
Sesampainya Keno dan Morgan di mansion mereka langsung di sambut oleh Will dan beberapa bodyguard.
“Kenapa malah kesini Will? Perusahaan bagaimana?” Tanya Keno ketika turun dari mobilnya bersama Morgan.
“Untuk apa ke perusahaan Tuan? Semua sudah terjadi, dan saat ini semua petugas saya kumpulkan untuk meredam kekacauan ini” terang Will.
“Lalu untuk apa kau menemuiku di mansion?” Tanya Keno kemudian.
“Begini Tuan, saya hanya menduga saja. Kemungkinan ini adalah gertakan saja Tuan, sebab yang saya ketahui data perusahaan tidak ada yang rusak ataupun hilang sama sekali. Sepertinya mereka hanya bermain-main dengan kita” ucap Will menduga.
“Jadi tidak ada satupun yang hilang?” Tanya Morgan memastikan.
“Tidak ada Tuan, bahkan orang-orang itu kini menghilang entah kemana. Hanya para preman yang berhasil kita tangkap, tapi nihil. Keributan tadi memang murni tanpa rekayasa. Sepertinya keberuntungan berpihak pada pelaku” jelas Will tidak menemukan titik terang apapun dari para preman yang telah berhasil di interogasi oleh bodyguard mereka.
“Siapa sebenarnya dalang dari kekacauan ini” ucap Keno menyangga dagu.
“Sangat aneh, berani sekali mereka bermain-main dengan mu?” Tukas Morgan heran.
“Saya akan mencoba menyelidiki nya Tuan, tapi hanya satu kecurigaan saya berdasarkan pengamatan bawahan saya saat ini” ucap Will menggantungkan kalimatnya.
“Siapa?” Keno dan Morgan pun menatap Will bersamaan
“Ehm.. i..”
“Permisi Tuan.. ini minumannya silahkan di nikmati” ucap Ayumi memotong perkataan Will.
Ketiga pria itupun mengalihkan pandangannya sejenak.
“Siapa yang meminta kopi?” Tanya Morgan menatap Keno dan Will bergantian.
Kedua pria itupun mengedikkan bahunya.
“Letakkan saja disitu!” Titah Keno acuh.
“Baik Tuan.” Ucap Ayumi tersenyum menggoda menampakkan belahan dadanya.
“Silahkan di minum Tuan. Saya permisi” ucapnya pamit meninggalkan ketiga pria itu dengan senyuman penuh arti.
*“Akhirnya masuk perangkapku juga*! Sebentar lagi rencana ku akan berhasil” ucap Ayumi menyeringai.
“Lanjutkan kata-katamu tadi Will” titah Keno kemudian.
“Ehmm.. baiklah Tuan. Saya curiga dengan asissten rumah tangga Tuan yang tadi” ucap Will to the point.
“Maksud mu Ayumi?” Tanya Keno memastikan.
Will pun mengangguk.
“Atas dasar apa kau mencurigai gadis itu?” Tanya Morgan buka suara.
“Gadis itu cukup bermasalah selama bekerja disini. Berdasarkan laporan bawahan saya gadis itu memiliki rencana yang entah apa kita belum berhasil mengetahuinya, yang pasti saat ini kita harus hati-hati. Kita tidak tahu siapa orang yang menjadi target gadis itu Tuan” ucap Will dengan suara samar.
Keno pun tampak berfikir keras. Sebenarnya dia iba dengan gadis sebatang kara yang tak memiliki siapapun itu, tapi mengingat kelakuannya sering kali membuat darahnya mendidih Keno pun menepis jauh-jauh rasa iba itu.
“Jika dugaan mu benar, lalu apa hubungannya dengan kejadian ini Will?” Tanya Keno menatap penuh selidik.
“Sesaat sebelum Tuan Morgan menyusul ke resort anak buah ku bilang bahwa gadis itu menghubungi seseorang. Dugaan itu semakin kuat karena tak lama setelahnya data perusahaan berhasil di bobol oleh orang tak dikenal” jelas Will.
“Ada benarnya juga ucapan mu” ucap Keno mangut-mangut.
“Aku tidak habis fikir, rentetan kejadian ini seperti menyusun puzzle milik putramu” celetuk Morgan konyol.
“Tutup mulutmu, aku sedang tidak ingin bercanda” potong Keno menyela ucapan sahabatnya.
“Haishh! Lagian kenapa juga kau memelihara lintah darat di mansion mu? Tinggal depak saja beres” ucap Morgan santai.
“Tidak semudah itu. Gadis itu adalah titipan dari mendiang kakek ku, ayahnya mantan kepala pelayan kepercayaan di mansion ini namun dia meninggal karena insiden menyelamatkan kakek ku dari maut sehingga nyawanya melayang dengan meninggalkan seorang putri yang tak lain gadis itu, gadis yang di titipkan oleh kakek ku agar keluarga ku menjamin kehidupannya dengan layak” ucap Keno menerawang jauh ingatannya pada sepuluh tahun lalu ketika ia masih remaja, ia cukup terpukul dengan berita kecelakaan mobil kakeknya yang di tumpangi bersama kepala pelayan dan satu sopir.
