Ku Persunting Istrimu

Ku Persunting Istrimu
Eps 25


__ADS_3

Ryan menarik tangan Sylvi masuk ke dalam kamarnya.


“Lepas! Kamu apa-apaan sih Ryan” seru Sylvi yang ditarik paksa oleh Ryan.


“Kamu yang apa-apaan! Kamu ngapain ada di depan kamar Kiara?! Kau berniat mengintip ku, hah?!!” Sentak Ryan.


“Siapa juga yang mengintip mu, aku bosan berada di kamar terus. Aku tau kau sudah pulang tapi kau tak kunjung masuk ke dalam kamar menemui ku yang ada kau malah masuk ke kamar Kiara! Memangnya kenapa kalau iya? Kau keberatan?!” Ketus Sylvi setengah jengkel.


“Kiara istriku! Kau tak ada hak sama sekali melarangku untuk menemui Kiara! Kau harus sadar posisi mu di rumah ini, jangan lancang!” Sentak Ryan


“Oh ya?! Lalu apa gunanya aku disini jika bukan membuat Kiara semakin tersiksa? Bukankah itu tujuan mu?! Kau jangan plin plan Ryan, niatmu hanya untuk menyakiti Kiara bukan melindunginya!” Gertak Sylvi


“Tak usah mengajariku dalam hal ini! Kau cukup menjadi peran mu saja, jangan terlalu ikut campur dalam urusan ku!” Sahut Ryan mengingatkan


“Terserah apa kata mu, aku tak peduli!” Ucap Sylvi berlalu keluar dari kamar.


Niatnya ingin membantu Ryan menuntaskan balas dendamnya malah ia sendiri yang di musuhi Ryan.


‘Kalau kau masih saja peduli dengan Kiara,baiklah. Lihat saja apa yang akan ku perbuat terhadap wanita itu’ ucapnya dalam hati.


Kemudian ia duduk di ruang tamu menonton film guna mengalihkan emosi nya.


Sore itu Kiara yang juga suntuk pun memilih keluar mencari udara segar. Beberapa hari ini ia tidak pergi keluar semenjak kepergian Keno. Ia sudah terbiasa dengan kehadiran Keno, walaupun hanya satu hari bercengkrama namun kebersamaan mereka sangat berkesan bagi Kiara.


Ah, ia jadi mengingat laki-laki itu. Gimana kabarnya sekarang ya. Sejak malam itu Keno tak lagi mengirimkan pesan apapun. Entahlah, ia juga enggan menghubungi lelaki itu hanya untuk sekedar menanyakan kabar. Logika nya menolak namun hatinya berkata lain. Memang dasar perempuan ego nya lebih tinggi dari laki-laki kan?


Ia mengenakan pakaian santai, atasan t-shirt dengan celana jeans serta sneakers nya.


Kiara berjalan santai menapakkan kakinya menuruni tangga, Sylvi yang masih duduk di ruang tamu itupun menoleh ke arah Kiara.


“Mau kemana kau sore-sore begini?” Tanya Sylvi


Kiara berlalu begitu saja tanpa menggubris pertanyaan wanita itu.


“Hei aku bertanya dengan mu ya?!” Sentak Sylvi pada Kiara


“Bukan urusanmu!” Ketus Kiara seraya menoleh sekilas.


“Awas saja, akan ku adu kan kelakuan mu pada Ryan!” Ancam Sylvi.


“Silahkan saja. Aku muakk berada di mansion ini bersama tikus kecil sepertimu, aku ingin menghirup udara segar” acuh Kiara berlalu keluar mansion menuju garasi mobilnya. Tak lama mobilnya melaju meninggalkan area mansion.


“Kurangajar sekali wanita itu!” Geram Sylvi yang selalu kalah telak berdebat dengan Kiara.


“Ah, ini merupakan kesempatan bagus!” Ucap Sylvi sambil meraih ponselnya yang berada di samping tempat ia duduk.


“Halo, culik wanita yang aku kirimkan fotonya padamu! Kemungkinan wanita itu pergi ke pusat kota. Ia mengendarai mobil BMW hitam dengan plat nomor xxxxxx. Hadang saja mobilnya! Terserah kalian apakan wanita itu, kalian gilir saja atau bila perlu bunuh dia!” Titah Sylvi pada seseorang di sambungan telpon. Kemudian ia mematikan ponselnya. Senyum devil tercetak di bibir wanita itu.


