
Pagi ini Kiara terbangun pukul 08:00
Ia sengaja bangun siang berharap Ryan sudah berangkat ke kantor, dirinya enggan bertemu dengan Ryan akibat kejadian semalam.
Ia bergegas membuka pintu kamar lalu berniat masuk ke kamar nya guna mengambil baju serta barang barang keperluan nya. Ia berniat akan pisah kamar dengan Ryan, ia tak sanggup seranjang dengan Ryan. Rasa benci Kiara lebih besar di bandingkan rasa kecewa nya.
Baru hendak meraih handle pintu, tiba tiba pontu terbuka dari dalam, menampilkan sosok wanita dengan penampilan acak acakan.
“Kau?! Apa yang kau lakukan di dalam kamarku?” Tanya Kiara
“Ahh, aku hanya menemani suami mu tidur, dia yang memintaku untuk tinggal di sini” ujar wanita itu dengan santai.
“Apa?! Kalian sudah gila!” Bentak Kiara dengan nada tinggi
“Turunkan nada bicaramu,sopanlah sedikit. Aku adalah tamu dimansion ini Kiara!” Bentak Sylvi
Ya , wanita itu tak lain ialah Sylvia. Sekretaris suaminya.
Ia tak habis fikir kali ini Ryan benar-benar menginjak-injak harga dirinya sebagai istri.
Tak cukupkah ia menghianatinya,dan sekarang ia malah membawa selingkuhannya untuk tinggal di mansion ini. Benar-benar manusia tak punya akal, pikir Kiara.
“Memang siapa kamu sampai aku harus bicara sopan padamu? Tamu katamu? Tamu tak tahu diri yang dengan lancang tidur dengan tuan rumahnya!” Sarkas Kiara membalas ucapan wanita itu.
“Hehh, memangnya kenapa? Kau saja jadi istri pasif tidak mampu mengimbangi hasrat suami mu, wajar jika dia butuh pelampiasan pada wanita lain, itu karena kau yang lemah Kiara” ucap Sylvi dengan melontarkan kata-kata pedasnya.
Kiara yang mendengar hal itu sontak melayangkan tamparan nya ke pipi Sylvi
Plakkkk!
“Awshhhh” ringis Sylvi sambil memegangi pipi kirinya
“Apa yang kau lakukan Kiara!” Teriak Ryan dari arah belakang
“Sayang.. aku barusan ditampar olehnya” adu Sylvi seraya memeluk Ryan
Ryan sejenak menoleh ke arah Sylvi lalu kembali menatap Kiara.
“Keterlaluan kamu Kiara!” Sentak Ryan
“Kenapa? Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Oh.. Kau mau membelanya? Silahkan, aku tidak peduli. Bersenang-senang lah bersama j*****mu ini karena kalian berdua memang sama-sama sampah!” Ucap Kiara
Plakkk!
Ryan melayangkan tamparannya pada Kiara.
Perihh, itu yang Kiara rasakan. Namun tak sebanding dengan rasa sakitnya kali ini.
“Bagus, ternyata ini sifat aslimu ya mas.. cihh, aku tidak menyangka kau mengabaikan ku demi seorang wanita seperti dia. Sangat jauh dari levelku!” Ejek Kiara. Ia mencoba kuat dengan menjalankan aktingnya
Sylvi yang mendengar cemooh an Kiara padanya pun menoleh geram. Tangannya terkepal menahan amarah. Jika saja tidak ada Ryan mungkin saja ia sudah berlari menjambak Kiara. Namun ia harus menahan niat nya, ia harus terlihat baik di depan Ryan.
__ADS_1
“Cukup Kiara! Jaga bicaramu. Bersikap sopanlah pada Sylvi, karna mulai sekarang dia akan tinggal disini. Ini yang kamu mau kan? Silahkan pindah dari kamar ini,dan pindahkan semua barang-barang mu ke kamar sebelah! Karna mulai malam ini aku dan Sylvi yang akan menempati kamar ini!” Ujar Ryan tanpa perasaan.
“Cihh! Aku tidak sudii bersikap sopan pada wanita ini, dan apa? Kau menyuruhku pindah kamar? Lebih baik aku pergi dari rumah ini daripada aku tinggal se atap dengan manusia menjijikkan seperti kalian!” Bentak Kiara pada Ryan
“Kau mulai berani ya sekarang?” Ucap Ryan seraya mencengkeram kedua pipi Kiara
“Selangkah saja kau berani keluar dari mansion ini, aku tidak segan segan untuk menyiksa mu Kiara, camkan itu!” Ancam Ryan. Lalu ia melepaskan cengkeraman nya dengan kasar.
Sylvi yang mendengar itu senang bukan kepalang.
‘Rasakan pembalasanku Kiara, ini baru permulaan. Masih ada hari-hari berikutnya. Jadi nikmati saja penderitaan mu kali ini’ ujarnya dalam hati seraya tersenyum miring.
“Aku tidak takut! Aku lebih baik mati di tanganmu daripada terus hidup bersama mu di mansion rasa neraka ini” ucap Kiara
“Terserah! Jangan pernah coba-coba kabur dari ku, atau kau akan merasakan sendiri akibatnya!” Ucap Ryan berlalu pergi meninggalkan dua wanita itu.
“Ini baru permulaan Kiara, siapkan batinmu untuk menghadapi hari hari selanjut nya” ujar Sylvi tersenyum mengejek kemudian ia masuk ke dalam kamar.
Kiara yang memilih tak menanggapi ucapan Sylvi pun memilih masuk kembali kedalam kamarnya.
Sampai di dalam kamar,ia duduk di meja rias. Tangan nya meraba pipi sebelah kanan nya yang memar bekas tamparan Ryan.
