan. Entah apa penyebabnya Ryan mencoba tak menanggapinya.


Setelah selesai sarapan paginya, Ryan bergegas pergi ke kantor.


“Aku pergi dulu” pamitnya pada Kiara.


“Ya hati-hati” singkat Kiara.


Sementara dikantornya, Keno yang baru saja sampai diruangannya tengah berbicara dengan Will.


“Kau sudah menemukan dimana wanita ular itu berada Will?” Keno pun membuka obrolan


“Sudah Tuan, wanita itu kini berada di Amerika, tepatnya di California” beritahu Will


“Seperti dugaan Tuan, dia menjajakkan tubuhnya dengan bergonta ganti pria seperti yang ia lakukan di berbagai negara demi memuaskan dirinya” jelas Will


“Cihh, menjijikkan. Bagus,itu artinya saat ini ia tengah lengah dengan rencananya” ucap Keno kemudian


“Saya harap juga begitu Tuan” jawab Will


“Kau sudah menyiapkan yang aku minta semalam Will?” Tanya Keno pada assistennya itu


“Sudah Tuan, sesuai yang anda minta” ucap Will sambil menyerahkan dua buah kotak kado berwarna merah yang di ikat dengan pita warna pink.


Keno pun membuka kotak tersebut. Di dalam dua buah kotak itu berisi dua gelang couple dan satunya lagi liontin berbentuk bulan dengan hiasan diamond dipinggirnya.


“Cantik” satu kata yang lolos dari bibir Keno dengan senyum mengembang.


“Kau boleh pergi Will” ucap Keno pada Will


“Baik, permisi Tuan” pamit nya pada Keno.


“Ya, terimakasih Will” ucap Keno.


“Sama-sama Tuan” balas Will seraya berlalu meninggalkan ruangan Keno.


Keno pun menyimpan salah satu gelang couple yang tengahnya ber aksen permata tersebut lalu menyimpannya ke dalam kotak laci yang ada dimeja kerjanya.


Kemudian ia meraih ponsel menghubungi Kiara.


Cukup lama ia menunggu panggilannya, akhirnya tersambung juga.


“Ya halo Keno” sapa Kiara dari sambungan telpon


“Halo Kiara, kau sedang apa, apa kau sibuk hari ini?” Tanya Keno memastikan.


“Ah tidak.. aku tidak sibuk sama sekali, aku sedang menonton drakor. Memangnya kenapa Keno? ” tanya Kiara


“Syukurlah kau tidak sibuk, aku berniat mengajakmu bertemu hari ini, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu Kiara. Bagaimana,apa kau bisa?” Tanya Keno


Kiara yang penasaran pun tampak menimbang-nimbang sejenak


“Emm.. baiklah. Dimana?” Tanya Kiara kemudian


“Bisa kita bertemu di cafe biasa pertama kali kita bertemu Kiara? Aku tunggu disana pada jam makan siang nanti” ujar Keno pada Kiara


“Baiklah Keno, aku akan datang nanti” ujar Kiara menyetujui


“Baiklah,aku tutup dulu Kiara. Sampai jumpa nanti” ucap Keno


“Bye..” sahut Kiara.


Keno pun mengakhiri panggilannya. Senyum mengembang dibibir Keno. Sebentar lagi ia akan bertemu sang pujaan hati.


Ia kembali melanjutkan pekerjaannya, ah waktu serasa lama sekali,keluhnya dalam hati.


Sedangkan disebuah apartment, Sylvi sedang berbicara dengan seorang wanita di seberang telpon. Ia masih libur dan hari ini merupakan hari terakhir nya mengambil cuti setelah dua hari.


“Ini gak adil dong tante, tante tahu sendiri gimana perjuangan Sylvi selama ini. Tante juga jangan lupakan selama ini yang membantu keuangan tante adalah hasil campur tangan Sylvi” tukas nya menahan amarah.


“Tante tau Vi, bersabarlah dulu setidaknya sampai dia membalaskan dendamnya. Dengan begitu kau akan mudah merayu nya” jelas Tante Flo dari sambungan telpon.


