
Setelah aktifitas sarapan selesai, Keno mulai membuka obrolan di antara mereka.
“Mom,Dad.. Keno mau minta ijin nanti malam Keno akan terbang ke negara S” ucap Keno tiba-tiba.
Pandangan mereka bertiga pun beralih pada Keno.
“Ada apa? Kenapa mendadak sekali Keno?” Tanya Adrian.
“Iya, tumben banget kamu dadakan gini” timpal Merry.
Kiara hanya diam saja memperhatikan tiga orang itu. Dalam hatinya juga bertanya-tanya dengan apa yang dikatakan pria itu.
“Anak buah Keno menemukan titik keberadaan pembunuh bayaran itu di negara S, mereka ternyata memiliki komplotan dan mendirikan markas di negara itu Dad” ucap Keno memberitahu.
“Jadi kedatangan mu kesana untuk menyerang mereka?” Tanya Adrian to the point
“Ya.. seperti yang Daddy katakan” ucap Keno.
“Jangan Keno, Mommy takut terjadi sesuatu denganmu” ucap Merry khawatir
“No Mom, percaya Keno akan baik-baik saja. Lagipula Keno mengerahkan semua anak buah Keno dan Daddy. Anggota kita cukup kuat untuk melawan komplotan mereka yang tidak seberapa jumlahnya itu” ujar Keno menenangkan.
“Kalau begitu aku ikut, aku tidak mungkin diam saja sementara pembunuh Mama ku bebas berkeliaran di luar sana” ucap Kiara tegas.
“No sayang, biar aku dan Delon yang mengurus. Kau cukup jaga dirimu disini baik-baik. Temani Daddy dan Mommy juga di rumah. Kalau sampai terjadi apa apa denganmu itu akan sangat mempengaruhi kesehatan Papa kamu, apa kamu tidak kasian dengan Papa?” Ucap Keno panjang lebar.
“Iya Kiara, Daddy dan Mommy tidak setuju kamu ikut dalam misi ini. Terlalu bahaya, Papa mu akan down jika melihatmu terlibat dalam hal ini. Daddy tidak mau itu terjadi” ucap Adrian di angguki oleh Merry.
“Ya, kamu dirumah saja bersama Mommy dan Daddy” timpal Merry.
Kiara tampak terdiam, benar juga apa yang dikatakan mereka. Ia tidak ingin kondisi Papa nya down jika dirinya terluka, mengingat Papa nya selalu mewanti-wanti dirinya untuk tidak berbuat macam-macam. Bisa-bisa ia di hukum kembali ke New York tidak boleh keluar mansion oleh Papa nya.
“Hufhhhh.. yasudah.. tapi kamu dan kak Delon janji harus pulang dengan selamat” ucap Kiara pasrah.
“Iya aku janji” balas Keno mengusap kepala Kiara penuh perhatian.
Keduanya berat sekali saling berpisah.
“Yasudah, Keno berangkat dulu Mom,Dad” pamit Keno di angguki mereka berdua.
“Sayang, nanti jam makan siang kamu dijemput oleh bodyguard ke kantorku ya? Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu, jadi jangan lupa nanti siap-siap sebelum jam makan siang” ucap Keno
“Sesuatu apa? Kenapa harus ke kantormu?” Tanya Kiara penasaran
“Udah, turuti saja Kiara. Kamu tidak akan kecewa kali ini” ucap Adrian menimpali.
Kiara pun mengangguk pasrah.
“Yasudah aku berangkat dulu, cupp” pamit Keno seraya mengecup singkat dahi Kiara.
Sepertinya akan jadi kebiasaan Keno kedepannya setiap pagi berangkat ke kantor harus mengisi mood booster nya terlebih dahulu.
Keno pun berjalan menuju garasi mobilnya lalu meninggalkan area mansion menuju gedung Bimantara Group.
Sesampainya di kantor ia langsung mendudukkan dirinya di kursi kebesaran nya.
‘Sepertinya aku harus menghubungi Delon dulu agar dia langsung datang ke negara itu’ ucap Keno bermonolog.
Ia meraih ponselnya yang berada di dalam saku jas nya.
__ADS_1
Panggilan pun tersambung dengan sang empu nya.
