Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 68


__ADS_3

Saat ini Kiara tengah menyiapkan kebutuhan suaminya menjelang berangkat ke kantor, hari ini Keno memulai rutinitas nya memimpin perusahaan di New York.


“Hubby, pakaian mu sudah aku siapkan. Aku turun dulu bantuin Mommy nyiapin hidangan” teriak Kiara berlalu meninggalkan kamar itu.


Keno yang masih berada di dalam kamar mandi pun hanya menjawab sekena nya saja.


“Kamu mau kemana sayang? Tumben pagi-pagi gini sudah rapi banget” tanya Merry melihat penampilan Kiara yang begitu anggun.


“Kiara sudah berjanji sama Keno Mom, menemani nya kerja setiap hari” jawab Kiara seraya meletakkan piring satu persatu di meja makan.


“Ohh begitu.. ya, sekarang itu merupakan tugas baru mu. Dulu Mommy juga begitu” ujar Merry


“Benarkah? Jadi bukan hanya Keno saja yang begitu, ternyata Daddy juga?” Ujar Kiara heran.


“Ya memang begitu lah sepasang ayah dan anak itu. Sifatnya tak jauh beda” ucap Merry mengedikkan bahu.


Kiara hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


“Wahh bestie ku kenapa cantik sekali pagi ini? Kau mau pergi?” Tanya Grandma Thea yang baru saja turun.


“Iya Grandma, mulai sekarang kegiatan Kiara ikut Keno ke kantor tiap pagi” jawab Kiara tersenyum manis.


“Apa?! Lagi?? Haishh.. aku tak ada teman curhat lagi kalau begini” keluh nya mendesah pelan.


“Teman curhat? Kan masih ada Mommy Grandma?” Ujar Kiara.


“Mommy mu mana mengerti urusan anak muda seperti kita ini” cibir Grandma Thea menatap Merry.


Merry hanya menggelengkan kepala nya, mertua nya ini memang lain dari yang lain. Bisa-bisanya umur terpaut jauh dibilang sebaya nya.


“Sudahlah Mom, kan bisa sore hari atau malam hari. Bahkan masih ada hari weekend. Biarkan Kiara berbakti pada suaminya” ujar Merry menengahi.


“Ck! Suami dan anakmu itu sama saja, tidak pernah mengerti Mommy, padahal baru saja aku memiliki teman. Sudah di ambil saja!” Gerutu nenek tua itu kesal.


“Siapa yang Grandma maksud?” Tanya Keno tiba-tiba datang.


“Kau!” Sungut Grandma Thea.


Kiara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia cukup bingung dengan tingkah keluarga absurd ini.


“Kenapa dengan Keno?” Tanya Keno heran. Pria itu berjalan mendekati Kiara lalu mengecup kening wanita itu dan duduk di sebelahnya.


“Kau sudah merebut bestie ku dasar cucu nakal!” Hardik Grandma Thea.


“Ck! Grandma jangan berlebihan, wajar saja dia istriku. Jadi kemanapun aku pergi dia akan tetap berada di dampingku. Bukan begitu Mom?” Tanya Keno menatap Mommy nya.


“Sudah jangan berdebat. Cepat sarapan. Mommy mau menyusul Daddy mu ke atas” ucap Merry meninggalkan ruang makan itu tergesa-gesa.


Tinggal mereka bertiga yang masih berada di meja makan dengan pikiran masing-masing. Sementara nenek tua itu terus menggerutu tak jelas dengan mulutnya berkomat kamit.


Kiara memandang Keno penuh tanya, pria itu hanya merespon dengan mengedikkan bahunya acuh.


“Ambilkan aku nasi sayang” titah Keno membuka suara.


“Manja!” Cibir Grandma Thea.


“Ck!” Keno hanya mencebikkan bibirnya sebal.


“Grandma mau Kiara ambilkan lauknya?” Tawar Kiara pada nenek tua itu.


“Boleh bestie, sedikit saja” jawab nya.


“Manja!” Ucap Keno membalas cibiran Grandma nya.


Pletak!


Sendok melayang ke kepala Keno hingga menimbulkan suara begitu nyaring.


“Awwhh!! Grandma!!” Teriak Keno mengaduh kesakitan.


“Rasakan!” Gerutu Grandma Thea lalu melanjutkan sarapan nya.


“Ck! Kita sarapan di kantor saja honey” ajak Keno pada Kiara.


“Nanggung hubby, lagian juga Mommy sama Daddy belum sarapan. Masa kita tinggalin gitu aja. Udah ah cepet abisin sarapan nya habis itu kita berangkat” titah Kiara.