“Tapi sampai kapan Tante?! Dari dulu Tante menyuruhku bersabar, Tante nggak tau aja sekarang blackcard itu berada ditangan Kiara! Ryan semakin memanjakan wanita itu!” Teriak Sylvi meluapkan emosinya pada sang Tante


“Apaa?!!” Yang benar saja kamu Sylvi? Mana mungkin Ryan memberikan fasilitas semewah itu!” Kaget Tante Flo yang shock mendengar ucapan dari keponakannya itu.


“Untuk apa aku bohong Tante? Tidak ada untungnya bagiku!” ketusnya pada Flo


“Sialan! Ryan benar-benar keterlaluan. Ini tidak bisa dibiarkan,apa dia lupa misinya menikahi Kiara hanya untuk membalaskan dendam papanya?!” Kesal nya


“Tante pikir saja sendiri! Aku sudah muak dengan drama ini, bukannya untung malah aku yang buntung! Tante pikir mudah berada diposisi ku” ucap Sylvi ketus


“Kau jangan seenaknya bicara Sylvi! Tante juga sedang memikirkan cara agar Ryan memulai balas dendam nya, tugasmu hanya membujuk dan mengawasi segala gerak geriknya” ujar Tante Flo pada Sylvi


“Bukannya Tante sedang sibuk berkeliling dunia dan menikmati sentuhan para pria itu?!” Kesalnya pada Flo, ia bisa berlaku sesuka hati sementara dirinya berjuang mati-matian mendapatkan harta Ryan


“Jaga mulutmu Sylvi! Ingat kau berada dalam pengawasanku, jangan coba-coba banyak bertingkah atau kau akan tau akibatnya!” Ancam Flo


“Terserah!” Ucap Sylvi mematikan panggilannya. Ia melemparkan ponsel itu ke atas ranjang.


‘Lihat saja Kiara, aku akan segera menghancurkan mu!’ Ancamnya dalam hati.


Waktu menunjukkan pukul 12:00 siang


Kiara tengah bersiap-siap pergi menemui Keno.


Kali ini ia memakai jumpsuit panjang berwarna dusty,ditambah riasan simple dan polesan lipstik warna nude nya. Tak lupa menggerai rambut nya setengah curly ,kemudian ia mengambil heels setinggi 5cm yang ada di lemari koleksinya menambah kesan anggun nan sempurna. Penampilannya benar-benar memukau. Entah kenapa ia begitu bersemangat kali ini.


Hari-hari nya terasa begitu berwarna semenjak pertemuannya dengan Keno tempo lalu, entahlah mungkin ia merasa dihargai kehadirannya oleh seorang lelaki, berbeda dengan perlakuan Ryan padanya setahun terakhir ini.


Kiara mengambil kunci mobilnya lalu bergegas turun dan berjalan keluar menuju garasi. Mobil BMW nya pun berlalu keluar begitu saja dari gerbang mansion.


Kali ini Kiara tidak izin pada Ryan, ia sengaja melakukan itu toh pikirnya hanya sebentar. Lagi pula ia sedang malas berinteraksi dengan suaminya itu. Rasa cintanya yang besar pada suaminya dulu kini perlahan mulai memudar seiring rasa kecewa yang ia peroleh dari kelakuan Ryan selama ini.


Namun ia tak menampik masih ada cinta dihatinya untuk Ryan,hanya saja tak utuh seperti dulu.

__ADS_1


Keno sudah sampai di cafe itu 10 menit yang lalu, ia sengaja datang lebih dulu agar Kiara tak menunggu, biarlah dia saja yang menunggu Kiara.


Ia datang sendiri tanpa didampingi Will sang assisten pribadi, mengingat ini menyangkut urusan hati ia menghargai privasi Tuannya. Alhasil ia makan siang sendiri dikantin perusahaan.


Tak lama Kiara pun sampai, ia keluar dari mobil berjalan masuk kedalam cafe.


Dari kejauhan Keno yang melihat siluet Kiara matanya sama sekali tak berkedip,


‘Sempurna’ Satu kata yang lolos dari bibirnya.


Ia pun tersadar melihat Kiara yang kebingungan mencari nya, sontak ia melambai-lambai kan tangannya pada Kiara.


Kiara yang melihat itu pun langsung menuju ke arah Keno.