“Halo Delon. Kau sudah berangkat?” Tanya Keno pada Delon yang berada di sambungan telpon.
‘Ini baru mau take off, kenapa?’ Tanya Delon.
“Kau langsung saja terbang ke negara S, tidak perlu kesini. Akan sangat memakan waktu jika bolak balik ke Indonesia dulu. Kita langsung saja bertemu disana. Kau sewa hotel saja langsung ketika sampai disana,pesankan kamar untukku juga” titah Keno panjang lebar.
‘Baiklah. Aku tutup dulu, sebentar lagi jet nya akan take off’ ucap Delon
“Oke, hati-hati” sahut Keno.
‘Ya’
Lalu panggilan pun terputus.
Kemudian Keno mendial nomor Will,
“Ke ruanganku sekarang Will” titah Keno lalu mematikan ponselnya.
Tak lama ketikan pintu terdengar dari luar.
“Selamat pagi Tuan, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Will sopan setelah duduk di hadapan Keno.
“Begini Will, aku ingin kau ikut dengan ku nanti malam. Kita terbang ke negara S. Untuk sementara perusahaan akan di handle oleh Daddy. Jadi kita bisa beberapa hari disana sampai misi ini tuntas” ucap Keno panjang lebar.
“Memangnya kita akan berapa hari disana Tuan? Bukannya hanya satu orang saja, tidak sampai memakan waktu sehari kan?” Tanya Will.
Keno menggeleng
“No Will, pembunuh bayaran itu punya komplotan dan mendirikan markas disana. Aku juga baru tau dari anak buah ku yang melacak keberadaan pria itu lewat nomor seri peluru nya yang ia gunakan untuk melukai salah satu anak buah ku” jelas Keno panjang lebar.
Will tampak kaget.
“Ya, nanti jam makan siang mereka semua akan kesini membahas misi ini” ujar Keno.
“Kenapa tidak di markas saja Tuan? Apa mungkin wanita itu akan mendengarnya?” Timpal Will.
“Kita tidak tahu Will, apakah di dalam tubuh wanita itu terdapat chip atau tidak. Dan alangkah baiknya kita susun rencana di sini saja” ucap Keno waspada.
“Ya, ada benarnya yang dikatakan oleh Tuan” ucap Will membenarkan
Setelah dirasa tidak ada pembicaraan lagi. Mereka pun kembali ke rutinitas masing-masing.
Sedangkan di New York, seorang laki-laki yang baru saja turun dari pesawat itu melangkah tergesa-gesa seperti hendak menemui seseorang.
Ia keluar dari area bandara dan menyetop taksi.
“Ke alamat ini” ujar laki-laki itu memberitahu.
“Baik Tuan” ucap supir taksi itu.
Di sepanjang perjalanan hatinya dipenuhi rasa gundah.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lebih akhirnya taksi itu pun berhenti di depan sebuah bangunan mewah dan megah.
“Ini untukmu” ucap laki-laki itu memberi beberapa lembar uang dollar untuk supir taksi.
“Thank you sir” ucap supir taksi itu berlalu meninggalkan area mansion itu.
__ADS_1
Langkahnya cepat mendekati gerbang,disana ada beberapa bodyguard yang sedang berjaga.
“Maaf anda mencari siapa?” Tanya bodyguard itu.
“Ah, katakan pada Tuan rumah ini. Saya Ryan ingin menemui Kiara istri saya” ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Ryan. Beberapa hari ini ia dibuat frustasi karena tidak bisa menghubungi istrinya itu sama sekali. Jelas saja wong ponsel Kiara rusak akibat insiden penculikan tempo lalu.
“Baik, tunggu sebentar” ucap bodyguard itu berlalu masuk ke dalam mansion menemui Tuan besar nya.
“Selamat malam Tuan, di luar ada seseorang yang ingin menemui Nona Kiara. Beliau bilang namanya Ryan suami dari Nona” Ucap bodyguard itu.
“Apa?!! Berani-berani nya pria ba*****n itu datang kemari?” Ucap Daniel marah.
“Ya Tuan”
“Suruh dia masuk! Aku akan memberinya pelajaran yang setimpal untuknya” titah Daniel tegas.
Bodyguard itupun berlalu keluar memanggil Ryan yang masih berada diluar gerbang mansion.
