Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 51


__ADS_3

Malam ini sebentar lagi akan dimulai acara pesta perebutan tender di perusahaan Bimantara Group.


Acara di mulai tepat pukul 20:00


Masih ada waktu dua jam lagi untuk persiapan mereka.


“Sayang, nanti kamu pakai ini ya” titah Keno pyang memasuki kamar Kiara.


“Apa itu?” Tanya Kiara tanpa menoleh, wanita itu sedang bersolek ria memoles wajahnya secantik mungkin. Tidak perlu berlebihan sebab setelah dari salon perubahannya sangat menakjubkan. Keno saja sampai terperangah dibuatnya.


“Ini gaun untuk kau pakai nanti” ucap Keno menyerahkan paperbag itu.


“Untuk apa Keno? Gaun yang kau belikan saja belum ada yang terpakai” protes Kiara


“Itu beda sayang, gaun yang akan kau pakai kali ini serasi dengan ku” ucap Keno.


Pria itu mendekati Kiara yang tampak menawan di depan cermin.


“Haishh terserahmu saja” pasrah Kiara.


“Gitu dong, kita kan pasangan kekasih jadi harus serasi” ujarnya sambil memeluk Kiara dari belakang.


“Kamu cantik banget sayang, bagaimana aku bisa jauh darimu jika begini” puji Keno.


Blusshh.. pipi Kiara seketika seperti udang rebus.


“Kamu apaan ih, jangan gombal mulu nggak selesai-selesai nih” gerutu Kiara yang sibuk dengan brush makeup nya.


“Nanti aja, dipending dulu sayang masih ada waktu dua jam kok” ucap Keno menghentikan aktifitas Kiara.


“Terus mau ngapain?” Ucap Kiara membalikkan badannya.


Keno pun mengecup bibir Kiara lalu mengangkat tubuh Kiara ke atas ranjang.


“Keno jangan gila nanti make-up ku berantakan! Mana belum jadi lagi” teriaknya kesal.


“Kamu nggak dandan aja udah cantik sayang” ujar Keno menindih Kiara.


Ia mengecup bibir Kiara lagi, kecupan itu berangsur menjadi ******n-lum*tan penuh kelembutan. Terdengar suara ke**pan memenuhi kamar itu.


Awhhh


Suara dari bibir Kiara pun lolos.


Tangan Keno semakin lincah masuk kedalam kimono yang Kiara pakai.


Tangannya mer**as dua bukit itu penuh ga***h


“Awwhh Keno..” lirih Kiara tertahan.


Keno senang mendengarnya, tangannya semakin turun menuju segitiga berwarna pink itu, ia mengelus nya secara perlahan sampai-sampai Kiara mengel*njang dibuatnya.


“Bolehkah aku membuka nya?” Tanya Keno meminta persetujuan dari Kiara.


Kiara yang tengah di mabuk ga***h pun mengangguk pelan.


Tanpa babibu Keno melancarkan aksinya membuka tali kimono Kiara.

__ADS_1


Terpampanglah pemandangan indah yang selama ini ia impikan.


Kiara memerah malu dengan tingkah Keno yang kagum melihat bagian tubuhnya.


“Kau sangat s**si sayang” puji Keno lalu tangan nya masuk kedalam segitiga itu dan mulutnya melahap salah satu bukit itu.


“Hmmh Keno..” rintih Kiara meremas rambut Keno.


Keno meng**sap kuat-kuat p**ing milik Kiara dengan bergantian. Sementara satu tangan nya terus bergerilya di bawah sana sampai area itu banjir dibuatnya.


Kiara hanya pasrah menerimanya, ia juga telah lama menahan ha***tnya itu karena lama tidak berhubungan dengan Ryan selama masih tinggal se-atap.


Tiba tiba terdengar suara dering ponsel di saku celana Keno.


‘Ck sial. Hampir saja aku lepas kendali’ gerutu Keno


Dua insan itu sontak menghentikan aktifitas nya.


Kiara yang tersadar langsung bangun dan merapikan kimono nya kembali.


“Bersiaplah sayang, kita lanjutkan lain kali.. kita akan berangkat setelah ini. Aku angkat telfon dulu, cupp” ucap Keno mengecup bibir Kiara lalu keluar dari kamar itu.


“Haishh hampir saja lepas kendali, tapi kenapa aku begitu menikmati nya?” Ucap Kiara menyadarkan diri sendiri.


Wanita itu kembali melanjutkan aktifitas nya yang sempat tertunda akibat ulah Keno.


Sementara di dalam ruang kerjanya, Keno sedang menerima panggilan dari Delon.


“Ya halo” ucap Keno.


“Keno, aku ingin memberitahu mu kabar buruk” ucap Delon yang berada di sambungan telpon.


“Wanita itu saat ini sudah keluar dari penjara, aku baru saja mendapatkan kabar dari Rere Assisten rumah tangga itu” ucap Delon.


“Apa?!! Bagaimana bisa?!” Ucap Keno kaget, ia tak menyangka hal ini terjadi secepat ini.


“Dia melihat wanita itu di salah satu pusat perbelanjaan bersama seorang lelaki, lalu aku tanyakan pada aparat kepolisian ternyata wanita itu sudah terbebas dari tahanan karena berkelakuan baik dan dia sudah berubah, makanya hukuman nya di tangguhkan” jelas Delon.


“What?!! Yang benar saja dia sudah berubah! Rasanya mustahil sekali dalam waktu sesingkat itu Delon.. ini tidak mungkin, pasti ada sesuatu yang membuatnya keluar dari tahanan itu. Tidakkah kau berpikir ini aneh?” Ucap Keno tak yakin.


“Kalau menurutku, ada seseorang yang menyuap salah satu oknum polisi itu. Jika tidak mana mungkin itu bisa terjadi” ujar Delon.