“Hai, sudah lama?” Tanya nya pada Keno


“Tidak, baru sepuluh menit” jawab Keno tersenyum manis menatap Kiara tak berkedip


“Kamu cantik sekali Kiara” puji Keno


Wajah Kiara seketika memerah mendengar perkataan Keno.


“Terimakasih, kau juga tampan” ucap Kiara memuji Keno


“Ya aku tahu” pungkasnya pada Kiara


“Ishhh dasar” gerutu Kiara. Ternyata laki-laki didepannya itu cukup narsis juga,batinnya.


Keno pun terkekeh


“Mau pesan apa Kiara?” Tanya Keno kemudian


“Emm.. orange jus satu, steak tenderloin nya satu ya mas, nggak pake lama” jawab Kiara seolah sedang berbicara pada waitress


“Hahahaha…” Keno tergelak mendengarnya


“Kamu lucu juga ya ternyata” ucap Keno di sela tawa nya


“Ihh apaansi” jawab Kiara yang menyaksikan Keno tertawa lepas.


Baru kali ini ia merasa nyaman menunjukkan sifat aslinya yang cerewet dan konyol, padahal Keno termasuk orang yang baru dikenalnya. Entahlah keduanya sama-sama memiliki chemistry tersendiri.


Tak lama waitres pun datang mencatat pesanan mereka berdua.


“Kau menyukai orange jus dan tenderloin juga?” Tanya Kiara pada Keno yang menyamakan pesanan nya.


“Ya.. apapun yang kau suka aku juga pasti menyukai nya” jawab nya pada Kiara


“Benarkah? Aku sedikit ragu” jawab Kiara mengira perkataan Keno adalah candaan


“Serius, aku bukan tipe orang pemilih makanan. Apapun aku bisa memakannya kecuali tanah” ujar Keno diselingi candaan.


“Hiishhh” desis Kiara dengan memutar bola matanya malas


Sedetik kemudian Keno tertawa melihat ekspresi Kiara, entahlah. Menggoda Kiara kini serasa menjadi hobi barunya.


Waitres pun datang mengantarkan pesanan mereka, kemudian mereka berdua menikmati santapan makan siang tersebut.


15 menit kemudian mereka telah selesai, Kiara kembali membuka obrolan


“Ah ya, maukah kau ikut aku ke suatu tempat? Rasanya disini agak kurang nyaman, suasana terlalu ramai Kiara” ujar Keno


“Kemana?” Tanya Kiara


“Nanti kau juga akan tau, mau tidak?” Sahut Keno menunggu jawaban Kiara


“Ya, aku mau” Akhirnya Kiara menganggukkan kepalanya


‘Hitung-hitung refreshing’ kata Kiara dalam hati


“Oke, kita satu mobil saja menggunakan mobilku” ujar Keno seraya berdiri


“Lalu mobilku?” Tanya Kiara


“Tinggal saja, nanti ku antar kembali kesini. Tidak mungkin aku menculikmu kan” ucap Keno terkekeh


“Baiklah” sahut Kiara berjalan mengikuti langkah kaki Keno menuju mobilnya


Banyak orang yang tak tahu, pasti mengira mereka berdua sepasang kekasih. Aura nya saling mendominasi, Keno yang gagah berkharisma sedangkan Kiara yang cantik dan anggun. Sungguh serasi.


Sesampainya di parkiran Keno membukakan pintu mobilnya untuk Kiara. Keno berjalan masuk kedalam mobil,ia duduk dikursi kemudi dengan Kiara duduk disebelahnya. Mobil pun melaju meninggalkan area cafe tersebut.


Sepanjang perjalanan kedua insan yang berada di dalam mobil itu hening tidak ada yang membuka obrolan. Keno yang fokus menyetir sedangkan Kiara bengong menatap jalanan lurus didepan.


Hingga suara Keno terdengar memecah lamunan Kiara.


“Kau sedang memikirkan apa?” Tanya Keno mencoba akrab dengan sang pujaan hati.


“Tidak, aku tidak memikirkan apapun” sahut Kiara bohong


“Jangan sungkan bercerita apapun padaku, aku siap mendengarkan segala keluh kesahmu percayalah padaku. Aku tipe orang yang tidak pernah ingkar janji. Bukankah kita berteman sekarang?” Ucap Keno meyakinkan Kiara.