Ketika insiden itu terjadi hanya kakek Lewis yang selamat sementara dua korban sudah meninggal di tempat. Hingga akhirnya kakek Lewis dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi koma, keadaan beliau sempat sadar namun setelah menitipkan pesan pada putranya yang tak lain adalah Adrian, kakek Lewis pun menghembuskan nafas terakhir nya.
__ADS_1
Ayumi yang saat itu masih kecil tampak terpukul dan shock dengan berita kematian sang ayah. Sehingga keluarga Bimantara memberikan kehidupan yang layak untuk gadis itu sampai usianya remaja dan akhirnya bekerja di mansion Keluarga Bimantara atas wasiat kakek Lewis.
“Ck! Masalalu yang cukup rumit. Kenapa tak kau bawa ke New York saja untuk mengurus Grandma” ucap Morgan memberi saran.
“Kau pikir Keluarga ku tak melakukannya? Dari dulu sudah sering kali Daddy dan Mommy membujuk gadis itu untuk pindah ke New York, tapi dia begitu batu tak mau keluar dari mansion ini dengan alasan ia ingin mengenang kebersamaan nya dengan mendiang ayahnya dulu” jelas Keno mendengus.
“What? Baru kali ini majikan tunduk pada bawahan, aku tak habis pikir dengan Mommy Daddy mu” ucap Morgan memijat pelipisnya.
“Begitulah mereka, hatinya terlalu lembut untuk seekor lintah sepertinya” tukas Keno membuat Morgan menahan tawanya.
“Sudahlah, sebaiknya kita minum dulu kopi buatan nya” ucap Morgan mengangkat cangkir berisi kopi itu, namun baunya aneh ketika ia mencium aroma kopi itu.
“Kopi apa ini? Kenapa aroma nya begitu asing?” Tanya Morgan menghirup aroma kopi itu dalam-dalam.
Keno dan Will pun sama, mereka mencium aroma kopi itu sedikit aneh dari biasanya.
“Ayumi!!” Teriak Keno memanggil gadis itu.
“Permisi Tuan, anda memanggil saya?” Tanya Ayumi memasuki ruang kerja Keno.
“Apa kau mengganti merk kopi di mansion ini?” Tanya Keno menatap datar gadis itu.
“Tidak Tuan, kopi nya seperti biasa yang selalu Tuan konsumsi” ucap Ayumi, gadis itu tidak sadar dengan kecurigaan mereka bertiga.
“Yasudah kau boleh pergi” ucap Keno mengangguk.
“Baik. Permisi Tuan” ucap Ayumi membungkukkan badannya.
“Tuan, saya rasa bukan kopi nya yang berbeda. Tapi saya mencium bau obat lain dari kandungan kopi ini” terang Will yang sedari tadi terus mengamati kopi itu.
“Pemikiran kita sama Will” ucap Keno menatap intens cangkir di hadapannya.
“Ngeri sekali pembantu itu, untung saja aku belum sempat menyeduhnya” ucap Morgan bergidik.
“Sebaiknya kita ikuti rencananya kali ini Tuan, saya yakin ini ada sangkut pautnya dengan kekacauan yang ada di perusahaan.” Ucap Will yakin.
“Di dalam kopi ini mengandung obat tidur dosis tinggi, anak buah ku baru saja mengirimkan pesan” ucap Will menunjukkan ponselnya.
“Sialan! Cerdik juga rupanya tikus kecil itu” sungut Morgan berapi-api.
“Sekarang cepat katakan rencana apa yang kau miliki” desak Morgan tak tahan ingin segera keluar dari situasi memuakkan ini.
“Kita pura-pura saja meminumnya, setelahnya kita berakting pingsan tak sadarkan diri. Saya yakin setelah gadis itu berhasil membuat kita lemah dia pasti melancarkan aksinya” saran Will.
“Baiklah, kita lakukan sekarang” putus Keno yang tak ingin mengulur waktu lagi sementara istri dan anaknya menunggu kabar darinya.
“Oke let’s play the game!” Seru Morgan mengangkat cangkir nya lalu mereka bertiga pura-pura menyeruput minuman itu.
Ayumi yang baru saja mengintip kegiatan mereka akhirnya tersenyum puas.
“Selangkah lagi kau akan menjadi milikku seutuhnya!” Seringai devil muncul di bibir gadis itu.
Tak lama setelahnya mereka pun mengantuk tertidur dalam posisi duduk.
Ayumi bersorak gembira kali ini rencananya berjalan dengan mulus.
Gadis itu masuk mengendap-endap takut ada yang memergoki nya.
“Kau tampan sekali jika tertidur begini” ucap Ayumi mengagumi paras Keno yang membuat tubuhnya meremang.