‘Sebentar lagi hidupmu akan berakhir Kiara.. aku tidak perlu repot-repot membujuk Ryan untuk memuluskan rencana balas dendam nya, karena aku tahu dia masih menyimpan rasa padamu,itu akan memperlambat tindakan nya saja’ batin Sylvi dalam hati.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan Kiara menyalakan musik guna menghilangkan rasa bosan nya. Kali ini ia bingung akan kemana.. pikirannya melanglang buana mengemudikan mobilnya tak tentu arah. Dari tadi mobilnya terus melintasi pusat kota lebih dari dua kali. Seperti orang tersesat saja.


Ia tidak ingin ke cafe biasa yang kerap ia singgahi. Alasannya karena di situ terlalu ramai, Kiara sedang ingin suasana yang nyaman dan tenang untuk merefresh otaknya.


Tiba-tiba ia teringat danau yang ia datangi bersama Keno beberapa waktu lalu. Ya, Kiara memantapkan tujuan nya kesana. Ia segera putar arah dan melajukan mobilnya menuju tempat itu.


Tanpa ia sadari sejak tadi mobilnya terus di ikuti dua mobil jeep hitam dari belakang, namun jarak mobil itu dengan mobil Kiara cukup jauh. Sehingga tak menimbulkan kecurigaan sama sekali.


Sedangkan di mansion Ryan, Sylvi dari tadi terus menunggu kabar dari orang suruhannya yang ia utus untuk mencilik Kiara.


“Bagaimana? Kemana perginya wanita itu? Kau sudah berhasil membuntuti nya kan?” Tanya Sylvi yang sedang melakukan panggilan dengan orang itu lagi.


“Ya, aku sudah menemukan mobilnya. Saat ini kita tengah mengikuti mobilnya. Sepertinya ia pergi menuju arah danau di pinggir kota” ucap orang yang berada dalam panggilan itu.


“Bagus! Jangan sampai kehilangan jejak. Jika ada peluang langsung saja hadang mobilnya. Aku tidak mau mendengar kata gagal, sebab wanita itu sangat lihai dan cerdik. Itu sebabnya aku mengutus kalian membawa banyak anggota agar perempuan itu lemah tak berkutik!” Seru Sylvi.


“Baiklah-baiklah” ucap orang itu.


“Yasudah,aku tutup telpon nya. Aku tunggu kabar baik mu!” Ucap Sylvi seraya mengakhiri panggilan nya.


Dari arah belakang mansion, Rere yang hendak pulang sebab hari sudah sore itupun tak sengaja mendengar semua percakapan Sylvi dengan seseorang dibalik telpon itu. Ia segera bergegas melangkahkan kaki nya keluar mansion.


Saat berpapasan dengan Sylvi ia menunduk dan berpamitan padanya.


“Permisi Nona, jam kerja saya sudah selesai dan sekarang saya mau pulang. Saya minta tolong sampaikan pada Nona Kiara ataupun Tuan Ryan jika saya sudah pulang” ujar Rere pada Sylvi.


“Baik Nona,terimakasih. Saya permisi” pamit Rere sopan.


“Huhh! Sangat berbeda sekali dengan Nona Kiara. Bahkan bagaikan langit dan bumi. Bisa-bisanya Tuan Ryan tertarik dengan wanita ular sepertinya. Sungguh ia akan menyesal membuang berlian demi sampah sepertinya” gerutu Rere di sepanjang langkah kakinya menjauh dari mansion itu.


Setelah di rasa sudah jauh dari area mansion ia bergegas menghubungi Delon dan melaporkan semua rencana dan niat buruk wanita ular itu.


Tak lama panggilan pun terjawab.


“Halo Tuan” ucap Rere


“Ada apa Rere?” Tanya Delon


Keno yang tengah berada di ruangan Delon itupun memberi kode setelah tau siapa yang menghubungi Delon.


“Loudspeaker saja, aku ingin mendengarnya!” Titah Keno dengan berbisik.


Delon pun menuruti permintaan Keno.


“Begini Tuan, baru saja saya dengar bahwa Nona Sylvi tengah merencanakan penculikan terhadap Nona Kiara Tuan” ujar Rere di sambungan telpon


“Apa?! Darimana kau tahu hal itu Rere?” Tanya Delon


Keno yang mendengarnya sontak memelototkan kedua matanya.

