
Malam puncak acara kini telah tiba, Keno tengah berdiri di atas panggung melakukan sambutan. Sementara Kiara berada di tempat duduknya menatap sang suami penuh kagum. Pesona seorang Keno Adrian Bimantara tidak bisa di pungkiri lagi, sunnguh pria itu selalu menawan.
“Disini saya akan memperkenalkan kepada dunia, bahwa saat ini saya membawa belahan jiwa saya yang sangat saya cintai. Dia adalah seorang wanita cantik yang berhasil menempati posisi terpenting di hati saya setelah Mama saya” ucap Keno menghentikan kalimatnya sejenak. Pandangannya mengarah pada sosok bidadari nya yang tengah duduk sambil melempar senyum manis ke arahnya.
“Dia adalah istri saya, Kiara Davency. Putri bungsu dari keluarga Davency. Seorang pengusaha sukses di New York. Kami menikah sekitar tiga bulan yang lalu di New York, negara asal istri saya. Terimakasih kepada Papa Daniel sudah mempercayakan saya untuk menjadi pendamping hidup putri anda” Jelas Keno menatap mertua dan istrinya bergantian seraya tersenyum, Daniel pun ikut tersenyum mendengar penuturan menantunya itu.
Adrian dan juga Merry tak kalah bahagianya, Delon pun ikut tersenyum mendengar perkataan ipar sekaligus sahabatnya itu.
Sementara para tamu menatap penuh tanya, seperti apa rupa istri seorang pewaris tunggal Bimantara itu. Bahkan ada yang mendesah kecewa karena tak bisa menjodohkan putrinya dengan pengusaha terbesar itu.
“Kepada Nyonya Muda Bimantara, di persilahkan naik ke atas panggung” ujar Keno, membuat jantung Kiara berdegub kencang.
Ia pun berdiri lalu berjalan anggun menuju atas panggung.
Kiara membungkukkan badannya dan melempar senyuman manisnya kepada seluruh tamu, yang membuat mereka semua berdecak kagum melihat pesona kecantikan dan keindahan yang dimiliki olehnya.
“Astaga dia cantik sekali”
“Benar, aku jadi ragu ingin menjodohkannya dengan putriku. Rasanya bagai bumi dan langit”
“Haha jangan bermimpi terlalu tinggi! Dia cukup berkelas, secara putri dari pembisnis terkenal di New York”
“Mereka pasangan yang cukup serasi, aura keduanya begitu mendominasi” puji seseorang
Begitulah ucapan-ucapan para tamu undangan yang terperangah dengan sosok Kiara Davency. Aura kebintangan nya memang tidak bisa di pungkiri, apalagi menyatu dengan aura kewibawaan yang kuat milik Keno.. sungguh pasangan yang serasi.
“Dan kabar bahagia tengah menyelimuti Keluarga Besar kami saat ini, karena saat ini istri saya tengah mengandung anak pertama kita dan kandungannya kini berusia tiga bulan” ucap Keno tersenyum dan merengkuh pinggang Kiara mesra.
“Waah.. selamat ya Tuan, akhirnya akan ada malaikat kecil yang hadir di tengah-tengah keluarga kecil kalian” ucap MC memberikan selamat.
Keno membalasnya dengan senyuman bahagia.
Pria itu mendaratkan kecupan di bibir istrinya penuh cinta, membuat para tamu bersorak ramai melihat adegan kemesraan pasangan suami istri itu.
“Thank you my wife, you’re miracle in my life” ucap Keno menyatukan keningnya dengan Kiara.
“Aku lebih bahagia dari yang kau rasakan saat ini hubby, aku lebih beruntung memilikimu.. aku sangat sangat mencintaimu suamiku” ucap Kiara tersenyum bahagia.
“Baiklah, saya rasa cukup sambutan kali ini. Saya harap kalian semua kedepannya sudah tidak ada yang berani meragukan status saya dan istri saya. Karena apapun statement kalian, itu tidak akan berpengaruh pada kehidupan pribadi saya. Selamat malam, selamat menikmati pestanya” ucap Keno menyudahi sambutannya lalu meraih tangan istrinya berjalan menuruni panggung menuju tempat duduknya kembali.
“Apa kau lelah honey?” Tanya Keno setelah mendudukkan tubuh istrinya.
“No hubby” ucap Kiara menggeleng
“Kau ingin makan sesuatu?” Tawar Keno
“Ya.. aku ingin spaghetti carbonara dan salad buah saja” ucap Kiara
“Baiklah, tunggu sebentar” ucap Keno berjalan menuju stand makanan khusus Keluarga Besar.