__ADS_1


Keno pun mendesah pasrah. Mendadak mood nya buruk pagi ini.


Sedangkan si pembuat onar hanya acuh dengan wajah tanpa dosa nya.


‘Untung nenek ku. Kalau bukan sudah ku rontokkan gigi nya yang ompong separo itu’ gerutu Keno dalam hati.


Tak berapa lama Merry dan Adrian turun ikut bergabung sarapan bersama.


“Pagi Dad” sapa Kiara.


Adrian tersenyum mendengar sapaan menantunya itu.


“Pagi sayang” jawab Adrian menarik kursi di sebelah Grandma Thea.


“Kenapa dengan wajah mu Keno?” Tanya Adrian melihat muka kusut putranya.


“Tanya tuh sama gadis puber sebelah Daddy” ketus Keno melirik Grandma Thea.


Pandangan Adrian pun mengikuti arah lirikan Keno.


“Sudah Dad, seperti tidak tahu mereka saja. Lekaslah sarapan” titah Merry menengahi agar tidak lagi memicu perdebatan.


Kiara menepuk jidatnya mendengar perkataan suaminya.


Sementara Adrian hanya menggelengkan kepalanya. Sejak dulu sifat konyol sang mommy memang tidak pernah hilang, malah ke bawa sampai tua🤦🏻‍♀️


Sarapan berlangsung dengan keheningan. Keno dan Kiara pun selesai lebih dulu bersamaan dengan Grandma Thea.


“Mom,Dad.. aku berangkat ke kantor sekarang” pamit Keno mencium punggung tangan Adrian dan Merry bergantian. Begitupun Kiara.


“Kiara pergi dulu Mom,Dad” pamit Kiara.


“Grandma, Keno dan Kiara berangkat dulu, Grandma tenang saja.. sepulang dari kantor Kiara janji akan menemani Grandma menonton drakor” ujar Kiara pada wanita tua itu.


“Benarkah? Kau tidak bohong kan bestie?” Tanya nya antusias.


Kiara mengacungkan kelingkingnya.


“Bestie?” Tanya Adrian kepo.


“Hah?” Ucap Adrian cengo. Ia sama sekali tidak mengerti istilah jaman now. Pantas saja Keno menyebutnya gadis puber.


“Honey..” panggil Keno dari kejauhan.


“Daah Grandma.. sampai jumpa nanti” ujar Kiara melambaikan tangannya berlalu menyusul sang suami yang sudah berjalan keluar terlebih dulu.


“Yess!!!” Teriak girang Grandma Thea sepeninggal Kiara dan berlalu berjingkrak menaiki tangga menuju kamarnya.


Membuat pasangan paruh baya itu terlonjak kaget.


“Astaga Mommy.. dia sama sekali tidak ingat umur. Dan apa tadi, bestie? Ck! Bahasa alien mana lagi yang ia kuasai” gerutu Adrian tak habis pikir.


“Biarkan saja, mungkin Mommy memang kesepian selama ini. Dan semangat nya kembali ketika dia bertemu dengan Kiara Dad, Mommy ikut bahagia melihat interaksi mereka” ucap Merry tersenyum senang.


“Ya.. ya.. Daddy juga ikut merasakan nya” sahut Adrian menyetujui ucapan istrinya.


Sesampainya di gedung Bimantara Group, Keno menggandeng tangan Kiara menuju ruangan nya di lantai paling atas. Eitss, tapi bukan rooftop yaa🤣


Semua karyawan memandang takjub pesona istri dari atasan nya. Mereka bak melihat model kelas internasional yang berjalan menelusuri koridor kantor.


Kiara membalas tatapan mereka dengan senyuman lembutnya.


“Jangan terlalu banyak tersenyum honey, kau bisa membuat mereka jatuh cinta padamu” tegur Keno pada istrinya.


“Ishh.. mereka semua menatapku. Masa iya aku hanya cuek saja” protes Kiara.


“Sudahlah jangan hiraukan mereka” ucap Keno.


Kiara mendengus sebal.


“Keno” panggil Delon.


Keno menoleh ke sumber suara, ternyata kakak iparnya.


“Ada apa? Kenapa pagi buta sekali berada disini? Perusahaan mu belum buka?” Celetuk Keno dengan candaan.

__ADS_1


“Hai kak, apa kabar” sapa Kiara memeluk kakaknya.


“Kakak baik. Suami mu ini semakin menyebalkan saja” adu Delon pada Kiara.


