
Di perjalan menuju kantornya, Will melihat Keno dari kaca spion nampak Tuannya yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, akhirnya dia pun inisiatif bertanya pada sang Tuan.
“Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikiran Tuan” ucap Will yang paham dengan keresahan Tuannya.
“Ya Will,aku sedang memikirkan sesuatu. Bisakah kau cari tau dimana posisi wanita ular itu sekarang Will? Aku harus tau keberadaannya sebelum aku berangkat ke Amerika” tegas Keno yang ingin tau
“Maksud Tuan siapa?” Tanya Will yang masih belum paham.
“Ck. Tentu saja selingkuhan ayah dari pria bodoh itu Will” Keno berdecak sebal
“Oh, maaf Tuan saya baru paham. Baik akan segera saya cari tau” ucap Will
“Secepatnya Will, waktu ku tidak banyak. Aku ingin memastikan keadaan wanitaku aman jauh dari ancaman selama aku pergi” Tegas Keno
“Ya saya paham Tuan” sahut Will
“Bagus” balas Keno
Ia tidak mau Kiara luput dari pengawasannya, bahkan saat ia akan meninggalkan Kiara untuk sementara waktu ia juga mengutus beberapa body guard bayangan demi menjamin keamanan Kiara.
Ah beruntungnya Kiara, siapa yang tidak ingin dicintai laki-laki seperti Keno.
•••••
Hari semakin senja, Kiara yang kelelahan setelah berkeliling memanjakan dirinya tadi sempat tidur beberapa jam setelah sampai di mansion.
Kini ia terbangun mengingat hari sudah sore, tentu dia akan bersiap membuat hidangan makan malam. Ia bergegas turun berkutat dengan alat dapurnya.
1 jam kemudian ia selesai menyiapkan hidangan.
Ia berjalan ke atas menuju kamarnya untuk membersihkan diri, ia akan memainkan perannya. Ia ingin tahu bagaimana reaksi Ryan melihat perubahan mendadak pada dirinya.
30 menit ia berendam di jacuzzi dengan aroma theraphy lavender.
Setelah selesai berendam ia mengenakan bathrobe kemudian melangkah ke arah walk in closet untuk berganti baju.
Ia tampak memilih dress,pandangannya pun tertuju pada dress bodycon warna mocca yang ia beli tadi, panjangnya selutut dengan tali melingkar di pinggulnya. Menambah kesan anggun setelah Kiara memakainya.
Ia pun berjalan menuju cermin riasnya, tangannya meraih essense lalu ia tuang ke tangan dan menepukkan pada kulit wajahnya, tak lupa memoles sedikit lipstik warna nude menambah kesan cantik diwajahnya. Kemudian ia menyisir rambut yang panjangnya sepunggung. Ia memilih menggerai rambutnya begitu saja.
Sungguh semakin memukau penampilan Kiara kali ini, biasanya ia hanya mengenakan dress rumahan biasa,sebelumnya ia memang tak terlalu memperhatikan penampilannya karena ia pikir Ryan tidak pernah mempermasalahkan penampilan Kiara dirumah.
Setelah dirasanya cukup, ia bergegas turun ke bawah menuju ruang keluarga, ia menyalakan remote tv dan menonton drama kesukaannya sambil menunggu suaminya pulang.
Di sebuah cafe
Ryan yang berniat pulang pun tidak jadi karena Sylvi mengajaknya bertemu di cafe untuk makan bersama.
“Kau darimana saja?” Tanya Ryan pada Sylvi setelah mereka duduk saling berhadapan
“Biasa urusan wanita” jawab Sylvi sambil mengaduk jusnya
“Jangan terlalu menghamburkan uang Sylvi, aku tidak suka itu” ujar Ryan
Sylvi pun menoleh ke arah Ryan, ia tidak menyangka Ryan akan berkata seperti itu padanya, sementara Kiara? Ia tidak pernah menegur perempuan itu yang seenaknya menghabiskan hartanya pikirnya.
“Apa maksudmu? Aku hanya merawat diriku, wajar karena ini juga efek dari ulahmu semalam Ryan. Ini tidak ada apa-apanya dibanding istrimu, kau tahu Ryan? Siang tadi dia menghabiskan uang dengan berbelanja banyak barang dan perawatan di salon. Aku yakin biaya tagihannya sangat fantastis!” Adunya pada Ryan, Sylvi tidak terima, ia merasa Ryan tidak adil padanya sebab ia iri melihat blackcard yang diberikan pada Kiara pikirnya. Memang siapa dirinya?
