Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 83


__ADS_3

Lima bulan berlalu, hubungan antara Morgan dan Sylvi pun semakin mengalami kemajuan meskipun belum saling mengungkapkan perasaan antara keduanya. Namun setiap harinya mereka berdua layaknya pasutri normal yang saling mencintai dan berbagi kasih sayang.


Usia kehamilan Sylvi pun sudah menginjak sembilan bulan.


Kiara kini semakin manja dan lengket dengan Keno, sampai-sampai pria itu tak boleh beranjak sedikitpun meninggalkan wanita hamil itu.


“Kau mau sesuatu honey?” Tanya Keno melepaskan rengkuhan nya karena merasakan kebas di tangannya.


Kiara menggeleng pelan, membuat Keno menghembuskan nafasnya kasar. ‘Sulit sekali lepas darinya barang sebentar saja’ keluhnya dalam hati.


Wanita itu terus menempel bak perangko saja.


“Hubby bisa diam tidak! Ganggu nih” kesal Kiara karena tak bisa fokus menonton drama.


“Astaga, aku hanya membenarkan posisi tanganku honey” ucap Keno


“Memangnya kenapa? Tidak ada yang salah dengan posisi mu” sanggahnya


Keno memijit pelipisnya pening dengan ucapan istrinya itu. Diam menjadi patung bergerak semakin terkurung.


“Hubby..”


“Ya?” Jawab Keno yang masih fokus dengan pandangannya ke arah televisi.


“Maafkan aku..” ucap Kiara parau mendongak menatap suaminya dengan airmata menggenang di pelupuk matanya.


Pandangan Keno seketika teralihkan menatap istrinya itu.


“Kenapa? Apanya yang salah? Kenapa menangis honey?” Cecar Keno yang kaget tiba-tiba istrinya menangis.


“Hiks.. hiks.. aku.. aku jahat hubby..” ucap Kiara sesegukkan.


“Tidak! Tidak ada yang jahat disini. Kenapa, katakan pelan-pelan” titah Keno memegang kedua bahu Kiara dan menatap nya intens.


“Hiks.. hiks.. maafkan aku selalu merepotkan mu hubby, kau pasti lelah kan setiap hari mengurusku.. Huaaa..!!!” Tangis Kiara semakin keras memenuhi ruangan kamar mereka.


“Astaga.. sssttt.. stop honey, apa yang kau katakan itu sama sekali tidak benar. Aku justru senang bisa melayani istriku dengan baik” ucap Keno mendekap tubuh Kiara menenangkan istrinya itu.


“Huaa!!”


“Astaga, bagaimana cara menenangkan wanita hamil agar berhenti menangis” gumam Keno semakin pusing.


“Hubby, aku ingin menjenguk Sylvi” ucap Kiara tiba-tiba di sela isak tangisnya yang mulai reda.


“What?? Kau serius honey? Malam-malam begini?!” Cecar Keno tak habis pikir dengan mood istrinya itu.


Kiara mengangguk antusias.


“Ayo hubby, sudah lama aku tidak berjumpa dengannya. Pasti kehamilan Sylvi saat ini sudah mendekati hari kelahirannya” ucap Kiara semangat.


“Apa sebaiknya tidak besok saja honey?” Tanya Keno.


“No! Aku maunya sekarang!” Keleh Kiara menggeleng.


Keno membuang nafasnya kasar.


“Oke baiklah, kita kesana sekarang. Tapi kau harus janji tidak akan mampir kemana-mana, udara malam sangat tidak baik untuk ibu hamil” ucap Keno memberi peringatan pada istrinya.


“Ya, aku janji” ucap Kiara menautkan kelingkingnya dengan milik Keno.


“Tunggu sebentar, aku ambilkan mantel” ucap Keno hendak berdiri namun di cegah oleh Kiara.


“No hubby, aku tidak suka dengan barang satu itu. Rasanya gerah!” Tolak Kiara


“Menurut atau tidak sama sekali” tegas Keno tak ingin di bantah.


Kiara mengerucutkan bibirnya membuat Keno tersenyum gemas.


“Baiklah” lirihnya.


“Good girl” ucap Keno mengusap-usap kepala Kiara.


Pria itupun melenggang pergi menuju walk-in closet.

__ADS_1


“Selalu saja memaksa!” Gerutu Kiara memberengut.