“Berat sekali!” Keluhnya mengangkat tubuh Keno dengan sekuat tenaga.
“Sialan!! Berani-berani nya menyentuh tubuhku!! Awas saja! Tidak akan ku ampuni kau dasar lintah darat!” Ucap Keno dalam hati menahan emosi.
“Huhhh huhhh.. astaga, jika bukan demi masa depan ku yang cerah aku tak akan sudi melakukan hal konyol seperti ini, sangat melelahkan!” Gerutu nya menyeret tubuh Keno ke dalam kamar pribadinya.
Setelah perjuangan yang cukup menguras tenaga akhirnya Ayumi pun berhasil membaringkan tubuh Keno di atas ranjang.
Gadis itu membuka kancing kemeja yang Keno kenakan sampai dada bidangnya terlihat sempurna.
__ADS_1
“Astaga! Sungguh indah sekali ciptaan Tuhan. Ahh membayangkannya saja aku tidak kuat!” Pekik Ayumi merasakan **** ********** nya berkedut hebat.
Ia begitu mengagumi paras bak dewa yunani majikannya itu.
Gadis itupun segera melucuti pakaiannya dan menggantinya dengan lingerie.
“Oke sayang, kita mulai permainan kita kali ini” ucap Ayumi menaiki ranjang dan tidur di sebelah Keno.
“Kita lihat kehancuran wanita itu malam ini, kira-kira bagaimana reaksinya jika melihat suami yang ia cintai tidur bersama gadis lain? Hahahaha.. aku tidak sabar menantikan hal itu tiba” ucapnya menyeringai.
“Shit!! Lihat saja, kau atau dia yang akan hancur nanti! Menjijikkan sekali! Mimpi apa aku sampai harus berada satu ranjang dengan sampah seperti mu!” Umpat Keno dalam hati.
Sementara di ruang kerja Keno. Kedua pria yang tengah ber akting pingsan itupun bangun mengakhiri drama nya.
“Dimana dia membawa Keno?!” Tanya Morgan pada Will.
“Entahlah Tuan, sebaiknya kita segera keluar. Anak buah ku yang memantau gerak gerik gadis itu pasti mengetahuinya!” Seru Will bangkit dari duduk ya di ikuti Morgan.
Sesampainya di luar ruang kerja Keno betapa terkejutnya dua pria itu melihat kedatangan sosok wanita yang sangat di kenalnya.
“Nyonya?!”
“Kiara!”
Seru kedua pria itu bersamaan shock melihat kedatangan Kiara.
“Dimana suamiku?” Tanya Kiara menatap datar keduanya.
“K-kami sedang mencarinya Nyonya, mungkin saja Tuan sedang istirahat” jelas Will yang tak mengatakan kejadian sebenarnya.
“Jangan berbohong, aku mengetahui semuanya” potong Kiara menatap intens keduanya.
“A-apa? Bagaimana bisa anda tahu?” Ucap Will dan Morgan kaget.
“Anak buah mu yang melaporkannya padaku” ucap Kiara datar.
“Tuan..” sapa salah satu bodyguard yang mengawasi gerak gerik Ayumi.
“Dimana gadis itu membawa suamiku?” Cecar Kiara.
Bodyguard itu menatap Kiara dengan gugup.
“D-dia membawa Tuan Muda ke dalam kamar pribadi anda Nyonya” ucap Bodyguard itu terbata.
“Shit!! Lancang sekali kakinya menginjakkan di tempat suci ku!” Geram Kiara menahan amarah.
“Sepertinya singa betina mulai menunjukkan taring nya” bisik Morgan di telinga Will.
“Aku rasa juga begitu Tuan” ucap Will samar.
“Minggir! Biar aku yang menyelesaikan drama murahan ini!” Ucap Kiara meninggalkan ketiga pria itu yang terdiam kaku.
Ceklek!
Brakk!
Kiara membuka pintu kamarnya dengan kasar dan membantingnya cukup keras membuat kedua makhluk di dalamnya terkejut tak terkecuali Keno yang berjingkat kaget. Namun Ayumi masih belum menyadari situasi Keno.
Pemandangan pertama kali yang ia lihat adalah suaminya di sentuh oleh gadis murahan yang selalu mengganggu rumahtangga nya akhir-akhir ini semenjak mereka menikah dan tinggal di mansion ini.
“Nyonyaa?? Hiks.. hiks maafkan saya Nyonya, saya tidak bermaksud lancang tapi semua ini terjadi begitu saja” ucap Ayumi terisak dengan airmata buayanya.
Kiara menatap nyalang Ayumi membuat gadis itu sedikit takut, namun tak mengurungkan niatnya untuk memainkan drama nya.
Kiara cukup muak dengan sandiwara yang gadis itu ciptakan setiap saat. Kepalanya serasa mendidih melihat penampilan gadis itu kali ini, hingga tiba tiba tangannya melayang dan..
Plakk!!!
Plakkk!!!
__ADS_1