“Anda di persilahkan masuk!” ucap bodyguard itu datar. Ia membuka kan gerbang untuk Ryan lalu mengantarkan nya masuk ke dalam mansion.
“Ini dia Tuan Besar” ucap bodyguard itu pada Daniel lalu berjaga di belakang sisi kanan Daniel demi menghindari hal yang tak di inginkan terjadi.
“Mau apa kau datang kemari? Masih punya muka juga kau ternyata!” Ucap Daniel sarkas.
Ryan yang mendengar lontaran kata dari mulut mertuanya itupun mengatupkan rahangnya menahan emosi. Tujuannya kesini untuk mengambil hati Kiara jadi jangan sampai terlibat perdebatan dengan mertuanya itu.
“Kedatangan saya kesini untuk menjemput Kiara” ucap Ryan to the point
“Apa katamu?! Menjemput putriku?! Punya hak apa kau ingin membawa putriku pergi dari sini?!” Ucap Daniel
“Tentu saja saya punya hak, karena Kiara istriku” ucap Ryan
“Istri?? Setelah apa yang kau lakukan pada putriku?!! Setelah kau melukainya dengan tangan bejatmu itu?!! Kau masih bisa mengakui nya sebagai istrimu?!! Hahh?!!” Bentak Daniel penuh emosi. Sedetik kemudian ia melayangkan bogem kanan kiri ke wajah Ryan.
Bughh! Bughh!
“Laki-laki sialan kau! Beraninya kau menyakiti putriku yang bahkan dia tak tahu sama sekali kejadian di masalalu!! Kau laki-laki terbodohh di dunia ini yang dengan bodohnya melakukan sesuatu tanpa menyelidiki kebenarannya!!” Teriak Daniel menggebu-gebu.
Ryan terhuyung dibuatnya,meskipun sudah berumur namun tenaga Daniel masih cukup kuat. Ia menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Bodyguard itu tak berniat menghentikan Tuan Besar nya, biar saja Tuan nya itu melakukan peran nya sebagai ayah dari putrinya yang tidak terima atas semua perbuatan pria di hadapannya ini.
“Apa maksud mu? Semua sudah jelas kebenarannya! Dan aku pun berniat mengubur semua dendam di masalalu ku! Aku datang kesini untuk meminta maaf pada Kiara dan memulai semuanya dari nol” ucap Ryan yang masih dengan pendiriannya.
“Terserah kau mau percaya atau tidak! Aku juga tidak berniat menjelaskan apapun pada laki-laki bodoh sepertimu!!! Kata maaf mu sudah terlambat! Putriku tidak akan sudi kembali padamu! Dan jangan bermimpi untuk bisa membawa Kiara pergi karena percuma dia tidak ada di sini!!” Sentak Daniel
“Lalu kemana perginya? Aku tidak akan membiarkan Kiara menjauh dariku begitu saja! Kita masih sah suami istri asal Papa tahu!” Tegas Ryan dengan memanggil Daniel dengan sebutan Papa untuk yang pertama kalinya.
“Cihh! Papa katamu? Sejak kapan aku menganggapmu sebagai menantu? Aku tidak sudi kau sebut dengan panggilan itu!! Dan cepat atau lambat Kiara akan melayangkan gugatan cerai untukmu! Mau tidak mau kau harus menceraikan nya!” Ucap Daniel mengejek
Ryan yang mendengarnya pun menjadi geram. Tangannya terkepal kuat.
“Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan Kiara! Ingat itu baik-baik! Tidak masalah kau tak memberitahu ku dimana keberadaan Kiara, aku akan mencari tahu sendiri!” Ucap Ryan berlalu pergi meninggalkan mansion Keluarga Davency.
“Lihat saja baj****n! Aku pastikan kau tak menemukan dimana keberadaan Kiara!” Ucap Daniel geram.
Nafasnya naik turun akibat kedatangan Ryan yang menyulut emosi nya.
“Anda tidak apa-apa Tuan?” Tanya bodyguard yang sejak tadi berjaga itu.
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Lain kali usir saja jika pria itu datang kembali !” Titah Daniel kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Mohon maaf jika ada beberapa typo, jangan lupa tinggalkan like&vote, terimakasih 🙏🏻