“Jangan menggerutu honey aku mendengarnya!” Teriak Keno dari ruangan itu.


“Ishh!” Kesal Kiara.


“Ini, kau harus pakai mantel agar tubuhmu terhindar dari terpaan angin malam” ucap Keno dengan telaten memakaikan mantel di tubuh istrinya.


“Thank you” singkat Kiara yang masih cemberut.


“Jangan kesal begitu dong, turuti kata suami. Semua demi kebaikan mu my honey” ucap Keno mencubit gemas pipi chubby milik Kiara.


Tubuhnya memang sedikit berisi karena di usia kehamilannya yang menginjak delapan bulan ini nafsu makannya begitu tak terkontrol.


“Gendong..” ucap Kiara manja sembari merentangkan kedua tangannya.


Keno terkekeh dengan tingkah istri cantiknya itu.


“Baiklah, as you wish sweety”


Ia mengangkat tubuh Kiara menggendongnya bak bayi Koala menuju ke lantai bawah.


Sesampainya di bawah Keno memerintahkan sesuatu pada bibi Mun.


“Suruh mereka siapkan mobil, aku akan keluar dengan istriku ke rumah sahabatnya” titah Keno pada bibi Mun.


“Baik Tuan, sebentar” ucapnya pergi berlalu.


“Turunkan aku hubby, aku mau jalan sendiri” pinta Kiara.


“No, biar sampai ke dalam mobil dulu baru aku menurunkan mu” kekeh Keno.


“Ck! Itu namanya tidak jadi jalan dong!” Decak Kiara mendelik.


“Menurut saja honey, atau kita habiskan malam panas kita saja tidak usah pergi?” Ucap Keno menaikkan alisnya genit.


“No!” Ucap Kiara menggeleng kuat.


“Hahahaha…” tawa Keno pecah seketika.


“Permisi Tuan, mobil sudah siap” ucap sopir menghentikan tawa Keno.


“Baiklah, terimakasih. Kali ini aku akan menyetir sendiri. Kau istirahatlah ini sudah malam” ucap Keno meraih kunci mobilnya.


“Anda serius tidak ingin di antar Tuan?” Tanya supir itu.


“Ya.. istirahatlah” titah Keno membawa masuk Kiara ke dalam mobil.


Mobil mereka pun melaju keluar dari area mansion menuju kediaman Morgan dan Sylvi.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di mansion milik Morgan.


Keno membunyikan klakson nya tak lama security pun membukakan pintu gerbang.


Keno dengan sigap membukakan pintu mobil untuk istrinya.


“Pelan-pelan honey” ucap Keno meraih tangan Kiara.


“Selamat malam Tuan, Nona.. ada yang bisa saya bantu?” Tanya Security itu.


“Apa Morgan dan Sylvi sudah tidur?” Tanya Keno melirik jam tangannya menujukkan waktu pukul sebelas lewat. Cukup larut bagi seukuran ibu hamil.


“Saya kurang tahu Tuan, sebaiknya Tuan dan Nona masuk dulu biar saya panggilkan Tuan Morgan” ucap Security itu.


“Baiklah, katakan bahwa istri ku mencari Sylvi” ucap Keno masuk ke dalam mansion.


“Tunggu disini Tuan, Nona.. silahkan duduk” ucap nya lalu pergi memanggil bos nya melalui intercom.


Cukup lama panggilan itu tersambung akhirnya sang empu mengangkatnya.


“Halo Tuan, di bawah ada Tuan Muda Bimantara beserta istrinya, beliau bilang ingin bertemu dengan Nyonya Sylvi” ucap Security itu.


“…”

__ADS_1


“Baik Tuan”


“Tuan Morgan sebentar lagi segera turun Tuan, mohon ditunggu sebentar. Saya permisi” ucap security meninggalkan pasutri itu.


“Apa kau tidak mengantuk honey? Nampaknya Morgan dan Sylvi sudah tidur, dan kita terpaksa membangunkannya” ucap Keno sedikit tidak yakin dengan keinginan absurd istrinya itu.


“Aku bahkan sudah tidak tahan ingin tidur disini hubby” jawab Kiara dengan gamblangnya membuat Keno kaget.


“Apa?! Jadi kamu malam-malam meminta kesini hanya untuk tidur di mansion ini??” Ucap Keno shock.