Ia dengan gesit mengambilkan makanan yang Kiara minta.
“Banyak sekali makanmu? Kau kelaparan atau apa?” Cecar Delon heran melihat porsi yang ada di piring Keno.
“Ck! Jangan berisik, ini untuk istriku tercinta” decak Keno melirik ke arah Delon sekilas
“Ohh.. ku pikir karena kau tak makan berhari-hari” cibir Delon. Nampaknya pria ini tak ada jengahnya menggoda adik iparnya.
“Diam kau! Itu sangat tidak mungkin karena istriku selalu melayani ku dengan baik. Jika saja Kiara ada disini sudah aku pastikan kau akan kena semprot olehnya” desis Keno mendelik.
“Helehh.. dasar laki hobi sembunyi di balik ketek istri” ejek Delon
__ADS_1
“Kau akan merasakan nanti ketika kau sudah menemukan belahan jiwamu, camkan kata-kataku” ucap Keno memperingati kakak iparnya itu.
“Cih! Bucin hanya akan membuang-buang waktu dan kebebasan ku saja” ucapnya melenggang pergi setelah membawa minuman yang ia ambil di stand itu.
“Dasar bujang karatan! Lihat saja, kau pasti lebih parah di bandingkan aku” ucap Keno terkekeh membayangkan kakak iparnya bucin setengah mati pada seorang wanita.
“Hai Kiara” sapa Sylvi menghampiri Kiara di tempatnya.
“Oh.. hai Vi. Ku pikir kau tidak datang. Kenapa baru sampai? Bahkan acara sudah dimulai sejak tadi” ucap Kiara membalas sapaan sahabatnya itu.
“I'm sorry Kiara, Morgan tak membiarkan ku untuk istirahat barang sebentar saja” ucap Sylvi kikuk.
Dirinya merasa tak enak mengingat ia dan Morgan di undang sebagai salah satu tamu penting di acara ini, namun yang terjadi malah mereka terlambat datang karena Morgan terus menggempur nya habis-habisan.
“Ohh hahaha.. ya ya, aku paham sekali dengan situasi kalian. Maklum pengantin baru” ucap Kiara terkekeh menaikkan alisnya semakin gencar menggoda pengantin baru itu.
Muka Sylvi berubah jadi kepiting rebus saat ini.
Sementara Morgan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Maafkan aku terlambat datang Nona Kiara, dimana Keno?” Tanya Morgan kemudian.
“It’s oke Presdir Morgan. Suamiku ada disana, dia sedang mengambilkan makanan untukku” ucap Kiara menunjuk ke arah Keno yang tengah sibuk dengan piring di nampan nya.
“Ah ya, jangan terlalu formal Nona. Panggil Morgan saja, itu akan lebih akrab” ucap Morgan
“Hahaha.. baiklah baiklah..” ucap Kiara tertawa sumbang.
“Hai bro! Kenapa kau telat?” Tanya Keno datang membawa nampan berisi makanan lalu menyerahkan pada istrinya.
“Thanks hubby” ucap Kiara tersenyum, Keno membalas nya dengan senyuman lembut seraya mengusap pelan surai panjang istrinya.
“Sorry bro, aku kehilangan rem seharian ini” celetuk Morgan absurd.
“Hahaha.. dasar maniak! Sudah tau istri lagi bunting malah makin ugal-ugalan aja!” Seloroh Keno.
“Kau ini seperti tidak pernah merasakannya saja” balas Morgan.
“Sudah-sudah, lebih baik kalian segera duduk, kasian istrimu sedari tadi berdiri” ucap Kiara melerai perdebatan antara Morgan dan suaminya.
“Ya istriku benar, bawa istrimu duduk” ucap Keno
“Oke” sahut Morgan membawa Sylvi duduk di samping Keno dan Kiara.
“Ngomong-ngomong selama kehamilanmu apa kau merasakan gejala-gejala berat Vi?” Tanya Kiara membuka obrolan antara mereka.
Sylvi menggeleng pelan.
“Aku sepertinya hamil kebo deh Ra, tidak ada hal sulit yang ku alami selama empat bulan ini. Bahkan melakukan aktifitas apapun aku merasa enjoy” ucap Sylvi
“Wah.. bagus dong! Aku juga begitu, tapi apa kau juga terkadang ngidam ingin makan sesuatu?” Tanya Kiara lagi.
“Ya.. dan itu hampir setiap hari, terkadang aku sampai kewalahan menghadapi nafsu makan ku yang mulai over ini” ucap Sylvi tersenyum geli.
