Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 11


__ADS_3

Di hotel Santika


Mereka bertiga telah sampai didepan hotel tersebut dan langsung menuju restaurant VIP tempat pertemuan dengan klien mereka, semua telah disediakan oleh pihak klien yang telah mengatur jadwal,tempat & menu hidangan jadi mereka hanya tinggal datang saja tanpa harus sibuk mempersiapkan segala sesuatu nya. Hmm, cukup royal sekali klien nya kali ini,pikirnya.


Mereka langsung duduk di tempat yang sudah di reservasi oleh pihak klien nya sambil menunggu klien nya datang, nampaknya klien kali ini cukup penting sampai-sampai mereka yang datang harus memakai pakaian yang bagus demi menghormati sang klien,itulah yang disampaikan tangan kanan klien nya pada Dio agar menyampaikan pesan ini pada Presdir nya.


Tak lama suara derap langkan kaki pun terdengar dari arah pintu VIP, pria tampan dengan aura dingin berperawakan tinggi atletis itu berjalan dengan aura ber-kharisma yang cukup kental mengalir dalam darah biru nya, disusul sanga Assisten yang berjalan dibelakangnya tak kalah kharisma nya. Sylvia yang melihat itu sama sekali tak mengedipkan matanya,ia terperangah mengagumi ciptaan tuhan kali ini,sungguh tidak ada apa-apa nya dibanding dengan Ryan kekasihnya. Sejenak mereka terdiam dengan pemikiran masing-masing. Sungguh partner yang serasi menurut mereka.


Dua pria dingin yang diyakini sebagai klien pentingnya kali ini tengah duduk dihadapan mereka dan menyapa mereka bertiga.


“Selamat sore Tuan Ryan, senang berjumpa dengan anda” sapa Assisten klien tersebut sambil menjabat tangan pada Ryan dan kedua bawahannya,


Sang Presdir pun turut berjabat tangan dengan Ryan dan Dio, namun tidak dengan Sylvia. Entahlah pria itu begitu enggan bersentuhan dengan wanita itu.


Bibirnya tersungging menunjukkan senyum miringnya sekilas,


‘Hehh,hanya seekor ****** kecil. Hanya sekali menjentikkan jari saja kau sudah tak berbentuk’ Batin nya dalam hati


Sylvia yang merasa tak dibalas jabatan tangannya pun menarik kembali tangan nya dan mengepal dibawah meja. Biasanya ia bagaikan magnet yang selalu menarik perhatian klien nya,namun kali ini tidak.


‘Sialan,sombong sekali laki-laki ini. Memang siapa dia’ gerutu nya dalam hati merasa terhina atas perlakuan klien nya kali ini.


Aura dingin pun seketika menyeruak karena kejadian tadi, Assisten klien tersebut berdehem demi memecah kecanggungan antara mereka.


“Ehhmmm!”


“Sebelumnya perkenalkan nama saya Will,Tangan kanan dari Presdir Bimantara Group. Dan yang disebelah saya ini adalah Tuan Keno Adrian Bimantara, Presdir Bimantara Group” jelas Will

__ADS_1


Ya, klien Ryan tak lain adalah Keno sang pewaris tunggal Bimantara Group


Sontak Ryan dan Sylvia pun terkejut mendengarnya,siapa yang tidak tahu mengenai perusahaan besar nomor satu se indonesia itu? Bahkan perusahaan milik Ryan tidak ada apa-apa nya dibanding Bimantara Group.


Ia betul-betul tidak tahu, sebab Dio pun tak memberi tahu dan lagi,Ryan tidak pernah bertanya setiap pertemuan dengan klien nya,ia selalu acuh dan meremehkan calon klien nya padahal diatas langit masih ada langit. Yang jadi pertanyaan ada apakah perusahaan besar sekelas Bimantara Group mengundang perusahaan kecil sepertinya? Ryan terus dilanda penasaran dalam otaknya.


“Tanpa basa basi, langsung saja Tuan Ryan tujuan kami mengundang anda kemari tak lain ingin menawarkan kerja sama yang saling menguntungkan” jelas Will


Ryan pun lagi-lagi terkejut


“Wah benarkah Tuan Will? Saya sungguh tidak menyangka perusahaan sebesar Bimantara Group tertarik dengan perusahaan kecil seperti kami” canda Ryan


“Kami tidak pernah main-main tuan, perusahaan kami tidak pernah pandang bulu dalam mencari partner. Kalau anda tertarik dengan kerjasama ini anda bisa langsung menandatangani dokumen perjanjian yang telah kami persiapkan, silahkan anda baca dan pahami terlebih dahulu” titah Will sambil menyodorkan berkas perjanjian tersebut kepada Ryan.