“Ya, aku sepemikiran denganmu. Mungkin saja pria yang bersamanya saat ini. Tapi siapa dia?” Tanya Keno.


“Entahlah, Rere pun tidak mengenalinya. Wajahnya sangat asing” ucap Delon.


“Kalau begitu kita harus berhati-hati Delon, kita tidak tau siapa orang dibalik wanita itu. Haisshh sekarang aku harus memberikan penjagaan ketat lagi untuk adikmu itu, jujur saja aku kasihan.. dia sudah seperti tahanan rumah saja” keluh Keno.


“Jika itu yang terbaik kenapa tidak? Saat ini aku akan menyelidiki keberadaan wanita itu dulu. Kau fokus saja menjaga Kiara” ucap Delon


“Ya, sepertinya aku juga akan meminta bantuan Daddy lagi agar membantu mu” ujar Keno.


“Tidak masalah, yasudah aku tutup dulu telfon nya” ucap Delon.


Panggilan itu pun berakhir.


“Ck! Merepotkan saja! Lihat saja sampai aku menangkap mu lagi, kau tidak akan bisa lari dariku!” Geram Keno mendesah kasar.

__ADS_1


Ia berlalu keluar dari ruang kerjanya menuju kamar pribadi nya untuk berganti baju.


Mereka semua tengah berkumpul di lantai bawah bersiap berangkat ke gedung ballroom hotel Santika milik Adrian.


“Sudah siap semua?” Tanya Adrian.


“Sudah Dad” jawab Keno.


Mereka berangkat dengan berbeda mobil. Disertai iring-iringan bodyguard yang mengawal.


Sesampainya di ballroom hotel Santika, Kiara bersama Merry menuju ke kamar hotel yang dipersiapkan khusus keluarga Bimantara. Mereka beristirahat disana sembari menunggu acara di mulai.


“Bagaimana Will? Kau sudah mempersiapkan semuanya?” Tanya Keno saat berada di tempat yang sama.


“Sudah Tuan, dan acara masih lima belas menit lagi.. sebaiknya kita segera duduk karena para tamu sudah hadir” jelas Will.


“Oke” singkat Keno lalu berjalan menuju kursi VIP disusul oleh Will.


Semua pandangan tamu undangan seketika tertuju pada sosok Keno yang berjalan gagah penuh kharismatik dan berwibawa. Tak terkecuali tatapan pada gadis yang mendamba, mereka semua tak lain adalah putri para pembisnis yang digunakan sebagai pancingan berharap akan memenangkan tender besar ini. Memang sedikit menjijikkan cara-cara yang digunakan oleh mereka. Tapi Bimantara Group tetaplah perusahaan yang memiliki kriteria kinerja dan etos yang tinggi, mereka tetap akan menilai bagaimana kinerja dan potensi perusahaan yang akan dipilih menjadi pemenang tender malam ini.


Baru saja hendak duduk tiba-tiba seseorang menyapa Keno dan Will.


“Selamat malam Presdir dan Assisten Will” sapa Ryan yang datang bersama Dio.


“Ya, selamat malam Tuan Ryan dan Assisten Dio” jawab Will dengan datar.


Keno hanya tersenyum singkat, jujur dia malas sekali bertemu dengan pria rivalnya itu.


“Bisakah kami meminta waktu anda sebentar? Kami ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting Tuan” ucap Ryan


“Hal penting apa Tuan? Acara sebentar lagi akan dimulai. Kami tidak bisa meninggalkan begitu saja” jawab Will.


“Ah, baiklah saya mengerti Tuan. Kalau begitu nanti saja setelah acara inti selesai, kalau begitu saya permisi dulu Tuan” ujar Ryan canggung.


Will dan Keno pun membalas dengan anggukan.


“Sepertinya mereka sangat tidak sabaran masuk ke dalam perangkap ku Will” ujar Keno tersenyum miring.


“Ya, anda benar Tuan” jawab Will.


Tiba-tiba suara Mc pun terdengar, tanda acara telah dimulai. Terdengar pula tepukan riuh para tamu yang hadir menenuhi ballroom itu.


“Kita duduk disini saja sayang, tidak akan terlihat mencolok” ucap Merry mengajak Kiara duduk di kursi pojok belakang para tamu.


“Iya Mom, Kiara setuju. Biar Mas Ryan juga gak ngelihat aku disini” ucap Kiara


Acara pun sampai pada inti nya..


Keno melakukan sambutan kepada para tamu kolega-kolega nya yang datang. Tampak sekali aura tegas dan kepemimpinan nya, Kiara dibuat speechless olehnya.


Setelah sambutan dari Keno selaku Presdir, semua pebisnis menyerahkan dokumen mereka untuk di pertimbangkan perusahaan mana yang akan memenangkan tender besar ini. Cukup banyak sekali sekitar tiga puluh perusahaan dan akan di pilih tiga perusahaan saja.


Dokumen itu akan di analisa oleh para petinggi perusahaan Bimantara Group. Namun jauh dari itu Keno sudah menentukan siapa saja yang akan memenangkan tender ini.


“Morgan, kau yakin akan menang?” Tanya Sylvi yang juga hadir di acara itu dengan penutup masker di wajahnya agar tidak terlihat khalayak umum.


“Aku sangat yakin, jangan ragukan kemampuan ku Baby.. perusahaan ku sangatlah jauh dibandingkan perusahaan mantan kekasihmu itu” ucap Morgan sombong.

__ADS_1


Sylvi memutar bola matanya malas. ‘Cihh! Sampai kapanpun dia akan tetap menjadi kekasihku. Baru perusahaan kecil saja sombong’ gerutu nya dalam hati.


__ADS_2