“Tidak sama sekali. Tapi kakak benar” celetuk Kiara membuat Keno mendelik.


“Ada perlu apa kau sampai datang kemari?” Tanya Keno memasuki lift di ikuti kakak beradik itu.


“Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan. Ini sangat penting” ujar Delon.


“Soal?” Tanya Keno.


“Soal wanita ular itu” jawab Delon. Kiara hanya diam menyimak pembicaraan dua pria itu. Dalam hatinya kepo tapi dia memilih acuh saja.


Pintu lift pun terbuka, mereka telah sampai di lantai ruangan Keno.


“Kita bicarakan di dalam” ajak Keno lalu mereka memasuki ruangannya.


“Ngomong-ngomong kau tidak memerlukan sekretaris?” Tanya Delon setelah duduk berhadapan dengan Keno.


“Tidak perlu, sudah ada istriku. Lagi pula aku bisa menghandle jadwalku sendiri” ujar Keno yakin. Dia risih dengan orang baru.


Delon menganggukkan kepalanya mengerti.


“Info apa yang kau dapat?” Tanya Keno kemudian.


“Wanita itu sekarang ada di indonesia, dia menempati apartemen milik Morgan. Pria pemilik perusahaan D'Morg corp” jelas Delon.


“Morgan? Wah wah wah.. kebetulan macam apa ini? Saat ini pria itu memang sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan ku. Dan kabar yang beredar dia sampai rela menarik dana perusahaan nya untuk membangunkan mansion kekasih nya. Atau jangan-jangan wanita ular itu memang kekasih nya?” Tebak Keno.


“Ada benarnya ucapan mu, kemarin anak buah ku yang menguntit mantan assisten pribadi Ryan melihatnya bertemu wanita itu di depan apotik, dia mengaku sebagai Sylvi dengan wajah barunya” terang Delon.


“Heh, ternyata cerdik juga. Pantas saja dia leluasa bergerak dengan mudahnya, rupanya dia memanfaatkan Morgan sebagai alat nya” ucap Keno menyunggingkan senyuman nya.


Kiara cukup terkejut, pasalnya selama ini ia tidak tahu sama sekali kabar wanita itu. 'Jadi dia mengoperasi wajahnya? Cih! Licik juga akalnya’ gumam Kiara dalam hati.


“Ada satu fakta mencengangkan lagi, ternyata wanita itu hamil anak Ryan. Dan saat ini ia tengah mencari keberadaan pria itu untuk memberitahukan kehamilannya” terang Delon.


Sepasang suami istri itu terkejut mendengar penuturan Delon.


“Kau serius?” Tanya Keno kaget.


Delon menganggukkan kepalanya.


“Ini pasti akan jadi pertunjukan menarik Delon, tapi apa dia tahu penyebab hilangnya Ryan?” Tanya Keno.


“Tentu saja, assisten itu yang memberi tahunya. Dan kali ini dia sangat murka dengan fakta ini. Saranku jika kau berkunjung ke indonesia jangan pernah membawa Kiara, wanita psikopat itu pasti nekat” ujar Delon.


“Kenapa? Kakak pikir aku selemah itu menghadapi dia? Cih! Bahkan tanganku sudah gatal ingin membalas kan semua perbuatan yang ia lakukan padaku” sela Kiara tak terima.


“See.. kau dengar ucapan istriku? Kita hadapi bersama honey” ucap Keno mengecup pelipis Kiara.


“Ck! Susah bilangin orang bucin seperti kalian” decak Delon.


“Makanya nikah!” Seru Keno dan Kiara bersamaan.


Membuat Delon melongo.


“Ah sudahlah, sebaiknya aku pergi dari ruangan engap ini” gerutu Delon berdiri melangkahkan kakinya.


“Ya.. kau akan jadi obat nyamuk berlama-lama disini” ujar Keno.


“Bye!” Balas Delon menghilang dibalik pintu.


Kiara menggelengkan kepalanya.


“Honey, aku akan memeriksa jadwal ku pagi ini terlebih dahulu” ujar Keno


“Lalu aku harus apa hubby?” Tanya Kiara bingung.


“Duduk manis saja disitu, atau temani aku disini juga boleh” tunjuk Keno di pangkuan nya.


“No, aku disini saja” tolak Kiara meraih majalah di atas meja. Ia tidak ingin konsentrasi suaminya terganggu nantinya.


Keno terkekeh melihat tingkah istri cantiknya itu. Ia pun melanjutkan kegiatannya kembali.

__ADS_1


__ADS_2