Ryan membuka dokumen tersebut, ia membaca dengan teliti dan yang paling membuatnya terkejut adalah disalah satu poin tersebut tertera pembelian saham perusahaannya yang akan dibeli oleh Bimantara Group sebesar 50% dengan harga cukup tinggi.


“Ya, jika anda bersedia menjual saham diperusahaan anda,sebagai gantinya saya akan memberikan santunan kepada seluruh karyawan perusahaan anda melalui keuntungan saham tersebut setiap tahun nya. Jadi tidak ada pihak yang dirugikan disini, dan mengenai proyek kerjasama ini akan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tentunya income perusahaan anda pun akan meningkat dari biasanya” bukan Will yang menjawab,melainkan Keno yang sejak tadi hanya diam mengamati interaksi mereka


Ryan tampak menimbang keputusannya, jika ia menyerahkan separuh saham nya itu artinya ia hanya tinggal memiliki saham sebesar 30%, sedangkan 20% nya lagi merupakan milik para investor yang berinvestasi diperusahaannya.


Tapi jika ia tidak menerima tawaran tersebut income perusahaannya akan stuck di angka itu-itu saja mengingat perusahaannya yang kecil tentu pendapatannya income sangat kecil,rata-rata paling hanya 30% itupun harus bagi hasil dengan para investor.


Cukup lama ia berpikir, akhirnya ia memutuskan menerima tawaran tersebut


“Anda yakin Tuan?” Tanya Dio


“Ah sudahlah ini demi kelangsungan dan kemajuan perusahaan” tukas Ryan pada assisten nya

__ADS_1


“Bagaimana Tuan Ryan apakah anda menerima tawaran ini?” Tanya Will


“Ah ya, saya bersedia menerima tawaran ini Tuan” yakin Ryan


“Baiklah silahkan tanda tangani disini” titah Will sambil menyodorkan pena


Akhirnya Ryan pun menandatangani beberapa dokumen perjanjian tersebut


Senyuman devil tercetak dibibir Keno. ‘Sepertinya otak mu perlu di asah, kau akan hancur lebih dulu sebelum kau memainkan drama mu’ ucap keno dalam hati


‘Kia, bagaimana bisa kau menikahi pria plin plan tak berotak seperti dia? Tenang sayang, tak kan kubiarkan kau terlalu lama berada dalam genggaman pria bodoh ini’ imbuhnya dalam hati.


Acara berlanjut makan malam mengingat pembicaraan mereka yang cukup membutuhkan waktu lama, tepatnya Ryan lah yang menyebabkan mereka ber jam-jam berada disana karena terlalu lama berpikir.


Will dan Keno sengaja tak ikut makan malam, mereka berdua hanya pesan coffe latte saja. Mereka enggan makan malam bersama dengan alasan masih ada urusan kantor setelah ini, tak lama mereka pamit undur diri meninggalkan mereka bertiga yang masih menikmati keterkejutan nya dan tak menyangka bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan besar itu.


Sepanjang perjalanan pulang, Keno yang duduk dikursi penumpang pun tak henti-henti nya menyunggingkan senyum. Will yang melihat nya dari kaca pun sontak bertanya


“ Anda baik-baik saja Tuan?” Tanya nya


“Apa maksudmu Will? Kau pikir aku gila begitu?!” Kesalnya


“Bukan begitu Tuan, sedari tadi anda tak henti-hentinya tersenyum. Seperti memenang kan sebuah tender besar padahal mereka hanya pengusaha kecil yang tidak ada apa-apa nya bagi Tuan” jelas Will yang merasa heran dengan Tuan nya


Keno menghembuskan nafasnya kasar


“Kau tau Will? Dia ternyata tidak sebanding denganku,seujung kuku pun tak ada. Dengan kebodohan nya itu akan mempermudah ku mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Sepertinya otak pria itu perlu di reparasi Will agar lebih cerdas sedikit. Hahaha” seketika tawa Keno pun pecah mengingat bodohnya Ryan yang dengan mudahnya tertipu daya

__ADS_1


Will yang melihat reaksi Tuan nya hanya menggelengkan kepala


__ADS_2