Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 52


__ADS_3

Kali ini pemenang tender itu akan di umumkan. Sesuai kesepakatan hanya ada tiga perusahaan yang akan memenangkan.


“Kali ini saya akan mengumumkan perusahaan yang telah berhasil memenuhi kriteria” ucap Petinggi perusahaan itu dengan microfone


“Yang saya sebutkan harap perwakilan kedepan untuk menandatangani perjanjian kontrak, yang tidak saya sebutkan mohon maaf.. mungkin di lain kesempatan” imbuhnya


“Yang pertama, perusahaan Delonge Group.. Kedua, perusahaan Mayoral Group, dan yang ketiga perusahaan D’Morg Group.. harap perwakilan maju kedepan” ucap Petinggi itu


Morgan yang mendengar perusahaan nya berhasil menduduki tender ke tiga pun bersorak senang.


“Kau dengar Baby? Ucapan ku tak pernah bohong, ck! Bisa-bisanya kau meragukan aku yang lebih segalanya dibanding pria mandul itu!” Tukas Morgan sombong.


“Dia tidak mandul! Istrinya saja yang mandul!” Ketus Sylvi membalas ucapan Morgan. Ia tak terima dengan ucapan pria itu, meskipun dia sendiri tidak tau apakah Ryan benar-benar subur atau tidak. Selama berhubungan dengan nya mereka selalu main aman.


Tampak terdengar riuh tepuk tangan para kolega-kolega yang berhasil memenangkan tender besar itu. Tak terkecuali umpatan-umpatan yang keluar dari mulut para pembisnis yang gagal meraih tender.


“Sial! Percuma saja aku membawa mu kemari jika tidak bisa mengambil hati Presdir Bimantara!” Umpat pria itu pada putrinya.


“Ayah nggak bisa nyalahin aku dong! Cara Ayah merayu kurang licik saja!” Ketus wanita sexy itu.


Sang Ayah hanya bisa menggeram menahan amarah. ‘Lain kali aku harus menggunakan cara licik’ tekad nya dalam hati.


Ryan yang mendengar percakapan antara ayah dan anak itu pun merasa jijik dengan keduanya.


‘Cihh! Masih mending aku yang sportif memperjuangkan tender tanpa berniat licik sekalipun’ batin nya dalam hati.


Acara inti telah selesai, diganti dengan acara perjamuan para tamu yang menikmati pesta kemenangan tender tersebut. Para tamu undangan kini telah menikmati berbagai hidangan yang disajikan masakan khas eropa.


Di tempat duduknya, Ryan mengumpat karena ketakutan nya kini menjadi nyata.


“Sial! Sudah aku duga pasti perusahaan ku tidak akan mendapatkan tender ini dengan mudah! Mau tidak mau aku harus meminta nya secara personal!” Umpatnya


“Demi perusahaan, ku singkirkan dulu harga diriku” gumam nya berjalan mendekati meja Keno dan Will di ikuti sang Assisten di belakangnya.


“Permisi Tuan, boleh saya minta waktunya sebentar? Seperti yang saya katakan tadi, saya ingin membicarakan masalah serius dengan Tuan Keno” ucap Ryan sopan.


“Baiklah, Will.. kau urus dia, nanti aku menyusul” titah Keno beranjak meninggalkan dua orang itu.


Ryan hanya memandangi kepergian Keno.


“Mari Tuan ikut saya” ucap Will datar.

__ADS_1


Ryan mengangguk, “kau pulang saja Dio, aku bisa mengatasi nya sendiri” titah Ryan pada Assisten nya itu.


“Anda yakin Tuan?” Tanya Dio,


“Apa maksudmu Dio? Kau meragukan kemampuan ku?” Ucapnya sombong.


“Ah, tidak Tuan. Baiklah kalau begitu saya pulang dulu, permisi Tuan semoga berhasil” pamit Dio yang di angguki oleh Ryan lalu berjalan menyusul Will.


Keno berjalan menuju meja yang Kiara duduki. Sepanjang jalan senyuman nya tak pernah pudar memandangi wanitanya yang kini tengah bergurau dengan Mommy nya itu.


“Honey..” sapa Keno.


“Oh hai, kau sudah selesai?” Tanya Kiara menoleh ke arah Keno.


“Ya, sekarang aku akan melancarkan rencana kita.. kau ikut aku honey” ucap Keno meraih tangan Kiara.


Kiara pun mengangguk tersenyum.


“Mom, Keno ke dalam dulu. Daddy mana?” Tanya Keno.


“Daddy mu sedang ada urusan sebentar dengan para bodyguard. Kau bergegas lah urus pria itu” titah sang Mommy.


“Kau disini dulu honey, nanti jika waktunya muncul aku beri kode” ucap Keno mengerlingkan matanya.