Terdengar hembusan nafas kasar dari mulut Kiara.


Sejenak ia memejamkan mata guna menenangkan hatinya.


“Aku hanya merasa senang kau mengajakku keluar jalan-jalan seperti ini” ucap Kiara sekilas menoleh ke arah Keno.


“Benarkah? Sebegitu senangnya? Apa suamimu tak pernah mengajakmu jalan-jalan ke suatu tempat” tanya Keno penasaran


Kiara menggeleng,


“Itu dulu, setahun terakhir ini ia tidak pernah ada waktu untuk sekedar quality time berdua. Jujur aku merasa sangat kesepian” jelas Kiara dengan sendu


Dada nya serasa tercubit mendengar ucapan Kiara. Ada rasa iba dihati Keno, ia ikut merasakan sakit melihat pujaan hatinya menyimpan luka sendirian. Ingin rasanya ia memeluk dan menyandarkan kepala Kiara di dada bidangnya. Memberikan rasa nyaman sebagai bentuk dukungan. Namun Keno cukup sadar dengan posisinya, saat ini ia bukan siapa-siapa nya bagi Kiara.


“Tenanglah.. sekarang ada aku, aku akan menjadi temanmu yang bisa menampung keluh kesahmu. Datanglah padaku kapanpun kamu butuh tempat bercerita” ujar Keno menenangkan sambil mengusap rambut Kiara.


“Terimakasih” ucap Kiara menganggukkan kepala nya sambil tersenyum ke arah Keno.


Ia merasa nyaman dengan perlakuan Keno, yang tak pernah ia dapatkan dari Ryan yang notabene suaminya sendiri.


30 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sampai disebuah danau pinggir kota. Suasana nya sejuk dan tenang membuat Kiara bergegas turun menikmati suasana danau tersebut.

__ADS_1


Keno yang melihat tingkah Kiara menggemaskan itupun tersenyum kecil.


“Kau sangat pandai memilih tempat. Darimana kau tau tempat ini?” Tanya Kiara menoleh sekilas ke arah Keno


“Dari dulu aku selalu pergi kesini ketika aku sedang merindukan seseorang” jawab Keno dengan matanya memandang lurus kedepan


“Oh ya? Beruntung sekali orang itu” ujar Kiara


“Ya, sayangnya dia menolak perjodohan kami tiga tahun lalu” ucap Keno memberikan kode pada Kiara


Namun orang yang di maksud seakan tidak peka.


“Woww.. ternyata ada juga yang bisa menolak pesonamu” ujar Kiara terkekeh


“Begitulah, lalu apakah kau mampu menolak pesonaku?” Pancing Keno


Kiara terdiam mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia tak berani menatap kedua netra Keno.


Kiara akui ia memang sempat tertarik dengan perlakuan Keno, namun ia segera menyadarkan pikirannya. Secepat itukah ia berpaling dari Ryan.


Kiara menggelengkan kepala. ‘Ah tidak-tidak.. apa yang aku pikirkan itu tidak benar’ sanggahnya dalam hati.


“Kau tadi mau memberi ku apa? Misterius sekali sampai membawaku kesini, jangan-jangan benar kau berniat menculikku?” Tanya Kiara bercanda guna mengalihkan topik


Keno pun terkekeh


Ia tau Kiara tengah menyembunyikan perasaannya. Biarlah ia menunggu waktu itu tiba.


Keno merogoh saku jas nya mengambil dua buah kotak kado yang ia minta dari Will pagi tadi.


Kemudian ia menyodorkan pada Kiara


“Apa ini?” Tanya nya penasaran


“Buka saja, kau akan tau isinya” jawab Keno


Kiara pun menuruti ucapan Keno. Ia membuka satu persatu kotak tersebut.


“Apa ini? Gelang.. dan ini.. liontin?” Tanya Kiara menatap nya bingung.


“Itu sebagai tanda hadiah pertemanan kita” ucap Keno


“Ah.. bukankah ini terlalu berlebihan Keno? Hadiah ini lebih pantas kau berikan pada orang yang spesial, pasanganmu mungkin?” Usul Kiara yang enggan menerimanya


Keno menggeleng, “Aku tidak memiliki pasangan, kalaupun iya pasti pasanganku akan cemburu melihat ku sedang jalan-jalan bersama seorang wanita cantik seperti mu” ucap Keno menggombal.