“Hikss.. hikss.. Papa..” isak tangis Kiara pun pecah setelah mati-matian ia tahan sejak tadi.
Hatinya hancur berkeping-keping. Rasanya ia ingin tidur dan tak bangun lagi. Sudah cukup lelah selama ini ia memendam kesakitan nya sendiri.
Cukup lama ia menangis mengeluarkan sesak di dada nya, akhirnya Kiara pun tertidur pulas dengan posisi duduk kepalanya berada diatas meja.
Rere yang sejak tadi menyaksikan pertengkaran tadi, ia segera pergi ke halaman belakang menghubungi Tuan nya.
“Halo Tuan Delon.. gawat Tuan, Nona Kiara dalam bahaya” ujar Rere
Ya, Rere adalah pelayan yang di utus oleh Delon bekerja di mansion itu demi mengawasi Kiara.
”Apa maksudmu Rere, kenapa dengan Kiara? bicara yang jelas?!” Sentaknya di sambungan telpon
Rere pun menceritakan semua kejadian tadi dari A sampai Z, tidak ada yang terlewat satu pun.
Delon yang mendengar semua penjelasan Rere pun emosi meremas ponselnya. Tampak ia tengah menggertakan rahangnya.
Setelah memutuskan panggilan nya dengan Rere, Delon bergegas keluar dari mansion nya menuju ke tempat dimana Keno berada.
“Tolong katakan pada Papa,jika aku sedang ada urusan diluar” ujar Delon menitipkan pesan apada pelayan. Ia sengaja tak pamit pada Papa nya karna tidak ingin membuatnya panik
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, emosinya tak terbendung mengingat adiknya saat ini tengah menderita, sementara ia tidak bisa melakukan apa apa.
Cairan bening itu keluar dari sudut mata Delon tanpa permisi.
“Maafkan kakak Kiara, kakak gagal melindungimu.. maafkan kakak” lirihnya
Lima belas menit kemudian Delon sampai di Mansion milik Grandma Thea. Keno memang menginap disana, Grandma nya melarang Keno untuk tinggal di apartemen. Ia merasa kesepian sebab di mansion itu hanya ada Grandma dan para pelayan saja. Akhirnya mau tak mau Keno menemani Grandma nya selama ia disana.
__ADS_1
Kebetulan pintu utama terbuka lebar, jadi ia tidak perlu menunggu lama-lama dibukakan pintu.
Delon bergegas masuk begitu saja mencari Keno.
“Hei cucu nakal! Kau tidak sopan sekali bertamu di rumah orang” seru Grandma Thea yang duduk di kursi goyang nya sambil membaca koran.
Delon sedikit terkejut, ia terlalu panik sampai sampai tak melihat ada orang di ruang tamu, ia heran mengapa jam segini nenek tua itu malah membaca koran, bukannya tidur.
“Sorry Grandma, Delon ada perlu penting dengan Keno, Delon ke atas dulu. Bye Grandma!” Ucap Delon
“Haisshhh dasar, mereka berdua sama-sama tengil nya” keluh Grandma Thea.
Setiba nya di lantai atas, Delon membuka pintu kamar Keno. Ia langsung masuk begitu saja tanpa permisi.
“Keno, bangun!” Panggil Delon dengan menggoyang-goyangkan tubuh Keno. Ia tengah tidur, sebab di New york sekarang sudah pukul sepuluh malam
Keno yang kaget akibat goncangan tubuhnya pun membuka matanya
“Kau? Tidak sopan sekali Delon masuk ke kamar orang tanpa mengetuk pintu” protes Keno
“Tidak ada waktu untuk protes Keno, sekarang Kiara dalam bahaya! Kita harus segera terbang ke indonesia sekarang juga!” Titah Delon tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
“Apa maksudmu? Apa yang terjadi pada Kiara, Delon?! Katakan dengan jelas!” Desak Keno ingin tahu
“Kiara barusan bertengkar hebat dengan Ryan, Keno..” ujar Delon yang hendak melanjutkan kalimatnya namun dipotong oleh Keno.
“Apa?!! Kenapa bisa? Apa yang ia lakukan pada wanitaku?! Jawab Delon!” Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Keno
“Ck! Dengarkan penjelasanku dulu baru kau menyela ucapanku!” Sentak Delon
“Oke oke , lanjutkan” ujar Keno
Delon pun menceritakan semua yang ia dengar dari Rere orang suruhan nya itu.
Keno yang mendengar hal itu mengepalkan tangan nya dengan rahangnya mengeras. Darahnya seketika mendidih, aura membunuh terpancar dari kedua mata Keno.
“Kurangajar!! Berani beraninya bedebah sialan itu melukai wanitaku! Akan ku balas kau beribu kali lipat dari ini!” Geram Keno penuh emosi
‘Maafkan aku Kia sayang, aku tak ada disampingmu ketika kau membutuhkan pertolongan. Sekali lagi aku minta maaf, bersabarlah sebentar. Aku akan menyusulmu dan membawamu pergi dari penjara lelaki br*****k itu!’ Tekadnya dalam hati.
“Tunggu apalagi , ayo kita berangkat sekarang!” Ucap Delon.
“Ya, kau turunlah dulu tunggu aku dibawah. Aku akan bersiap” ujarnya pada Delon
Hai semua.. akhirnya author berhasil menyelesaikan 21 bab dalam 5 hari.. semoga kalian suka dengan ceritanya..
maaf jika terdapat typo di dalam bacaan..
author mengucapkan terimakasih bagi yang sudah memberikan like..
Terus dukung author ya.. karena ini merupakan novel pertama author..
__ADS_1
Jangan lupa like&vote nya
Semoga kalian sehat selalu🥰