“Baiklah” angguk Kiara tersenyum manis ke arah Keno.


“Beri aku vitamin dulu” ucap Keno memiringkan wajahnya.


Kiara yang paham pun segera mengecup pipi Keno.


“Cupp.. manis” ucap Keno setelah membalas kecupan Kiara dengan bibir.


“Aku ke dalam dulu” pamit Keno meninggalkan Kiara di sofa ruang meeting itu menuju ruang privat.


Kiara menahan senyum sampai kedua pipinya memerah malu. ‘Astaga sepertinya jantung ku tidak sehat setiap perlakuan manis pria itu’ ucap Kiara dalam hati.


“Apa yang ingin anda bicarakan Presdir Wijaya?” Tanya Keno setelah duduk berhadapan dengan Ryan.


“Ehm.. langsung saja, begini Tuan.. saya ingin meminta secara personal pada Tuan, saya ingin Tuan membantu saya memberikan tender itu Tuan. Seperti yang anda ketahui, perusahaan saya saat ini sedang tidak baik-baik saja.. maka dari itu saya memerlukan suntikan dana yang besar saat ini” ucap Ryan panjang lebar.


Keno menyunggingkan senyum miring nya. Sementara Will hanya menatap datar pria itu.

__ADS_1


“Apa jaminan mu? Sementara kerja sama kita saja masih berjalan dan belum rampung 100%. Bagaimana mungkin kau meminta tender besar ini jika semuanya belum selesai” ucap Keno datar.


Semakin membuat Ryan merasa gugup saja, keberanian nya seakan menciut.


“Saya tahu Tuan. Tapi sungguh perusahaan saya membutuhkan suntikan dana yang besar kali ini.. saya berjanji akan memberikan yang terbaik,saya akan melakukan apapun agar Tuan puas dengan kinerja perusahaan kami” ucap Ryan memohon.


‘Cihh! Dasar penjilat! Teruslah memohon, kau sama sekali bukan tandinganku! Kiara pasti jijik dan menyesal pernah jadi istrimu jika mendengar perkataanmu’ ucapnya dalam hati tersenyum devil


“Kau yakin dengan ucapanmu itu? Apapun akan kau lakukan?” Tanya Keno dengan tatapan mengintimidasi.


Sungguh dua pria yang saling berhadapan itu sangat jauh kepribadian nya, yang satu tegas berwibawa satunya lagi lemah dan emosional.


“Saya yakin Tuan, saya akan menuruti segala perintah Tuan asal Tuan mau menyelamatkan perusahaan saya” ucap Keno memohon.


“Baiklah, aku pegang kata-katamu itu” ucap Keno tersenyum miring.


“Will, ambilkan dokumen nya” titah Keno.


“Baik Tuan” ucapnya berlalu menuju laci di meja kebesaran.


“Ini Tuan” ucap Will menyerahkan dokumen perjanjian itu.


“Tanda tangani semua dokumen perjanjian ini, jangan sampai ada yang terlewat” titah Keno datar.


“Baca dulu sebelum kau tanda tangan” ucap Keno.


“Tidak perlu Tuan, saya percaya dengan anda” yakin Ryan


Ia menerima dokumen itu dengan mata berbinar, saking senang nya sampai ia tak membaca apa saja isi di dalam dokumen itu. Tangan nya dengan lihai menggerakkan pena itu di atas materai sampai lembar terakhir.


“Sudah Tuan” ucap Ryan menyerahkan dokumen itu pada Keno. ‘Setelah semua urusan perusahaan selesai dan kembali pulih aku akan mencarimu dan membawa mu pulang Kiara, sudah cukup aku memberimu kebebasan berkeliaran di luar sana tanpa pengawasan dariku! Aku sudah sangat merindukanmu dan ingin segera mencetak banyak anak agar rumah kita ramai dengan celotehan buah hati kita’ tekad nya dalam hati.


Helehh mimpi saja yang tinggi, memangnya kau produksi anak sampai-sampai mau mencetak banyak anak.


“Bagus!” Tukas Keno lalu membuka kembali isi dokumen itu, bibirnya tersenyum simpul melihat lembar ke tiga yang ada di map itu.


‘Kau memang pria terbodoh di dunia, membuang berlian demi memungut seonggok sampah’ gumam Keno menyeringai. “Kau yakin dengan ucapanmu itu? Apapun akan kau lakukan?” Tanya Keno dengan tatapan mengintimidasi.


Mohon maaf jika terdapat beberapa typo, jangan lupa kasih dukungan biar author tambah semangat..


tinggalkan like&vote nya ya readers.. kalo enggak tak plinteng satu-satu nih🗿

__ADS_1


__ADS_2