__ADS_1


“Saya tahu sebab saya mendengar sendiri Nona Sylvi yang berada di ruang tamu tengah berbicara dengan seseorang di balik ponsel nya Tuan, ia menyuruh orang itu membuntuti Nona Kiara yang saat ini sedang pergi” Ucap Rere


“Wanita itu masih berada disana rupanya. Lalu kemana perginya Kiara? Apa kau tahu?” Tanya Delon kemudian


“Tidak Tuan, Nona tidak mengatakan kemana ia akan pergi. Tapi yang saya dengar dari pembicaraan Nona Sylvi ia mengatakan bahwa Nona Kiara pergi ke arah pusat kota” jelas Rere


“Baiklah Rere, terimakasih kau sudah memberitahu ku. Terus awasi gerak gerik wanita itu dan laporkan padaku jika kau menemui kecurigaan” ujar Delon.


“Tapi maaf Tuan, saya baru saja pulang dari mansion sebab jam kerja saya sudah habis” terang Rere


“Ah. Aku hampir lupa kalau disana sekarang sudah sore. Apa kau tidak bisa kembali kesana Rere?” Tanya Delon


“Maaf sekali Tuan, saya bahkan sudah berpamitan kepada Nona Sylvi, akan sangat mencurigakan jika saya kembali lagi ke mansion itu” ucap Rere menjelaskan


“Haiissshh.. benar juga katamu. Ya sudah tidak apa-apa. Pulanglah,dan terimakasih atas informasi mu” ucap Delon kemudian


“Ya Tuan, sama-sama” ujar Rere.


Kemudian sambungan telpon itu terputus.


Delon mengusap wajahnya kasar.


“Kita harus cepat bertindak Keno, Kiara dalam bahaya” ujar Delon khawatir.


Keno yang sejak tadi diam menyimak percakapan itu pun akhirnya buka suara.


“Ya, aku akan segera menghubungi anak buah ku sekarang” timpal Keno


“Tapi kita tidak tau kemana perginya Kiara, Rere hanya mengatakan ke pusat kota saja” ujar Delon.


“Kau tenang saja, bodyguard yang Daddy ku utus untuk menjaga Kiara saat ini sedang mengawasi Kiara dari jauh. Tapi tetap saja aku membutuhkan beberapa anak buah ku, sebab info yang aku dapat dari bodyguard itu dia kalah jumlah, wanita ular itu sengaja mengutus banyak orang suruhan untuk mengepung Kiara dengan dua buah mobil jeep” jelas Keno panjang lebar setelah menerima pesan dari bodyguard yang mengawasi Kiara setiap keluar rumah.


“Kurangajar! Ternyata ia sudah memprediksi kelemahan Kiara. Adikku memang sedikit menguasai bela diri, jika hanya melawan 1 sampai 5 orang pun ia mampu. Tapi jika sebanyak itu aku tak yakin Kiara bisa melumpuhkan lawan lawan nya” ujar Delon khawatir


“Aku juga akan mengerahkan separuh anak buah ku untuk menyelamatkan Kiara, Delon. Aku akan mengutus mereka untuk membawa Kiara ke bandara setelah mereka berhasil menyelamatkan Kiara. Sudah cukup selama ini Kiara bertahan di genggaman pria br*****k itu, aku tidak ingin kecolongan untuk yang kesekian kalinya” ucap Keno mantap dengan rencana nya.


Delon mengangguk setuju.


“Ya, aku sepemikiran dengan mu. Aku juga sudah cukup bersabar selama ini. Aku akan memberikan pelajaran untuk wanita itu dengan tanganku sendiri!” Tekad Delon


“Kalau begitu kita segera terbang ke indonesia sekarang” titah Keno.


“Ya, pakai jet pribadi saja. Kelamaan jika kita menaikki pesawat komersial” jawab Delon


“Oke, aku setuju” sahut Keno.


Mereka berdua bergegas keluar dari Gedung perusahaan Davency Corp menuju Bandara Internasional John F. Kennedy menggunakan mobil Delon. Sebab jet pribadi milik Keno sudah memiliki hak ijin terbang di bandara tersebut. Ya, anggap saja begitu.


Author mohon maaf jika terdapat beberapa typo🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2