Ryan yang mendengarnya sejenak terdiam, apakah benar yang dikatakan Sylvi barusan? Setahunya Kiara bukan tipe wanita seperti itu, ia tidak pernah belanja melebihi kapasitasnya. Tapi sudahlah, nanti ia akan menanyakan sendiri pada Kiara putusnya.
“Sudahlah Sylvi kenapa malah membahas Kiara? Wajar karena dia istriku” bela Ryan pada Kiara
Sylvi yang mendengar nya jadi geram. ‘Enak saja dia yang hanya rebahan dirumah diperlakukan bak ratu,sedangkan aku? Harus rela menjadi pemuas nafsu mu dan membantu pekerjaanmu hanya mendapat jatah bulanan saja’ emosinya dalam hati
“Lanjutkan makanmu, aku pulang dulu, badanku capek sekali ingin segera istirahat” ucap Ryan berdiri meninggalkan Sylvi seorang diri.
Sylvi hanya memandangi tubuh Ryan yang perlahan menjauh dari cafe itu.
__ADS_1
‘Aku tidak terima semua ini, lihat saja Kiara. Akan ku tunjukkan dimana posisi mu yang sebenarnya’ ujarnya dalam hati
Keno yang sempat berhenti di lampu merah yang berada di jalan seberang cafe itupun melihat kejadian tadi.
‘Cihh, kau lebih mementingkan ******mu ketimbang menemani istrimu, sepertinya kau memang harus segera melepaskan Kiara, aku tidak ingin Kia-ku menderita hidup lama lama bersamamu’ seru Keno dalam hati.
Tak lama setelah itu deru suara mobil masuk kedalam area mansion.
Ryan keluar dari mobilnya mendekati pos penjaga.
“Jam berapa istriku pulang?” Tanya nya pada security
“Sekitar pukul 3 sore tadi Tuan” jawab security itu
Ryan menganggukkan kepala lalu berjalan masuk kedalam mansion.
Ia membuka handle pintu utama, yang ia lihat istrinya tengah duduk di ruang tamu menonton drakor. Ia berjalan mendekati Kiara hendak membahas hal tadi.
Kiara yang melihat suaminya berjalan kearahnya pun menoleh sekilas.
“Ah, kau sudah pulang mas” basa basi Kiara lalu pandangannya kembali fokus ke layar tv
“Ya” singkat Ryan, ia terpesona dengan penampilan Kiara kali ini, sedikit berubah pikirnya.
Kiara yang tahu hal itu hanya cuek saja, ia juga tak menyambut suaminya atau membawakan tas kerjanya seperti biasa.
‘Berbeda sekali,tak seperti biasanya’ batin Ryan heran
Ryan menepis pikirannya, ia mengira karena istrinya terlalu fokus dengan drakor makanya ia tak menyambut kedatangannya.
“Kau ingin mandi dulu atau makan dulu mas?” Tanya Kiara tanpa mengalihkan pandangan nya ke arah Ryan
“Ah aku mau mandi dulu, tubuhku rasanya lengket sekali” jawab Ryan
“Ya, aku akan segera menyiapkan makan malam untukmu” jawab Kiara
‘Ini baru permulaan mas,lihat saja kedepannya. Kau akan melihat sisi lain diriku yang sebenarnya’ batin Kiara dalam hati
Ia bergegas menyiapkan hidangan makan malam untuknya dan suaminya.
30 menit kemudian Ryan turun menuju ruang makan. Tampak Kiara tengah menuangkan segelas air putih dan meletakkan di samping piring makan Ryan.
Ia langsung duduk diikuti Kiara yang duduk di sebelahnya.
Suara dentingan sendok pun mengiringi kegiatan makan malam mereka. Tidak ada pembicaraan apapun, jika biasanya Kiara selalu membuka obrolan lebih dulu, kali ini ia memilih bungkam.
Ryan pun selesai makan lebih dulu. Tangannya meraih gelas berisi air putih lalu meneguknya.
“Mas sudah selesai, mas naik dulu ke atas ya” pamit Ryan pada Kiara
“Ya mas” jawab Kiara singkat
Ryan pun berlalu meninggalkan Kiara di ruang makan menuju ke kamarnya.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 10:00
Kiara bergegas naik ke atas untuk tidur. Ia menarik handle pintu dan masuk kedalam kamar. Dilihatnya suaminya tengah fokus pada layar ponsel seraya bersandar di atas tempat tidur.
Kiara berlalu menuju walk in closet untuk mengganti gaun tidurnya. Ia memakai kimono warna putih tulang.
Kemudian ia berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuhnya dengan posisi memunggungi sang suami.