“Tentu saja hubby, selama mansion ini baru kita sama sekali belum pernah merasakan empuknya kasur disini” celetuk Kiara.


“Astaga!” Ucap Keno menepuk jidatnya.


Kiara tersenyum lebar menampakkan sederet giginya.


“Ada perlu apa kalian sampai datang selarut ini? Seperti tidak ada hari esok saja?” Tanya Morgan yang tiba di ruang tamu itu.


“Ah.. kau pasti sudah bisa menebak kenapa aku sampai datang malam-malam begini” ucap Keno lesu.


“Itu lagi??” Heran Morgan tak habis pikir dengan istri sahabatnya itu.


Anak nya masih di dalam kandungan saja sudah berani mengerjai bapaknya, bagaimana jika nanti lahir? Pikir Morgan menggeleng pelan.


“Dia ingin menginap disini semalam, katanya rindu dengan istrimu” ucap Keno mencebikkan bibirnya.


“What?” Morgan mengernyitkan dahinya.


“Ya.. suamiku benar.. bolehkah aku tidur dengan Sylvi? Aku janji hanya semalam saja, malam berikutnya aku akan pindah sekamar dengan suamiku” ucap Kiara santai tanpa beban.


Berbeda dengan ekspresi dua calon bapak yang terbengong cengo itu.


“Apa maksudmu honey? Kau berniat menginap disini berhari-hari begitu?” Tanya Keno was-was.


“Ahh.. cerdas sekali suamiku” ucap Kiara memeluk erat tubuh Keno.


“Ya tuhan.. bencana apalagi ini..” gumam Morgan memijit pelipisnya.


“Sekarang tunjukkan dimana kamar kalian?” Tanya Kiara antusias. Ia sudah tidak sabar ingin segera menghempaskan tubuhnya ke ranjang karena dia juga sudah mengantuk kali ini.


“E-ehh.. sebentar, mari ku tunjukkan.. Tapi kau harus janji hanya semalam saja” ucap Morgan sebenarnya tak rela.


Kiara mengangguk, “janji, lagian mana bisa aku tidur berpisah lama dengan suamiku yang tampan ini” ucap Kiara menggoda suaminya yang memerah seperti kepiting rebus.


“Oke, ikut aku” titah Morgan mendahului pasutri absurd itu.


Keno dan Kiara pun mengekori di belakang nya.


“Masuklah, dan aku minta tolong jangan bangunkan dia.. sebab dia baru saja tidur” pesan Morgan pada Kiara


“Kau habis ngapain?” Selidik Kiara dengan tatapan intimidasi.


“Astaga.. jangan berpikiran buruk, dia kelelahan karena seharian ini berkeliling mansion” ucap Morgan jujur. Sylvi tak kalah aktif nya dengan Kiara. Sepertinya hormon kehamilan mereka sudah di rencanakan oleh bayi-bayi mereka agar merepotkan para daddy nya nanti🤣


“Ohh.. baiklah. Aku masuk dulu, titip suamiku yaa” ucap Kiara melenggang masuk lalu menutup pintu kamar dengan cukup keras.


Brakk!!


“Astagaa!!!” Kaget keduanya.


“Ck! Kau juga kenapa tidak besok saja kesini, kan lebih leluasa jika ingin bertamu” decak Morgan tak habis pikir.


“Perintah baginda ratu adalah mutlak!” Ketus Keno yang juga kesal karena malam ini harus tidur terpisah dengan istrinya.


“Sudahlah, aku mau tidur. Kau tidurlah di kamar tamu sebelah kanan” ucap Morgan menunjukkan kamar Keno.


“Kau tidak tidur bersamaku?” Tanya Keno cengo


“Apa maksudmu? Aku masih normal ya?! Seenaknya saja!” Decak Morgan kesal.


“Ck! Bukan itu maksud ku!” Balas Keno tak kalah kesal.


“Lalu apa?? Mentang-mentang istri kita tidur sekamar lalu kita juga sekamar gitu?? Ihh ogah!” Ucap Morgan bergidik.

__ADS_1


“Sialan kau! Kau pikir aku mau sekamar denganmu!” Ketus Keno lalu masuk ke dalam kamar tamu.


“Dasar pasangan somplak!” Umpat Morgan berbalik menuju kamar lain yang bersebelahan dengan kamar pribadinya.


__ADS_2