“Bisa saja kau ini” tukas Kiara


“Terimalah, lagipula sebentar lagi aku akan pergi ke luar negeri. Sebagai tanda perpisahan” ucap Keno pada Kiara yang kaget mendengar perkataan nya


“Kau bilang kau akan menjadi tempat menampung keluh kesahku, lantas sekarang kau berpamitan padaku ingin meninggalkan ku. Lelucon macam apa ini Keno?” Tukas Kiara sedikit kesal.


Ia baru saja menemukan sosok teman yang ia jadikan tempat bercerita, sekarang malah pergi meninggalkan nya.


Sudut bibir Keno pun tersungging mendengar ucapan Kiara, ia merasa Kiara mulai bergantung padanya. Dalam hati ia sangat senang dengan kemajuan pesat usahanya ini.


“Aku hanya sebentar disana Kiara, ada sesuatu hal yang harus aku urus” jelas Keno pada Kiara


“Apakah sangat penting?” Kepo Kiara


“Ya, ini menyangkut kehidupan seseorang” jawab Keno singkat


Kiara pun paham. Ia enggan bertanya lebih dalam, rasanya tidak etis mencampuri urusan Keno.


“Kapan kau akan berangkat?” Tanga Kiara lagi


“Besok” ucap Keno


“Secepat itukah?” Kagetnya, ada rasa tidak rela mengingat kebersamaan nya kali ini membuat Kiara cukup nyaman berada didekat Keno. Dan besok mereka sudah berpisah. Kiara kehilangan sosok teman berceritanya kali ini.


Keno menganggukkan kepalanya.


“Aku berjanji akan segera kembali Kiara, pastinya setelah urusanku selesai, jaga dirimu baik-baik” nasehat Keno sambil memegang pundak Kiara.


Kiara pun menganggukkan kepalanya dengan lesu. Pasalnya dua hari lagi ia juga akan pergi menemui Papa nya. Entah berapa lama ia disana. Ia juga enggan memberitahukan nya pada Keno.


Tanpa sadar ia meneteskan airmata. Entah kenapa ia begitu sedih sekali, baru saja ia merasa bahagia tiba-tiba sudah merasa kehilangan sosok yang membuat dirinya terhibur.


Keno yang melihat pujaan hatinya menangis sontak ia mengulurkan jarinya menghapus airmata Kiara dan membawa Kiara kedalam pelukannya.


Kiara menangis sesegukkan,


“Hiks..hikss….” Keno mengusap-usap punggung Kiara memberinya ketenangan.


Baru kali ini Kiara menunjukkan sisi rapuh nya pada orang lain. Tanpa sadar Keno telah mengisi separuh ruang hati Kiara hanya dalam hitungan menit.


“Sssttt jangan menangis..” ujar Keno menenangkan Kiara. Rasanya sangat sakit melihat Kiara yang rapuh seperti ini.


Jika ia mau, ia akan membawa Kiara sekaligus kemana ia pergi. Namun ia sadar, situasi yang tidak memungkinkan mengingat status Kiara adalah istri orang.


Lama kelamaan tangis Kiara pun reda


“Terimakasih” ucap Kiara sambil menghapus sisa airmata nya


Keno pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum


“Sudah lebih tenang?” Tanya Keno


“Ya, better” ucap Kiara


“Mau pulang sekarang?” Tawar Keno , mengingat hari mulai senja. Ia tidak ingin Kiara berada dalam masalah. Biarlah untuk sementara ini ia cari aman demi ketenangan batin Kiara.


Kiara pun mengangguk mengiyakan. Ia takut Ryan menanyakan keberadaannya ketika dia pulang dirinya belum sampai dirumah.


Mereka berdua pun berjalan memasuki mobil. Kemudian berlalu meninggalkan danau tersebut.


Author mengetik bab ini sampai mellow terbawa suasana huhu..


Rasanya nyesek jadi Kiara🥲


Jangan lupa like nya ya readers


Salam sayang dari author🫶🏻

__ADS_1


Semoga kalian sehat selalu🥰


__ADS_2