Ryan yang melihat hal itu pun mematikan ponsel dan menaruhnya diatas nakas. Ia ikut berbaring mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang, ia menghirup aroma segar lavender dari tubuh istrinya. Hasratnya tiba-tiba terpancing. Ada rasa ingin menggauli Kiara saat ini.
“Sayang, aku ingin..” bisik Ryan ditelinga Kiara
“Hmm.. maaf aku lelah mas seharian jalan-jalan. Lain kali saja” tolak Kiara beralasan. Bukan ia lalai dengan kewajibannya menjadi seorang istri, namun ia hanya ingin memberi pelajaran pada Ryan agar suaminya itu merasakan apa yang ia rasakan selama ini.
__ADS_1
Terdengar hembusan nafas kasar dari Ryan.
“Huffhhh.. yasudah” ucap Ryan sambil berbalik melepaskan pelukannya dari Kiara. Satu kata, Kecewa itulah yang ia rasakan saat ini.
‘Mari kita lihat, aku yang tersiksa atau kau yang tersiksa mas, nikmati saja hari-hari sialmu kedepannya’ tukas Kiara dalam hati.
Ryan yang tak bisa tidur akibat hasratnya bangkit itupun akhirnya memilih keluar dari kamar.
Kiara yang tahu hal itu memilih cuek saja kemudian memejamkan matanya masuk ke alam mimpi.
Ryan menuju ke kamar tamu yang berada tepat di sebelah kamarnya. Ia menghidupkan ponselnya dan melakukan panggilan video dengan Sylvi.
“Hei, ada apa dengan wajahmu?” Tanya Sylvi di layar ponsel yang melihat Ryan seperti menahan sesuatu.
“Puaskan aku” titah Ryan pada Sylvi
“What?? Kenapa? Apa istrimu itu tidak sanggup melayani n**** mu?” Ujar Sylvi dengan nada mengejek.
“Oh ayolah aku sedang tidak ingin bercanda Sylvi, cepat lakukan apa yang aku minta” tukas Ryan tidak sabaran.
“Baiklah-baiklah” gerutu Sylvi sebal karena ia hanya dijadikan pelampiasan n**** oleh Ryan.
Ia segera me****** pakaian nya. Ryan yang tak tahan pun segera masuk kedalam kamar mandi di kamar tamu itu. Mereka berdua akhirnya melakukan video call ****.
2 jam berlalu. Ryan masuk kembali kedalam kamarnya.
Kiara yang terusik tidurnya sontak membuka kedua matanya.
“Darimana mas?” Tanya Kiara
“Habis dari ruang kerja” singkat Ryan sembari membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.
Kiara pun ber oh ria saja tak mempedulikan apa yang dilakukan suaminya. Ia kembali melanjutkan tidurnya.
Di mansion keluarga Bimantara. Keno yang berada didalam kamarnya pun tampak tak kunjung memejamkan matanya. Ia sibuk memikirkan hadiah apa yang akan ia berikan pada Kiara sebagai tanda pertemanan nya dengan Kiara.
Ia menghubungi Will untuk meminta saran pada asistennya itu.
Tak lama panggilan pun tersambung.
“Halo Will, kau belum tidur?” Tanya Keno
“Belum Tuan,saya masih memeriksa dokumen kerjasama kita dengan para investor” jelas Will
“Oh, maaf aku mengganggu mu malam-malam begini, menurutmu hadiah apa yang cocok aku berikan untuk Kiara sebagai tanda persahabatan Will?” Tanya Keno
Will nampak berfikir,
“Menurut saya hadiah yang cocok anda berikan pada Nona Kiara bisa gelang atau liontin Tuan” saran Will pada Keno
Keno tampak manggut-manggut
“Baiklah, kalau begitu carikan aku gelang couple dan liontin paling mahal Will” ucap Keno menyetujui saran Will
“Baik Tuan, akan saya carikan besok” jawab Will
Keno menganggukkan kepalanya,ia pun mengakhiri panggilannya dan bersiap tidur.
Ia memandangi foto Kiara ketika di cafe tengah tersenyum kearahnya yang ia jadikan wallpaper ponselnya. Ternyata ia diam-diam mengabadikan momen itu untuk mengobati rasa rindunya pada wanita itu.
‘Goodnight calon pendamping hidupku,semoga mimpi indah’ ucapnya sembari mengecup foto Kiara.
Tak lama ia pun terlelap ke alam mimpi.
Jangan lupa pencet tombol like yaa readers ku..
Juga komen & vote nya.. Terimakasih , Salam sayang dari author🥰
__ADS_1