“Wajar saja, perutmu semakin besar pasti janin mu juga akan membutuhkan banyak nutrisi” ucap Kiara di angguki oleh Sylvi.
“Hai, boleh bergabung?” Tanya Delon yang tiba-tiba datang.
Mereka berempat pun mendongak menatap Delon,
“Boleh, silahkan saja” ucap Kiara diangguki oleh Keno dan Morgan.
__ADS_1
Sementara Sylvi hanya terdiam shock, ternyata kakak dari sahabatnya itu ada disini juga, batinnya. Ia merasa tidak enak dengan Delon akibat insiden tempo dulu, meskipun itu sudah lama namun rasa bersalah masih menggerogoti hatinya.
“Terimakasih” ucap Delon duduk di tengah-tengah Morgan dan Keno.
Matanya melirik ke arah Sylvi sekilas, wanita itu hanya tertunduk diam tidak berani menatapnya.
“Selamat malam Tuan Delon” sapa Morgan ramah. Ia mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Delon.
“Selamat malam juga Tuan Morgan, santai saja.. panggil namaku seperti kau memanggil Keno dengan sebutan nama” ucap Delon tersenyum singkat.
“Ah.. baiklah kalau begitu” ucap Morgan mengangguk.
“Baby, sapa dulu” titah Morgan pada Sylvi yang sedari tadi tampak duduk resah.
“Ah i-iya.. selamat malam Tuan Delon” ucap Sylvi terbata.
“Ya, selamat malam Nyonya Morgan” balas Delon santai.
“Kau kenapa gugup begitu Vi? Santai saja, kakak ku tidak akan mengigitmu kok” celetuk Kiara mencairkan suasana.
“A-aku.. aku hanya merasa tidak enak saja Ra, aku sudah ingkar janji pada kakak mu” ucap Sylvi lirih.
“Itu sudah masa lalu Vi, jangan mengungkitnya lagi.. sekarang bahkan kita sudah seperti keluarga, ya kan Kak?” Tanya Kiara menatap Delon.
“Ya, benar kata adikku. Yang lalu biarlah berlalu, kita buka lembaran baru” ucap Delon tersenyum
Keno mengangguk membenarkan ucapan Delon.
Sylvi pun tersenyum lega, akhirnya dia terbebas dari rasa canggung nya.
“Terimakasih Tuan Delon” ucap Sylvi penuh makna.
“Ya, jangan berbicara formal. Kita semua disini adalah saudara” ucap Delon membuat suasana menghangat seketika.
Mereka berlima pun menikmati hidangan yang tertata rapi dan mewah dengan nikmat.
Sementara para orangtua berada di mejanya tengah asik berbincang dengan kolega-koleganya, yang obrolannya tak jauh dari seputar bisnis.
Malam semakin larut, acara itupun selesai dan para tamu pun membubarkan diri masing-masing.
Tinggal lah keluarga besar itu beserta Morgan dan Sylvi.
“Kalian berdua menginap saja disini” titah Adrian pada pasangan pengantin baru itu.
“Ya, hitung-hitung ini honeymoon gratis untuk kalian” ucap Keno menyetujui perkataan Daddy nya.
“Tapi saya tidak enak Tuan Besar, saya dan istri saya sudah banyak merepotkan keluarga kalian” ucap Morgan canggung.
“Apanya yang repot? Kami sama sekali tidak merasa di repotkan, lagi pula ini permintaan istriku yang sedang ngidam. Apa kalian tega menolak permintaan wanita hamil?” Ucap Keno mendramatisir.
Sylvi dan Morgan pun saling pandang.
“Baiklah, kami akan menginap disini” putus Morgan pada akhirnya.
“Yeay!! Akhirnya!” Ucap Kiara begitu bersemangat.
“Ayo Sylvi, kita naik ke atas!” Ajak Kiara menarik pergelangan tangan Sylvi kemudian berjalan cepat menjauhi mereka semua yang terdiam bengong.
“Astaga honey! Pelan-pelan saja, ingat kau sedang mengandung!” Teriak Keno menyusul langkah kaki istrinya itu. Morgan pun ikut khawatir dan mengikuti Keno.
“Astaga! Kenapa putriku berubah jadi bocah seusia lima tahun” keluh Daniel menggeleng pelan seraya memijit pelipisnya pusing.
__ADS_1
Sementara Adrian,Merry dan juga Delon menghembuskan nafasnya kasar melihat tingkah laku Kiara.